Breaking News

31 October 2018

Jadwal Pelaksanaan dan Lokasi Ujian CAT Seleksi Kompetensi Dasar Kementerian Agama RI Tahun Anggaran 2018 Tahap I

Baca selengkapnya ...

Foto-foto Ekslusif Makam Rasulullah SAW

Makam Rasulullah berada di ruangan paling dalam, dikelilingi benteng baja, sehingga untuk melihat langsung bentuk makam kita harus memanjat. Benteng baja tersebut diselimuti oleh kain sutera hijau, dan kain inilah yang bisa dilihat dari luar melalui lubang di gerbang makam. Keterangan lengkap ada di masing-masing gambar.

Semoga kita semua diberi kesempatan untuk berziarah ke makam Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam.


Di dalam ruangan mulia yang biasa disebut Hujrah Asy-Syarif ini bersemayam jasad suci Rasulullah beserta Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khattab, serta sebuah makam kosong untuk Nabi Isa menjelang kiamat.



Bagian belakang makam.

Siapapun tidak bisa langsung melihat makam Rasulullah jika tidak memanjat, sebab makam beliau dikelilingi benteng baja yang tinggi. Kain ini adalah kelambu yang mengelilingi benteng tersebut.


Kelambu penutup. Hampir semua ruangan Hujrah ditutupi sutera murni berwarna hijau, dengan tempelan kaligrafi di atas kain merah. Kain-kain ini diganti setiap 100 tahun tahun sekali, terakhir pada tahun 1971, artinya akan diganti lagi tahun 2071.


Ini bukanlah sebuah makam, melainkan ruangan Fatimah tempat menyimpan barang-barang pusaka Rasulullah. Ruangan yang dulunya merupakan kamar Sayyidah Fatimah Az-Zahra merupakan akses masuk menuju Hujrah Asy-Syarif.


Babul Fatimah, pintu untuk masuk ke Hujrah. Tempat yang akan dijumpai setelah masuk melalui pintu ini adalah ruangan Fatimah yang ada di gambar sebelumnya, kemudian mihrab Fatimah lalu seluruh ruangan Hujrah Asy-Syarif.


Ini adalah lapis kedua untuk mengetahui posisi makam Rasulullah (dari lubang paling besar) di dalam Hujrah, bukan melihat makam langsung, sebab makam beliau dikelilingi benteng baja yang harus dipanjat bila ingin dilihat.


Qubatul Khadra (kubah hijau) yang menaungi Hujrah Asy-Syarif. Kubah ini dibangun oleh Sultan Qalawun Ash-Shalihi tahun 578 H dan pertama kali dicat hijau agar berbeda dengan kubah lain oleh Sultan Abdul Hamid pada tahun 1253 H.


Replika posisi makam Rasulullah di dalam Hujrah. Makam Rasulullah berada di kiri paling atas, selanjutnya makam Sayyidina Abu Bakar, lalu makam Sayyidina Umar. Sedangkan ruangan di kanannya adalah ruangan Fatimah.


Makam yang sering disalahfahami sebagai makam Rasulullah (fotonya banyak beredar). Padahal makam beliau tidak bisa dilihat langsung. Foto ini adalah makam Sultan Utsman Al-Ghazi, pendiri kekhalifahan Utsmani di kota Busra, Turki.



Makam lain yang juga sering disalahfahami sebagai makam Rasulullah, padahal ini adalah Imam Jalaluddin Ar-Rumi di Konya, Turki.
Baca selengkapnya ...

Jeritan Anak Kalimantan #Savemeratus.


Ketika warga mengambil emas tempat kelahiran mereka mencari sesuap nasi. Aparat melarang dengan alasan pencemaran limbah.

Saat warga menebang kayu guna membangun rumah atau alat lainya. Aparat bertindak dengan alasan ilegal loging.


Bila warga membakar hutan untuk membikin ladang. Aparat juga melarang bahkan bertindak sampai memasukan dalam penjara dengan alasan, pencemaran udara serta penyebab banjir.

Tapi ktika perusahaan tambang batu bara menggali bahkan pencemaran limbahnya disetiap rawa-rawa bahkan berapa puluh juta kayu yang mati akibat limbah. Aparat syah-syah saja.

Ketika pertamina mengambil minyak isi perut bumi. Aparat diam diam saja.

Ketika lahan sawit menggundul hutan dengan sekian ribu hektar,aparat tenang tenang saja.

Dimana keadilan pancasila yang selalu dibanggakan, apakah tidak boleh rakyat jelata mnikmati hak mreka.
Memiliki kekayaan mreka, bukan kah warga kalimantan juga warga indonesia.....!!!
Apakah kita orng kalimantan hanya akan jadi penonton di tanah kita sendiri..?
Atau kalian karena sudah menikmati bantuan dan iming-iming dari perusahaan lalu kalian hanya bisa diam, tanpa suara dan tindakan..?

50 tahun kedepan, kalimantan akan hancur tanpa masyakatnya sempat menikmati milik mreka.

"Sisakan kami 1 permata Hutan Meratus"
#Savemeratus
Baca selengkapnya ...

30 October 2018

Cerita Guru by Ujang Laksana


Saya adalah seorang guru madrasah..
Setiap pagi sebelum berangkat mengajar saya menyempatkan diri merawat tanaman padi di sawah.. Ya meskipun tak terlalu luas tapi inilah tabungan kehidupan saya.. ketika mempunyai beras tak ada lauk pun bahagia rasanya.

Setelah selesai dari sawah barulah saya berangkat ke Madrasah.
Selesai pelajaran di madrasah saya tak langsung pulang, saya harus membersihkan lingkungan madrasah terlebih dahulu, sebab selain sebagai guru saya pun merangkap sebagai petugas kebersihan yang bagi sebagian orang malu melakukaknnya dengan alasan gengsi. alhamdulillah itu jadi tambahan honor meskipun tak seberapa.

Sesampainya di rumah saya tak seperti yang lain, bisa istirahat, tidur siang, makan di luar, atau bahkan mungkin berbelanja dengan rekan kerja.
Saya harus mencari penghasilan tambahan dengan membantu isteri membuat kerajinan tangan. disamping menambah penghasilan kebersamaan seperti itulah yang membuat kami bertahan.
Sore hari saya kembali merawat tanaman di sawah karena pagi-pagi waktu saya tak terlalu banyak.

Saya memang mengharapkan diangkat jadi PNS tapi itu bukan tujuan. Dulu orang tua pernah mengingatkan "Nak jadi guru itu tak seperti yang kau bayangkan, baju berseragam rapi, celana bersetrika, sepatu mengkilat, tas tak pernah lupa dibawa..itu hanya terlihat dari penampilan.. Jauh di lubuk seorang guru mereka menangis melihat kenyataan yang tak seperti penampilan, Bapak tak melarangmu jadi guru tapi pikirkanlah anakku..Ketika kau sudah melangkah pantang untuk menyerah" Aku mantap memilih menjadi seorang guru karena bagiku membagikan ilmu dan pengetahuan adalah tabunganku kelak yang akan terus mengalir saat aku tak lagi menikmati indahnya kehidupan ini.
Mengeluh dengan keadaan justru akan menambah beban pikiran.

Dengan pengabdianku sekarang alhamdulillah saya masih bisa tetap tersenyum, anak dan isteri pun demikian, mereka tak pernah merasa susah meskipun harus hidup sederhana.

Marilah menerima apapun kehendak sang penguasa.. Ada hikmah di balik segala
Ayam menahan lapar demi mengerami telurnya agar menetas
Ulat menahan lapar demi menajadi kupu-kupu yang indah
Ular menahan lapar untuk melepas kulitnya agar lebih cantik
Begitu pun manusia harus mengalami ujian untuk mendapat kesuksesan.

innama'al 'usri yusraan..innama'al 'usri yusraan

Oleh : Ujang Laksana
Baca selengkapnya ...

Panduan Penggunaan Aplikasi Raport Digital (ARD)

Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.
Sebagai langkah awal mengenal Aplikasi Rapor Digital (ARD) sebagaimana Surat Edaran Dirjen Pendis yg telah kami share sebelumnya, berikut kami bagikan pula beberapa Panduan Penggunaan Aplikasi ARD dan Format Isian Siswa & Guru, sebagai gambaran awal dan bahan persiapan bg teman² Operator dan Guru dari jenjang MI, MTs dan MA.

Silakan diunduh panduannya disini:
UNDUH

Sedikit gambaran tentang isian Rincian Data Guru yang harus diinput di Aplikasi Rapor Digital. Silahkan mulai disiapkan, agar nantinya ketika sudah bisa Log In dengan akun masing² bisa langsung dikerjakan tanpa menunggu pengumpulan data.

Jadi, isian yang harus disiapkan adalah:
1. NIP
2. NPWP
3. NUPTK
4. Kata Sandi (untuk log in akun guru)
5. Nama
6. Jenis Kelamin
7. Tempat Lahir
8. Tanggal Lahir
9. Agama
10. Email
11. Telepon
12. Detail Alamat
13. Foto (JPG/PNG)

Untuk input data Guru, ARD sudah menyiapkan file excel yang bisa diunduh di fitur guru. Jadi, gak perlu input 1/1, hanya saja tetap harus dilengkapi datanya. 
Baca selengkapnya ...

29 October 2018

Surat Edaran tentang Penggunaan Aplikasi Raport Digital (ARD) Madrasah

Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.

Dalam rangka efektifitas dan efesiensi pengelolaan penilaian hasil pembelajaran di Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menerbitkan SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar pada MI, Nomor 5162 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar pada MTs dan Nomor 3751 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, disertai dengan Aplikasi Raport Digital (ARD) Madrasah baik jenjang MI, MTs dan MA.

Selengkapnya silahkan baca dibawah ini:
Surat Edaran ARD

Baca selengkapnya ...

Rumah Syekh Muhammad Arsyad Albanjary atau Datu Kelampayan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمٰٓن الرحيم

Rumah Syekh Muhammad Arsyad Albanjary atau Datu Kelampayan
" Bangunan rumah bercat kuning yang merupakan kediaman Syekh Muhammad Arsyad Albanjary atau dikenal Datu Kelampayan masih berdiri kokoh. Rumah itu kini dihuni keturunan beliau, yakni H Sya’rani.
Bangunan dengan ukuran lebar sekitar 9 meter dan panjang 40 meteran itu bersebelahan dengan langgar Hidayah yang merupakan peninggalan Guru Zainal Ilmi. Setiap hari ada saja yang ingin melihat rumah Datu Kelampayan.
Diungkapkan H Sya’rani, umur bangunan diperkirakan sudah berdiri hampir 300 tahun yang lalu. Dengan melihat umur Datu Kelampayan meninggal dunia di usia 105 tahun

Rumah Syekh Muhammad Arsyad Albanjary itu berlokasi di Desa Dalam pagar Ulu Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar.

Peninggalan barang beliau yg sekarang masih ada adalah
1. Al Qur'an, yang di tulis dengan tangan beliau sendiri.

2. Kitab "Hidayatur Rasyidin"
    Kitab tauhid yg di karang dan di Tulis Langsung Oleh datuk kalampayan ketika di mekkah.

3.kitab sabilal Muhtadin
kitab Sabilal Muhtadin inilah kitab beliau yang paling masyhur,kemasyhuran kitab ini menjadi khasanah di beberapa perpustakaan besar yaitu di Mekkah,Mesir,Turki,dan Beirut.kitab ini amat pepoler di seluruh nusantara yang merangkumi  Indonesia,Malaysia,Singapura,Thailand,kamboja dan brunai darussalam.kitab ini merupakan kitab fiqih melayu tersebar luas diseluruh alam melayu,terdapat didalam 2 jili.jilid pertama mempunyai 252 halaman dan jilid kedua 272 halaman.perbincangan dalam kitab ini meliputi dalam persoalan ibadah yang menyentuh thaharah,sholat,puasa,zakat,haji,akikah,korban,dll.

4. Tasbih Datu Kelampayan.
    tasbih ini di perkirakan berumur ratusan tahun kurang lebih 256 tahun.

5. Baju Rumpi
baju Rumpi atau baju rajahan ini adalah baju pelindung diri yang dipakai oleh beliau sebagai pelindung diri dari segala macam serangan, konon jika memakai baju rumpi dalam masyarakat banjar, senjata tajam atau peluru tembakan tidak dapat menembus badan pemakainya.

6, Keris Atau belati
 salah satu senjata yang pernah di gunakan Datu kelampayan

7. Mandau kesultanan banjar.
Mandau ini mempunyai 72 pasak amas,Yg di berikan kepada datuk kalampayan.
Dan sekarang Mandau ini di rawat oleh seorang Juriat Datu Kelampayan di kota Palangkaraya.

8. Arit Yang sering digunakan oleh Datu Kelampayan.

9. Kopiah dan Surban Datu Kelampayan.

10. Baju yang di pakai Datu Kelampayan

11. Tongkat Datu Kelampayan,

13. Piring Datu Kelampayan.
Ini adalah piring makan maulana muhammad arsyad albanjari. Konon ini piring langsung di datangkan langsung dari china. Kebetulan istri maulana ada yg bersuku china, yaitu tuan Goat, atau Hwu Gowat Neon Ralat nama yang benar dari istri Datu Kelampayan adalah Go Hwat Nio .

12. Cermin Datu Kelampayan.

13. Ranjang kelambu Datu Kelampayan.

14. Tempat Penginangan Datu Kelampayan.

' semoga menambah kecintaan kita Terhadap Waliyullah dan para Alim Ulama khususnya  Datu Kita Semua syech Muhammad Arsyad Albanjari.

امن امن يارب العالمين













Baca selengkapnya ...

28 October 2018

RPP Kelas 2 SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2018

RPP Kelas 2 SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2018
RPP Kelas 2 SD/MI
Assalaamu'alaikum  sahabat Hanapi Bani, Pada postingan ini saya akan share RPP Kelas 2 jenjang SD/MI Semester 1/ ganjil Kurikulum 2013 Revisi 2018  yang bisa anda unduh secara gratis.

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) merupakan perangkat pembelajaran yang wajib di miliki oleh setiap Guru. RPP Kurikulum 2013 memuat Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.

RPP kelas 2 k13 revisi 2018 sudah di integrasikan literasi; keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative); dan HOTS (Higher Order Thinking Skill).


RPP kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi terbaru 2018 yang coba kami bagikan ini didalamnya dilengkapi dengan KI1, KI2, KI3 dan KI4, dengan tujuan untuk menumbuhkan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan para peserta didik.

Nah, untuk memudahkan bapak/ibu guru dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13 revisi 2018 kelas 2 bisa mengunduhnya melalui tautan link yang saya sematkan di bawah ini.

RPP Kelas 2 SD/MI Tema 1 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 1 Subtema 1 2 3 4.rar, Unduh

RPP Kelas 2 SD/MI Tema 2 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 2 Subtema 1.rar, Unduh
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 2 Subtema 2.rar, Unduh
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 2 Subtema 3.rar, Unduh
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 2 Subtema 4.rar, Unduh

RPP Kelas 2 SD/MI Tema 3 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 3 Subtema 1.rar, Unduh
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 3 Subtema 2.rar, Unduh
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 3 Subtema 3.rar, Unduh
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 3 Subtema 4.rar, Unduh

RPP Kelas 2 SD/MI Tema 4 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 4 Subtema 1.rar, Unduh
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 4 Subtema 2.rar, Unduh
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 4 Subtema 3.rar, Unduh
RPP K13 Revisi 2017 Kelas 2 Tema 4 Subtema 4.rar, Unduh

RPP Kelas 2 SD/MI Tema 5 6 7 8 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018

  • RPP Kelas 2 Semester 2 Tema 5 Pengalamanku, Unduh File
  • RPP Kelas 2 Semester 2 Tema 6 Merawat Hewan dan Tumbuhan, Unduh File
  • RPP Kelas 2 Semester 2 Tema 7 Kebersamaan, Unduh File
  • RPP Kelas 2 Semester 2 Tema 8 Keselamatan di Rumah dan di Perjalanan, Unduh File

  • Demikian RPP Kelas 1/ I jenjang SD/MI Semester 1 (ganjil) Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.



    Baca selengkapnya ...

    Hukum Sebarkan SMS Berantai

    Tentang SMS Berantai
    Hukum Sebarkan SMS Berantai

    ​Hasil Keputusan  Bahtsul  Masa'il FMPP XXI se-Jawa-Madura dalam Rangka Peringatan Satu Abad PP. Lirboyo

    Deskripsi masalah:

    Ada pesan WA/SMS seperti berikut:

    ​ﺗﻨﺰﻳﻞ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ . ﻟﺘﻨﺬﺭ ﻗﻮﻣﺎ ﻣﺎ ﺃﻧﺬﺭ ﺁﺑﺎﺅﻫﻢ ﻓﻬﻢ ﻏﺎﻓﻠﻮﻥ​

    ​(Tanzilal ‘azizir rahim. litundzira qauman ma undzira abauhum fahum ghafilun)​

    ​​​Kirim ayat surat Yasin ini minimal ke-10 orang, insya Allah 2 jam kemudian kamu akan mendengar kabar baik dan mendapatkan kebahagiaan. Demi Allah ini amanah dari Habib Muh bin Hasan Al-Athas Pekalongan. Mohon jangan dihapus sebelum disebarkan ke-10 orang. Jika tidak, kamu akan mendapatkan sesuatu yang tidak diinginkan."

    Begitulah di antara kalimat SMS gelap yang belakangan marak tersebar di pemilik hand phone. SMS/WA seperti ini banyak menimbulkan keresahan, karena di samping menjanjikan kejutan-kejutan atau kebahagiaan tak terduga, juga menimbulkan ketakutan-ketakutan psikologis karena dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat keramat seperti Rasulullah saw., wali, habib, kiai, ayat-ayat Al-Qur’an, dll. Fenomena seperti ini menyebabkan banyak masyarakat yang tergoda dengan ​​iming-iming atau khawatir dengan ancaman-ancaman​​ dalam SMS/WA, sehingga memilih berspekulasi ​​mencari keuntungan atau mencari selamat dengan menuruti perintah dalam SMS tersebut untuk menyebarkan kembali.​​

    Pertanyaan:

    a. ​Bagaimana hukum mempercayai janji-janji atau ancaman-ancaman bagi penerima SMS seperti dalam deskripsi?​

    b. ​Bagaimana hukum menyebarkan kembali SMS tersebut?​

    Jawaban:

    a. ​Haram​, karena termasuk membenarkan sesuatu yang ghaib yang tidak ada dasarnya baik secara adat, akal atau syariat.

    b. ​Haram​, karena menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

    Referensi:
    1. Buraiqah Mahmudiyyah juz 1 hal. 274
    2. Anwar Al Buruq juz 4 hal. 263
    3. Al Fatawi Al Haditsiyyah juz 1 hal. 469
    4. Fath Al Bari juz 1 Hal. 80
    5. Faidl al Qadir juz 6 hal. 30
    6. Fath Al ‘Aly juz 1 hal. 209
    7. Buraiqah Mahmudiyyah juz 3 hal. 124
    8. Faidl al Qadir juz 5 hal. 2
    9. Az Zawajir “aniqtirafil Kaba-ir juz 2 hal. 169- 176
    10. Al Fiqh Al Islami juz 4 hal. 388

    1. بريقة محمودية ألجزء الأول صحـ 274

    ( وعد التطير من الموهوم يوهم الجواز) بل يدل لقوله (كقرينيه) أي الكي والرقية (بل هو حرام اختلف في كونه كفرا) لنسبة التأثير إلى غيره تعالى (ذكره قاضي خان وغيره) قيل عن البزازية صاحت الطير فقال رجل يموت المريض أو خرج إلى السفر فرجع لصياح العقعق كفر عند بعضهم وقيل لا وهو الأصح كما نقل عن عمدة المفتي لأنه على وجه التفاؤل والأحاديث في منع الطيرة كثيرة نحو { لا عدوى ولا طيرة ولا هامة ولا صفر ولا غول } ونحو { الطيرة شرك } (فظهر أن الطب ليس بفرض) ولا واجب (بل هو مستحب عندنا) وقد سبق من الأحاديث { لكل داء دواء فإذا أصيب دواء الداء برئ بإذن الله تعالى } . عن النووي في شرح مسلم فيه استحباب الدواء وهو مذهب أصحابنا وجمهور السلف وعامة الخلف . قال القاضي في هذه الأحاديث صحة علم الطب وجوازه واستحبابه ورد لمنكر التداوي كغلاة الصوفية لأن فاعل الكل هو الله تعالى والتداوي من قدر الله . ويحتج بهذه الأحاديث ومثله الأمر بالدعاء وقتال الكفار والتجنب عن التهلكة والقصاص والدية على القاتل مع أن الأجل واحد لا يتقدم ولا يتأخر . (وقال الغزالي رحمه الله تعالى في الإحياء إنه) أي الطب (فرض كفاية) لعل هذا إشارة إلى فائدة لفظ عندنا آنفا لكن قد سمعت سابقا كونه كذلك عندنا أيضا أي الحنفية كما في التتارخانية

    2. أنوار البروق في أنواع الفروق الجزء الرابع صحـ 263

    (الفرق التاسع والستون والمائتان بين قاعدة الطيرة وقاعدة الفأل الحلال المباح والفأل الحرام) وهو أن بين الطيرة والفأل التباين الكلي وذلك أنه قد تقدمت حقيقة التطير والطيرة وأحكامها . وأما الفأل فهو ما يظن عنده الخير عكس الطيرة والتطير فإن ما يتطير ويتشاءم به لرؤية أو سماع هو ما يظن عنده السوء والشر ففي العزيزي على الجامع الصغير عند قوله صلى الله عليه وسلم من الحديث الذي رواه ابن ماجه عن جابر بن عبد الله رضي الله عنه { وإذا تطيرتم فامضوا وعلى الله فتوكلوا } أي وإذا خرجتم لنحو سفر أو عزمتم على فعل شيء فتشاءمتم به لرؤية أو سماع ما فيه كراهة فلا ترجعوا وفوضوا أموركم إلى الله - تعالى - لا إلى غيره والتجئوا إليه في دفع شر ما تطيرتم به ا هـ قلت ولا ينافيه ما في الموطإ وغيره { أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما دخل خيبر وأبصر مسحاة وزنبيلا قال الله أكبر خربت خيبر إنا إذا نزلنا بساحة قوم فساء صباح المنذرين } لما تقدم توضيحه فلا تغفل ما ذكر من كون الفأل والطيرة متباين تباينا كليا هو صريح قول صاحب المختار الفأل أن يكون الرجل مريضا فيسمع آخر يقول يا سالم أو يكون طالبا فيسمع آخر يقول يا واجد يقال تفاءل بكذا بالتشديد وفي الحديث { كان يحب الفأل ويكره الطيرة } ا هـ بلفظه . لكن ومقتضى قولهم إنه صلى الله عليه وسلم كان يحب الفأل الحسن أن الفأل أعم مطلقا من الطيرة وأنه عبارة عما يظن عنده الخير أو الشر وذلك أنه تارة يتعين للخير وتارة للشر وتارة يتردد بينهما فالمتعين للخير مثل الكلمة الحسنة يسمعها الرجل من غير قصد نحو يا فلاح يا مسعود ومنه تسمية الولد والغلام بالاسم الحسن حتى متى سمع استبشر القلب ومثل المنظر الحسن يراه الرجل من غير قصد فيستبشر به . ومنه إرسال الرسول الحسن الوجه لقضاء الحوائج وطلب الحوائج ممن كان حسن الوجه أملا في قضائها وفي الحديث { اطلبوا الحوائج عند حسان الوجوه } وعقده الصرصري رحمه الله تعالى بقوله ألا يا رسول الإله الذي هدانا به الله في كل تيه سمعت حديثا من المسندات يسر فؤاد النبيل النبيه وأنك قد قلت فيه اطلبوا الح وائج عند حسان الوجوه ولم أر أحسن من وجهك ال كريم فجد لي بما أرتجيه فهذا فأل حسن مقصود والمتعين للشر مثل الكلمة القبيحة يسمعها الرجل من غير قصد نحو يا خيبة يا ويل ومنه كراهة تسمية الولد والغلام بالاسم القبيح فمن ثم ورد في الصحيح أنه عليه السلام { حول أسماء مكروهة من أقوام كانوا في الجاهلية بأسماء حسنة } - إلى أن قال - فإن وجد عليه افعل أقدم على حاجته التي يقصدها أو لا تفعل أعرض عنها واعتقد أنها ذميمة أو خرج المكتوب عليها غفل أعاد الضرب فهو يطلب قسمه من الغيب بتلك الأعواد فهو استقسام أي طلب القسم الجيد يتبعه والرديء يتركه وكذلك من أخذ الفأل من المصحف أو غيره إنما يعتقد هذا المقصد إن خرج جيدا اتبعه أو رديئا اجتنبه فهو عين الاستقسام بالأزلام الذي ورد القرآن بتحريمه فيحرم ا هـ قال الأصل وما رأيته يعني الطرطوشي حكى في ذلك خلافا والفرق بينه وبين ما هو متعين للخير أو للشر هو أن تحريمه لما فيه من سوء الظن بالله - تعالى - بغير سبب تقتضيه عادة ربانية فالحق بالطيرة وإباحة المتعين للخير لأنه وسيلة للخير من حيث إنه يبعث على حسن الظن بالله - تعالى - وإباحة المتعين للشر لأنه وإن كان وسيلة للشر وسوء ظن بالله - تعالى - إلا أنه بسبب تقتضيه عادة الله - تعالى - وقد تقدم أن عوائد الله إذا دلت على شيء وجب اعتقاده فهذا هو تلخيص الفرق بين التطير والفأل المباح والفأل الحرام هذا توضيح وتنقيح ما في الأصل وصححه ابن الشاط والله - سبحانه وتعالى - أعلم

    3. الفتاوي الحديثية ج الجزء الأول صحـ 46

    وسئلت: عمن وجد مصحف غلطاً هل له أن يصلحه بغير إذن مالكه؟ وكذلك في الكتب. وهل للقارىء بالمصحف الكريم إذا انتهى إلى آخر حِزْبه أن يضع فيه ورقة أو نحوها ليعرف حزبه فيها؟ وهل يجوز وَضْع مصحف على مصحف آخر؟ وهل يجوز أن يكتب في المصحف الوقف أنه وقف على كذا وأن فلاناً وقف؟ وهل يجوز أن يكتب في المصحف الوقف أنه وقف على كذا وأن فلاناً وقف؟ وهل يجوز أن يُحشيِّ المصحف الكريم من التفسير كما يُحشِّي الكتب من الشروح؟ وما حكم كتابة الأحاديث في فضل السور قبل البسملة؟ وهل يجوز وضع المصحف في كوة ظاهرة من غير فرش؟ وهل يحرم مَدُّ الرِجْل إليه وإن بعد عنه؟ وهل يجوز وضعه على ثوب فيه كثير ونيم نحو ذباب؟ وما الذي يلزم مُعلمِّي الصبيان أن يعلموهم من احترام المصحف؟ وهل في التكبير عند آخر كل سورة من الضحى إلى آخر القرآن أثر؟ وما حكم قراءة القرآن العظيم في الطرق المتيقن نجاستها وفي الحمام، وقول «العباب»: ويحرم جعل دراهم مثلاً في ورقة كتب فيها قرآن، هل الورقة التي فيها عِلْم، وورق المكاتبات لها هذا الحكم؟ وهل ثبت أن مؤمني الجن يقرءون القرآن ويعلمون ويتعلمون أحكام الشرع، ويكتبون كما نكتب، ويصلون الصلوات الخمس ويتطهَّرون لها، وما يجب على الآدمي المتزوج منهم لزوجته من المؤن عند من يصحح نكاحهم؟. فأجبت بقولي: نقل الزركشي وغيره عن العبادي أن من استعار كتاباً فوجد فيه غلطاً لم يجز إصلاحه وإن كان مصحفاً وجب، وقيَّده البدر بن جماعة والسراج البلقيني بالمملوك قالا: أما الموقوف فيجوز إصلاحه وظاهر أن محلَّه إذا كان خطُّه مُستصلحاً أي بحيث لا يتعيب به المصحف، والكتاب المصَّلح

    4. فتح الباري لابن حجر الجزء الأول صحـ 80

    قال وأما ظن الغيب فقد يجوز من المنجم وغيره إذا كان عن أمر عادي وليس ذلك بعلم . وقد نقل ابن عبد البر الإجماع على تحريم أخذ الأجرة والجعل وإعطائها في ذلك وجاء عن ابن مسعود قال أوتي نبيكم صلى الله عليه وسلم علم كل شيء سوى هذه الخمس . وعن ابن عمر مرفوعا نحوه أخرجهما أحمد وأخرج حميد بن زنجويه عن بعض الصحابة أنه ذكر العلم بوقت الكسوف قبل ظهوره فأنكر عليه فقال إنما الغيب خمس - وتلا هذه الآية - وما عدا ذلك غيب يعلمه قوم ويجهله قوم

    5. فيض القدير الجزء السادس صحـ 30

    (من أتى عرافا أو كاهنا) وهو من يخبر عما يحدث أو عن شئ غائب أو عن طالع أحد بسعد أو نحس أو دولة أو محنة أو منحة (فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل الله على محمد) من الكتاب والسنة وصرح بالعلم تجريدا وأفاد بقوله فصدقه أن الغرض إن سأله معتقدا صدقه فلو فعله استهزاء معتقدا كذبه فلا يلحقه الوعيد ثم إنه لا تعارض بين ذا الخبر وما قبله لأن المراد إن مصدق الكاهن إن اعتقد أنه يعلم الغيب كفر وإن اعتقد أن الجن تلقي إليه ما سمعته من الملائكة وأنه بإلهام فصدقه من هذه الجهة لا يكفر قال الراغب العرافة مختصة بالأمور الماضية والكهانة بالحادثة وكان ذلك في العرب كثيرا وآخر من روى عنه الأخبار العجيبة سطيح وسواد بن قارب

    6. فتح العلي المالك الجزء الأول صحـ 209 مالكية

    ( ما قولكم) في امرأة تدعى عندنا بالفقيرة تدعي أن الشيخ الفلاني الميت ينزل عليها ويتردد إليها الرجال والنساء بالزيارة والإهداء في يوم معلوم كالجمعة وعند حضور الزائرين تحضر لهم الشيخ ويكلمهم بما في أسرارهم وغيره فهل هذا حقيقة أو كهانة كما كان في الزمن الأول أو سحر فعلى الحاكم الشرعي منعها وأخذها الدراهم على ذلك لا يجوز وهو من أكل أموال الناس بالباطل ؟ أفيدوا الجواب . فأجبت بما نصه - إلى أن قال - فلا يجوز أن يخبر أحد بالمغيبات إخبارا متواليا من غير تخلل غلط وكذب إلا من أخبر عن الله تعالى من نبي أو رسول فاحذر الشك في هذا وأن يخلط عليك بعض من يدعي علم ذلك التفصيل ولا يعرفه ولا يمكنه تعاطيه وهي صنعة الحزر والتخمين ويشاركهم فيه جميع الناس . ومنه ما وقع لابن صياد وكان يتكهن في سورة الدخان { فارتقب يوم تأتي السماء بدخان مبين } فقال هو الدخ فقال عليه الصلاة والسلام اخسأ فلن تعدو قدرك . يريد لا يمكنك الإخبار بالأشياء على تفاصيلها كخبر الأنبياء عليهم الصلاة والسلام . ومنها ما روي أن هرقل نظر في النجوم فرأى أن ملك الختان قد ظهر فإنما أخبر بجملة قد أهمته وأحزنته وكدرت حتى خلع مملكته ولم يظهر له بنظره في النجوم شيء من أحواله عليه الصلاة والسلام وما انطوت عليه بعثته على التفصيل إذ هو من علم الغيب وقد استأثر الله بعلمه ولا يطلع عليه أحد كما يعتقده من أضله الله أعاذنا الله من الشيطان الرجيم ولا نكب بنا عن المنهج المستقيم . ا هـ ففعل هذه المرأة حرام والذهاب إليها حرام ودفع المال لها على ذلك وقبولها له حرام وهو من حلوان الكاهن الذي حرمه النبي صلى الله عليه وسلم فيجب على من بسط الله تعالى يده بالحكم منعها من ذلك وأجره على الله وقال أبو العباس أحمد القباب أما المشتغل بالكهانة بضرب الخط وغيره فذلك من أكبر المناكر وقد جاء في الكهانة كلها أحاديث كثيرة بالنهي عنها وعن سؤاله وتصديقه وقال أيضا أما الذي يضرب الخط وغيره ويخبر بالأمور المغيبات فلا يجوز تصديقه ولا يحل وهو فاسق ويؤدب ا هـ . والله سبحانه وتعالى أعلم وصلى الله على سيدنا محمد وآله وسلم

    7. بريقة محمودية ألجزء الثالث صحـ 124

    ( الثامن والأربعون الفتنة وهي إيقاع الناس في الاضطراب أو الاختلال والاختلاف والمحنة والبلاء بلا فائدة دينية ) وهو حرام لأنه فساد في الأرض وإضرار بالمسلمين وزيغ وإلحاد في الدين كما قال الله تعالى { إن الذين فتنوا المؤمنين والمؤمنات } الآية وقال صلى الله تعالى عليه وسلم { الفتنة نائمة لعن الله من أيقظها } قال المناوي الفتنة كل ما يشق على الإنسان وكل ما يبتلي الله به عباده وعن ابن القيم الفتنة قسمان فتنة الشبهات وفتنة الشهوات وقد يجتمعان في العبد وقد ينفردان ( كأن يغري ) من الإغراء ( الناس على البغي ) من الباغي فقوله ( والخروج على السلطان ) عطف تفسير لأن الخروج عليه لا يجوز وكذا اعزلوه ولو ظالما لكونه فتنة أشد من القتل

    8. فيض القدير الجزء الخامس صحـ 2

    (كفى بالمرء كذبا أن يحدث بكل ما سمع) أي إذا لم يتثبت لأنه يسمع عادة الصدق والكذب ، فإذا حدث بكل ما سمع لا محالة يكذب ، والكذب الإخبار عن الشئ على غير ما هو عليه وإن لم يتعمد ، لكن التعمد شرط الإثم .... إلى أن قال ... كفى بالمرء من الكذب) كذا هو في خط المؤلف وفي رواية العسكري : كفى بالمرء من الكذب كذبا (أن يحدث بكل ما سمع) أي لو لم يكن للرجل كذب إلا تحدثه بكل ما سمع من غير مبالاة أنه صادق أو كاذب لكفاه من جهة الكذب لأن جميع ما سمعه لا يكون صدقا وفيه زجر عن الحديث بشئ لا يعلم صدقه

    9. الزواجر عن اقتراف الكبائرألجزء الثاني صحـ 169 - 176

    الكبيرة العاشرة بعد المائتين ) : إيذاء الجار ولو ذميا كأن يشرف على حرمه أو يبني ما يؤذيه مما لا يسوغ له شرعا- الى أن قال -
    تنبيه : عد هذا كبيرة هو صريح ما في الأحاديث الكثيرة الصحيحة وبه صرح بعضهم .فإن قلت : إيذاء المسلم كبيرة مطلقا فما وجه تخصيص الجار ؟ قلت : كأن وجه التخصيص أن إيذاء غير الجار لا بد فيه أن يكون له وقع بحيث لا يحتمل عادة بخلاف إيذاء الجار فإنه لا يشترط في كونه كبيرة أن يصدق عليه عرفا أنه إيذاء .ووجه الفرق بينهما ظاهر لما علم من هذه الأحاديث الصحيحة من تأكد حرمة الجار والمبالغة في رعاية حقوقه .واعلم أن الجيران ثلاثة : قريب مسلم فله ثلاثة حقوق : حق الجوار وحق الإسلام وحق القرابة .ومسلم فقط فله الحقان الأولان ، وذمي فله الحق الأول فيتعين صونه عن إيذائه ، وينبغي الإحسان إليه فإن ذلك ينتج خيرا كثيرا كما فعل سهل التستري بجاره المجوسي فإنه انفتح من خلائه محل لدار سهل يتساقط منه القذر ، فأقام سهل مدة ينحي ليلا مما يجتمع منه في بيته نهارا فلما مرض أحضر المجوسي وأخبره واعتذر بأنه خشي من ورثته أنهم لا يحتملون ذلك فيخاصمونه ، فعجب المجوسي من صبره على هذا الإيذاء العظيم قال له تعاملني بذلك منذ هذا الزمان الطويل وأنا مقيم على كفري مد يدك لأسلم فمد يده فأسلم ، ثم مات سهل رحمه الله . فتأمل نتيجة الصبر وعاقبته وفقنا الله لذلك وغيره آمين

    10. الفقه الإسلامي وأدلته ألجزء الرابع صحـ 388

    استعمال الحق بوجه مشروع: على الإنسان أن يستعمل حقه وفقاً لما أمر به الشرع وأذن به. فليس له ممارسة حقه على نحو يترتب عليه الإضرار بالغير، فرداً أو جماعةً، سواء أقصد الإضرار أم لا. وليس له إتلاف شيء من أمواله أو تبذيره لأن ذلك غير مشروع. فحق الملكية يبيح للإنسان أن يبني في ملكه ما يشاء وكيف يشاء، لكن ليس له أن يبني بناء يمنع عن جاره الضوء والهواء، ولا أن يفتح في بنائه نافذة تطل على نساء جاره، لإضراره بالجار. واستعمال الإنسان حقه على وجه يضر به أو بغيره هو ما يعرف بالتعسف في استعمال الحق عند فقهاء القانون الوضعي. فإن مارس الإنسان ما ليس حقاً له فلا يسمى تعسفاً وإنما هو اعتداء على حق الغير
    Baca selengkapnya ...

    26 October 2018

    Ketika yang Benar Menjadi Salah, dan Salah Menjadi Benar


    Dewasa ini umat Islam di Indonesia khususnya seperti yang tanpa arah. Di satu sisi mereka beriman, namun di satu sisi mereka bimbang dengan keimanannya. Apakah yang sebenarnya terjadi?. Berawal dari pertanyaan tersebut, jadi  teringat sebuah kisah seorang guru yang memberikan analogi umat Islam dengan kapur dan penghapusnya.
    Ada sebuah kisah, ketika itu seorang guru memberikan penjelasan kepada murid-muridnya. “Anak-anak , di tangan kanan ibu ada sebuah kapur dan di tangan kiri ibu ada sebuah penghapus”.  Ucapnya. “Iya  bu …” jawab anak-anak sekelas. Lalu guru tersebut mulai memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya. “kalau ibu angkat tangan kanan, kalian katakan kapur ya, Nak ? dan bila ibu angkat tangan kiri, maka katakan penghapus?”  tanyanya. Murid-muridnya pun serempak menjawab “iya”.
    Permainan pun di mulai, murid-muridnya begitu antusias mengikuti apa yg diperintahkan gurunya. “gimana mudah kan, Nak ?” sang guru bertanya. “iya Bu, mudah …” jawab murid-muridnya. Lalu guru tersebut memberikan pertanyaan kedua. “Ana-anak, sekarang nama bendanya dibalikan ya? Yang kapur menjadi penghapus dan penghapus menjadi kapur, Mengerti anak-anak….?”. Murid-muridnya pun dengan semangat menunggu perintah yang akan diucapkan oleh gurunya.
    Kemudian sang guru pun melanjutkan permainannya. “ini apa anak-anak?(mengangkat tangan kiri yg menampilakn penghapus) “. Lalu murid-muridnya pun menjawab, hanya sedikit yang benar dan banyak yang salah. Sang guru pun melakukannya beberapa kali hingga murid-muridnya terbiasa dan bisa menjawab dengan benar.
    Permainan pun selesai dan sang guru memberikan penjelasan kepada murid-muridnya. “bagaimana anak-anak permainannya?”. Tanyanya. Murid-muridnya pun menjawab dengan berbagai jawaban. Hanya untuk pertanyaan kedua banyak yang mengeluhkan. “Bu, yang namanya dibalik awalnya agak susah, tapi lama kelamaan terbiasa dan bisa bu (tanya seorang murid dengan senyum bangga)?”.
    Sang guru pun memberikan kesimpulan. “Anak-anak, seperti itulah umat Islam jaman sekarang, ketika awal-awal masih bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, akan tetapi ketika kebenaran itu dibalik menjadi kesalahan dan kesalahan dibalik menjadi kebenaran awalnya tidak terbiasa, akan tetapi karena terus di ulang maka mereka tidak bisa membedakan. Yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah”.
    Kisah di atas merupakan perumpamaan  ghouzul fikri (perang pemikiran) yang dilancarkan dari media ke masyarakat. Pada jaman sekarang media televisi khususnya sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat.  Maka segala informasi dari media televisi menjadi hal biasa, walaupun hal tersebut tidak menutup kemungkinan baik atau buruk.
    Adapun kaitannya dengan kisah di atas adalah informasi yang disampaikan dari media televisi ke masyarakat, anak muda khususnya. Seperti budaya pacaran, hedonisme, dan pergaulan bebas menjadi hal biasa walaupun kita tahu bahwa itu tidak sesuai dengan fitrah sebagai manusia. Namun dikalangan anak muda hal-hal tersebut sudah menjadi kebiasaan yang lumrah dilakukan.
    Inilah hal-hal yang dilakukan oleh musuh Islam kepada anak muda jaman sekarang di Indonesia. Ghouzul Fikri (perang pemikiran) sudah sangat terasa pada saat ini. Melawan orang-orang muslim pada jaman sekarang tidak harus dengan peperangan fisik akan tetapi dengan perang pemikiran. Karena sesunggunya hasil dari perang pemikiran bukan berapa orang yang terbunuh akan tetapi berapa orang yang mengikuti. Musuh Islam tidak memeperdulikan agamanya  diikuti, tapi bagaimana caranya kebiasaan yang dilakukan sama seperti apa yang diinginkan mereka.  Wallahu’alam
    Baca selengkapnya ...

    24 October 2018

    APAKAH ORANG YANG MENJALANKAN HUKUM SELAIN ISLAM ITU MENJADI KAFIR?


    Pertanyaan:
    Assalamu’alaikum. Wr Wb.
    Buya, saya Ramdhan mau bertanya, bagaimana hukumnya orang yang melaksanakan hukum di Indonesia yang bukan hukum Islam? Apakah kita akan menjadi kafir seperti orang yang menjalankan hukumnya orang jahiliyah?
    Jawaban:
    Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
    Hukum Jahiliyah adalah semua hukum yang bertentangan dengan syariat Nabi Muhammad SAW. Bisa di zaman dahulu dan juga bisa di zaman sekarang, bisa di Indonesia dan juga bisa di luar Indonesia. Wajib bagi setiap Muslim untuk menegakkan syari’at Islam. Dimulai dari diri sendiri dan keluarganya. Sungguh omong kosong orang menyeru mendirikan Negara Islam namun aurat istri dan anaknya tidak tertutup atau shalat/puasanya sendiri tidak benar. Mari kita mulai menegakkan syari’at Islam pada diri sendiri kemudian keluarga baru nanti keluar. Sebab hukum Islam ada 3 macam:
    1. Hukum Fard, yaitu hukum yang berkenaan dengan orang perorang dan setiap orang bisa menegakkannya seperti shalat dan menutup aurat.
    2. Hukum Qodho, yaitu hukum antar sesama yang harus diselesaikan oleh seorang qodhi atau hakim seperti persengketaan jual beli dan perselisihan dalam pernikahan.
    3. Hukum Imamah, yaituhukumyanghanyaboleh diterapkan oleh Imam (Negara) dan justru jika ditangani oleh orang perorang akan rancuh dan berantakan, seperti : Hukum potong tangan, cambuk dalam perzinaan dan hukum mati bagi yang murtad.
    Bagi siapapun yang tidak menjalankan hukum Islam, tidak serta merta dikatakan kafir. Dikatakan kafir, jika ia tidak menjalankan syariat Islam karena:
    a. Meyakini hukum Islam tidak benar.
    b. Meyakini hukum selain Islam lebih baik. Sesuai dengan firman Allah SWT:
    وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
    (Q.S. Al-Maidah : 44)
    Bagi yang tidak menjalankan hukum Islam namun masih meyakini kalau syariat Islam adalah syariat yang paling benar, maka :
    1) Jika dia tidak menjalankan hukum padahal tidak ada udzur atau paksaan, maka ia fasik dan dzhalim.
    2) Jika dia tidak menjalankan hukum karena ada udzur atau dipaksa maka ia dimaafkan dan tetap muslim serta tidak dosa (seperti Amar bin Yasin).
    Wallahu a’lam bish-shawab.
    Baca selengkapnya ...

    23 October 2018

    Oknum Anggota Banser Bakar Bendera Tauhid


    Sejumlah oknum anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ansor, Nahdlatul Ulama (NU) Garut membakar bendera berwarna dasar hitam dan bertuliskan aksara arab berwarna putih. Dalam rangka memperingati hari santri, ahad 21 Oktober 2018.

    Bendera yang dibakar banser tersebut merupakan bendera tauhid dalam bahasa Arab yang berbunyi "Laa ilaaha illallah Muhammad Arrosulullah" dengan arti "Tidak Ada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah". 

    Detik pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oknum Banser terekam dalam video berdurasi 02.05 menit.

    Kebenaran pembakaran bendera tauhid dibenarkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

    "Betul. Itu di Garut. Menurut laporannya, kejadian di hari peringatan hari santri kemarin di Garut," ujar Yaqut seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (22/10/2018).

    Yaqut mengklaim bahwa benda yang dibakar anggotanya adalah bendera HTI. Dia yakin anggota di Garut yang terlibat pembakaran memang menganggap itu sebagai bendera HTI, yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

    "Saya yakin teman-teman melihat itu sebagai bendera HTI. Kami enggak ada urusan dengan bendera organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah dan faktanya memang mengancam kedaulatan," kata Yaqut.



    Merujuk dari tayangan dalam video, mulanya, ada satu anggota banser yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan aksara arab. Belasan anggota Banser lainnya kemudian berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera tersebut dengan api. 

    Sebagian dari mereka mengenakan pakaian loreng khas Banser lengkap dengan baret hitam.

    Tak hanya bendera, mereka juga nampak membakar ikat kepala berwarna hitam bertuliskan aksara arab. Agar kedua benda lebih cepat dilalap api, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut. Sementara itu, ada salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar.

    Berikut video detik-detik bendera tauhid dibakar oleh oknum Banser Garut.



    Baca selengkapnya ...

    HUKUM BERSUJUD DI LUAR SHALAT


    Pertanyaan:
    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, saya ibu rumah tangga. Seringkali kita melihat di TV orang yang bergembira tiba-tiba bersujud dengan spontan, sementara dia tidak dalam keadaan shalat. Adakah sujud selain dalam shalat? Haruskah menghadap kiblat? Bagaimana apabila tidak tahu arah kiblat? Mohon penjabaran dari Buya, terima kasih.
    Jawaban:
    Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
    Tentang sujud selain dalam shalat itu ada rinciannya. Ada empat macam sujud yang diperkenankan, yaitu sebagai berikut:
    1. Sujud Dalam Shalat
    2. Sujud Sahwi (sebenarnya ini juga termasuk sujud dalam shalat)
    3. Sujud Tilawah
    4. Sujud Syukur
    Barangkali yang ditanyakan adalah macam sujud yang ke-4 yaitu sujud syukur. Dalam hal sujud syukur ini, sebelum para ulama berbeda pendapat tentang cara melaksanakannya mereka telah berbeda pendapat tentang ada dan tidak adanya sujud syukur. Hampir disepakati oleh ulama Syafi’iyah (Imam Syafi’i) dan Hanabilah (Imam Hanbali) bahwa sujud syukur adalah dianjurkan disaat mendapatkan nikmat atau terhindar dari musibah.
    Ada juga pendapat sebagian kecil ulama Hanafiyah (Imam Hanafi) dan Malikiyah (Imam Malik). Hanya kebanyakan ulama Malikiyah dan Hanafiyah mengatakan sujud syukur tidak dianjurkan. Ulama yang menganjurkan sujud syukur mereka berbeda pendapat akan cara pelaksanaannya.
    Menurut kebanyakan ulama Syafi’iyah dan Hanabilah bahwasanya sujud syukur itu harus memenuhi syarat-syarat dalam shalat (seperti : Menghadap kiblat, bersuci dan menutup aurat). Artinya jika ada orang sujud syukur tanpa menghadap kiblat atau tanpa wudhu atau tanpa menutup aurat maka sujud syukur tersebut tidak sah bahkan haram, jika ia sadar dan tahu kalau itu tidak sah.
    Akan tetapi, ada pendapat sebagian kecil dari pengikut Madzhab Hanbali yang mengatakan bahwa sujud syukur bisa dilakukan tanpa bersuci dan menurut sebagian kecil dari pengikut Madzhab Malik bisa dilakukan tanpa menutup aurat.
    Adapun menghadap kiblat telah disepakati oleh ulama bagi yang tahu kiblat hukum menghadap kiblat adalah wajib dan jika tidak menghadap kiblat maka sujudnya tidak sah dan hukumnya haram.
    Ada lagi perbedaaan di antara ulama, yaitu haruskah dengan takbirotul ihrom, tasyahud dan salam? Kebanyakan ulama Syafi’iyyah dan Hanabilah mengatakan sujud syukur adalah dengan takbirotul ihrom dan salam tanpa ada Tasyahud. Ada sebagian kecil ulama yang mengatakan tanpa takbirotul ihrom dan tanpa salam. Adapun masalah tasyahud hampir disepakati bahwa sujud syukur tidak ada tasyahudnya.
    Dari yang telah diuraikan tentu bisa dimengerti, bahwa apa yang ditanyakan akan adanya orang sujud di TV adalah tidak benar jika mereka memang tidak berwudhu atau tidak menutup aurat atau tidak menghadap kiblat. Namun, jika masih menutup aurat dan menghadap kiblat hal itu masih bisa dianggap sah menurut sebagian kecil ulama, akan tetapi karena masyarakat kita umumnya bermadzhab Syafi’i orang tersebut harus dibimbing agar amalannya bisa sesuai dengan amalan Madzhab Syafi’i.
    Adapun pertanyaan yang ketiga, bagi orang yang tahu arah kiblat dan mampu menghadap kiblat lalu tidak menghadap kiblat maka disepakati oleh para ulama hal itu adalah tidak sah dan haram hukumnya. Keharamannya tidak sampai derajat kafir karena ia masih sujud kepada Allah akan tetapi yang salah caranya.
    Wallahu a’lam bish-shawab
    Sampaikan kepada yang lain, Rosulullah Saw bersabda yang artinya :
    “Barang siapa yg menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya” (HR. Imam Muslim)
    Baca selengkapnya ...

    Translate

    Artikel Terbaru

    Mendikbud Nadiem Umumkan Pengganti Ujian Nasional 2021

    Format seperti  Ujian Nasional  2020 akan menjadi yang terakhir. Mendikbud  Nadiem Makarim  mengungkap program pengganti ujian nasional ...

    Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI