Breaking News

Saturday, April 8, 2017

Kisah Peminum Khamr dan Pezina yang Ternyata Wali


Hasil gambar untuk Kisah Peminum Khamr dan Pezina yang Ternyata Wali

Dikisahkan bahwa suatu malam Sultan Murod Ar-Rabi` mengalami kegundahan yang sangat, dan dia tdk mengetahui sebabnya.
Maka  Sang Sultan memanggil kepala penjaga/sipir dan memberitahukan ttg keadaannya yg sedang gundah,
Dan memang merupakan kebiasaan Sultan bahwa dia sering memeriksa keadaan masyarakat/rakyatnya secara sembunyi-sembunyi.
Maka Sultan berkata kpd Kepala Sipir : Mari kita keluar, jalan-jalan di antara penduduk (guna memeriksa dan memantau keadaan mereka).
Mereka pun berjalan hingga sampailah di sebuah penghujung desa, dan Sultan melihat seorang pria tergeletak di atas tanah.
Sultan menggerak-gerakknnya (utk memeriksa) dan ternyata pria tsb telah tewas.
Namun anehnya orang-orang yang melintasi dan berlalu lalang di sekitarnya tdk memperdulikannya.
Maka Sultan pun memanggil mereka, tapi mereka tdk mengetahui Sang Sultan,
Mereka berseru : Ada apa?
Sultan : Kenapa pria ini tewas dan tdk seorangpun yang membawanya? Siapa dia? Dan diman keluarganya?
Mereka berujar : Ini orang zindiq, suka minum khomar, pezina.
Sultan menimpali : Namun bukankah dia dari golongan umat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam?
Ayo bawa dia ke rumah keluarganya.
Maka mereka pun membawanya.
Ketika sampai di rumah, istrinya pun melhatnya dan langsung menangis.
Dan orang-orangpun mulai beranjak pergi, kecuali Sang Sultan dan Kepala Sipir.
Di tengah tangisan si wanita (istri si mayit), dia berseru kepada Sultan (namun wanita tsb tdk mengetahuinya) : Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah, aku bersaksi bahwa engkau sungguh wali Allah.
Maka terheranlah Sultan Murod dgn ucapan wanita tsb, dan berkata : Bagaimana mungkin aku termasuk wali Allah sementara orang-orang berkata buruk thd si mayyit, hingga mereka enggan mengurusi mayatnya.
(Pen, Sultan merasa heran, bagaimana mungkin seorang zindiq ditolong oleh wali Allah)
Wanita pun menjawab : Aku sudah duga hal itu,
Sungguh suamiku setiap malam pergi ke penjual arak/khomar lantas  membeli seberapa banyak yang dia bisa beli, kemudian membawanya ke rumah kami dan menumpahkan seluruh khomar ke toilet, dan dia (suami) berkata : Semoga aku bisa meringankan keburukan khomar dari kaum muslimin.
Suamiku juga selalu pergi kepada para zaniah/pelacur dan memberinya uang, dan berkata : malam ini kau ku bayar dan jangan kau buka pintu rumahmu (utk melacur) hingga pagi,
Kemudian suamiku kembali ke rumah dan berujar : Alhamdu lillah, semoga dgn itu aku bisa meringankan keburukannya ( pelacur) dari pemuda-pemuda muslim malam ini.
Namun sementara orang-orang menyaksikan dan mengetahui bahwa suamiku membeli khomar, dan masuk ke rumah pelacur,
Dan lantas mereka membicarakan suamiku dgn keburukan.
Pernah suatu hari aku berkata pada suamiku : Sungguh jika seandainya engkau mati, maka tdk akan ada orang yang akan memandikanmu, menyolatkanmu, dan menguburkanmu.
Suamikupun tersenyum dan menjawab : Jangan khawatir Sayangku… Sultan/Pemimpin kaum muslimin lah yang akan menyolatkanku beserta para ulama dan pembesar-pembesar negeri lainnya.
(Setelah mendengarnya) Sultan pun menangis lantas berkata : Suamimu benar,
Demi Allah aku adalah Sultan Murod Ar-Robi`,
Dan besok kami akan memandikan suamimu, menyolatkannya dan menguburkannya.
Dan diantara yang menyaksikan jenazahnya adalah Sultan Murod, para ulama, para masyayikh dan seluruh penduduk kota.
Maha Suci Allah, kita hanya bisa menilai orang dgn hanya melihat penampilan dan kulit luarnya dan kita pula hanya mendengar omongan orang.
Maka sendainya jika kita mampu bijak, kita akan memandang dan menilai orang dari kebersihan hatinya,
Maka niscaya lisan kita akan kelu membisu dari menceritakan keburukan orang lain..
Subhanallah….
*Sultan Murad IV adalah Sultan Khilafah Utsmaniyah ke-17 (1623-1640).
Dia hidup pada tahun 1021-1049 H (1612-1640 M).
Dia diangkat menjadi Sultan Kekhilafahan Utsmaniyah pada usia 11 tahun.
Baca selengkapnya ...

Tangisan Para Sahabat Di Malam Rajab

Hasil gambar untuk bulan rajab

Rasullah SAW sangat mencintai ummatnya terutama yang memiliki akhlak baik dan meninggalkan sifat tercela. Beliau sangat menginginkan ummatnya untuk terus-menerus berpegang teguh dalam sifat-sifat kebaikan.
Dikisahkan pada suatu malam di bulan Rajab, Rasulullah SAW bangun ditengah malam kemudian pergi ke masjid dengan tujuan ingin melihat apakah ada sahabat beliau yang sudah bangun. Ketika beliau sudah mendekati Masjid, Rasulullah mendengar suara Abu Bakar sedang menangis ketika melakukan Shalat. Abu Bakar ra. bermaksud mengkhatamkan Al-Qur’an dalam shalat dua rakaat. Tapi ketika sampai pada surat At-Taubah yang berbunyi “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka.” Abu Bakar menangis dengan sedih.
Disudut lain beliau SAW mendengar suara Ali bin Abi Thalib dalam sholat dua rokaatnya. Ketika sampai pada surat Az-Zumar yang berbunyi “samakah orang-orang yang tahu dan yang tidak tahu ? hanya orang-orang yang berakal yang bias menerima pelajaran.” Berderailah air matanya.
Dibagian ruangan masjid yang lain sahabat Muadz bin Jabbal juga nampak dengan suara lantang. Ia juga bermaksud mengkhatamkan al-Qur’an didalam sholatnya. Tetapi ia hanya mampu membaca setengah atau sepertiga surat. Kemudian beralih ke surat yang lain. Namun selalu saja Ia menangis dalam sholatnya higga air matanya bercucuran di tikar.
Sementara di sisi ruangan yang lain, tampak pula Bilal tengah sholat dan menangis. Melihat mereka Rasulullah SAW ikut menangis hingga mereka selesai sholat. Kemudian beliau pulang dan merasa gembira hingga tiba di rumahnya karena mengetahui sahabat-sahabatnya sedang tenggelam dalam kenikmatan ibadah kepada Allah SWT. Sedang para sahabat itu sama sekali tidak mengetahui kehadiran Rasulullah SAW.
Setelah mereka melaksanakan sholat Subuh bersama Rasulullah SAW mereka bertatap muka dan berbincang-bincang. Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Bakar ra., “Wahai Abu Bakar, mengapa engkau menangis saat membaca ayat 11 dari surat At-Taubah ?” Abu Bakar menjawab, “bagaimana aku tidak menangis wahai Rasulullah. Padahal Allah SWT telah membeli jiwa para hamba. Jika hama itu cacat, pasti tak akan dibeli oleh Allah SWT. Atau karena terlihat cacatnya, setelah dibeli pasti akan dikembalikan. Jika ternyata aku cacat ketika dibeli, atau ketahuan cacat setelah dibeli, tentunya aku akan  masuk neraka. Karena itulah aku menangis wahai Rasulullah.”
Maka datanglah Malaikat Jibril as. dan berkata kepada rasulullah SAW, “Wahai Muhammad, katakana kepada Abu Bakar, jika pembeli tahu cacatnya seorang hamba, dan membeli karena tahu cacatnya, maka ia tak berhak mengembalikannya. Allah SWT mengetahui keadaan hamba-hambaNya sebelum Ia menciptakannya. Maka akan dibeli beserta cacatnya dan tak akan dikembalikan meskipun cacat setelah dibeli.”
Allah telah membeli orang-orang mukmin dan menggolongkannya diantara para sufi, wali, Nabi dan Rasul. Dengan terhimpunnya semua ummat, maka tidak akan dikembalikan para Nabi, Sufi dan Rasul. Nyatalah bahwa cacat tidak akan dikembalikan.
Gembira sekali Rasulullah SAW mendengar apa yang dikatakan Jibril tersebut. Demikian juga para shabat Nabi SAW ketika hal itu disampaikan kepada mereka. Rasulullah kemudian bertanya kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib ra., “apa yang menyebabkan engkau menangis dalam sholatmu semalam ?” “Bagaimana saya tidak mennagis membaca firman itu. Padahal kakek kita Nabi Adam adalah manusia yang paling tahu sebagaimana dalam firman Allah surat al-Baqarah ayat 31 dimana Allah engajarkan kepada Nabi Adam nama-nama segala sesuatu. Sedangkan kami tak akan bias tahu seperti Nabi Adam. Bagaimana kami akan sama.” Jawab Ali bin Abi Thalib.
Maka datanglah malaikat Jibril dan berkata, “Wahai Muhammad katakana kepada Ali tidaklah sama dengan prasangkanya. Sesungguhnya tampak jelas perbedaan antara orang kafir dengan orang mukmin diakhirat kelak.“
Keahuilah bahwa orang muslim telah jelas menyembah Allah. Jika mereka berbuat baik mereka bergembira, jika mereka berbuat salah mereka beristighfar mohon ampun kepada Allah SWT. Orang Kafir tempatnya di neraka sedang orang Mukmin di Surga.
Baca selengkapnya ...

15 Foto langka aktivitas Nazi versi berwarna, keren tapi bikin ngeri

Bicara soal Nazi kamu pasti ingat Adolf Hitler. Sudah banyak dibicarakan kekejaman tentara Nazi pada 1933 di Jerman, khususnya terhadap orang Yahudi. Bukan hanya melakukan pembantaian masal terhadap warga Yahudi, Hitler juga menginvasi beberapa negara di sekitarnya. Ini yang kemudian memicu Perang Dunia II. Langkah kejam Nazi berhenti setelah berhasil dipukul oleh Uni Soviet di Stalingrad pada 1945. Hitler mati bunuh diri. Bersamanya, Nazi otomatis runtuh.

Nazi adalah kekuatan yang amat diperhitungkan sebelum kejatuhannya. berikut adalah beberapa dokumentasi aktivitas partai ini, seperti dirilis dari Old Pics Archive, Minggu (15/1)


1. Dalam suatu apel tahun 1937.


2. Menteri Penerangan Umum dan Propaganda Jerman, Joseph Goebbels memberikan pidato di Lustgarten, Berlin, 1938.


3. Berlin bercahaya dalam perayaan 50 tahun Hitler, April 1939.


4. Hitler and Joseph Goebbels at the Charlottenberg Theatre, Berlin, 1939.


5. Hitler bersama Schutzstaffel (Skuadron Pelindung).


6. Hitler di Kroll Opera House, Berlin, 1939.


7.  Menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga kepada tentara Jerman yang baru kembali dari perang saudara Spanyol membela Nasionalis Spanyol.


8. Kongres Partai di Nuremberg, 1938


9. Pembukaan Kongres Partai diisi tari-tarian.


10. Seremoni Volkswagen Works di Wolfsberg, 1938.


11. Upacara pelantikan tentara Schutzstaffel (SS) Feldherrnhalle, Munich, 1938.


12. Menyambut kedatangan Hitler di Itali, 1938.


13. Orang-orang berteriak mendukung rencana Hitler mempersatukan Jerman dan Austria, 1938.


14. Reich Party Congress, Nuremberg, 1938.


15. Reich Party Congress tahun 1937.

Baca selengkapnya ...
Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI