Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Sertifikasi Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sertifikasi Guru. Tampilkan semua postingan

21 Juli 2026

KMA Nomor 737 Tahun 2026, Daftar Kesesuaian Sertifikat Pendidik dengan Mata Pelajaran Guru Madrasah

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 737 Tahun 2026 tentang Kesesuaian Sertifikat Pendidik dan Kualifikasi Pendidikan dengan Bidang Tugas, Mata Pelajaran, dan Kelompok Mata Pelajaran bagi Guru Madrasah. Regulasi ini menjadi pedoman terbaru dalam menentukan kesesuaian antara sertifikat pendidik (Serdik), latar belakang pendidikan, dan mata pelajaran yang dapat diampu oleh guru pada jenjang RA, MI, MTs, MA, hingga MAK.

Kehadiran KMA ini sangat penting karena memberikan kepastian hukum bagi guru, kepala madrasah, operator EMIS, hingga tim penataan guru dalam menentukan penugasan mengajar yang sesuai dengan kompetensi akademik dan sertifikasi yang dimiliki.

Tujuan Diterbitkannya KMA 737 Tahun 2026

Secara umum, KMA Nomor 737 Tahun 2026 bertujuan untuk:

  • memberikan kepastian mengenai kesesuaian sertifikat pendidik dengan mata pelajaran yang diampu;
  • menjadi pedoman dalam penataan dan pemerataan guru madrasah;
  • mendukung pelaksanaan sertifikasi guru secara tepat;
  • menjadi dasar dalam pengelolaan data guru pada sistem informasi Kementerian Agama seperti EMIS dan SIMPATIKA;
  • memastikan guru mengajar sesuai kompetensi akademiknya.

Mengatur Semua Jenjang Madrasah

Salah satu keunggulan KMA Nomor 737 Tahun 2026 adalah cakupannya yang sangat lengkap. Regulasi ini tidak hanya mengatur guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), tetapi juga mencakup:

  • Raudhatul Athfal (RA)
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  • Madrasah Aliyah (MA)
  • Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

Setiap jenjang memiliki lampiran tersendiri yang memuat daftar kesesuaian bidang studi sertifikasi dengan mata pelajaran yang dapat diampu.

Mata Pelajaran Agama Lebih Fleksibel

Salah satu poin penting dalam KMA ini adalah adanya keterkaitan antarmata pelajaran rumpun Pendidikan Agama Islam.

Sebagai contoh:

  • Guru bersertifikat Pendidikan Agama Islam dapat mengampu Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, maupun Sejarah Kebudayaan Islam.
  • Guru bersertifikat Fikih tidak hanya mengajar Fikih, tetapi juga dapat mengajar Akidah Akhlak, Al-Qur'an Hadis, SKI, hingga mata pelajaran rumpun Fiqih seperti Ushul Fiqih, Qawaid Fiqhiyah, Tarikh Tasyri', dan Ilmu Faraidl.
  • Guru bersertifikat Bahasa Arab juga dapat mengampu Nahwu, Sharaf, Balaghah, Imla, Hiwar, Khath, Qira'atul Kutub, hingga beberapa mata kuliah kebahasaan Arab lainnya.

Ketentuan ini memberikan fleksibilitas dalam penataan guru tanpa mengabaikan kompetensi yang dimiliki.

Mata Pelajaran Umum Mengikuti Kompetensi Keilmuan

Untuk mata pelajaran umum, KMA juga menetapkan hubungan yang jelas antara sertifikat pendidik dengan mata pelajaran yang dapat diajarkan.

Misalnya:

  • Sertifikat Matematika dapat mengajar Matematika umum, Matematika Tingkat Lanjut, Matematika Peminatan, bahkan Informatika/Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk kelas tertentu.
  • Sertifikat Biologi dapat mengajar IPA, Biologi, Prakarya dan Kewirausahaan, serta Informatika/Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X.
  • Sertifikat Fisika dan Kimia juga memperoleh cakupan penugasan yang lebih luas sesuai rumpun keilmuannya.

Informatika dan Kecerdasan Artifisial Mulai Diakomodasi

Hal yang cukup menarik dalam KMA Nomor 737 Tahun 2026 adalah mulai dimasukkannya mata pelajaran Informatika/Koding dan Kecerdasan Artifisial ke dalam berbagai rumpun sertifikasi.

Beberapa guru yang memiliki sertifikat:

  • Matematika,
  • Biologi,
  • Fisika,
  • Kimia,
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi,
  • Informatika,
  • Rekayasa Perangkat Lunak,
  • Teknik Komputer dan Jaringan,

diberikan peluang untuk mengampu mata pelajaran Informatika/Koding dan Kecerdasan Artifisial sesuai ketentuan pada lampiran KMA.

Kebijakan ini menunjukkan kesiapan Kementerian Agama dalam mengakomodasi perkembangan teknologi digital dan pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial di madrasah.

Mendukung Penataan Guru yang Lebih Efektif

Melalui daftar kesesuaian yang sangat rinci, kepala madrasah tidak lagi mengalami kesulitan dalam menentukan guru yang dapat diberikan tambahan tugas mengajar apabila terjadi kekurangan guru pada mata pelajaran tertentu.

Sebaliknya, guru juga memperoleh kepastian bahwa penugasannya sesuai dengan sertifikat pendidik maupun kualifikasi akademik yang dimiliki.

Menjadi Acuan EMIS dan SIMPATIKA

Data pada KMA Nomor 737 Tahun 2026 diperkirakan akan menjadi rujukan utama dalam berbagai layanan digital Kementerian Agama, antara lain:

  • penataan jadwal mengajar;
  • validasi linearitas guru;
  • pengelolaan data EMIS GTK;
  • pelaksanaan sertifikasi guru;
  • pemenuhan beban kerja guru.

Karena itu, setiap guru dan operator madrasah perlu memahami isi KMA ini agar tidak terjadi kesalahan dalam penginputan data.

Kesimpulan

KMA Nomor 737 Tahun 2026 merupakan regulasi strategis yang memperjelas hubungan antara sertifikat pendidik, kualifikasi pendidikan, dan mata pelajaran yang dapat diampu oleh guru madrasah. Dengan adanya pedoman ini, proses penataan guru menjadi lebih objektif, transparan, dan sesuai kompetensi.

Selain memberikan kepastian bagi guru, KMA ini juga mendukung peningkatan mutu pembelajaran di madrasah melalui penempatan guru yang lebih tepat. Di sisi lain, mulai diakomodasinya mata pelajaran Informatika/Koding dan Kecerdasan Artifisial menunjukkan komitmen Kementerian Agama dalam menyiapkan madrasah menghadapi tantangan pendidikan di era digital. 

Download KMA Nomor 737 Tahun 2026


Untuk mengunduh file diatas silakan klik dibawah ini:




Minat, buruan chat 085194495073

atau klik

https://wa.me/6285194495073



Cek Aqila Tiga Serangkai KMA 1503 KBC Kelas 1-6 SD Akidah Fikih Qurdis Arab SKI MI dengan harga Rp55.510. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/1qaRqUDHXD?share_channel_code=1


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "KMA Nomor 737 Tahun 2026, Daftar Kesesuaian Sertifikat Pendidik dengan Mata Pelajaran Guru Madrasah", semoga bermanfa'at. 

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB
(Klik DISINI)

Ùˆ صلى  Ø§Ù„له على سيدنا محمد Ùˆ على أله
 Ùˆ صحبه Ùˆ سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 

Baca selengkapnya ...

02 Desember 2025

Refleksi Pedagogik Fikih bagi Peserta PPG

 

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صل على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Sahabat seperjuangan, khususnya bagi Anda yang saat ini tengah khusyuk menapaki tangga pendidikan profesi guru (PPG) Dalam Jabatan, dengan fokus mendalami samudra ilmu Fikih, izinkanlah untaian kata ini hadir sebagai sapaan hangat dari relung hati. Di tengah kesibukan menyusun perangkat pembelajaran, merancang asesmen yang komprehensif, hingga meresapi setiap materi yang disajikan, semoga secercah pemikiran yang tertuang dalam refleksi ini dapat menjadi setitik cahaya yang menerangi jalan Anda.

Perjalanan menempuh PPG Daljab, terlebih dalam ranah kajian Fikih yang kaya dan mendalam, tentu menghadirkan dinamika tersendiri. Ada kalanya kita dihadapkan pada tantangan dalam meramu konsep-konsep klasik dengan tuntutan pedagogi modern, mencari cara terbaik untuk menghidupkan kembali khazanah keilmuan Islam agar relevan dengan konteks kehidupan peserta didik di era digital ini. Di tengah pusaran pemikiran tersebut, berbagi pengalaman dan perspektif menjadi sebuah kebutuhan yang tak terelakkan.

Oleh karena itu, kehadiran tulisan ini bukan semata-mata sebagai pemenuhan tugas refleksi, melainkan juga sebagai jembatan penghubung, sebuah uluran tangan persahabatan dalam dunia pendidikan. Harapannya sederhana, semoga setiap gagasan, setiap pelajaran yang dipetik dari pengalaman mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran Fikih ini, dapat menjadi inspirasi, pemantik ide, atau bahkan solusi atas tantangan yang mungkin sedang Anda hadapi. Mari kita rajut bersama pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana mentransformasikan pembelajaran Fikih menjadi sebuah pengalaman yang memberdayakan dan membekas dalam benak setiap peserta didik.

=== Refleksi Pedagogik Fikih bagi Peserta PPG ===

1. Materi yang Paling Menarik dan Menginspirasi

Materi yang paling menarik dalam modul ini adalah Pedagogical Content Knowledge (PCK). Pengetahuan tentang TPACK, yang menekankan keseimbangan antara Pengetahuan Teknologi (TK), Pengetahuan Pedagogi (PK), dan Pengetahuan Konten (CK), sangat relevan dengan tantangan pembelajaran saat ini. Memahami bagaimana guru dapat menggunakan teknologi secara efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Saya menyadari bahwa pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran tidak hanya sekadar menggunakan alat digital, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat memperkaya metode pengajaran dan mendukung pemahaman siswa.

2. Implementasi TPACK dalam Pembelajaran

Implementasi TPACK dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan:

 * Memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, seperti simulasi interaktif, video pembelajaran, atau platform kolaborasi daring.

 * Menggunakan metode pembelajaran aktif seperti blended learning, flipped classroom, dan pembelajaran berbasis proyek.

 * Memastikan bahwa penggunaan teknologi mendukung materi pelajaran agar membantu siswa memahami konsep lebih baik.

Sebelumnya, saya lebih banyak menggunakan metode konvensional dalam mengajar. Namun, setelah mempelajari TPACK, saya termotivasi untuk mengeksplorasi dan mengintegrasikan berbagai strategi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, bukan sekadar menjadikan tambahan dalam kelas.

3. Pengalaman Praktis yang Relevan

Saya pernah mengalami tantangan dalam mengajarkan konsep abstrak kepada siswa. Sebelum mempelajari TPACK, saya mungkin hanya mengandalkan penjelasan verbal dan contoh-contoh sederhana yang terkadang sulit dipahami sepenuhnya oleh siswa.

Namun, ketika saya mulai mengintegrasikan simulasi visual atau video interaktif yang melibatkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan. Mereka lebih mudah memahami konsep yang kompleks melalui representasi visual dan interaktif. Pengalaman ini memperkuat keyakinan saya bahwa pendekatan TPACK benar-benar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.

4. Tantangan dan Hikmah (Lesson Learned)

Beberapa tantangan dalam menerapkan TPACK di kelas antara lain:

 * Ketersediaan dan Aksesibilitas Teknologi: Memastikan semua siswa memiliki akses ke perangkat yang memadai dan koneksi internet yang stabil.

 * Kurva Pembelajaran: Menguasai berbagai teknologi memerlukan waktu dan latihan tambahan bagi guru dan siswa.

 * Integrasi yang Bermakna: Memastikan bahwa teknologi benar-benar mendukung tujuan pembelajaran dan bukan sekadar pengganti metode konvensional.

 * Pengembangan Konten: Membuat atau memilih materi pembelajaran berbasis teknologi memerlukan perencanaan dan persiapan yang berbeda dari teks konvensional.

Dari tantangan ini, saya belajar bahwa perencanaan yang matang dan dukungan teknis berkelanjutan sangat penting untuk keberhasilan implementasi TPACK. Selain itu, fleksibilitas dalam menghadapi kendala dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci. Keseimbangan antara teknologi, pedagogi, dan konten harus selalu diperhatikan agar pembelajaran tetap efektif dan bermakna bagi siswa.

5. Langkah Berikut untuk Implementasi di Kelas

Untuk menerapkan TPACK secara efektif, saya menyusun rencana aksi berikut:

 * Tahap 1: Perencanaan

   * Mengidentifikasi teknologi yang sesuai dengan materi ajar.

   * Menyusun sumber belajar digital seperti video, simulasi, dan kuis interaktif.

   * Merancang aktivitas pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi.

 * Tahap 2: Implementasi

   * Menggunakan model blended learning untuk menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka.

   * Menerapkan metode flipped classroom, di mana siswa mempelajari materi secara mandiri di rumah dan diskusi di kelas.

   * Mendorong siswa untuk menggunakan alat digital dalam menyelesaikan tugas dan proyek.

 * Tahap 3: Evaluasi dan Refleksi

   * Mengumpulkan umpan balik siswa terkait penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

   * Menganalisis hasil belajar siswa untuk melihat pengaruh integrasi teknologi.

   * Merefleksi pengalaman mengajar dan mengidentifikasi area untuk perbaikan di masa mendatang.

Indikator Keberhasilan:

 * Peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep yang diajarkan.

 * Keterlibatan siswa yang lebih aktif dalam proses pembelajaran.

 * Penggunaan teknologi yang lebih strategis dan efektif dalam proses belajar mengajar.

Dengan refleksi ini, saya semakin yakin bahwa pendekatan TPACK adalah strategi yang sangat relevan dalam dunia pendidikan saat ini. Saya berkomitmen untuk terus mengembangkan pemahaman dan keterampilan saya dalam mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten agar pembelajaran lebih efektif dan bermakna bagi siswa.

Ingin Selalu Update dengan Informasi Penting Seputar Pendidikan Islam?

Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi terkini, tips praktis, dan pembaruan penting lainnya langsung di genggaman, bergabunglah sekarang juga dengan Saluran WhatsApp Hanapi Bani!

🌟 Kenapa harus bergabung?

  • Informasi Eksklusif: Dapatkan berita dan panduan langsung terkait dunia pendidikan Islam.
  • Update Cepat: Tidak perlu repot mencari informasi, semuanya disampaikan langsung ke WhatsApp Anda.
  • Komunitas Aktif: Bertemu dengan guru, operator, dan stakeholder pendidikan yang memiliki visi yang sama.

📲 Klik link berikut untuk bergabung:
👉 https://whatsapp.com/channel/0029VajRcL9BFLgM75JGmk3A 

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari komunitas yang selalu update dan terhubung!



Cek tas dokumen / kotak penyimpanan / arsip koper / tempat berkas/Tas Travel Paspor Gadget Organizer Double Zipper Lock Waterproof dengan harga Rp48.500. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/4filsXFgiQ?share_channel_code=1

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Refleksi Pedagogik Fikih bagi Peserta PPG", semoga bermanfaat.

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

Ùˆ ØµÙ„Ù‰  Ø§Ù„له Ø¹Ù„Ù‰ سيدنا محمد Ùˆ على أله
 Ùˆ صحبه Ùˆ سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 

Baca selengkapnya ...

29 November 2025

Tugas Mandiri Refleksi Pedagogik Akidah Akhlak bagi Peserta PPG

hanapibani.com


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صل على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Dengan rasa syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, kami mempersembahkan publikasi tugas mandiri ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan mata pelajaran Akidah Akhlak. Tugas ini secara khusus berfokus pada aspek Pedagogik, yang merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan bagi peserta didik.

Tulisan ini merupakan hasil refleksi dan pendalaman materi yang telah kami pelajari selama mengikuti program PPG. Di dalamnya, kami mengulas berbagai konsep krusial dalam dunia pendidikan, mulai dari pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa seperti Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), dan Discovery Based Learning (DBL), hingga pentingnya integrasi teknologi melalui kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Kami juga membahas esensi pendidikan inklusi yang menjamin hak belajar bagi seluruh siswa, serta karakteristik unik dari generasi Z dan Alpha yang tumbuh di era digital. Tak kalah penting, kami menggarisbawahi peran adaptabilitas dan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital ini.

Melalui tugas mandiri ini, kami berupaya untuk tidak hanya memahami teori, namun juga mengidentifikasi potensi miskonsepsi yang mungkin timbul dalam implementasinya di lapangan. Harapan kami, publikasi ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih mendalam bagi para pendidik, calon pendidik, maupun pihak lain yangConcern terhadap kemajuan pendidikan Akidah Akhlak. Semoga karya sederhana ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya kita bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.

Tugas Mandiri Refleksi Pedagogik Akidah Akhlak bagi Peserta PPG

1. Gagasan dari topik 1 hingga 8

Berdasarkan topik 1 hingga 8 yang telah dibahas, peta konsep yang dapat diambil adalah bahwa pembelajaran inovatif, fleksibel, dan relevan seperti Discovery Based Learning (DBL), TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge), dan PBL (Problem Based Learning) memiliki gagasan utama yang saling terkait. Pendekatan PBL dan PBL menekankan pembelajaran aktif melalui pemecahan masalah dan proyek nyata, sementara DBL memperkuat keterlibatan siswa dengan konteks yang relevan. TPACK berfokus pada integrasi teknologi yang efektif dalam pengajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan bermakna, yang sangat penting dalam konteks digital saat ini.

Selanjutnya, pendidikan inklusi memberikan jaminan bahwa semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pendidikan dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Hal ini melibatkan penyesuaian kurikulum, metode pengajaran, dan lingkungan belajar untuk mengakomodasi karakteristik peserta didik dari generasi Z dan Alpha penting untuk dicatat bahwa kedua generasi ini tumbuh dalam era digital dan sangat terintegrasi dengan teknologi. Terakhir, dalam konteks guru profesional, pentingnya adaptabilitas guru untuk memfasilitasi pembelajaran yang bermakna dan menunjukkan adaptabilitas guru untuk memfasilitasi pengalaman belajar yang relevan dan bermakna bagi siswa menjadi sangat krusial. Dengan mengintegrasikan semua topik tersebut, penekanan pada kolaborasi, inklusi, dan teknologi menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan responsif terhadap keberagaman siswa.

2. Materi yang menimbulkan miskonsepsi/salah mengerti

 1). Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL):

Sering kali dianggap sama, padahal fokus PBL adalah memecahkan masalah yang keduanya memiliki fokus yang berbeda. PBL lebih menekankan pada proses pemecahan masalah dan kolaborasi untuk menghasilkan solusi, sementara PjBL berorientasi pada hasil akhir berupa produk atau laporan. Miskonsepsi ini dapat mempengaruhi cara guru merancang aktivitas pembelajaran dan mengimplementasikan masing-masing metode.

 2). Pendekatan Pembelajaran Berbasis Diferensiasi (DBL):

Dalam DBL, mungkin terdapat kesalahpahaman bahwa semua materi harus disesuaikan untuk setiap siswa. Padahal, diferensiasi lebih fokus pada penyesuaian penyampaian pembelajaran yang mempertimbangkan keragaman kebutuhan belajar siswa (kesiapan, minat, dan profil belajar), bukan berarti membuat materi yang berbeda untuk setiap individu.

 3). TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge): 

Sering kali, konsep TPACK dipahami hanya sebagai penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Padahal, TPACK lebih dari itu, yaitu pemahaman yang mendalam tentang bagaimana konten, pedagogi, dan teknologi secara bersinergi. Tidak hanya sekadar menggunakan alat digital. Memahami ketiga komponen ini secara utuh dapat menyebabkan penerapan yang kurang efektif.

 4). Pendidikan Inklusi: 

Ada kemungkinan kesalahpahaman bahwa pendidikan inklusi hanya berpusat pada anak berkebutuhan khusus. Sebaliknya, pendidikan inklusi menekankan pada penciptaan lingkungan belajar yang responsif terhadap semua siswa, dalam lingkungan belajar yang sama, dengan pendekatan yang mendukung keberagaman. Jadi, tidak hanya fokus pada siswa dengan kebutuhan segregatif dari inklusi.

 5). Karakteristik Generasi Z dan Alpha: 

Miskonsepsi umum muncul ketika orang menggeneralisasi bahwa semua siswa dari generasi ini akan sama. Jika guru tidak menyadari adanya variasi besar dalam hal minat, gaya belajar, dan kebutuhan, meskipun berasal dari generasi yang sama. Jika guru tidak menyadari adanya variasi besar dalam hal minat, gaya belajar, dan kebutuhan, meskipun berasal dari orang yang sama akan menjadi kurang efektif dalam menyusun seluruh spektrum siswa.

 6). Peran Guru Profesional di Era Digital: 

Terkadang, ada pemahaman yang dangkal bahwa guru hanya perlu mahir menggunakan teknologi. Padahal, kompetensi pedagogik guru harus tetap menjadi fondasi yang kuat, dilengkapi dengan pemahaman teknologi yang baik agar dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan efektif.

Ingin Selalu Update dengan Informasi Penting Seputar Pendidikan Islam?

Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi terkini, tips praktis, dan pembaruan penting lainnya langsung di genggaman, bergabunglah sekarang juga dengan Saluran WhatsApp Hanapi Bani!

🌟 Kenapa harus bergabung?

  • Informasi Eksklusif: Dapatkan berita dan panduan langsung terkait dunia pendidikan Islam.
  • Update Cepat: Tidak perlu repot mencari informasi, semuanya disampaikan langsung ke WhatsApp Anda.
  • Komunitas Aktif: Bertemu dengan guru, operator, dan stakeholder pendidikan yang memiliki visi yang sama.

📲 Klik link berikut untuk bergabung:
👉 https://whatsapp.com/channel/0029VajRcL9BFLgM75JGmk3A 

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari komunitas yang selalu update dan terhubung!



Cek tas dokumen / kotak penyimpanan / arsip koper / tempat berkas/Tas Travel Paspor Gadget Organizer Double Zipper Lock Waterproof dengan harga Rp48.500. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/4filsXFgiQ?share_channel_code=1

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Tugas Mandiri Refleksi Pedagogik Akidah Akhlak bagi Peserta PPG", semoga bermanfaat.

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

Ùˆ ØµÙ„Ù‰  Ø§Ù„له Ø¹Ù„Ù‰ سيدنا محمد Ùˆ على أله
 Ùˆ صحبه Ùˆ سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 


Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

Kumpulan Contoh Surat Keputusan Kepala Sekolah / Kepala Madrasah (SK Kepsek/Kamad)

  Kumpulan Contoh Surat Keputusan Kepala Sekolah / Kepala Madrasah (SK Kepsek/Kamad)  السلام عليكم Ùˆ رحمة الله Ùˆ بركاته بسم الله Ùˆ ال...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI