Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Cerita Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Guru. Tampilkan semua postingan

03 Juni 2025

20 Tahun Mengabdi dan Sempat Terima Honor Rp 100 Ribu, Hafsah Akhirnya Diangkat PPPK

 hanapibani.com

Hafsah Dilailai Pardosi

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Barus --- Hafsah Dilailai Pardosi adalah guru EKs Tenaga Honorer Kategori (THK) - II MTsN 1 Tapanuli Tengah akhirnya lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) pada seleksi 2024. Dia dilantik pada 26 Mei 2025 di ruang Aula Bahriyatul Ulum Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sebagai guru yang telah lama mengabdi, Hafsah menilai ini sebagai berkah yang sangat disyukuri, setelah 20 tahun menjadi pendidik di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Tapanuli Tengah. Bahkan, dua tahun sebelumnya telah mengajar di MTs Swasta. Hafsah lulus setelah gagal pada sepuluh proses seleksi yang diikuti sejak beliau menjadi pendidik.

Hafsah menceritakan, sejak 2005 berkecimpung menjadi pendidik, ada 5 kali tes CPNS yang ia ikuti, sekali seleksi pengangkatan CPNS, dan empat kali tes PPPK. Menjadi satu-satunya guru Eks THK-II yang tersisa di MTsN 1 Tapanuli Tengah bahkan di daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, hal ini sempat membuat beliau tidak percaya diri. Dari enam orang jumlah mereka sebagai guru EKs THK-II di MTsN 1 Tapanuli Tengah, empat orang lolos pada 2022 dan terakhir teman satu-satunya yang menjadi penyemangatnya sebagai sesama THK-II juga lolos pada 2023, sehingga dirinya benar-benar sendirian menjadi guru EKs THK-II yang belum lolos PPPK.

Hal ini sempat membuatnya pasrah jika tidak ada lagi seleksi untuk PPPK. Namun dukungan dari teman-teman Eks THK-II dan keluarga besar MTsN 1 Tapanuli Tengah serta seiiring berjalan waktu akhirnya beliau bangkit kembali dan terus berusaha meniti karirnya serta semangat mengikuti seleksi yang ada.

Saat ditanya apa yang membuatnya tetap semangat bertahan menjadi guru honorer di usia yang tidak muda lagi, Hafsah menjawab menjadi guru adalah minat, bakat dan cita-citanya yang mengalir dari sosok ayah yang juga seorang guru dan public figure di kampungnya.

Walau sempat diajak oleh sang ibu mengkuti profesinya sebagai pedagang, Hafsah menolak permintaan tersebut karena kecintaan mendidik dan dekat dengan anak-anak adalah hal yang menyenangkan baginya.

“Memilih pendidikan keguruan yakni menjadi guru Bahasa Inggris adalah minat dan cita-cita saya dari dulu sehingga menjadi ASN ataupun tidak saya akan tetap menjadi pendidik sampai akhir hayat,” ungkap ibu satu anak tersebut di Barus, Senin (2/6/2025).

Adapun suka duka selama menjadi guru honor, beliau mengungkapkan gaji kecil yang diterima tidak bisa diharapkan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Honor pertama mengajar sebesar Rp. 100.000,-. Hal ini membuatnya memutar otak untuk menambah penghasilan dengan mencari tambahan.

Salah satunya beliau mengadakan program les privat di rumahnya dan antusias warga sekitar menyambutnya dengan memasukkan anaknya berbondong-bondong untuk belajar Bahasa Inggris. Selain itu dia juga mencari jam tambahan di sekolah swasta. Beruntunglah dia lulus menjadi guru sertifikasi pada 2010 dan menjadi guru impassing pada 2011 sehingga kehidupan menjadi guru honor mulai tercerahkan.

Selain menjadi guru bidang studi, Hafsah juga memiliki tanggung jawab sebagai kepala perpustakaan MTsN 1 Tapanuli Tengah sejak tahun 2023 dan sampai sekarang. Hal ini dipercayakan oleh madrasah karena beliau merupakan sosok yang dipandang rapi, disiplin, teratur dan mampu mengembannya.

Di luar lingkungan sekolah, Hafsah juga berperan penting dengan aktif di masyarakat sebagai Ibu Wakil Ketua PKK Kelurahan Pasar Batu Gerigis mendampingi sosok sang suami yang merupakan seorang PNS pegawai pemerintahan yang menjabat sebagai sekretaris di kelurahan tersebut. Jabatan ini diembannya sejak tahun 2014 sampai dengan sekarang.

Menjadi ASN PPPK ini akan membuatnya lebih meningkatkan kinerja karena telah diamanahkan sebagai pegawai pemerintahan yang harus bersinergi untuk kemajuan Pendidikan khususnya di MTsN 1 Tapanuli Tengah.

“Saya akan menerapkan program mahir berbahas inggris kepada anak-anak didik dalam Daily Conversation dan mudah-mudahan progres sederhana ini akan terus berkembang dan maju sehingga bahasa inggris menjadi bagian bahasa sehari-hari dalam kehidupan siswa MTsN 1 Tapanuli Tengah,” ungkapnya.


Cek (1HARIJADI) selempang wisuda / selendang wisuda / selempang tahfidz / slendang/ slempang dengan harga Rp19.000. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/1Vn1xV7jHO?share_channel_code=1

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "20 Tahun Mengabdi dan Sempat Terima Honor Rp 100 Ribu, Hafsah Akhirnya Diangkat PPPK", semoga bermanfa'at. 

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

Ùˆ ØµÙ„Ù‰  Ø§Ù„له Ø¹Ù„Ù‰ سيدنا محمد Ùˆ على أله
 Ùˆ صحبه Ùˆ سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 

Baca selengkapnya ...

30 Januari 2025

Kisah Honorer Madrasah 21 Tahun Mengabdi, Lulus PPPK Bersama Sang Putri

 hanapibani.com

Astuti dan putrinya diterima PPPK di MTsN 2 Labuhanbatu

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صل على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Rantauprapat  --- Namanya, Astuti. Dia tercatat sebagai honorer Staf Tata Usaha pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Labuhanbatu, sejak 21 tahun lalu.
Astuti mengaku bahagia karena akhirnya lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPpK) Kementerian Agama. Kebahagiannya semakin purna, karena pada saat yang sama, anaknya juga lulus PPPK Kementerian Agama.

Bu Tuti, demikian dia akrab dipanggil rekan sejawatnya. Sudah 21 tahun dia habiskan hari-harinya sebagai pegawai honorer di MTsN 2 Labuhanbatu, Sumatera Utara. Tepatnya sejak 2003, dia mengabdi pada madrasah yang saat itu masih bernama MTs Teladan Guppi, lalu menjadi MTsN 2 Rantauprapat (2010), dan sekarang bernama MTsN 2 Labuhanbatu.

Sejak 2008, Astuti harus menjadi single parent untuk dua anaknya. "Saya tidak pernah malu dalam mengerjakan apapun, asalkan halal dan baik. Saya juga sempat berjualan jajan di madrasah agar bisa menyekolahkan anak-anak saya," kata Astuti di MTsN 2 Labuhanbatu, Kamis (30/1/2025).

"Meski hidup kami yang seadanya, rumah pun hanya ngontrak hingga saat ini, saya tetap bersyukur dan bisa menyekolahkan anak-anak saya. Karena saya berharap kehidupan mereka harus lebih baik dari saya," harapnya dengan tetesan air mata.

Astuti bersyukur, anak sulungnya berhasil menyandang gelar Sarjana lulusan salah satu Univa Labuhanbatu pada 2019. Apalagi selesai kuliah, putrinya diterima sebagai guru honorer di MTsN 2 Labuhanbatu pada bidang studi bahasa Inggris.

"Saya bersama putri saya Maysaroh sama- sama berdedikasi di MTsN 2 Labuhanbatu, saya sebagai staf, ia sebagai guru. Kami sangat mensyukuri semua yang sudah Allah gariskan pada saya," imbuhnya lagi.

Kini, dengan status sebagai PPPK, Astuti berharap diberi kesehatan agar bisa memberikan kontribusi yang baik pada Kementerian Agama, serta bisa bekerja dengan penuh tanggungjawab. Menurutnya, status PPPK adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Perjuangan dan penantian panjang Astuti diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman pejuang lainnya menuju keberhasilan. Astuti yakin setiap niat baik, kerja keras, kerja ikhlas, kesabaran, akan membuahkan hasil baik dan berkah.

Astuti juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu, memberikan do'a, keluarga, anak, rekan sejawat MTsN 2 Labuhanbatu.

Kepala MTsN 2 Labuhanbatu Sarifah memberikan selamat kepada Astuti dan Maysaroh Putrinya. "Saya terharu perjuangan dan penantian panjang ibu dan ananda. Jarang saya mendengar ibu lulus bersamaan dengan anak. Semoga tetap memberikan yang terbaik buat MTsN 2 Labuhanbatu, disiplin dalam bekerja serta penuh tanggung jawab," tambahnya. 



Cek HW Kamera Mini WIFI CCTV Mini  Tersembunyi Tanpa Kabel 1080P cctv wifi jarak jauh lewat hp camera cctv kamera kecil bluetooth camera mini bluetooth dengan harga Rp78.000. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/2qEpocI5NC?share_channel_code=1

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Kisah Honorer Madrasah 21 Tahun Mengabdi, Lulus PPPK Bersama Sang Putri", semoga bermanfa'at. 

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Menjadi asbab keridhaan Allaah kepada kami.
Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
Instagram ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Komunitas WA #1 ;(Klik DISINI)
Komunitas WA #2 ;(Klik DISINI)
Saluran WA tanpa Batas ; (Klik DISINI)

Ùˆ ØµÙ„Ù‰  Ø§Ù„له Ø¹Ù„Ù‰ سيدنا محمد Ùˆ على أله
 Ùˆ صحبه Ùˆ سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape

Baca selengkapnya ...

29 Juni 2024

Pelatihan yang Tak Terlupakan


Aku adalah seorang guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Hulu Sungai Utara. Suatu hari, sebuah surat panggilan dari Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara datang. Surat itu mengabarkan bahwa ada salah seorang sahabat lama dan rekan kerja di madrasah lain yang bernama Hanapi, telah terpilih juga untuk mengikuti pelatihan Karya Tulis Ilmiah di Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin. Aku merasa bangga dan antusias, sebab ini adalah kesempatan emas untuk menambah pengetahuan dan menjalin persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah.

Pagi itu, suasana Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin terasa penuh semangat. Aku dan Hanapi tiba bersama utusan dari seluruh Kalimantan: Tengah, Timur, Utara, dan tentu saja sesama dari Kalimantan Selatan. Kegembiraan menyelimuti ruangan besar tempat kami berkumpul. Setiap wajah membawa cerita dan semangat untuk belajar.

Hari-hari pelatihan berlangsung dengan penuh keasyikan. Kami dibekali ilmu tentang metodologi penelitian, teknik penulisan ilmiah, dan cara menyusun laporan yang baik. Meski padat, suasana kelas selalu diwarnai tawa dan diskusi yang hidup. Para instruktur sangat berpengalaman, mampu memecahkan suasana serius dengan candaan yang tepat, membuat kami semakin terlibat dalam setiap sesi pelatihan.

Di sela-sela kegiatan, kami sering duduk bersama di taman Balai Diklat, berbincang tentang pengalaman mengajar di daerah masing-masing. Para peserta dari Kalimantan Tengah, Timur, Utara, dan Selatan saling bertukar cerita tentang budaya lokal, tantangan dalam mendidik, dan cara-cara kreatif mengajar di madrasah. Aku menemukan betapa kaya dan beragamnya pengalaman mereka, dan betapa banyak pelajaran yang bisa dipetik dari perbedaan itu.

Namun, di balik semua pengalaman indah, ada satu momen yang hanya cukup untuk dikenang berdua. Satu malam, setelah sesi pelatihan yang melelahkan, Aku dan Hanapi memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Balai Diklat. Langit cerah dengan taburan bintang yang memukau. Kami berbicara panjang lebar tentang masa depan pendidikan dan cita-cita kami masing-masing. Percakapan itu menjadi sangat mendalam dan penuh makna, seolah waktu berhenti di antara obrolan kami.

Pada suatu titik, kami terhenti di tepi sebuah kolam kecil yang berkilauan di bawah cahaya bulan. Hanapi kemudian berkata, “Mungkin kita tak akan selalu berada di tempat yang sama, tapi momen ini akan selalu kita kenang.” Kata-katanya terasa begitu dalam. Itu adalah pengalaman yang tak akan pernah terlupakan, sebuah kenangan yang menjadi milik kami berdua selamanya.

Pelatihan pun berakhir, meninggalkan kesan mendalam di hati setiap peserta. Aku kembali ke Hulu Sungai Utara dengan semangat baru, pengetahuan yang lebih luas, dan sebuah kenangan berharga yang akan selalu aku bawa. Hanapi, dengan senyumnya yang khas, hanya berkata, “Ini baru awal, perjalanan kita masih panjang.” Aku setuju. Setiap perjalanan adalah bagian dari cerita panjang yang akan terus kami tulis bersama.

Catatan:
Cerita diatas adalah sebuah karangan fiksi yang mungkin bisa dijadikan referensi bagi peserta yang ingin menulis pengalamannya saat ikut pelatihan.

Baca selengkapnya ...

09 Oktober 2023

Akbar Sarosa Guru PAI Dituntut Rp50 Juta Imbas Hukum Murid Tak Sholat, PGRI Himpun Aksi Solidaritas

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.
 

NASIB guru PAI bernama Akbar Sarosa kini berhadapan dengan hukum karena menghukum murid yang tak sholat.

Bahkan Akbar Sarosa dituntut Rp50 juta oleh orangtua murid.

Bagaimana kabar lengkapnya?

Awalnya, kisah Akbar Sarosa viral lewat unggahan seorang guru di TikTok @deni_ali28.

Kronologi kejadian tersebut adalah seusai Akbar yang menyuruh siswanya untuk shalat berjamaah karena sudah masuk waktu zuhur.

Namun, terdapat tiga orang siswa yang enggan melakukan shalat berjamaah.

Sehingga Akbar mencoba untuk menegurnya, namun tak diindahkan.

Akhirnya ketiga siswa tersebut dihukum dengan memukul telapak tangan dan pundaknya.

Usai peristiwa itu, Akbar Sarosa ternyata dilaporkan oleh orangtua murid yang tak terima anaknya dihukum.

"Pak Akbar dilaporkan oleh orangtua murid karena anaknya dihukum lantaran tidak mau disuruh shalat.

Semoga Pak Akbar mendapatkan keadilan," tulis Deni Ali dalam videonya.

Tak hanya itu saja, parahnya Akbar Sarosa bahkan dilaporkan ke polisi dan dituntut sebesar Rp 50 juta.

"Sidang ditunda sampai minggu depan, kasus Pak Akbar yang dituntut 50jt oleh orangtua murid karena anaknya dihukum lantaran tidak mau ikut sholat zuhur."

Menanggapi hal itu, akun tersebut juga mengunggah video aksi solidaritas para guru di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

"Aksi solidaritas PGRI Kab. Sumbawa Barat dan Kab. Sumbawa NTB untuk Pak Akbar.

Semoga Pak Akbar bebas dari segala Tuntutan Hukum. Aamiin," tulisnya melalui caption.

Ia juga diketahui meminta dukungan dan doa netizen agar rekan sesama guru tersebut mendapatkan keadilan.

"Sedih sekali melihat keadaan Guru Saat ini. Semuanya Serba Salah," tmbahnya dalam keterangan video.




Sementara itu sebelumnya diketahui bahwa Akbar Sarosa merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 1 Taliwang, Sumbawa Barat.

Guru tersebut dilaporkan oleh salah satu orang tua muridnya yang tak terima anaknya dihukum.

Pasalnya anak tersebut mangkir dari sholat berjamaan di sekolah.

Sehingga Akbar pun menghukum beberapa murid tersebut.

Tak terima anaknya mendapat hukuman, salah satu orangtua murid akhirnya melaporkan Akbar ke polisi.

Bahkan Akbar dituntut denda sebesar Rp 50 juta.*)


Cek (Guru Kelas NEW tanpa materi teknis) Modul Buku PPPK 2022 Guru SD Belajar PPPK ASN dengan harga Rp125.000. Dapatkan di Shopee sekarang! https://shope.ee/4AYNKLjb5F?share_channel_code=1

Demikian sedikit informasi mengenai "Akbar Sarosa Guru PAI Dituntut Rp50 Juta Imbas Hukum Murid Tak Sholat, PGRI Himpun Aksi Solidaritas" yang dapat kami sampaikan pada postingan kali ini. Semoga bermanfaat...
 
Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

Ùˆ ØµÙ„Ù‰  Ø§Ù„له Ø¹Ù„Ù‰ سيدنا محمد Ùˆ على أله
 Ùˆ صحبه Ùˆ سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 

Baca selengkapnya ...

10 September 2023

Warna-Warni Ujian PPG 2023, Ada Peserta Bawa Senjata dan Antisipasi Serangan Monyet

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صلى و سلم على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

Sebanyak 16.717 guru mengikuti ujian pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada Sabtu (9/9/2023).Ada saja kisah menarik dalam PPG. Sebagian besar mahasiswa PPG adalah para guru lansia yang mengoperasikan mouse laptop saja harus dibantu cucunya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendis Kemenag, Ahmad Zainul Hamdi mengatakan hal tersebut saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan PPG di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.


“Kisah tentang ‘guru-guru tua’ yang menunggu antrean selama puluhan tahun untuk ikut PPG mungkin tetap terdengar menyedihkan. Namun, itu hal biasa karena memang begitulah rata-rata pesertanya,” ujar Ahmad Inung, sapaan akrabnya.


Saat datang ke UINSA, Ahmad Inung langsung diberi tahu bahwa ada peserta ujian yang membawa senjata. “Saya kaget. Senjata? Untuk apa? Untuk mengancam pengawas?” tanya dia.


Ahmad Inung pun dibawa masuk oleh panitia untuk melakukan pengecekan. “Saya melihat di layar monitor, seorang peserta mengerjakan ujian di sebuah gubug tengah ladang, sambil menenteng senapan angin. Ini adalah peserta dari Sulawesi Utara,” ceritanya.


Menurut Ahmad Inung, peserta itu harus mengerjakan ujian di ladang di atas bukit agar mendapat sinyal, karena memang ujian dilakukan secara daring. Proses itu mempertaruhkan keselamatan diri peserta ujian PPG.


“Setiap saat ia bisa diserang monyet hutan. Karena itu, dia harus membawa senapan dan tetap waspada dari kemungkinan serangan monyet yang tak punya perasaan,” lanjut Guru Besar Perbandingan Agama UINSA Surabaya ini.


Berganti ke monitor lain, Ahmad Inung kemudian melihat seorang peserta tuna netra mengikuti ujian dengan perangkat laptop khusus. Peserta tuna netra itu ditemani seseorang untuk membacakan soal-soalnya.


“Keduanya bahu-membahu untuk memastikan bahwa si peserta akan lulus dan akhirnya mendapat tunjangan profesi guru (TPG). Ganjaran yang didambakan hampir seluruh guru,” ulasnya.


Ahmad Inung menambahkan terlalu banyak kisah haru di balik PPG. Ada banyak keterbatasan dan hambatan yang dihadapi para peserta. “Tapi saya tak pernah membayangkan bahwa salah satu hambatan itu adalah serangan monyet. Dasar monyet,” selorohnya.



Rp70.000 - Rp99.999


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Warna-Warni Ujian PPG 2023, Ada Peserta Bawa Senjata dan Antisipasi Serangan Monyet ", semoga bermanfa'at. 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

Ùˆ ØµÙ„Ù‰  Ø§Ù„له Ø¹Ù„Ù‰ سيدنا محمد Ùˆ على أله
 Ùˆ صحبه Ùˆ سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 

Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

Kumpulan Contoh Surat Keputusan Kepala Sekolah / Kepala Madrasah (SK Kepsek/Kamad)

  Kumpulan Contoh Surat Keputusan Kepala Sekolah / Kepala Madrasah (SK Kepsek/Kamad)  السلام عليكم Ùˆ رحمة الله Ùˆ بركاته بسم الله Ùˆ ال...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI