Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

21 Oktober 2024

Profil Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabinet Prabowo

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto, telah menunjuk Abdul Mu'ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Hal ini disampaikan langsung oleh Abdul Mu'ti, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Abdul menerima amanah tersebut setelah bertemu dengan Prabowo pada 14 Oktober 2024. Saat berbicara kepada media, Abdul menyatakan kesiapan untuk mengemban tanggung jawab tersebut dan akan didampingi oleh dua wakil menteri dalam menjalankan tugasnya di kementerian.

Prabowo berharap bahwa di bawah kepemimpinan Abdul Mu'ti, sistem pendidikan Indonesia dapat terus berkembang dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Meski begitu, Abdul menyatakan bahwa detil otoritas dan tanggung jawab yang akan dipegangnya masih dalam proses pembahasan. Ia menekankan bahwa pendidikan harus menjadi sebuah gerakan pencerdasan untuk mewujudkan Indonesia yang berkemajuan. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyampaikan beberapa arahan agar Abdul bisa bekerja dengan sebaik-baiknya.

Profil Singkat Abdul Mu'ti 

Abdul Mu'ti lahir di Kudus pada 2 September 1968. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam PP Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar di Indonesia. Saat ini, Abdul menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, mendampingi Ketua Umum Haedar Nashir untuk periode 2022-2027.

Sejak tahun 2000, Abdul Mu'ti telah aktif dalam kepengurusan Muhammadiyah, dimulai dari posisinya sebagai PWM Jateng pada periode 2000-2002. Ia juga pernah memegang jabatan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah pada 2002-2006, serta Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah dari tahun 2005 hingga 2010. Sebagai Sekretaris Umum, ia telah menjabat selama dua periode sebelumnya, yakni dari tahun 2010 hingga 2022.

Kiprah Abdul Mu'ti di Kancah Internasional 

Abdul Mu'ti juga dikenal aktif di berbagai forum internasional. Ia pernah menjadi anggota British Council Advisory Board (2006-2008), serta terlibat dalam Indonesia-United Kingdom Advisory Board (2007-2009). Selain itu, ia juga merupakan anggota Executive Committee of Asian Conference of Religion for Peace (2010-2015) dan menjadi bagian dari Indonesia-United States Council on Religion and Pluralism sejak tahun 2016. Saat ini, Abdul Mu'ti menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia Conference on Religion and Peace (ICRP) untuk periode 2023-2028.

Karier Abdul Mu'ti sebagai Akademisi 

Sebagai seorang akademisi, Abdul Mu'ti adalah Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di kampus tersebut, ia mengajar di Program Studi Pendidikan Agama Islam dan aktif terlibat dalam penelitian serta pengembangan kajian-kajian terkait pendidikan Islam. Selain itu, Abdul kerap menyuarakan pentingnya pluralisme dan perdamaian dalam pendidikan. Melalui berbagai risetnya, ia membahas isu-isu krusial seperti konvergensi Muslim dan Kristen dalam pendidikan, kekerasan seksual di pesantren, serta pluralisme dalam sistem pendidikan Muhammadiyah. Riset-risetnya dapat dilihat di berbagai platform akademik seperti Google Scholar.

Riwayat Pendidikan Abdul Mu'ti 

Abdul Mu'ti menempuh pendidikan awalnya di Madrasah Ibtidaiyah Manafiul Ulum, Kudus, dan kemudian melanjutkan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kudus serta Madrasah Aliyah Negeri Purwodadi Filial Kudus. Untuk pendidikan tinggi, ia memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Abdul kemudian melanjutkan studi di Sekolah Pendidikan Universitas Flinders, Adelaide, Australia, dan meraih gelar pascasarjana dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Restrukturisasi Kementerian Pendidikan 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang selama ini kita kenal akan dipecah menjadi tiga kementerian di bawah pemerintahan Prabowo. Langkah ini diambil agar lebih banyak tokoh kompeten dapat berperan dalam pengelolaan pendidikan nasional. Salah satu kementerian baru yang dibentuk adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang kini dipimpin oleh Abdul Mu'ti. Keputusan pemecahan ini diambil untuk menyesuaikan dengan kebutuhan perkembangan pendidikan dan demi peningkatan efektivitas kebijakan pendidikan di Indonesia.

Dengan latar belakang Abdul Mu'ti yang kaya pengalaman di bidang pendidikan dan kepemimpinan, ia diharapkan mampu membawa inovasi serta perubahan yang signifikan dalam mengelola sistem pendidikan di tingkat dasar dan menengah.


Cek Hijas - Jas Hujan Wanita Gamis Jumbo Hijabers Premium dengan harga Rp115.000. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/AUbrijqZvt?share_channel_code=1

Demikian yang dapat kami bagikan terkait "Profil Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabinet Prabowo", semoga bermanfa'at.

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Menjadi asbab keridhaan Allaah kepada kami.
Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
Instagram ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Komunitas WA #1 ;(Klik DISINI)
Komunitas WA #2 ;(Klik DISINI)
Saluran WA tanpa Batas ; (Klik DISINI)

Ùˆ ØµÙ„Ù‰  Ø§Ù„له Ø¹Ù„Ù‰ سيدنا محمد Ùˆ على أله
 Ùˆ صحبه Ùˆ سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape


Baca selengkapnya ...

Mengenal Nasaruddin Umar, Menteri Agama Kabinet Prabowo: Pendidikan, Karir, hingga Prestasi

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., kini resmi menjabat sebagai Menteri Agama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai seorang ulama dan intelektual Muslim yang disegani, Nasaruddin sebelumnya telah dikenal luas sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal serta seorang tokoh yang berkomitmen pada nilai-nilai inklusif dan dialog antaragama. Pada 20 Oktober 2024, Nasaruddin secara resmi dilantik menjadi Menteri Agama dan siap mengemban tugas selama lima tahun ke depan.

Biodata Singkat Nasaruddin Umar

Nama Lengkap: Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.
Tanggal Lahir: 23 Juni 1959
Tempat Lahir: Ujung-Bone, Sulawesi Selatan
Orang Tua: Andi Muhammad Umar dan Andi Bunga Tungke
Status: Menikah dengan Helmi Halimatul Udhma; memiliki tiga anak

Nasaruddin dikenal sebagai tokoh yang dihormati di kalangan intelektual Muslim, dengan pandangan yang memajukan pemahaman agama yang inklusif, serta memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarumat beragama di Indonesia.

Pendidikan Nasaruddin Umar

Perjalanan pendidikan Nasaruddin dimulai dari Pesantren As'adiyah, Sengkang, Sulawesi Selatan, di mana ia menamatkan pendidikan dasar dan menengah. Gelar sarjana syariah diraihnya dari IAIN Alauddin Ujung Pandang (sekarang UIN Alauddin Makassar), kemudian melanjutkan ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk memperoleh gelar magister dan doktoral, dengan fokus kajian pada perspektif gender dalam Al-Qur’an. Disertasinya, "Perspektif Jender dalam Al-Qur’an," menjadi salah satu kontribusi penting dalam kajian gender dan Islam.

Pendidikan internasionalnya juga mencakup berbagai riset dan studi di universitas ternama seperti Universitas Al-Azhar, Mesir, yang memperkaya perspektifnya tentang Islam dan kebijakan agama global.

Karir dan Jabatan Penting 

Sepanjang karirnya, Nasaruddin telah menduduki berbagai posisi strategis dalam pemerintahan dan akademik. Beberapa posisi penting yang pernah diembannya meliputi:

  1. Wakil Menteri Agama (2011-2014): Saat menjabat sebagai Wakil Menteri Agama dalam Kabinet Indonesia Bersatu II di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Nasaruddin memainkan peran penting dalam mengelola kebijakan keagamaan di tingkat nasional.
  2. Imam Besar Masjid Istiqlal (2016-sekarang): Sejak 2016, Nasaruddin memimpin Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara. Di bawah kepemimpinannya, masjid ini mengalami renovasi besar-besaran dan diubah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih fungsional.
  3. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Selain sebagai tokoh birokrat, Nasaruddin aktif mengajar dan meneliti di bidang studi Islam modern, menjadikannya salah satu intelektual Muslim yang disegani.

Di luar peran formalnya, Nasaruddin juga dikenal sebagai pendiri Masyarakat Dialog Antar Umat Beragama (MADIA), organisasi yang berfokus pada peningkatan kerukunan antaragama di Indonesia. Selain itu, ia pernah menjadi anggota Dewan Penasehat Inggris-Indonesia, sebuah forum yang dibentuk oleh mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair untuk mempererat hubungan bilateral.

Prestasi dan Penghargaan 

Nasaruddin Umar telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Bintang Mahaputera Utama pada 2014 sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam bidang keagamaan dan sosial. Salah satu kontribusi akademiknya yang paling signifikan adalah pemikirannya tentang kesetaraan gender dalam Islam, yang ia tuangkan dalam karya-karyanya, termasuk buku "Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran". Buku ini menjadi referensi utama bagi para intelektual Muslim dalam isu gender dan hak perempuan.

Aktivisme Dialog Antaragama 

Sebagai tokoh yang memperjuangkan dialog antaragama, Nasaruddin telah terlibat dalam banyak forum lintas agama baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia percaya bahwa dialog yang sehat antarumat beragama merupakan kunci untuk menciptakan perdamaian dan harmoni di masyarakat yang majemuk seperti Indonesia. Dalam perannya sebagai mediator, Nasaruddin sering kali menjadi jembatan yang menyatukan berbagai kelompok keagamaan dalam diskusi tentang isu-isu krusial.

Menteri Agama dalam Kabinet Prabowo 

Dengan dilantiknya Nasaruddin Umar sebagai Menteri Agama dalam kabinet Prabowo Subianto, banyak pihak berharap ia akan menerapkan pendekatan yang inklusif dan dialogis dalam menjalankan kebijakan kementerian. Pengalaman panjangnya di dunia keagamaan, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadikannya sosok yang tepat untuk menghadapi tantangan modern dalam konteks kehidupan beragama di Indonesia.

Nasaruddin menekankan pentingnya kolaborasi antaragama dan peran agama dalam pembangunan bangsa, sejalan dengan visinya tentang Islam yang damai dan toleran. Sebagai Menteri Agama, ia diharapkan mampu memajukan kebijakan keagamaan yang berbasis inklusivitas dan toleransi, serta memperkuat peran agama sebagai pilar penting dalam menjaga keutuhan bangsa.


Cek Hijas - Jas Hujan Wanita Gamis Jumbo Hijabers Premium dengan harga Rp115.000. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/AUbrijqZvt?share_channel_code=1

Demikian yang dapat kami bagikan terkait "Mengenal Nasaruddin Umar, Menteri Agama Kabinet Prabowo: Pendidikan, Karir, hingga Prestasi", semoga bermanfa'at.

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Menjadi asbab keridhaan Allaah kepada kami.
Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
Instagram ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Komunitas WA #1 ;(Klik DISINI)
Komunitas WA #2 ;(Klik DISINI)
Saluran WA tanpa Batas ; (Klik DISINI)

Ùˆ ØµÙ„Ù‰  Ø§Ù„له Ø¹Ù„Ù‰ سيدنا محمد Ùˆ على أله
 Ùˆ صحبه Ùˆ سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape


Baca selengkapnya ...

17 Agustus 2024

Yudian Wahyudi: Kepala BPIP yang Kontroversial dengan Aturan Paskibraka Lepas Jilbab

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, baru-baru ini menjadi pusat perhatian publik setelah adanya aturan yang mewajibkan Paskibraka putri di tingkat nasional untuk melepas jilbab saat pengukuhan dan upacara kenegaraan pada 17 Agustus. Kebijakan ini memicu gelombang kritik dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) keagamaan Islam, pimpinan DPR RI, hingga masyarakat luas di media sosial.

Yudian Wahyudi bukanlah sosok yang asing dalam dunia akademik. Ia merupakan seorang dosen dan guru besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Kalijaga, Yogyakarta, khususnya di Fakultas Syariah dan Hukum. Ia juga pernah menjabat sebagai rektor di kampus tersebut pada periode 2016-2020. Selama masa kepemimpinannya sebagai rektor, Yudian beberapa kali terlibat dalam kontroversi, salah satunya adalah saat meloloskan disertasi bertajuk "Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital" yang ditulis oleh mahasiswanya, Abdul Aziz. Disertasi tersebut menjadi perdebatan hangat karena dianggap menyimpang dari nilai-nilai syariah yang berlaku umum.

Sebagai seorang akademisi, Yudian memiliki rekam jejak pendidikan yang cukup panjang. Ia menamatkan pendidikan sarjana dan magisternya di UIN Yogyakarta (saat itu masih bernama IAIN) dengan fokus pada Peradilan Agama dan Islamic Studies. Gelar doktoralnya diraih dari McGill University di Kanada, yang kemudian dilanjutkan dengan pendidikan lanjutan di Harvard Law School, Amerika Serikat, pada 2002-2004. Di bidang akademik, Yudian aktif menulis artikel ilmiah dan buku. Beberapa karyanya antara lain "Aliran dan Teori Filsafat Islam" (1995), "Hassan Hanafion Salafism and Secularism" (2006), dan "Berfilsafat Hukum Islam dari Harvard ke Sunan Kalijaga" (2014). Selain menulis, ia juga dikenal sebagai penerjemah yang produktif dengan lebih dari 55 buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Yudian diangkat sebagai Kepala BPIP pada 5 Februari 2020. Sejak saat itu, ia sering kali menjadi sorotan media karena berbagai kebijakan dan pernyataan kontroversial yang ia keluarkan. Sebagai contoh, pada medio 2018, ketika menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian menerbitkan aturan yang melarang mahasiswi di kampus tersebut untuk memakai cadar. Aturan ini tertuang dalam surat keputusan B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 yang kemudian menuai berbagai reaksi, baik pro maupun kontra.

Tak hanya itu, pada Februari 2020, setelah dilantik sebagai Kepala BPIP, Yudian membuat pernyataan yang cukup kontroversial dengan membenturkan agama dan Pancasila. Ia menyebut bahwa ada kelompok-kelompok tertentu yang mereduksi agama sesuai dengan kepentingan mereka sendiri, yang pada akhirnya tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Pernyataan ini memicu perdebatan luas, terutama ketika ia menyatakan bahwa "musuh terbesar Pancasila adalah agama, bukan kesukuan," sebuah pernyataan yang menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Yudian, BPIP juga sempat mengadakan lomba penulisan artikel dengan tema yang juga mengundang kontroversi, yakni "Hormat Bendera Menurut Hukum Islam" dan "Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam" pada Agustus 2021. Kegiatan ini menuai kritik karena dianggap tidak sensitif terhadap pandangan sebagian umat Islam.

Sebagai seorang tokoh yang tidak asing dengan sorotan, Yudian juga aktif dalam mengusulkan berbagai inisiatif untuk mensosialisasikan Pancasila kepada generasi muda melalui berbagai platform media sosial, seperti YouTube, Blog, hingga TikTok, pada awal tahun 2020. Upaya ini dilakukan untuk menjangkau generasi muda dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Kontroversi terbaru terkait aturan Paskibraka putri yang harus melepas jilbab saat pengukuhan dan upacara kenegaraan semakin memperkuat citra Yudian sebagai seorang tokoh yang sering memicu perdebatan. Dalam konferensi pers pada 14 Agustus 2024, Yudian mengakui bahwa aturan ini sudah disepakati dalam surat pernyataan kesediaan yang bermeterai Rp10.000. Menurutnya, para anggota Paskibraka dengan sukarela mengikuti aturan tersebut. Namun, Yudian juga menegaskan bahwa di luar acara pengukuhan dan upacara kenegaraan, para Paskibraka putri memiliki kebebasan untuk mengenakan jilbab, dan BPIP menghormati hak kebebasan tersebut.

Namun, aturan ini segera dikoreksi oleh pihak Istana. Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, menyatakan bahwa Paskibraka putri tetap boleh menggunakan jilbab saat upacara pengibaran bendera sesuai dengan pilihan mereka masing-masing. Keputusan ini seolah meredam kontroversi yang telah timbul, namun tetap meninggalkan pertanyaan mengenai kebijakan dan pendekatan yang diambil oleh Yudian dalam menjalankan peranannya sebagai Kepala BPIP.

Dalam berbagai kesempatan, Yudian menyatakan bahwa dirinya dan BPIP senantiasa berkomitmen untuk patuh dan taat pada konstitusi, serta berusaha menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Namun, berbagai kontroversi yang mengiringi perjalanan kariernya menunjukkan bahwa menjalankan peran ini tidaklah mudah, terutama ketika harus menyeimbangkan antara nilai-nilai ideologi Pancasila dengan keberagaman pandangan masyarakat Indonesia.


Cek PROMO PAKET KAOS&CELANA ANAK MURAH isi 12 dengan harga Rp100.000. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/2frbBDDKPH?share_channel_code=1

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Yudian Wahyudi: Kepala BPIP yang Kontroversial dengan Aturan Paskibraka Lepas Jilbab", semoga bermanfa'at. 


Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
Instagram ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Komunitas WA #1 ;(Klik DISINI)
Komunitas WA #2 ;(Klik DISINI)
Saluran WA tanpa Batas ; (Klik DISINI)

Ùˆ ØµÙ„Ù‰  Ø§Ù„له Ø¹Ù„Ù‰ سيدنا محمد Ùˆ على أله
 Ùˆ صحبه Ùˆ سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape


Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

Khutbah Jumat: Ghibah, Penyakit Masyarakat yang Wajib Dijauhi

السلام عليكم Ùˆ رحمة الله Ùˆ بركاته بسم الله Ùˆ الحمد لله اللهم صل Ùˆ سلم على سيدنا محمد Ùˆ على أله  Ùˆ صحبه أجمعين Salam Sahabat  Hanapi B...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI