Breaking News

Monday, July 15, 2019

Surat Edaran Dirjen Pendis tentang Implementasi Mata Pelajaran Informatika pada MTs dan MA


Assalaaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com

Dalam rangka implementasi Mata Pelajaran Informatika pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan MAdrasah Aliyah (MA) Tahun Pelajaran 2019/2020 sebagaimana amanat Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 tentang perubahan atas Permendikbud Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Peremndikbud Nomor 36 Tahun 2018 tentang perubahan Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, dan Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang perubahan atas Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, disampaikan hal-hal sebagai berikut;

1. Jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs):

  • Untuk mata pelajaran Prakarya dan/atau Informatika, satuan pendidikan dapat menyelenggarakan salah satu atau kedua mata pelajaran tersebut. Peserta didik dapat memilih salah satu mata pelajaran yaitu Mata Pelajaran Prakarya atau Mata Pelajaran Informatika yang disediakan oleh madrasah.
  • Pelaksanaan pembelajaran Informatika dilaksanakan mulai Tahun Pelajaran 2019/2020 sesuai dengan kesiapan madrasah.
  • Kesiapan-kesiapan madrasah sebagai dimaksud pada poin  diatas meliputi ketersedian Guru dan sarana-prasarana yang memadai sebagai terlampir.
2. Jenjang Madrasah Aliyah (MA)
  • Mata pelajaran Informatika merupakan mata pelajaran pilihan.
  • Peserta didik diperkenankan memilih mata Pelajaran Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat dan/atau Mata Pelajaran Informatika.
  • Pelaksanaan pembelajaran Informatika sebagai mata pelajaran pilihan dilakasanakan mulai Tahun Pelajaran 2019/2020 sesuai dengan kesiapan madrasah.
  • Kesiapan-kesiapan madrasah sebagai dimaksud pada poin  diatas meliputi ketersedian Guru dan sarana-prasarana yang memadai sebagai terlampir.
A. KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI GURU
  1. Ketentuan guru mata pelajaran Informatika ditandai dengan kepemilikan sertifikat pendidik guru informatika dengan kualifikasi akademik sebagai berikut; a). Lulusan Program Sarjana Kependidikan bidang komputasi, dan/atau b). Lulusan Program  Sarjana Nonkependidikan bidang komputasi yang memenuhi persyaratan sebagai guru.
  2. Program studi komputasi terdiri atas ilmu komputer, sistem informasi, informatika, teknik komputer, teknologi informatika, dan manajemen informatika, atau yang ditetapkan oleh pemerintah.
  3. Guru yang telah memiliki sertifikat pendidik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), atau Multimedia (MM), dan yang selama ini mengampu Bimbingan TIK dapat mengampu Informatika dengan syarat memiliki kualifikasi akademik sebagaimana tersebut diatas. Guru tersebut wajib meningkatkan kompetensi sebagai guru informatika.
B. SARANA PRASARANA MADRASAH
1. Sarana dan prasarana yang wajib disediakan madrasah untuk menyelenggarakan mata pelajaran informatika sebagai berikut;
  • Kumputer (PC, laptop, tablet atau piranti yang sederhana)
  • Jaringan lokal
  • Aplikasi perkantoran
  • Aplikasi pendukung sesuai dengan kebutuhan, misalnya aplikasi untuk belajar pemograman dan sebagainya.
2. Selain ketersediaan sarana dan prasarana tersebut di atas, madrasah disarankan  dengan;
  • Laboratorium komputer
  • Jaringan internet
  • Learning Management System (LMS)
  • KIT pendukung praktikum informatika, dan
  • Dokumen tata kelola rencana strategis sistem teknologi dan informasi madrasah.
3. Madrasah harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk pembelajaran informatika bagi guru maupun peserta didik.


Unduh filenya dengan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

Sunday, July 14, 2019

Kemenag Segera Berangkatkan 50 Guru PAI ke Wilayah Perbatasan


Kementerian Agama kembali menyelenggarakan Program Bantuan Insentif Pembinaan Agama dan Keagamaan Islam di Wilayah Perbatasan (Bina Kawasan) bagi guru Pendidikan Agama Islam. Tahun ini, 50 peserta Bina Kawasan sudah terseleksi dan terpilih. Mereka akan diberangkatkan ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) selama 12 bulan ke depan.
Pemberangkatan dijadwalkan akan dilakukan pada Senin (15/07) besok. Ada 47 kabupaten yang menjadi wilayah sasaran, yaitu: Aceh Singkil, Pandeglang, Seluma, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Bengkayang, Sambas, Hulu Sungai Utara, Seruyan, Mahakam Ulu, Berau, Nunukan, Lampung Barat, Lampung Pesisir Barat, Kepulauan Aru, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, Sumba Timur, Belu, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Ende, Sorong, Polewali Mandar, Janeponto, Banggai, Buol, Toli-Toli, Banggai Laut, Donggala, Konawe, Konawe Kepulauan, Bombana, Talaud, Solok Selatan, Pasaman Barat, Musi Rawas utara, Nias, Nias Utara, Nias Selatan.
Sebelum berangkat, peserta program menerima pembekalan dari Dirjen Pendidikan Islam. Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Imam Safei , mengajak peserta Bina Kawasan untuk ikut mendiseminasi moderasi beragama di wilayah sasaran. “Guru agama ikut menyebarkan tentang moderasi beragama, yaitu beragama secara moderat, tidak liberal dan radikal,” terang Imam di Tangerang, Sabtu (14/07).
Imam mengingatkan, guru bina kawasan harus dapat menjaga netralitasnya. “Jangan sampai ada guru agama yang ikut-ikutan politik praktis, kita tetap jaga netralitas. Saya minta Kepala Bidang dan Kepala Seksi mengawal guru bina kawasan di daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Imam mengungkapkan bahwa pemberangkatan angkatan kedua program bina kawasan ini diharapkan bisa menjadi model bagi pengembangan guru PAI di daerah. Saat ini, sejumlah daerah masih mengalami kekurangan guru agama. 
“Tahun kedua ini dapat menghasilkan model untuk menjadi inspirasi pengembangan program bagi guru PAI, seperti tahun lalu Kemenag mendapatkan pengangkatan guru hampir 12 ribu guru agama di daerah,” jelas Imam.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Nasri, menerangkan bahwa guru yang ditugaskan sebanyak 50 orang terbagi atas dua kategori, yaitu: peserta lama dan peserta baru. “Ada 50 guru bina kawasan yang terbagi dari 25 peserta lama yaitu peserta tahun 2017/2018, dan peserta baru yang mendaftarkan diri pada tahun ini” terang Nasri. 
Baca selengkapnya ...

Jadwal Pelajaran K13 SD Kelas 1,2,3,4,5 dan 6 Tahun Pelajaran 2019/2020


Assalaamu'aaikum Sahabat Hanapibani.com

Tak terasa kita telah berada di awal tahun pembelajaran 2019/2020, di awal pembelajaran ini kita sebagai seorang guru tentunya dituntut untuk membuat jadwal. Berikut kami coba bagikan jadwal pelajaran SD/MI K-13 untuk kelas 1 sampai 6.

Jadwal Pelajaran SD/MI K13 Kelas 1,2,3,4,5 dan 6 Tahun Pelajaran 2019/2020 yang kami bagikan ini hanya menjadi bahan tambahan dalam pengelolaan proses pembelajaran di kelas. 
Jadwal ini merupakan pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja, daftar atau tabel kegiatan atau rencana kegiatan dengan pembagian waktu pelaksanaan tugas guru mengajar secara terperinci.


Penyempurnaan dikembalikan kepada guru kelas masing-masing. Berikut link yang bisa di download :
Jadwal Pelajaran SD/MI K13 Kelas 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 UNDUH DISINI
Jadwal Pelajaran SD/MI K13 Kelas 2 Tahun Pelajaran 2019/2020 UNDUH DISINI
Jadwal Pelajaran SD/MI K13 Kelas 3 Tahun Pelajaran 2019/2020 UNDUH DISINI
Jadwal Pelajaran SD/MI K13 Kelas 4 Tahun Pelajaran 2019/2020 UNDUH DISINI
Jadwal Pelajaran SD/MI K13 Kelas 5 Tahun Pelajaran 2019/2020 UNDUH DISINI
Jadwal Pelajaran SD/MI K13 Kelas 6 Tahun Pelajaran 2019/2020 UNDUH DISINI
Baca selengkapnya ...

Himbauan Shalat Gerhana Bulan beserta Tuntunan Tata Caranya


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com

Dengan hormat, diberitahukan kepada kaum muslimin dinseluruhbIndonesia, berdasarkan data astronomis bahwa akan terjadi Gerhana Bulan Sebagian (Gerhana Bulan Parsial) pada hari Rabu tanggal 17 Juli 2019 bertepatan dengan tanggal 14 Zulqa'dah 1440 H, dengan ini kami sampaikan hal-hal berikut:


Download filenya dengan klik dibawah ini:
 www.hanapibani.com

Baca selengkapnya ...

Friday, July 12, 2019

Seleksi Nasional Penulis Kisi-kisi Soal USBN dan UAMBN Tahun 2019


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com

Dalam rangka menjamin mutu penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia bermaksud mengadakan kegiatan Seleksi Nasional Penulis Kisi-kisi Soal USBN dan UAMBN yang bertujuan untuk menjaring para penulis soal yang berkualitas. Kegiatan seleksi diperuntukkan bagi guru madrasah yang mengajar pada MI, MTs dan MA di seluruh Indonesia dengan mata pelajaran sebagai terlampir.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka bagi yang berminat dapat mendaftarkan diri secara online melalui laman https//www.sikurma.kemenag.go.id.
Waktu pendaftaran tanggal 15 s.d 20 Juli 2019.

Adapun kriteria sebagai penulis soal sebagai berikut:

  1. Guru mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab MI
  2. Guru mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab kelas IX MTs
  3. Guru mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab kelas XII MA
  4. Berpengalaman mengajar minimal 3 tahun
  5. Dapat mengoprasinalkan komputer dan menguasai microsoft office dengan baik.
  6. Memiliki komitmen yang tinggi untuk menulis soal yang berkualitas dan menjaga kerahasiaan soal beserta seluruh perangkat yang terkait.

Kegiatan seleksi tidak dipungut biaya.



Untuk download filenya silahkan klik logo download dibawah ini;
 www.hanapibani.com

Baca selengkapnya ...

Surat Edaran No. 5 Tahun 2019 tentang Kegiatan Penumbuhan Wawasan Kebangsaan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah


Assalaaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com

Sehubungan dengan masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) tahun ajaran 2019/2020 yang akan segera dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian penerimaan peserta didik baru serta untuk menguatkan pendidikan karakter dalam mencegah penyebaran paham dan pemikiran berbahaya bagi ideologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terjadi di lingkungan sekolah, dengan hormat kami menghimbau agar segera:

1). Mengoptimalkan pelaksanaan PLS di wilayah kerja Saudara sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru dan menjadikan PLS sebagai sarana untuk memperkuat karakter peserta didik sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

2). Mengisi pelaksanaan PLS di wilayah kerja Saudara dengan berbagai kegiatan kreatif, menarik, dan aktual yang dapat memperkuat karakter religius dan kebangsaan sebagai upaya untuk melaksanakan pendidikan antiradikalisme bagi peserta didik.

3). Melaksanakan program penguatan pendidikan karakter peserta didik secara komprehensif melalui pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan nonkurikuler secara kreatif dan menarik.

4). Menjalin kerja sama dengan kementerian/lembaga yang relevan, antara lain Badan Penerapan Ideologi Pancasila (BPIP), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Pertahanan, Badan Nasionai Penanggulangan Terorisme (BNFrI), TNI, POLRI, dan lembaga swadaya masyarakat lainnya dalam melaksanakan program penguatan pendidikan karakter peserta didik.

Demikian surat edaran ini disampaikan untuk menjadi Perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.



Bagi Sobat yang ingin download filenya silahkan klik dibawah ini;


Baca selengkapnya ...

Thursday, July 11, 2019

Download Juknis, Soal serta Pembahasan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat MI, MTs dan MA


Assalaaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com
Pada kali ini kami ingin mencoba berbagi mengenai Juknis KSM 2019 beserta soal dan pembahasannya, baik ditingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun tingkat MAdrasah Aliyah (MA).

Tujuan Kompetesi Sains Madrasah (KSM) tahun 2019 
Secara umum Kompetesi Sains Madrasah (KSM) tahun 2019 ini bertujuan untuk menigkatkan mutu pendidikan sains di madrasah secara komprehensif melalui penumbuhkembangan budaya belajar, kreatifitas, dan motivasi meraih prestasi terbaik dengan kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai Islam dalam mempelajari dan memahami sains.
Dan secara khusus tujuan KSM tahun 2019 adalah sebagai berikut dibawah ini:
  • Menyediakan wahana bagi siswa  untuk mengembangkan bakat dan minat dibidang sains sehingga dapat menumbuhkan dan mencintai sains bagi siswa madrasah
  • Memotivasi siswa madrasah agar selalu meningkatkan kemampuan intelektual, emosional dan spritual berdasarkan nilai-nilai agama.
  • Menumbuhkembangkan budaya kompetitif yang sehat di kalangan siswa madrasah
  • Memberikan kesempatan yang sama bagi siswa madrasah dalam belajar, berkreatifitas dan berprestasi
Sedang Bidang yang dilombakan :
  1. MI : Matematika Terintergrasi dan IPA Terintegrasi
  2. MTs : Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi dan IPS Terintegrasi
  3. MA : Matematika Teintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintergrasi dan Geografi Terintegrasi
JUknis KSM 2019
Untuk download Juknis KSM 2019, silahkan Sobat klik link download berikut: Download

Download soal dan Pembahasan KSM :
Matematika :
1. Soal KSM Matematika MI Kab/Kota 2018   : DOWNLOAD
2. Soal KSM Matematika MTs Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
3. Pembahasan soal KSM Matematika MTs Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
4. Soal KSM Matematika MA Kab/Kota 2018  : DOWNLOAD
5. Pembahasan soal KSM Matematika MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
IPA :
1. Soal KSM IPA MI Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
2. Soal KSM IPA MTs Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
3. Soal KSM Biologi MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
4. Pembahasan soal KSM Biologi MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
5. Soal KSM Fisika MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
6. Pembahasan soal KSM Fisika MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
7. Soal KSM Kimia MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
8. Pembahasan soal KSM Kimia MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
IPS :
1. Soal KSM IPS MTs Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
2. Soal KSM Ekonomi MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
3. Pembahasan soal KSM Ekonomi MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
4. Soal KSM Geografi MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
5. Pembahasan soal KSM Geografi MA Kab/Kota 2018 : DOWNLOAD
Baca selengkapnya ...

Tuesday, July 9, 2019

Program Semester Kurikulum 2013 KB Umur 3-4 Tahun

Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com

Program Semester KB Umur 4-5 Tahun merupakan suatu perangkat pembelajaran semester yang diperuntukkan bagi anak paud khusus umur 3-4 tahun, diturunkan dari program tahunan serta digunakan untuk menyusun rencana pembelajaran mingguan; 
Rencana program semester PROSEM  ini berisi daftar tema satu semester dan alokasi waktu setiap tema. 

Program Semester Kurikulum 2013 KB Umur 3-4 Tahun



Langkah-Langkah dalam penyusunan Program Semester adalah sebagai berikut:
  1. Membuat daftar tema satu semester. Penentuan tema dilakukan guru dilakukan pada awal semester kegiatan pembelajaran dimulai dengan memperhatikan prinsip pengembangan tema itu sendiri.
  2. Mengembangkan tema menjadi subtema dan atau sub-subtema. Subtema dan sub-subtema yang dikembangkan merupakan topik yang lebih mendetail. Topik yang mendetail kedalaman subtema dan sub-subtema tersebut memperhatikan usia anak, kesiapan guru, dan ketersediaan sumber belajar pendukung. Pengembangan tema dapat dipelajari pada Pedoman Pengembangan Tema.
  3. Dalam nenentukan alokasi waktu padasetiap tema, subtema dan atau sub-subtema. Alokasi waktu pembahasan setiap tema/subtema/subsubtema disesuaikan dengan minat anak, keluasan, kedalaman, dan sumber/media yang tersedia.
  4. Menetapkan Kompetensi Dasar (KD) di setiap tema. Penentuan KD memuat seluruh aspek perkembangan Nilai Agama dan Moral (NAM), fisik motorik, kognitif, sosial-emosional (sosem), bahasa, dan seni.
  5. KD dapat ditulis lengkap atau dapat dituliskan kodenya saja.
  6. Untuk KD dapat diulang disetiap tema/subtema/sub-subtema yang berbeda-beda.
  7. Dibagian Tema, subtema dan subtema yang sudah ditentukan diawal dapat berubah bila ada kondisi tertentu dengan melibatkan anak tanpa harus mengubah KD yang sudah ditetapkan oleh guru atau sekolah

Dalam menentukan sebuah KD disetiap tema mencakup enam program pengembangan (nilai agama dan moral, motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, dan seni). Dalam menyusun perencanaan program semester, lembaga diberikan keleluasaan dalam menentukan format. Untuk menentukan materi pembelajaran yang akan digunakan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), Satuan PAUD harus menyusun cakupan materi pembelajaran setiap KD yang akan disampaikan kepada anak selama setahun melalui kegiatan bermain. Cara menyusun dan mengembangkan materi pembelajaran dapat dilihat di Pedoman Penyusunan Kurikulum 2013.

Program Semester Kurikulum 2013 KB Umur 3-4 Tahun

Download Program Semester KB Umur 3-4 Tahun untuk tahun ajaran 2019/2020 terdiri atas semester 1 dan 2. Program Semester KB Umur 3-4 Tahun dapat di download melalui link tautan berikut ini.
Download gratis Program Semester KB Umur 3-4 Tahun UNDUH DISINI
Baca selengkapnya ...

Monday, July 8, 2019

Sejarah Kentongan Dan Bedug



Hampir di semua masjid, mushala, maupun langgar di lingkungan warga NU memiliki sebuah bedug sebagai pertanda waktu shalat. Kadang juga didampingi oleh kentongan.

Menurut arkeolog Universitas Negeri Malang Dwi Cahyono, akar sejarah bedug sudah dimulai sejak masa prasejarah, tepatnya zaman logam. Saat itu manusia mengenal nekara dan moko yang terbuat dari perunggu, berbentuk seperti dandang dan banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar, dan Kepulauan Kei. Fungsinya untuk acara keagamaan.

Pada masa Hindu, jumlah bedug masih terbatas dan penyebarannya belum merata ke berbagai tempat di Jawa. Dalam Kidung Malat, pupuh XLIX, disebutkan bahwa bedug berfungsi sebagai media untuk mengumpulkan penduduk dari berbagai desa dalam rangka persiapan perang. Kitab sastra berbentuk kidung, seperti Kidung Malat, ditulis pada masa pemerintahan Majapahit.

Saat itu nama “bedug” belum biasa digunakan. Istilah lainnya adalah “teg-teg”, kelompok membraphone menyerupai bedug. Fungsinya sebagai pemberi tanda, atau petanda bunyi (time signal). “Karena Kidung Malat menyebut bedug dan teg-teg, maka keduanya tentu berlainan. Teg-teg sejenis genderang dengan ukuran lebih besar daripada bedug,”

Kemudian penjelajah Belanda, Cornelis de Houtman (1595-1597) dalam D’eeste Boek –sebuah catatan pelayaran Belanda yang pertama ke Nusantara– mencatat keberadaan bedug, bonang, gender, dan gong. Houtman menulis bahwa bedug populer dan tersebar luas di Banten. Di setiap perempatan jalan terdapat sebuah genderang yang digantung dan dibunyikan dengan tongkat pemukul yang tergantung di sebelahnya. “Bunyinya menjadi tanda mengenai adanya bahaya, atau merupakan tanda waktu yang dibunyikan pada pagi hari, tengah hari, atau tengah malam,”

Orang China juga punya andil. Seorang China-Muslim Cheng Ho dan bala pasukannnya pernah datang sebagai utusan dari maharaja Ming. Dialah yang mempertunjukkan bedug di Jawa ketika memberi tanda baris-berbaris ke tentara yang mengiringinya. Konon, ketika Cheng Ho hendak pergi dan memberikan hadiah, raja dari Semarang mengatakan bahwa dirinya hanya ingin mendengarkan suara bedug dari masjid. Sejak itulah bedug menjadi bagian dari masjid seperti halnya bedug di kuil-kuil di China, Korea dan Jepang, sebagai alat komunikasi ritual keagamaan.

Keberadaan bedug kemudian dikaitkan dengan Islamisasi yang mulai intensif dilakukan Walisanga sekitar abad ke-15/16. Bedug ditempatkan di masjid-masjid. Fungsinya: mengajak umat Islam melaksanakan shalat lima waktu. Ini karena, seperti ditulis Kees van Dijk, “Perubahan Kontur Masjid”, dalam Peter J.M. Nas dan Martien de Vletter, Masa Lalu dalam Masa Kini: Arsitektur di Indonesia, sebelum abad ke-20 masjid-masjid di Asia Tenggara tak memiliki menara untuk mengumandangkan azan. Sebagai gantinya, masjid-masjid dilengkapi sebuah genderang besar (bedug), yang dipukul sebelum azan dikumandangkan.

Di sejumlah masjid, bedug diletakkan di beranda atau di lantai atas. Ada juga yang diberi rumah kecil, terpisah dari masjid. Jika masjid memiliki gerbang besar, bedug sering diletakkan di atasnya. “Suara bedug, pada waktu belum ada pengeras suara, lebih nyaring daripada suara manusia, dan menjadi alat komunikasi yang penting untuk menandai dan merayakan momen-momen keagamaan,”

Masjid juga sering memiliki alat komunikasi lain sebagai teman bedug kentongan, yakni semacam tetabuhan yang terbuat dari batang kayu. Alat ini, bersama bedug, digunakan untuk memperingatkan orang-orang sebelum azan berkumandang.

Memukul bedug sepertinya merupakan tradisi lama,penggunaan bedug untuk memanggil orang-orang datang ke masjid. Suaranya terdengar bermil-mil sampai ke pegunungan.

Di balik suara yang dihasilkan ada filosofinya.
“Suara dari Kentongan yang berbunyi
‘Thong – thong – thong’ itu diartikan,
‘ Iki Lho, Musholane / Masjid e isih KOTHONG. Ndang Teko, wes mlebu Wayahe’
(Maknanya: Ini Mushola / Masjidnya masih KOSONG. Bergegaslah datang, sudah masuk Waktu Sholat)
sholat awal waktu itu lebih utama

Kalau suara bedung itu terusannya dari ‘Kothong’  ‘Deng – Deng – Deng’ diartikan,
‘Mushola / Masjide Isih Sedeng’
(Maknanya: Mushola / Masjidnya masih Cukup/Muat)
Maksudnya, kita disuruh bergegas datang ke mushola / masjid karena mushola / masjidnya masih kosong dan mushola / masjidnya masih cukup/muat untuk menampung jama’ah untuk sholat berjama’ah.

Selain untuk memberi tahu warga desa atau kampung bahwa waktu shalat sudah tiba, “… pukulan bedug juga menandai awal dan akhir puasa serta hari raya haji... kebiasaan itu umum berlaku di seluruh pelosok Nusantara,

Konon Kiai Faqih Maskumambang Gresik ternyata memiliki hubungan yang sangat akrab dengan Hadratussyaikh karena senasib dan seperjuangan dalam mencari ilmu serta dengan guru yang sama. Hubungan mereka pun semakin akrab tatkala NU didirikan pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 di Kota Surabaya.
Yakni, mereka berdua didaulat oleh para kiai untuk menduduki jabatan Rais Akbar oleh Hadratussyaikh dan Kiai Faqih mendapat bagian sebagai Wakil Rais Akbar. Keakraban mereka dalam menjalankan roda organisasi bukannya tanpa cela. Mereka pernah tidak sepaham dalam menanggapi satu masalah yang berhubungan dengan hukum pemakaian kentongan.

Hadratussyaikh tidak memperbolehkan pemakaian kentongan sebagai alat pertanda waktu shalat sebelum atau sesudah adzan dikumandangkan. Namun, Kiai Faqih berpendapat lain, yakni menggunakan kentongan sah-sah saja. Mbah Hasyim memiliki alasan tersendiri atas pelarangan tersebut, yakni karena tidak adanya dalil yang memperbolehkan.

Kiai Faqih pun tidak kalah argumen. Ia memperbolehkan penggunaan kentongan disebabkan oleh kebolehan menggunakan bedug, jadi diqiyaskan atau disamakan hukumnya. Bila bedug boleh digunakan untuk memanggil shalat hal ini berlaku pula bagi kentongan.

Mbah Hasyim menghormati pendapat Kiai Faqih dengan cara mengundang ulama se-Jombang serta para santri seniornya. Di hadapan mereka ini, Mbah Hasyim menyatakan boleh menggunakan kedua pendapat tersebut dengan bebas. Namun ada satu syarat yang diminta oleh Mbah Hasyim, yakni kentongan tidak digunakan di Masjid Tebuireng sampai kapan pun.

Pada suatu waktu Kiai Faqih mengadakan satu acara dengan mengundang Mbah Hasyim untuk berceramah di Pesantren Maskumambang. Kiai Faqih pun meminta takmir masjid atau mushalla di sekitarnya untuk menurunkan semua kentongan selama Mbah Hasyim berada di Gresik. Sungguh suatu sikap yang patut diteladani dari kedua tokoh besar NU bagi warga nahdliyin jika terjadi suatu perselisihan.

Belakangan, tak semua umat Muslim di Indonesia menerima kehadiran bedug di masjid-masjid. Ia akrab dengan warga Nahdlatul Ulama (NU), tapi tidak bagi kelompok muslim lain yang menganggap bedug bid’ah. Penggunaan bedug tampaknya sempat menjadi perdebatan hangat di kalangan Islam tradisional dan modernis. NU sendiri, pada Muktamar ke-11 di Banjarmasin Kalimantan Selatan tahun 1936, kembali mengukuhkan penggunaan bedug dan kentongan di masjid-masjid karena diperlukan untuk syiar Islam.
Baca selengkapnya ...

Sunday, July 7, 2019

Surat Penyerahan SK CPNS Tahap II Kemenag Kalsel


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com 

Kabar gembira kami sampaikan bagi CPNS Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan Formasi Tahun 2018 yang masih belum mendapatkan SK CPNSnya bahwa tanggal 05 Juli 2019 kemaren telah ditanda tangani Surat Pemanggilan untuk Penyerahan SK tersebut, diharapkan nama-nama yang termasuk dalam lampiran (dibawah ini) agar dapat berhadir pada;

Hari/tanggal : Senin, 8 Juli 2019
Waktu          : Pukul 07.30 Wita s.d selesai
Tempat        : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan Jalan D.I Panjaitan No. 19 Banjarmasin.
Acara           : Penyerahan Sk CPNS TAhap II
PAkaian        : Atasan putih bawahan hitam.

Sedikit tambahan, jumlah SK yang diserahkan masih belum full semua. Pada tahap II ini diserahkan kepada 54 orang saja, dalam artian masih menyisakan sekitar 27 orang lagi yang mesti bersabar menunggu tahap berikutnya.
Kita do'akan saja, semoga proses ini berjalan dengan lancar dan disusul dengan tahap berikutnya dengan cepat.

Berikut kami bagikan ini surat beserta lampiran nama-namanya:



Bagi Shobat yang ingin download silahkan klik gambar download dibawah ini;
 www.hanapibani.com

Baca selengkapnya ...

Download ARD Baru Versi 05 Juli 2019 beserta Panduannya.


Assalaamu'alaikum Sahbat Hanapibani.com

Pada tanggal 5 kemaren telah dirilis versi ARD terbaru.
Untuk itu silahkan download VDI Baru ini pada link :
https://drive.google.com/open?id=1gMfrVmJdwdQOZaLE4sc1p6PZaTMbPHzT
atau
http://www.mediafire.com/file/2fbu4rxrey9hi2e/ARDvditest2.7z/file

Sebelum melangkah lebih jauh mungkin perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut terkait ARD Versi Baru (Restore):
1. Madrasah yang telah selesai menggunakan ARD dan sdh membagikan Raport ke siswa, harus migrasikan datanya dari ARD Versi Lama ke Versi yang Baru.
2. Madrasah yang baru mulai mengerjakan ARD, Harus menggunakan  VDI ARD versi Baru.
3. Madrasah yang menggunakan ARD versi baru di LARANG klik Update pada menu Singkron Data...
    Apabila terklik harus mengganti ARD tersebut menggunakan VDI ARD yang Fresh.
4.  Settingan Vbox tetap seperti biasanya, Adapter 1 terbrige (kalau menggunakan Client) atau Host Only (kalau hanya menggunakan Komp Host saja)-- Adapter 2 NAT.

Bagi yang mau migrasi silahkan ikuti panduan berikut:
Install VDI Baru tersebut pada aplikasi Virtual Box. Dan pastikan Sobat tidak menghapus VDI yang lama, karena database dari VDI yang lama ini akan digunakan pada VDI yang baru ini.








Setelah VDI baru di dipastikan telah terinstal dengan benar, maka jalankanlah VDI yang lama terlebih dahulu hingga menampilkan ip vdi 192.168.0.101

Ketika VDI lama telah berjalan, maka lanjutkan dengan menjalankan VDI yang baru, untuk mengakses alamat VDI yang baru ini yaitu 192.168.0.102

Setelah berhasil tampil laman VDI baru (192.168.0.102) maka jangan lupa klik backup terlebih dahulu.
Pilihlah menu migrasi Database lama ke VDI baru.
Jika telah berhasil migrasi maka pilihlah penggunaan vdi baru atau klik beranda.
Lanjutkan dengan login seperti biasanya sesuai dengan jenjang madrasah kita.

Setelah semuanya berjalan dengan benar, maka barulah vdi lama bisa dihapus.

Dan sekedar perlu diketahui, hal yang berkaitan dgn photo akan hilang sehingga mengakibatkan perlunya upload photo ulang.

Demikian sedikit panduan dari kami, moga ada manfaatnya.
Baca selengkapnya ...
Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI