Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

29 Oktober 2024

Kisah 2 Pengemis Buta Berharap Rezeki dari Allah dan Manusia

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Dikisahkan ada seorang wanita kaya yang dikenal pemurah, Ummu Ja'far namanya. Kedermawanan Ummu Ja'far masyhur di kalangan masyarakat, sehingga 2 pengemis buta pun mengetahui hal itu.

Setiap hari, 2 pengemis buta menunggu Ummu Ja'far di pinggir jalan yang biasa dilaluinya. Ketika 'bekerja', kedua pengemis buta ini punya harapan dan permintaan yang berbeda dengan ucapan doa yang juga berbeda.

"Ya Allah, anugerahkan rezeki kepadaku dari kemurahan-Mu," ucap pengemis buta pertama.

"Ya Allah, anugerahkanlah rezeki kepadaku dari kemurahan Ummu Ja'far," ucap pengemis buta kedua.

Mengetahui hal itu, Ummu Ja'far segera memberikan sedekahnya kepada kedua pengemis tersebut dengan nilai yang berbeda.

Kepada pengemis pertama yang mengharap rezeki dari Allah, Ummu Ja'far memberikan uang 2 dinar. Selanjutnya, untuk pengemis kedua yang mengharap rezeki dari Ummu Ja'far, diberikan 2 adonan roti dan ayam bakar yang di dalamnya telah diselipkan uang 10 dinar.

Merasa tidak dapat uang, pengemis kedua ini menawarkan pada pengemis pertama agar roti dan ayam bakarnya ditukar atau dibeli dengan uang 2 dinar yang baru didapat dari Ummu Ja'far.

"Berikanlah uang itu kepadaku lalu ambillah roti dan ayam bakar ini untuk anak-anakmu," ujar pengemis kedua.

Dua pengemis ini tidak tahu bahwa di dalam ayam panggang pemberian Ummu Ja’far itu terselip uang 10 dinar. Singkat cerita, pengemis pertama pun akhirnya sepakat untuk ditukar. Terjadilah transaksi di antara keduanya, kejadian serupa berlangsung selama 10 hari.

Setelah 10 hari, Ummu Ja'far kembali menemui pengemis kedua yang mengharapkan rezeki dari wanita kaya itu.

"Apakah kamu puas dengan pemberian kami?" tanya Ummu Ja'far pada pengemis kedua.

"Memangnya apa yang engkau berikan padaku?" kata pengemis itu menjawab dengan pertanyaan. 

"100 dinar," jawab Ummu Ja'far.

"Tidak mungkin. Setiap hari engkau memberiku adonan roti dan ayam bakar, lalu aku menjualnya ke temanku dengan harga 2 dinar," jawabnya.

Ummu Ja'far pun merasa terkejut dan menyadari tentang kemurahan Allah pada hamba yang mengharapkan anugerah dari-Nya.

"Begitulah, dia (pengemis pertama) mengharapkan kemurahan Allah. Maka Allah segera memberinya kehidupan yang serba berkecukupan, meskipun dia sendiri tidak punya niat atau rencana seperti itu," ujar Ummu Ja'far.

Ummu Ja'far pun menegaskan bahwa barang siapa yang mengadukan kefakiran kepada Allah, pasti Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Selanjutnya, ia juga meyakini bahwa takaran rezeki setiap orang tidak akan tertukar. Ketika Allah sudah berkehendak pasti akan terjadi dan jika Allah tidak menghendaki pasti tidak akan terjadi.

Dari kisah tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa mengadukan aneka masalah atau mengharapkan rezeki kepada sesama manusia akan selalu meleset dan tidak sesuai dengan ekspektasi. Sebaliknya, mengadukan semua keluh kesah hidup kepada Allah, pasti akan mendapatkan solusi dengan cara-Nya yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Kisah ini diungkap Abu Hafs Umar bin Hasan An-Naisaburi As-Samarqandi dalam kitab Nailul Hatsits fi Hikayatil Hadits (Beirut: Darul Kutub al-Alamiyah, 2001] halaman 62).

Rp47.848 - Rp48.900

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Kisah 2 Pengemis Buta Berharap Rezeki dari Allah dan Manusia", semoga bermanfa'at. 

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Menjadi asbab keridhaan Allaah kepada kami.
Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
Instagram ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Komunitas WA #1 ;(Klik DISINI)
Komunitas WA #2 ;(Klik DISINI)
Saluran WA tanpa Batas ; (Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه و سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape

Baca selengkapnya ...

30 Maret 2024

Kisah Ember Bocor dan Tadarus Al-Quran tanpa Mengerti Maknanya

www.hanapibani.com


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Kisah ini seputar tadarus Al-Qur'an Ramadhan yang hanya mengejar khatam tanpa mengerti maknanya dan merenungi kandungannya. Seolah tak berguna.

Hanif, seorang anak kecil yang suka ikut kakeknya ke manapun perginya. Di bulan Ramadhan tak ketinggalan ia habiskan waktu untuk tadarus Al-Qur'an bersama kakeknya. Ia juga ikut ke masjid untuk melakukan shalat jamaah dan ibadah lainnya. Karenanya Hanif tumbuh menjadi anak saleh dan akrab dengan tradisi keagamaan. 


Suatu malam setelah shalat tarawih kakek dan Hanif mengikuti tadarus Al-Qur'an di masjid seperti kebiasaan bulan Ramadhan di tahun sebelumnya. Namun sekarang ada hal yang mengganjal di hatinya.


"Bagaimana sih Kek, Kakek terus saja membaca Al-Qur'an, tidak hafal (dan tidak tahu maknanya), apa ada faidahnya?" bisik Hanif kepada kakeknya.


Sesampai di rumah, tak lama kemudian Kakek merespon pertanyaan cucu kesayangannya.


"Lihat Hanif, di sana ada ember bocor di bawah balai-balai (amben). Bawa ke sini."


Hanif pun segera mengambilnya dan membawanya kepada kakeknya, tapi ternyata ember itu sangat kotor dan banyak debunya. 


"Hanif, masukkan air ke situ," seru kakeknya.


"Iya, siap kakek," jawab Hanif penuh kesigapan. 


Meskipun terus diisi air oleh Hanif, ember itu tidak dapat dipenuhi air. Setiap Hanif mengisinya, airpun segera keluar melalui lubang bocornya. 


Anehnya, sudah tahu embernya bocor, Sang Kakek masih saja meminta Hanif untuk mengisinya dengan air secara terus-menerus dan berulang-ulang. Namun tetap saja ember tidak terisi dengan air. Seolah sia-sia usaha yang dilakukannya. 


Di titik itulah Kakek mulai menasihati Hanif.


"Lihat bagian dalam ember ini," tutur kakek secara perlahan.


Hanif pun menurutinya dan melihat bagian dalam ember. Ia lihat sudah bersih tanpa debu sama sekali. 


Kakekpun segera melanjutkan nasihatnya:


"Sebagaimana air masuk ke ember dan tidak dapat berhenti di sana, tapi tetap bermanfaat karena dapat membersihkan ember tiap kali air dimasukkan; seperti inilah keutamaan Al-Qur'an wahai cucuku yang saleh. Al-Qur'an membersihkan hati dan menjadikan kita semakin akrab dengan agama Islam yang merupakan agama paling baik di antara sekian agama samawi. 


Karenanya, teruslah kamu melanggengkan membaca Al-Qur'an, meskipun tidak hapal dan tidak tahu maknanya sehingga mendapatkan balasan dan pahala dari Allah ta'ala," (Ahmad As-Sayyid, storyrealistic dengan beberapa penyesuaian).


Subhanallah. Tadarus Al-Qur'an yang kadang mengejar khatam seperti umumnya dilakukan yang seolah-olah terkesan tak berguna, ternyata dapat membersihkan hati dan mendatangkan pahala. Terlebih dilakukan di bulan Ramadhan, bulan mulia bulan turunnya Al-Qur'an. 


Dalam konteks ini, Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi (wafat 2010) Rektor Universitas Al-Azhar dan Mufti Darul Ifta Mesir merilis fatwa, bahwa membaca Al-Qur'an meskipun tanpa mengetahui maknanya tetap mendatangkan pahala bagi pembacanya. 


Syekh Thanthawi memfatwakan:


ومن عموم الأحاديث الواردة يُعلَم فضل قراءة القرآن، ومدى ثواب قارئه سواء كان ماهرًا في قراءته وملمًا بمعانيه أو لا


Artinya, "Dari keumuman hadits-hadits yang datang dari Nabi Muhammad saw diketahui keutamaan membaca Al-Qur'an dan luasnya pahala bagi pembacanya, baik yang pandai dalam membacanya dan mengetahui makna-maknanya, maupun yang tidak." (Muhammad Sayyid Thanthawi, Tsawabu Qiraatil Qur'an li Ghairil Mahir bi Qiraatihi wa li Man La Yafhamu Ma'aanihi, 27 Juni 1991, Nomor Fatwa 7046).


Namun demikian, tentu membaca Al-Qur'an secara tartil disertai mengetahui maknanya tetap lebih utama. Karenanya, selain tadarus Al-Qur'an, membaca dan mengkaji tafsirnya, sudah seharusnya menjadi pilihan aktivitas untuk meraih keutamaan Ramadhan. Wallahu a'lam. 



Yuk, gabung Shopee Affiliate Program di tim-ku buat dapat komisi PULUHAN JUTA!
Kode Tim:FJWCWAV






Cek Baju koko kurta Pakistan Embos Original Anwa One Motif Premium dengan harga Rp149.900. Dapatkan di Shopee sekarang! https://shope.ee/7UtFjuOtJh?share_channel_code=1

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Kisah Ember Bocor dan Tadarus Al-Quran tanpa Mengerti Maknanya", semoga bermanfa'at. 

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه و سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 

Baca selengkapnya ...

18 Januari 2024

“LEGENDA NISAN BERLUMUR DARAH" CERITA RAKYAT MARTAPURA KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN.

www.hanapibani.com


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

Dahulu kala ada cerita tentang dua kekasih yang mempunyai percintaan yang tragis. 
Cerita langkapnya sebagai berikut : 

Mashor adalah pemuda yang bertempat tinggal di desa yang sekarang sekitar Pekauman dan teluk selong. Mashor berasal dari keluarga yang miskin, tetapi mempunyai pendidikan yang tinggi dan budi akhlaknya tinggi. Dia mempunyai keahlian membaca Al-Quran yang sangat indah didengar. Mashor sebagai orang yang tidak mampu ikut bekerja di rumah Fatimah sebagai pembantu. 

Fatimah merupakan gadis dari keluarga sangat kaya. Mereka tinggal disebarang desa Mashor, mungkin sekarang daerah Kampung Melayu. Orang tuanya merupakan pedagang yang mempunyai hubungan dagang keluar daerah. Terutama daerah Singapura. 

Mashor sebagai pembantu mempunyai banyak pekerjaan yang harus dilakukannya seperti menimba air, memotong kayu, dan lain-lain. Hari demi hari, bulan demi bulan itu saja yang dilakukannya untuk membiayai hidup dan orang tuanya. Selama beberapa tahun Mashor bekerja dirumah kaya itu membuat Fatimah secara tidak sadar jatuh cinta kepadanya begitu juga sebaliknya. Tetapi karena adat yang menjaga ketat pertemuan antara perawan dengan bujangan membuat hubungan mereka tidak diketahui oleh keluarga. Mashor sadar percintaan mereka pasti akan ditentang oleh keluarga Fatimah yang memegang adat keluarga. Mereka hanya akan menikahkan anak gadisnya hanya dengan orang yang sederajat dan mempunyai hubungan keluarga bangsawan dan pasti tentu harus pilihan keluarga. Tetapi Cinta di hati tidak bisa menolaknya. 

Tidak lama kemudian hubungan mereka mulai diketahui orang tua Fatimah. Betapa marahnya orang tua Fatimah mengetahui hal demikian. Mereka memutuskan untuk menjauhkan Mashor dari Fatimah dengan menugaskan Mashor menjaga kebun karet dan ladang keluarga Fatimah di seberang sungai. Kebun karet ini berada jauh dari rumah Fatimah, menujunya hanya bisa dengan perahu jukung karena melewati sungai yang kecil. Mashor di berikan pondok kecil untuk berteduh dan melakukan kegiatan sehari-hari. Setiap hari dia bekerja merawat kebun karet tersebut. Setiap hasil karet hanya orang suruhan keluarga Fatimah saja yang mengambilnya. Dia tidak diberikan kesempatan untuk ke rumah sang Majikan. Fatimah mengetahui kabar Mashor hanya dengan meminta keterangan acil ijah, pembantu yang sering mengatarkan beras buat Mashor. 

Suatu hari ada orang kaya bernama Muhdar yang masih ada hubungan keluarga dengan Fatimah badatang (melamar) ke rumah Fatimah dengan menggunakan satu buah kapal yang sangat besar sesuai dengan derajat kekayaan orang tersebut. Niat Muhdar disambut baik oleh keluarga Fatimah, mereka sepakat untuk mengadakan perkawinan besar-besaran. Hal ini tidak menjadi beban bagi Muhdar karena kakayaannya. Fatimah sangat menentang niat orang tuanya yang menjodohkannya dengan Muhdar. Dia kenal betul perangai Muhdar. 

Walaupun kaya tetapi dia tidak mempunyai budi pekerti dan ilmu agama sebaik Mashor. Tetapi dia harus menjalankan dua pilihan yang sangat berat. Di satu sisi dia mempunyai pilihan dan cinta yang diyakininya membawa kebahagian di dunia dan di akhirat yaitu hidup bersama Mashor. Di satu sisi dia harus mengikuti perintah orang tuanya, dia sadar menyakiti hati orang tua adalah perbuatan yang durhaka. Akhirnya Fatimah pasrah terhadap perjodohan ini. Perjodohan yang dilandasi oleh harta, hubungan keluarga bukan oleh Cinta. Mashor yang berada jauh tidak mengetahui perjodohan ini. Semuanya yang datang ke gubuk Mashor bekerja selalu menutupinya. Mereka tidak ingin dipecat majikan jika menceritakan hal tersebut. Akhirnya acara pernikahan di mulai, Muhdar datang dengan beberapa kapal besar yang membawa mas kawin atau jujuran. Ada kapal yang membawa isi kamar lengkap, ada kapal yang membawa perhiasan emas dan batu permata, ada kapal yang membawa pakaian wanita yang sangat indah-indah. Bagi mereka semua itu hal biasa, karena bisnis dagang keluarga ini ke Singapura berupa batu permata dan kain. Mereka mempunyai banyak pelanggan di Singapura. Pada jaman tersebut sungai Martapura digunakan sebagai jalur perdagangan. Kapal-kapal besar pedagang Martapura sering berangkat membawa barang dagangan ke Pulau Jawa dan Sumatera hingga Singapura dan Malaysia. Sesuai dengan jalur perdagangan dunia antara Malaysia dan pulau Sumatera. 

Pada malam harinya ketika semua kelelahan. Muhdar dan Fatimah tidur di kamar penganten. Belum sempat malam pertama itu terjadi ternyata rumah Fatimah terbakar akibat api dapur lupa di matikan. Muhdar lari keluar dengan segera tanpa memperdulikan Fatimah. Api semakin membesar Fatimah terjebak di dalamnya. Mashor yang belum tidur melihat dari kejauhan warna merah di langit yang menadakan kebakaran. Dia yakin kebakaran itu berada di rumah Fatimah. Tanpa peduli aturan majikannya yang tidak memperbolehkannya mendekati rumah dia langsung berlari mengambil jukung. 

Setelah sampai di rumah Fatimah dia diberitahu bahwa Fatimah terjebak di dalamnya. Dengan kekuatan Cintanya dia terobos api dan menemukan Fatimah pingsan karena terlalu banyak menghirup asap. Dia angkat Fatimah melewati api yang besar. Dengan badannya dia melindungi Fatimah dari api dan kayu rumah yang berjatuhan. Setelah dia bawa keluar Mashor disambut Muhdar dengan merebut Fatimah dari pangkuan Mashor. 

Dengan demikian Mashor akhirnya mengetahui perkawinan tersebut. Belum sempat dia mendapatkan penjelasan, Mashor pingsan karena terlalu banyak luka bakar yang dialaminya. Keluarga Fatimah memerintahkan agar mashor dirawat kembali di gubuknya tempatnya bekerja. Dan menginginkan agar peristiwa heroic ini jangan sampai diketahui Fatimah. Subuh harinya mashor tidak bisa bertahan. Dia meninggal karena luka yang terlalu parah. Setelah sholat dzuhur dia dimakamkan di daerah perkebunan karet tersebut. Atau tepatnya sekarang berada di desa Tungkaran. 

Makam Mashor sederhana dengan nisan ulin. Untuk mencegah babi hutan kuburannya juga dipagar bambu. Semuanya berada di pemakaman, baik teman-teman Mashor maupun keluarga Fatiamah. Tetapi Fatimah tidak mengetahui kematian ini. Dia masih lemah di kamar rumah Muhdar. Dia masih bertanya di dalam hati bagaimana dia bisa selamat, suaminya sendiri meninggalkannya saat kebakaran itu terjadi. Sewaktu malam hari pertanyaan itu di keluarkannya pada acil ijah yang sejak kecil merawatnya. Acil ijah tahu betul perasaan Fatimah kepada Mashor. Karena tidak dapat mendustai tuannya yang sejak kecil dia pelihara tersebut akhirnya dia ceritakan peristiwa kebakaran itu. 

Fatimah yang sangat rindu Mashor akhirnya menanyakan keberadaan Mashor. Dengan sangat hati-hati acil ijah menceritakan kematian Mashor dan memberitahukan letak kuburannya. Dia berjanji menemani Fatimah besok untuk ziarah ke kuburan Mashor. Fatimah Sangat terpukul hatinya mengetahui pemuda yang melindungi dan dicintainya telah tiada. Menangislah Fatimah sejadinya. 

Setelah semua orang terlelap tidur, jam 3 subuh tanpa sepengetahuan yang lain Fatimah keluar rumah. Dia tidak dapat menyimpan perasaan rindu dan dukanya. Tanpa menunggu siang dia bertekad harus menemukan kekuburan mashor. Dia tidak yakin kekasihnya sudah meninggal jika tidak menemukan kuburannya langsung. Dia seberangi sungai Martapura dan berjalan menyisir jalan setapak. Dia masih ingat letak kebun karet keluarganya ketika ayahnya pernah mengajak sewaktu kecil. Malam itu hari hujan dengan deras tetapi tidak menyurutkan hati Fatimah, di dalam hatinya hanya ada satu nama Mashor. 

Dipikirannya hanya ada satu wajah Mashor pemuda yang sangat mengerti dirinya. Setelah tiba di kebun karet keluarganya, Fatimah tanpa sadar dan mungkin karena ilusi yang muncul karena obsesinya bertemu mashor, dia melihat Mashor berdiri tersenyum kepadanya ditengah rintikan hujan. Tanpa berpikir panjang Fatimah berlari ingin memeluk tubuh kekasihnya melepaskan segala kerinduannya. Fatimah menabrak tubuh lelaki itu hingga terjatuh tanpa disadari pagar yang terbuat dari bambu yang melindungi kuburan Mashor menusuk tubuh Fatimah tepat di dadanya. Darah mengucur dan menetes di atas kubur Mashor dan melumuri nisannya. Fatimah meninggal dengan senyum dia yakin menemukan cintanya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "“LEGENDA NISAN BERLUMUR DARAH" CERITA RAKYAT MARTAPURA KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN.", semoga bermanfa'at. 

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه و سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 


Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

Khutbah Jumat: Ghibah, Penyakit Masyarakat yang Wajib Dijauhi

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته بسم الله و الحمد لله اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله  و صحبه أجمعين Salam Sahabat  Hanapi B...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI