Breaking News

30 May 2017

Celakalah Orang yang Membenci Habaib

Ad-Da`i iIallah alhabib jindan dan alhabib riziq sihab keduanya adalah salah satu dari sekian banyak keturunan rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang mana wajib bagi umat islam untuk mencintainya, menolongnya,membantu nya
apakah kita masih punya wajah (punya rasa malu) kelak di saat perjumpaan dengan nabi muhammad shalallahu alaihi wasallam.
Dan kita dengan bangganya berkata Ya Rasulullah , fulan bin fulan cucu mu telah aku hinakan,
Ya Rasulullah : aku telah menghinakan cucumu sudah sekian banyak orang
Ya Rasulullah : aku telah mencaci cucu mu si fulan bin fulan
Ya Rasulullah : cucu mu si fulan telah aku rendahkan
Ya Rasulullah : cucu mu si fulan telah aku dzolimi

Ya Rasulullah :cucu mu telah berhasil ku penjarakan
Ya Rasulullah : cucu mu telah kunistakan
Apa yang akan rasulullah katakan ?
Apa Rasulullah saw akan memberikan senyumnya yang indah kepadamu,atas perlakuan yg kurang ajar terhadap cucu nya?
Apa Kita Allah izinkan kelak memandang Wajah Rasulullah saw di Padang mahsyar?
Sedangkan Rasulullah saw bersabda dari sayyidah aisyah ra : Wahai aisyah , celaka wajah yg tidak dapat memandang wajahku kelak di yaumil kiamah
Kalau sudah celaka..kemana orang tersebut akan pergi?
Naudzubillah min dzalik
Sebagai seorang muslim Rasulullah shallalahu alaihi wasallam melarang bagi seorang muslim membenci saudara muslim lainnya Cuma karena perbedaan pandangan di dalam amar ma`ruf nahi munkar
Kita di larang membenci seorang muslim lainnya , apalagi ia seorang ulama, apalagi ia seorang wali Allah dan lebih khusus serang wali Allah dzurriyyah rasulullah shalallahu alaihi wasaalam
Habis sudah , sial kita , kelak kita akan menyesal bila sampai membenci dzurriyyah rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
Walaupun kita beribadah seumur hidup di dalam ka`bah , namun ada kebencian terhadap muslim lainnya terlebih dzurriyyah rasulullah shalallahu alaihi wasallam...celaka..celaka..sial..sial..orang tersebut
Semoga Allah pilih kita sebagai orang-orang yang menjadi pembela Sayyidina Muhammad saw, pembela keturunan sayyidina muhammad saw, penolong keturunan sayyidina Muhammad shalallahu alaihi wasallam, terlebih para ulama dari dzurriyyah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. AMin
Baca selengkapnya ...

29 May 2017

CARA MENYEMATKAN FILE PDF PADA POSTINGAN BLOG

Postingan dengan menyematkan file Pdf mungkin telah sering kita jumpai pada saat berselancar pada dunia maya untuk mencari informasi yang kita butuhkan. 

Ada 2 hal yang perlu kita lakukan agar dapat menyematkan file pdf pada 
postingan blog :
1. Persiapkan file pdf kemudian upload kedalam google drive, kemudian ambil atau copy kalimat atau paragraf dalam format html dari file yang telah di upload tersebut.
2. Membuat artikel pada blog dimana didalamnya berisi pengantar atau penjelasan pendahuluan untuk file pdf yang kita sematkan.


Untuk mendownload file PDFnya silahkan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

19 May 2017

Jadi Guru Tidak Usah Punya Niat Bikin Pintar Orang

Tidak hanya alim dan faqih, KH. Maimun Zubair juga dikenal dengan pesan-pesannya yang bijak. Hampir semua aspek kehidupan tak luput dari pandangan-pandangannya yang arif dan bijaksana.
Guru sebagai bagian terpenting dalam pendidikan mendapat perhatian khusus dari mbah Kyai Maimun. Berikut pesan KH. Maimun Zubair yang dikutip dari halaman Fanpage KH. Achmad Masduqi Machfudz, mantan Rais PWNU Jatim sekaligus Ketua MUI Jawa Timur, kepada para guru yang patut direnungkan.
“Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah-marah ketika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang Penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan kepada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah.”
Selamat berjuang wahai para pahlawan ilmu. Semoga dari tanganmu akan lahir generasi tangguh, berilmu, dan berakhlak. Amin.
Baca selengkapnya ...

18 May 2017

Menulis Untuk Keangkuhan

Menulis untuk keangkuhan. Itulah benak yang sering melekat pada diri saya. Ingin menjadi penulis agar tenar, ingin menulis agar dipandang hebat dan pikiran lain yang erat di dalam jiwa. Bila akar pemikirannya seperti ini, maka buah yang dihasilkannya pun akan rasa kecewa, saat tulisan yang dibuat dengan kesungguhan namun mendapatkan respon yang belum sesuai harapan, dan semangat menulispun menjadi fluktuatif, kadang naik, kadang turun. naik bila mendapatkan banyak like, dan bisa langsung turun saat jumlah like sedikit.

Tetapi di kemudian hari, saya teringat kisah Imam Syafi'i. Berbeda dengan saya, yang menulis sebagai ambisi. Imam Syafi'i menjadikan tulisannya sebagai sebuah pembuktian cinta. Cinta yang memiliki akar kuat berupa ketulusan. Ya, beliau adalah seorang penulis yang hidup pada zaman teknologi sangat jauh belum berkembang pesat seperti sekarang. Zaman dimana facebook, blogspot, tumblr dabn berbagai media sosial tidak ada. Bahkan penerbitan buku sulit untuk ditemukan keberadaannya.

Maka, mungkin bila saya yang hidup di zaman itu, sepertinya tidak akan memiliki semangat untuk menulis. Untuk apa? Toh saya tidak akan tenar dan mendapatkan banyak jempol, apalagi mendapatkan uang dari buku yang saya buat. Karena penerbitan buku saja belum tentu ada. Tetapi berbeda dengan Imam Syafi'i, beliau tidak menjadikan menulis sebagai ambisi, namun sebagai cinta. Meskipun tidak ada media sosial yang memfasilitasi, meskipun buku yang beliau buat sendiri tanpa penerbit tidak akan menghasilkan uang yang berlimpah.

Buku merupakan pewaris nilai, entah itu nilai positif atau negatif. Hal tersebut merupakan pilihan. Betapa besarnya dampak dari sebuah kata. Karena sesungguhnya kata dapat merubah jiwa, dan didalam perubahan jiwa niscaya terdapat perubahan dunia. Jika suatu suatu kata yang mewariskan nilai positif diibaratkan sebagai pelita, maka pelita itu akan tetap bersinar, tidak hanya didunia, namun kelak di alam keabadian.

Jika kata adalah sepotong hati, seperti kata Abul hasan 'Ali An Nadwi, maka semoga tulisan adalah cinderajiwa. bagi mukmin sejati, ia adalah sekelumit manikam yang diuntai dari ketulusan terdalam. Ia adalah huruf-huruf yang mengenalkan makna dari prasasti nurani penulisnya. maka sucilah tulisan sebagaimana suci jiwa yang menuangkan inspirasinya. Maka abadilah tulisan, sebagaimana abadinya niat suci penulisnya. Meski, mereka masih manusia. Ada salah ada lupa.

Menulis adalah bentuk cinta

Manusia itu fana, maka kematian adalah keniscayaan

Ketika kita mati, maka yang dirangkai dengan niat penuh cinta akan tetap hidup.

Akan bersemayam di alam semesta sebagai pelita yang menerangi angkasa.

18 Mei 2017 pukul 09:22
Baca selengkapnya ...

Cara Membobol Finger Print


Finger Print.....

kehadirannya memang terkadang tidak disambut hangat oleh semua orang,,
meski dirinya diam membisu menempel didinding namun ia sangat disegani.

Tapi tenang kawan....
disini saya ingin sedikit berbagi mengenai membobol finger print yang teradmin atau berfassword dengan cara mudah.
Namun sebelumnya saya berpesan gunakanlah ilmu ini untuk kebaikan,, saya tidak bertanggung jawab baik di dunia maupun diakhirat jika ilmu ini disalah gunakan.

Tanpa banyak basa-basi lagi,,
To the point aja.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. lihat jam di finger print (misal: 08.15)
2. kurangi 9999 dengan jam tersebut (misal: 9999-08.15) = 9184
3. kuadratkan hasil tadi (misal: 9184 x 9184 ) = 84345856
4. tekan OK pada finger print.
5. tekan 8888
6. masukkan password hasil penghitungan tadi (misal :84345856)
7. tekan OK.
8. finger print sudah tebuka

naah... gampangkan.
silahkan mencoba,, dan mohon berikan komentarnya (bisa dengan akun facebook atau yang lain) di kolom bawah artikel ini agar penulis tahu seberapa manjur trik ini dipakai pada Finger Print lainnya.

Protected by Copyscape
Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

6.351 Siswa Madrasah di Lampung Pecahkan Rekor Muri

Sebanyak 6.531 siswa madrasah di Lampung pecahkan rekor Muri. Mereka tercatat sebagai wisudawan-wisudawati tahfidz Alquran terbanyak. ...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI