Breaking News

Friday, August 23, 2019

Guru BK Bingung dengan Kurikulum 2013, Masuk Kelas atau Tidak ?


Peran Guru BK di dalam kurikulum 2013 secara ekplisit memang tidak ada keterangan jelas, apakah guru BK harus masuk kelas atau tidak. Ini menjadi polemik bagi beberapa guru BK dan pihak sekolah.

Di dalam kurikulum 2013 ini peran Guru BK memang lebih ditekankan kepada pelayan dan peminatan peserta didik agar nantinya tercapai kematangan karier di masa depan.

Namun, bukan berarti menghapus seluruh kegiatan klasikal, karena bagaimanapun kegiatan klasikal menjadi salah satu bentuk aplikasi dari beberapa layanan BK seperti penyampaian layanan informasi tentang bahaya rokok, miras, tawuran dan materi lainya.

Sangat disayangkan cukup banyak kepala sekolah yang tidak memahami peran guru BK di sekolah, sehingga tidak jarang guru BK hanya diposisikan sebagai polisi sekolah atau hanya menangani anak-anak nakal yang bermasalah.

Kendati pelayanan BK diberikan ketika di luar jam pelajaran pun, tentunya hal ini mengganggu jam istirahat peserta didik, apalagi jika layanan yang diberikan tidak begitu urgen.
Pemanggilan guru BK di luar jam pelajaran hanya akan menjadikan peserta didik merasa tidak nyaman, karena jam istirahat peserta didik yang hanya sebentar telah tersita.
Begitu juga sebelum dan sesudah pulang sekolah, maka kepala sekolah harus memahami bagaimana fungsi guru BK sebagai konselor di sekolah.


Baca selengkapnya ...

Kemenag Umumkan Hasil Seleksi Beasiswa Guru dan Calon Pengawas


Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama mengumumkan hasil seleksi program Beasiswa Strata-2 (S2) bagi guru dan calon pengawas madrasah. Program tersebut dibuka sejak 13 Juni hingga 26 Juli 2019 bagi guru madrasah PNS dan Non PNS, serta Calon Pengawas madrasah di semua jenjang. 
Menurut Kasubdit Bina GTK RA Siti Sakdiyah, program beasiswa S2 ini bersifat sementara dan terbatas yang akan diberikan selama mengikuti pendidikan jenjang dalam jangka waktu 2 tahun atau 4 semester.
“Guru yang mengikuti program ini dibebaskan dari tugas pokoknya sebagai guru selama 4 semester dan kembali lagi menjalankan tugas pokoknya setelah program selesai,” tutur Sakdiyah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/8).
Tahun 2019, Ditjen Pendis menyediakan kuota untuk 200 orang. Kuota itu disebar di 11 Perguruan Tinggi Mitra, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Selain itu, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Alauddin Makasar, Universitas Wahid Hasyim Semarang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Negeri Malang dan STAI Al Hikmah Jakarta..
Sakdiyah menuturkan, program beasiswa S-2 bagi guru dan calon pengawas madrasah adalah ikhtiar Ditjen Pendis dalam upaya pemenuhan kualifikasi dan kompetensi akademik sebagai tenaga pengajar dan pengawas di madrasah.
Dikatakannya, peserta yang lulus administrasi sebanyak 649 peserta namun yang lulus seleksi akademik sesuai kuota yang ada hanya 200 orang. Adapun hasil seleksi dan Penetapan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4652 Tahun 2019 tanggal 22 Agustus 2019, dapat dilihat melalui situs: www.pendis.kemenag.go.id. 
Baca selengkapnya ...

BELAJAR DAN MENGAJARLAH DENGAN KEADAAN TERBAIK



Entah kenapa anak-anak ini kalau saya datang untuk mengajar semua girang riang "Hore... Pak Ustadz rawuh..."

Padahal untuk urusan metode mengajar, saya tergolong biasa-biasa saja. Seringnya malah dengan muka "kereng/galak".

Usut punya usut, setelah saya tafakkuri ternyata sababiyahnya adalah "keadaan yg terbaik".

Bisa dipastikan jika sebelum mengajar saya sudah mandi, wangi, wudlu, sholat Sunnah dan sedikit wirid, pasti anak-anak akan menyambut dengan riang dan antusias.

Tapi jika waktu akan mengajar cuma dgn menata penampilan tanpa menata ruh, pasti seringnya anak-anak akan cuek bebek kurang nyambung dalam pengajaran.

Saya teringat dulu saat sowan Syaikhina KH Maimun Zubair, pernah suatu ketika setelah ditanya "Sangking pundi cung?"
"Sangking Bojonegoro Yai"
"Lenggah mriko nggeh.. "

Saya disuruh duduk di kursi yg jauh dari Syaikhina, padahal kursi di barisan agak dekat dengan beliau masih pada lowong.

Dengan perasaan sedih gak karuan hati ini bergumam "pasti saya ini banyak sekali dosanya dan kejelekan hatinya, Sampai Yai pun mboten kerso saya duduk di tempat yang dekat dengan beliau"

Akhirnya pada pesowanan setelahnya saya berkonsultasi pada santri senior yg biasa duduk di sebelah Syaikhina saat sowan,

"Kang.. apa rahasianya kok Panjenengan bisa lenggah sekeco disilahkan Syaikhina ten kursi barisan depan"

"Begini Mbah.. santri-santri dulu itu kalau mau sowan Yai, paling tidak puasa 2-3hari baru berani sowan. Sebelum berangkat harus keadaan suci wangi dan sholat Sunnah dulu. Kalau sudah seperti itu bisa dipastikan akan disambut gembira oleh Syaikhina. Kalau asal sowan saja ya dapatnya pasti kursi barisan belakang"

___________________________

Begitulah ilmu dan ahlul Ilmi, jika dalam "menyerapnya" maupun "menyampaikannya" disiapkan dengan kebersihan dhohir dan batin niscaya akan disambut gembira oleh guru maupun para murid di depannya.

من يرد الله به خيرا يفقهه فى الدين
قال السيد محمد بن علوي المالكي: خيرا اى حسن الخاتمة

Wallahul musta'an

Oleh: Ustadz Khafif Ahmaruddin
Baca selengkapnya ...

Thursday, August 22, 2019

Sistem Pembelajaran PPG Pendidikan Agama Islam Diapresiasi


Penggunaan Learning Management  System (LMS) dalam pembelajaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) diapresiasi pengguna. LMS ini didesain Direktorat PAI Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama. 
"Pada awalnya ketika kami mengenal LMS PAI, kami mengeluh dan mengungkapkan kesulitan mengoperasikannya. Tapi ketika kami disuguhi model  lainnya, kami mengapresiasi kemudahannya," ungkap salah satu dosen UIN Pekanbaru yang ikut dalam evaluasi LMS PPG PAI di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Rabu (21/08).
Dalam rangka penyempurnaan, LMS dievaluasi secara simultan oleh para pengelola PPG dan dosen/instruktur pengampu model daring di sejumlah kampus. Evaluasi digelar di UIN STS Jambi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Alauddin Makasar, UIN Sunan Ampel, IAIN Samarinda, UIN Susqa Pekanbaru dan terakhir di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dari serangkaian pertemuan tersebut, teridentifikasi sejumlah keunggulan LMS. Pertama, LMS Dit PAI dinilai user friendly bagi guru-guru PAI, termasuk bagi mereka yang selama ini masih kurang familiar dengan teknologi informasi. "Guru PAI yang menjadi peserta PPG yang rerata berusia di atas 45 tahun memiliki kendala tersendiri dalam merespon perkembangan teknologi informasi," kata Kasi Bina Akademik Subdit PAI pada Perguruan Tinggi Umum Anis Masykhur. 
"Display LMS ini kami pikirkan betul-betul yang mencoba menggabungkan dan memodifikasi LMS-LMS yang ada," lanjutnya.
Keunggulan kedua, LMS Dit PAI memberikan ruang bagi dosen sebagai instruktur untuk melakukan kurasi atas dokumen-dokumen yang disediakan sistem. Sebagaimana diketahui bahwa instruktur pembelajaran daring ini tidak boleh menerima mentah-mentah dokumen yang disediakan. Dosen harus melakukan kurasi atas materi (modul), video, bahan presentasi dan jurnal, jika dirasa kurang cocok atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. 
"Di LMS ini Dosen dapat memberikan soal-soal latihan yang lebih berkualitas daripada yang disediakan," jelas Anis.
Ketiga, struktur LMS Dit PAI terlihat sistematis meski kompleksitasnya masih rendah. "Model plotincg kelas, modul dan dosen mendorong instruktur dan peserta untuk lebih berdisiplin dengan kesepakatan yang dibangun kedua belah pihak," ujar Anis.
Selain mengapresiasi kelebihan LMS PAI, para pengelola mengusulkan penyempurnaan di beberapa aspek. Pertama, rentang nilai agar didesain ulang, tidak terlalu jauh rentangnya. "Menu dalam penilaian hasil diskusi, saya usulkan rentangnya 5 saja atau dosen dibiarkan menilai sendiri dari 60 sampai 100," usul Walid dari UIN Malang. 
Kedua, agar diberi panduan di menu dosen per pemberian tugas. "Misalkan saja di tugas resume, rambu-rambu membuat resume harus ditampilkan. Bisa disediakan atau sistem sudah menyediakan," usul salah satu dosen IAIN Samarinda.
Ketiga, perlu ada semacam penyamaan persepsi bagaimana menjadi instruktur daring yang baik.
Anis berharap, hasil evaluasi ini akan semakin menyempurnakan desan LMS Dit PAI di tahun mendatang. 
Baca selengkapnya ...

Download Buku Guru dan Buku Siswa Fikih MI Kelas 1,2,3,4,5 dan 6


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com

Keberadaan buku tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Sebagai media dan sumber belajar keberadaannya tentu sangat dibutuhkan.

Pada kali ini kami akan membagikan buku Fikih untuk tingkat MI untuk semua kelas, dari dari kelas 1 hingga kelas 6. Baik buku Guru maupun buku siswanya.

Buku ini bisa Sobat print, atau hanya buka di android atau laptop. Hal ini tentunya bida lebih mempermudah seorang guru maupun siswa dalam proses pembelajaran.

Akhirnya,  kami hanya bisa berharap semoga artikel ini ada manfaatnya baik di dunia maupun akhirat.

Bismillaah,  silahkan di download:



  • Buku Siswa Fikih Mi Kelas 1 [Download]
  • Buku Siswa Fikih Mi Kelas 2 [Download]
  • Buku Siswa Fikih Mi Kelas 3 [Download]
  • Buku Siswa Fikih Mi Kelas 4 [Download]
  • Buku Siswa Fikih Mi Kelas 5 [Download]
  • Buku Siswa Fikih Mi Kelas 6 [Download]
Baca selengkapnya ...

Mengenal Simadrius, Maskot Kompetisi Sains Madrasah 2019


 “Simadrius” dipilih sebagai maskot Kompetisi Sains Madrasah, Madrasah Young Researcher Super Camp dan Science Expo Madrasah atau KSM 2019. Adapun tema yang diangkat pada KSM tahun ini adalah "Integrasi Sains dan Islam untuk Madrasah Hebat Bermartabat”.
KSM tingkat nasional ini akan berlangsung dari 16 sampai 20 September 2019 di Manado Sulawesi Utara.
Lantas apakah “Simadrius” itu? Simadrius adalah singkatan dari “Siswa Madrasah Serius”. Simadrius disimbolkan dengan Tarsius, hewan langka yang terdapat di Sulawesi Utara (Manembo – Nembo Kota Bitung). Meski tubuhnya kecil, namun Simadrius punya semangat, pandangan matanya terang dan luas, memiliki bulu yang lembut dan jinak, serta ramah bersahabat.
Pada KSM 2019, maskot yang digunakan adalah Tarsius memeluk komputer layar TV LED. Ini menjadi simbol bahwa ilmu pengetahuan saat ini lebih mudah didapatkan lewat info media elektronik, dan penggunaan IT memudahkan manusia dalam bekerja.
"Tarsius memegang Lup dan alat teropong,  membantu pandangan matanha untuk mengamati benda terkecil atau makluk hidup terkecil mikro organisme dalam penelitian ilmu pengetahuan," kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar di Jakarta, Selasa (20/8).
Selain itu, “Logo KSM 2019 ini mempunyai makna filosofis tersendiri. Ilustrasi fauna Tarsius menunjukkan identitas hewan langka khas Sulawesi Utara. Pohon kelapa mencerminkan daerah Nyiur Melambai di Manado sebagai penghasil perkebunan kelapa terbesar. "Simbol kelapa serba bisa dan bermanfaat, dua pohon kelapa keseimbangan dalam hidup, toleransi kerukunan agama suku bangsa," ujar Umar.
Adapun gunung, kata Umar, mencerminkan perjalanan kehidupan dari awal sampai puncak tertinggi untuk meraih cita-cita sukses. Warna kuning simbol ilmu pendidikan, dan pengetahuan yang begitu banyak, bagaikan emas. 
"Jika orang berilmu, tidak akan sengsara bahkan kelaparan," tuturnya.
Bagaimana dengan laut? Kata Umar,  itu mengartikan daerah Manado Sulut yang dikelilingi lautan sebagai daerah maritim. Luas lautan bagaikan ilmu yang luas terbentang. "Ilmu tidak terbatas dan belajar ilmu sedalam-dalamnya lautan," jelas Umar.
Dalam maskot,  terdapat tulisan KSM, berbentuk huruf dari molekul-molekul Ilmu Pengetahuan Alam. Juga ada lima arsiran warna-warni membentuk lingkaran, melambangkan lima pulau besar Indonesia Bersatu. "Sasaran kegiatan KSM 2019 adalah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA)," pungkasnya.
Baca selengkapnya ...

Tuesday, August 20, 2019

BUNG KARNO BANGKIT DARI KUBUR


BUNG KARNO BANGKIT DARI KUBUR

Dia haus ingin minum
Ku suguhkan air mineral
Dia hanya bingung tak mau minum
Karena tanah airnya tinggal tanah

SEDANGKAN AIRNYA SUDAH MILIK PRANCIS

Kuseduhkan segelas teh celup
Dia hanya termenung tak mau minum
Karena kebun tehnya tinggal kebun
Lahan tebunya tinggal lahan

GULANYA MILIK MALAYSIA, TEHNYA INGGRIS YANG PUNYA

Lalu ku bukakan susu kaleng
Bung Karno hanya menggeleng
Kandang sapinya tinggal kandang

SEDANGKAN SAPINYA MILIK SELANDIA BARU, DIPERAH SWISS DAN BELANDA

BUNG KARNO BANGKIT DARI KUBUR

Dia lapar ingin sarapan
Kuhidangkan nasi putih,
Dia tak mau makan hanya bersedih
Karena sawahnya tinggal sawah
Lumbung padinya tinggal lumbung.

PADINYA MILIK VIETNAM, BERASNYA MILIK THAILAND

Kusulutkan sebatang rokok
Dia menggeleng tak mau merokok
Tembakau memang miliknya, Cengkehnya dari kebunnya

TAPI PABRIKNYA MILIK AMERIKA

BUNG KARNO BINGUNG DAN BERTANYA-TANYA :

Sabun, pasta gigi kenapa Inggris yang punya, Toko2 milik Prancis dan Malaysia Alat komunikasi punya Qatar dan Singapura Mesin dan perabotan rumah tangga Kenapa dikuasai Jepang, Korea dan Cina

BUNG KARNO TERSUNGKUR KETANAH, HATINYA SAKIT TERIRIS-IRIS

Setelah tau emasnya dikeruk habis, Setelah tau minyaknya dirampok iblis,
Bung Karno menangis darah

INDONESIA KEMBALI TERJAJAH INDONESIA TELAH MELUPAKAN SEJARAH

Mari Viralkan biar pemerintah sadar dan rakyat merasakan merdeka yg sesungguhnya.                   ✊⭐🎖🇮🇩
Baca selengkapnya ...

Sunday, August 18, 2019

17 Agustusan di Kota Makkah, Upacara di Jalanan hingga Penuturan Syair Madihin Banjar


Hari Kemerdekaan 17 Agustus  merupakan salah satu hari yang selalu disambut dengan gegap gempita oleh seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali para jemaah dan petugas haji Indonesia yang saat ini berada di Kota Makkah, Arab Saudi. Berbagai  kegiatan digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74, hari ini. 
Di Sektor 2 Makkah misalnya, menggelar upacara di halaman Kantor Sektor 2, Hotel 236, Syisyah, Makkah. Hadir sebagai inspektur upacara Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadhan Harisman.
"Alhamdulillah kita memperoleh izin dari aparat setempat untuk melakukan upacara di jalan depan hotel 236 ini. Mendapatkan izin ini bukan perkara yang mudah di Arab Saudi. Maka, kami amat berterimakasih atas izin yang diberikan," ujar Kepala Sektor 2 Makkah Kaswad Sartono, Sabtu (17/08).
Gelaran upacara ini meninggalkan kesan tersendiri bagi jemaah yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi  Makassar (UPG 01) Andi Manaf. "Mengikuti  upacara di tanah suci ini, terharu saya. Ini pertama kali saya upacara hari kemerdekaan di luar negeri. Dan ini ramai sekali," kata Manaf, sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya. 
Tak hanya di jalan, Upacara Hari Kemerdekaan juga dilakukan di roof top Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah. Upacara ini diikuti oleh ratusan tenaga medis yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1440H/2019M. 
"Hari ini kita memperingati Hari Kemerdekaan negara kita tercinta di tanah suci, di Kota Makkah Al Mukarramah. Menunjukkan bahwa cinta kepada tanah air tidak terhalang oleh batas-batas negara," kata Kepala Badan Litbang Kesehatan Siswanto yang bertindak  sebagai inspektur  upacara. 
Hari Kemerdekaan RI ke-74 di Makkah juga diramaikan dengan lomba-lomba yang digelar pada masing-masing sektor. Misalnya, di sektor 10 dan 7, digelar lomba balap karung, makan kerupuk, pingpong, dan sebagainya. 
Menariknya, tak jarang lomba-lomba ini digelar dengan difasilitasi oleh para pemilik hotel yang nota bene bukan warga negara Indonesia. "Kami sengaja membuat perayaan hari kemerdekaan ini, agar jemaah Indonesia merasa senang," tutur pemilik hotel Rizq Palace Bassam Abdulrazzaq. 
Pria berkebangsaan Arab ini berharap, meskipun berada di tanah suci, jemaah tetap dapat merasakan perayaan hari kemerdekaan seperti di tanah air. 
Lain lagi dengan cara yang dilakukan jemaah asal embarkasi Banjarmasin (BDJ) untuk mengobati rasa rindu kampung halaman di Hari Kemerdekaan. Jemaah yang berada di sektor 9, yang terletak di zona Ray Bakhsy ini mengisi hari kemerdekaan dengan mendengarkan Madihin Banjar. 
Setelah melaksanakan upacara, jemaah dan petugas di sektor 9  berkumpul untuk mengikuti pertunjukan kesenian tutur khas Banjar ini. Tanpa latihan dan tanpa teks, Pemadihin Anang Syahrini menuturkan Madihin sambil menggunakan bekas galon air mineral sebagai gendang. Ia kemudian bertutur dengan lancar syair yang dilagukan bertema “Tanah Suci dan Proklamasi”.
Para jemaah pun tampak larut dengan syair-syair Madihin yang dibacakan secara berrima. Kegembiraan dan keceriaan pun terekam jelas dalam raut jemaah dan petugas. Dari Makkah, banyak doa dilangitkan oleh para jemaah di Hari Kemerdekaan Indonesia.
Baca selengkapnya ...

MAKHLUK PALING HINA


بسم الله الرحمان الرحيم. الحمد لله الّذى أرسل المرسلين كافة للنّاس مبشّرين و منذرينأشهد ان لا اله الاّ الله ولا نعبد الاّ ايّاه مخلصين له الدّينوأشهد انّ محمّدا رسول الله لا نبيّ بعدهاللّهمّ صلّ صلاة كاملة وسلّم سلاما تامّا على سيّدنا محمّد وعلى اله واصحابه ومن تبعه بإحسان الى يوم الدّينامّا بعد.

Di sebuah pondok pesantren, terdapat seorang santri yang tengah menuntut ilmu pada seorang Kyai. Sudah bertahun-tahun lamanya si santri belajar. Hingga tibalah saat dimana dia akan diperbolehkan pulang untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sebelum Santri pulang, Kyai memberikan sebuah ujian padanya. Pak Kyai berkata pada santrinya.

"Sebelum kamu pulang, dalam tiga hari ini, aku ingin meminta kamu mencarikan seorang ataupun makhluk yang lebih hina dan buruk dari kamu." ujar sang Kyai.

"Tiga hari itu terlalu lama Kyai, hari ini saya bisa menemukan banyak orang atau makhluk yang lebih buruk daripada saya.” jawab Santri penuh percaya diri.

Sang Kyai tersenyum seraya mempersilakan muridnya membawa seseorang ataupun makhluk itu kehadapannya. Santri keluar dari ruangan Kyai dengan semangat, karena menganggap begitu mudah ujian itu.

Hari itu juga si Santri berjalan menyusuri jalanan. Ditengah jalan, dia menemukan seorang pemabuk berat. Menurut pemilik warung yang dijumpainya, orang tersebut selalu mabuk-mabukan setiap hari. Pikiran si Santri sedikit tenang. Dalam hatinya dia berkata.,

“Pasti dia orang yang lebih buruk dariku. Setiap hari dia habiskan hanya untuk mabuk-mabukan, sementara aku selalu rajin beribadah.”

Namun dalam perjalanan pulang si Santri kembali berpikir.

"Sepertinya si pemabuk itu belum tentu lebih buruk dariku. Sekarang dia mabuk-mabukan, tapi siapa yang tahu di akhir hayatnya Allah justru mendatangkan hidayah hingga dia bisa khusnul khotimah? Sedangkan aku yang sekarang rajin ibadah, kalau diakhir hayatku Allah justru menghendaki suúl khotimah, bagaimana? Berarti pemabuk itu belum tentu lebih jelek dariku,” ujarnya bimbang.

Santri itu pun kemudian kembali melanjutkan perjalanannya mencari orang atau makhluk yang lebih buruk darinya.

Di tengah perjalanan, dia menemukan seekor anjing yang menjijikkan. Karena selain bulunya kusut dan bau, anjing tersebut juga menderita kudisan.

“Akhirnya ketemu juga makhluk yang lebih jelek dari aku. Anjing ini tidak hanya haram, tapi juga kudisan dan menjijikkan” teriak Santri dengan girang.

Dengan menggunakan karung beras, si Santri kemudian membungkus anjing tersebut untuk dibawa ke Pesantren. Namun ditengah jalan, tiba-tiba dia kembali berpikir,

“Anjing ini memang buruk rupa dan kudisan. Namun benarkah dia lebih buruk dari aku? Oh tidak, kalau anjing ini meninggal, maka dia tidak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dilakukannya di dunia. Sedangkan aku harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan selama di dunia dan bisa jadi aku akan masuk ke neraka."

Akhirnya si santri menyadari bahwa dirinya belum tentu lebih baik dari anjing tersebut.

Hari semakin sore. Si Santri masih mencoba kembali mencari orang atau makluk yang lebih jelek darinya. Namun hingga malam tiba, dia tak jua menemukannya.. Lama sekali dia berpikir, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke pesantren dan menemui sang Kyai.

"Bagaimana anakku, apakah kamu sudah menemukannya?" tanya sang Kyai.

"Sudah, Kyai," jawabnya seraya tertunduk.

"Ternyata diantara orang atau makluk yang menurut saya sangat buruk, saya tetap paling buruk dari mereka," ujarnya perlahan.

Mendengar jawaban sang murid, Kyai tersenyum lega,

"Alhamdulillah.. kamu dinyatakan lulus dari pondok pesantren ini, anakku," ujar Kyai terharu.

Kemudian Kyai berkata,

"Selama kita hidup di dunia, jangan pernah bersikap sombong dan merasa lebih baik atau mulia dari orang ataupun makhluk lain. Kita tidak pernah tahu, bagaimana akhir hidup yang akan kita jalani. Bisa jadi sekarang kita baik dan mulia, tapi diakhir hayat justru menjadi makhluk yang seburuk-buruknya. Bisa jadi pula sekarang kita beriman, tapi di akhir hayat, setan berhasil memalingkan wajah kita hingga melupakanNya,"

Rasulullah SAW bersabda,

"Tidak akan masuk ke dalam surga orang yang dihatinya ada kesombongan meskipun sebesar biji sawi. (HR. Muslim nomor 91).

Semoga sedikit ilmu yang di titipkan Allah SWT di hati kita tidak menjadikan kita sombong dalam segala urusan. Kisah hikmah ini boleh dibagikan (di share) di Facebook, Whatsapp, Telegram masing-masing, agar teman-teman serta Sobat kita juga bisa membacanya. Sehingga dengan begitu kisah hikmah ini bisa lebih bermanfaat untuk orang banyak.

Semoga di sisa umur yang Allah berikan, kita dapat mempergunakannya sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal saleh dan bukan hanya disibukkan dengan urusan duniawi belaka. Dan semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat. Aamiin ya Rabbal 'alamin... Khairun naas yanfaun linnas..
Baca selengkapnya ...

Saturday, August 17, 2019

MALAIKAT PUN DI HUKUM ALLAH SWT ﷻ


۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

Suatu hari turun Malaikat JIBRIL menemui RASULLULLAH ﷺ dan bercerita, "Di langit ada seorang malaikat yang duduk di atas singgasana dengan dikelilingi 70.000 malaikat lain sebagai pelayannya"

Dari setiap hembusan nafas malaikat tersebut, ALLAH ﷻ menciptakan lagi seorang malaikat.
Jadi tidak terhitung banyaknya malaikat yang kemudian menjadi pelayannya.

Namun saat ini kulihat dia sedang berada di gunung QAF dengan kedua sayapnya yang patah, tanpa seorang malaikat pun yang mendampinginya...

Ketika melihatku, ia berkata, "Wahai JIBRIL, adakah engkau mau menolongku?" Aku bertanya, "Apa salahmu?"

Ia menjawab, "Pada malam MI'RAJ ketika Nabi MUHAMMAD ﷺ lewat di depan singgasanaku, aku tidak berdiri untuk menyambutnya. Kemudian ALLAH ﷻ menghukumku dengan keadaan yang kau lihat sekarang ini."

JIBRIL melanjutkan ceritanya, "Kemudian aku menghadap kepada ALLAH ﷻ dan memohonkan ampun untuknya.

ALLAH ﷻ berfirman, "Wahai JIBRIL, katakanlah kepadanya agar membaca Sholawat kepada MUHAMMAD ﷺ "

Malaikat itu lalu membaca Sholawat untukmu, dan ALLAH ﷻ mengampuninya serta mengembalikan kedua sayapnya juga mendudukannya kembali di singgasananya.

Sumber :
Kitab MUKASYAFATUL QULUB* bab XIX hal 143 karya HUJJATUL ISLAM AL IMAM AL GHAZALI

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا,
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ ‎
Baca selengkapnya ...

Friday, August 16, 2019

Kenapa Imam Mazhab Tidak Pakai Hadits Bukhari dan Muslim?

AHLI HADITS BERMAZHAB SYAFI'I
Kenapa para Imam Mazhab seperti Imam Syafi'i tidak memakai hadits Sahih Bukhari dan Sahih Muslim yang dikatakan sebagai 2 kitab hadits tersahih? Untuk tahu jawabannya, kita harus paham sejarah. Serta paham dengan biografi tokoh-tokoh hadits tersebut.
Tahun Lahir Imam Mazhab dan Hadits
Kita ambil contoh Imam Hanafi, beliau dilahirkan tahun 80 Hijriyah. Sementara Imam Bukhari lahir tahun 196 H dan Imam Muslim lahir tahun 204 H. Artinya Imam Hanafi sudah ada 116 tahun sebelum Imam Bukhari lahir. 
Moga sampai disini sudah bisa dipahami.
Apakah hadits para Imam Mazhab lebih lemah dari Sahih Bukhari dan Sahih Muslim?
Justru sebaliknya. "Lebih kuat" karena mereka lebih awal lahir daripada Imam Hadits tsb.
Rasulullah SAW bersabda, خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ “Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku (Sahabat), kemudian yang sesudahnya (Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (Tabi’ut Tabi’in).”[HR. Al-Bukhari no. 2652 dan Muslim no. 2533 ]
Siapakah pengikut ulama SALAF sebenarnya?
1) Imam Hanafi lahir:80 hijrah
2) Imam Maliki lahir: 93 hijrah
3) Imam Syafie lahir:150 hijrah
4) Imam Hanbali lahir:164 hijrah
Jadi kalau ada manusia akhir zaman yang berlagak jadi ahli hadits dgn menghakimi pendapat Imam Mazhab dgn Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, ya keblinger. Hasil “ijtihad” mereka pun berbeda-beda satu sama lain…
Biar kata misalnya menurut Sahih Bukhari misalnya sholat Nabi begini-begini dan beda dengan sholat Imam Mazhab, namun para Imam Mazhab seperti Imam Malik melihat langsung cara sholat puluhan ribu anak-anak sahabat Nabi di Madinah. Anak2 sahabat ini belajar langsung ke Sahabat Nabi yang jadi bapak mereka. Jadi lebih kuat ketimbang 2-3 hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari 100 tahun kemudian.
Imam Bukhari dan Imam Muslim pun meski termasuk pakar hadits paling top, tetap bermazhab. Mereka mengikuti mazhab Imam Syafi’ie. Ini adalah Imam Hadits yang mengikuti Mazhab Syafi’ie: Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasa’i, Imam Baihaqi, Imam Turmudzi, Imam Ibnu Majah, Imam Tabari, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Abu Daud, Imam Nawawi, Imam as-Suyuti, Imam Ibnu Katsir, Imam adz-Dzahabi, Imam al-Hakim.
Lho apa kita tidak boleh mengikuti hadits Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dsb? Ya boleh sebagai pelengkap. Tapi jika ada hadits yang bertentangan dengan ajaran Imam Mazhab, yang kita pakai adalah ajaran Imam Mazhab. Bukan hadits tsb. Wong para Imam Hadits saja kan mengikuti Mazhab Syafi’ie? Tidak pakai hadits mereka sendiri?
Menurut Ustad Ahmad Sarwat, Lc., MA, banyak orang awam yang tersesat karena mendapatkan informasi yang sengaja disesatkan oleh kalangan tertentu yang penuh dengan rasa dengki dan benci. Menurut kelompok ini Imam Mazhab yang 4 itu kerjaannya cuma merusak agama dengan mengarang-ngarang agama dan menambah-nambahi seenaknya. Itulah fitnah kaum akhir zaman terhadap ulama salaf asli.
Padahal Imam Mazhab tsb menguasai banyak hadits. Imam Malik merupakan penyusun Kitab Hadits Al Muwaththo. Dengan jarak hanya 3 level perawi hadits ke Nabi, jelas jauh lebih murni ketimbang Sahih Bukhari yang jaraknya ke Nabi bisa 6-7 level. Begitu pula Imam Ahmad yang menguasai 750.000 hadits lebih dikenal sebagai Ahli Hadits ketimbang Imam Mazhab.
Ada tulisan bagus dari Ustad Ahmad Sarwat, Lc., MA, yaitu:

Penelitian Hadits Dilakukan Oleh Empat Imam Mazhab

Di antaranya Ustad Ahmad menulis bahwa para imam mazhab yang empat, Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal, sama sekali tidak pernah menggunakan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Kenapa?
Pertama, karena mereka lahir jauh sebelum Bukhari (194-265 H) dan Muslim (204-261 H) dilahirkan. Sementara Imam Malik wafat sebelum Imam Bukhari lahir. Begitu pula saat Imam Syafi’ie wafat, Imam Bukhari baru berumur 8 tahun sementara Imam Muslim baru lahir. Tidak mungkin kan para Imam Mazhab tsb berpegang pada Kitab Hadits yang belum ada pada zamannya?
Kedua, menurut Ustad Ahmad, karena keempat imam mazhab itu merupakan pakar hadits paling top di zamannya. Tidak ada ahli hadits yang lebih baik dari mereka.
Ketiga, karena keempat imam mazhab itu hidup di zaman yang lebih dekat ke Rasulullah SAW dibanding Imam Bukhari dan Imam Muslim, maka hadits mereka lebih kuat dan lebih terjamin keasliannya ketimbang di masa-masa berikutnya.
Dalam teknologi, makin ke depan makin maju. Komputer, laptop, HP, dsb makin lama makin canggih. Tapi kalau hadits Nabi, justru makin dekat ke Nabi makin murni. Jika menjauh dari zamannya, justru makin tidak murni, begitu tulis Ustad Ahmad Sarwat.
Keempat, justru Imam Bukhari dan Muslim malah bermazhab Syafi’ie. Karena hadits yang mereka kuasai jumlahnya tidak memadai untuk menjadi Imam Mazhab. Imam Ahmad berkata untuk jadi mujtahid, selain hafal Al Qur’an juga harus menguasai minimal 500.000 hadits. Nah hadits Sahih yang dibukukan Imam Bukhari cuma 7000-an. Sementara Imam Muslim cuma 9000-an. Tidak cukup.
Ada beberapa tokoh yang anti terhadap Mazhab Fiqih yang 4 itu kemudian mengarang-ngarang sebuah nama mazhab khayalan yang tidak pernah ada dalam sejarah, yaitu mazhab “Ahli Hadits”. Seolah2 jika tidak bermazhab Ahli Hadits berarti tidak pakai hadits. Meninggalkan hadits. Seolah2 para Imam Mazhab tidak menggunakan hadits dalam mazhabnya. Padahal mazhab ahli hadits itu adalah mazhab para ulama peneliti hadits untuk mengetahui keshahihan hadits dan bukan dalam menarik kesimpulan hukum (istimbath).
Kalaulah benar pernah ada mazhab ahli hadits yang berfungsi sebagai metodologi istimbath hukum, lalu mana ushul fiqihnya? Mana kaidah-kaidah yang digunakan dalam mengistimbath hukum? Apakah cuma sekedar menggunakan sistem gugur, bila ada dua hadits, yang satu kalah shahih dengan yang lain, maka yang kalah dibuang?
Lalu bagimana kalau ada hadits sama-sama dishahihkan oleh Bukhari dan Muslim, tetapi isinya bertentangan dan bertabrakan tidak bisa dipertemukan?
Imam Syafi’ie membahas masalah kalau ada beberapa hadits sama-sama shahihnya tetapi matannya saling bertentangan, apa yang harus kita lakukan? Beliau menulis kaidah itu dalam kitabnya : Ikhtilaful Hadits yang fenomenal.
Cuma baru tahu suatu hadits itu shahih, pekerjaan melakukan istimbath hukum belum selesai. Meneliti keshahihan hadits baru langkah pertama dari 23 langkah dalam proses istimbath hukum, yang hanya bisa dilakukan oleh para mujtahid.
Entah orientalis mana yang datang menyesatkan, tiba-tiba muncul generasi yang awam agama dan dicuci otaknya, dengan lancang menuduh keempat imam mazhab itu sebagai  bodoh  dalam ilmu hadits. Hadits shahih versi Bukhari dibanding-bandingkan secara zahir dengan pendapat keempat mazhab, seolah-olah pendapat mazhab itu buatan manusia dan hadits shahih versi Bukhari itu datang dari Allah yang sudah pasti benar. Padahal cuma Al Qur’an yang dijamin kebenarannya. Hadits sahih secara sanad, belum tentu sahih secara matan. Meski banyak hadits yang mutawattir secara sanad, sedikit sekali hadits yang mutawattir secara matan. Artinya susunan kalimat atau katanya sama persis.
Orang-orang awam dengan seenaknya menyelewengkan ungkapan para imam mazhab itu dari maksud aslinya : “Bila suatu hadits itu shahih, maka itulah mazhabku”. Kesannya, para imam mazhab itu tidak paham dengan hadits shahih,  lalu menggantungkan mazhabnya kepada orang-orang yang hidup dua tiga abad sesudahnya.
Padahal para ulama mazhab itu menolak suatu pendapat, karena menurut mereka hadits yang mendasarinya itu tidak shahih. Maka pendapat itu mereka tolak sambil berkata,”Kalau hadits itu shahih, pasti saya pun akan menerima pendapat itu. Tetapi berhubung hadits itu tidak shahih menurut saya, maka saya tidak menerima pendapat itu”. Yang bicara bahwa hadits itu tidak shahih adalah profesor ahli hadits, yaitu para imam mazhab sendiri. Maka wajar kalau mereka menolaknya.
Tetapi lihat pengelabuhan dan penyesatan dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Digambarkan seolah-olah seorang Imam Asy-Syafi’i itu tokoh idiot yang tidak mampu melakukan penelitian hadits sendiri, lalu kebingungan dan menyerah menutup mukanya sambil bilang,”Saya punya mazhab tapi saya tidak tahu haditsnya shahih apa tidak, jadi kita tunggu saja nanti kalau-kalau ada orang yang ahli dalam bidang hadits. Nah, mazhab saya terserah kepada ahli hadits itu nanti ya”.
Dalam hayalan mereka, para imam mazhab berubah jadi badut pandir yang tolol dan bloon. Bisanya bikin mazhab tapi tidak tahu hadits shahih. Sekedar meneliti hadits apakah shahih atau tidak, mereka tidak tahu. Dan lebih pintar orang di zaman kita sekarang, cukup masuk perpustakaan dan tiba-tiba bisa mengalahkan imam mazhab.
Cara penyesatan dan merusak Islam dari dalam degan modus seperti ini ternyata nyaris berhasil. Coba perhatikan persepsi orang-orang awam di tengah kita. Rata-rata mereka benci dengan keempat imam mazhab, karena dikesankan sebagai orang bodoh dalam hadits dan kerjaanya cuma menambah-nambahi agama.
Parahnya, setiap ada tradisi dan budaya yang sesat masuk ke dalam tubuh umat Islam, seperti percaya dukun, tahayyul, khurafat, jimat, dan berbagai aqidah sesat, sering diidentikkan dengan ajaran mazhab. Seolah mazhab fiqih itu gudangnya kesesatan dan haram kita bertaqlid kepada ulama mazhab.
Sebaliknya, orang yang harus diikuti adalah para ahli hadits, karena mereka itulah yang menjamin keshahihan hadits.
Menurut Ustad Ahmad Sarwat Lc, MA,  Hadits di zaman Imam Bukhari yang hidup di abad 3 Hijriyah saja sudah cukup panjang jalurnya. Bisa 6-7 level perawi hingga ke Nabi. Sementara jalur hadits Imam Malik cuma 3 level perawi. Secara logika sederhana, yang 3 level itu jelas lebih murni ketimbang yang 6 level.
Jika Imam Bukhari hidup zaman sekarang di abad 15 Hijriyah, haditsnya bisa melewati 40-50 level perawi. Sudah tidak murni lagi. Beda 3 level saja bisa kurang murni. Apalagi yang beda 50 level.
Jadi Imam Bukhari dan Imam Muslim bukan satu-satunya penentu hadits Sahih. Sebelum mereka pun ada jutaan ahli hadits yang bisa jadi lebih baik seperti Imam Malik dan Imam Ahmad karena jarak mereka ke Nabi lebih dekat.
Baca selengkapnya ...

Thursday, August 15, 2019

Informasi SIMPATIKA Awal Semester Ganjil 2019-2020


Assalamualaikum Wr Wb,
Kepada Pengguna SIMPATIKA Yth,

Berikut kami informasikan untuk jendela waktu pengelolaan Simpatika di Madrasah saat ini, yaitu antara lain :

  1. Harap untuk dilakukan penyelesaian SKBK hingga akhir September ini.
  2. Penerbitan SKAKPT untuk bulan Juli & Agustus akan dilakukan pada setiap hari Rabu & Sabtu di bulan September (hingga 29 September). 
  3. Absensi bulan Juli & Agustus masih bisa dilakukan perubahan pada bulan September.
  4. Untuk setelah September, penerbitan SKAKPT akan dilakukan setiap tanggal 7 untuk bulan sebelumnya. Contoh SKAKPT bulan September akan diterbitkan tanggal 7 Oktober, SKAKPT bulan Oktober akan diterbitkan tanggal 7 November, dst. Tidak berlaku lagi perapelan penerbitan SKAKPT bulan-bulan sebelumnya.
  5. Pada tanggal 1-6 pada setiap bulannya masih dibuka untuk perubahan absensi bulan sebelumnya.
  6. Madrasah yang sudah K13 dan mengalami kendala set K13-nya tidak ada dan atau jadwal K13-nya ada yang kosong, silakan dapat melaporkan dan atau mengisikan ulang kembali. Saat ini telah dilakukan mekanisme pemunculan kembali set K13 tersebut.
  7. Madrasah yang sudah melakukan S25 dan atau hanya memiliki kurikulum KTSP tidak berdampak / terkendala terkait poin 6 diatas. Karena bagi yang sudah melakukan S25 data telah terkunci.


Demikian pengumuman dari kami, terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Baca selengkapnya ...

Daftar Nama Peserta LATSAR CPNS Kemenag Kalsel Angkatan III (Tiga) sampai VI (Enam)


Menindaklanjuti surat Kepala Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin Nomor: B-1436/Bdl.08/Kp.02.2/08/2019 tanggal 12 Agustus 2019 perihal Pemanggilan Peserta Pelatihan dasar (LATSAR) Tahap II CPNS Golongan III Angkatan III (Tiga) sampai VI (Enam) maka dengan ini kami sampaikan:

1. Menugaskan nama-nama terlampir untuk mengikuti Pelatihan Dasar (LATSAR) CPNS Angkatan III-VI yang dilaksanakan dari tanggal 19 Agustus 2019 dengan rincian jadwal sebagai berikut:




  • Tempat        : 
  • Angkatan III dan IV (BPKB-PNFI Jl. A. Yani Km. 30 Kec. Landasan Ulin Kota Banjarbaru
  • SDLB-C PEMBINA Banjarbaru (Untuk Angkatan V dan VI)
  • Check in      : Senin, 19 Agustus 2019 pukul 08.00 Wita s.d 10.00 Wita
  • Pembukaan  : Senin, 19 Agustus 2019 pukul 10.30 Wita


2. Persyaratan Umum Bagi Calon Peserta

  • Fotocopy SK CPNS yang dilegalisir 1 lembar
  • Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) 1 lembar
  • Surat keterangan berbadan sehat dari Dokter 1 lembar dan bagi yang hamil dilengkapi surat keterangan hamil dari dokter kandungan/bidan serta hasil usg sesuai bulan.
  • Membawa laptop/Notebook
  • Pas Poto terbaru Ukuran 3x4 cm dan 4x6 cm masing-masing 4 lembar, latar belakang warna merah mamakai baju putih berdasi tanpa kacamata.
  • Membawa kartu BPJS Kesehatan bagi yang memiliki.
  • Membawa Pin KORPRI dan Pin Nama
  • Selama mengikuti Latsar peserta mendapatkan konsumsi dan akomodasi.
  • Transportasi ditanggung oleh masing-masing peserta.
  • Laki-laki diwajibkan berambut pendek (rambut cepak 1 cm).
  • Menandatangani Surat Pernyataan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III.
  • Membawa kitab suci agama masing-masing.

3. Pakaian selama kegiatan:

  • Pria      : - Siang   : Baju Putih lengan panjang berdasi hitam, celana hitam
  • Wanita  : - Siang   : Baju putih lengan panjang, berdasi hitam bawahan panjang warna hitam, bagi muslimah berjilbab putih dan bawahan warna hitam).
  • Jum'at  : Baju Korpri lengkap (baju KORPRI, celana/rok warna biru tua, bagi yang berjilbab mengenakan warna biru tua)
  • Malam  : Baju batik nasional/daerah.
Selengkapnya lihat dibawah ini


Untuk dapatkan file serta download daftar nama peserta silahkan klik DISINI

Baca selengkapnya ...

Wednesday, August 14, 2019

Guru Madrasah Dilatih Kewirausahaan


Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi guru madrasah. Kegiatan yang berlangsung di Bandar Lampung, 12 – 14 Agustus 2019 ini diikuti 70 guru madrasah perwakilan dari beberapa provinsi di pulau Jawa dan Sumatera.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Imam Safei mengatakan, kompetensi abad 21 yang harus dimiliki adalah berpikir kritis, kreatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi.  "Kreatif, ke depan itu yang dicari. Karena IP saja tidak cukup. Orang orang kreatif mampu menangkap potensi. Mengamati rambut menghasilakan produk sisir, minyak rambut, sampo," jelas Imam di Lampung, Selasa (13/08).
"Menantang, merangsang, menyenangkan, manfaat ini akan melahirkan orang orang kreatif," tambah Imam dalam menjelaskan teknik mengajar yang bisa menghasilkan orang kreatif. 
Kasubbag Tata Usaha, M. Sidik Sisdiyanto mengatakan pelatihan ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan memunculkan ide bisnis yang bisa dikelola di lingkungan madrasah.
“Ekonomi Indonesia ditopang oleh UMKM, dan bisa tumbuh berkembang karena ada jiwa wirausaha. Harapannya guru mampu menghidupkan potensi ekonomi pada lingkup madrasah, syukur-syukur bisa ekspansi ke luar,” kata Sidik
Sejumlah narasumber professional dihadirkan dalam pelatihan ini, antara lain: 
1. Anita Isdarmini, Kepala MAN 2 Kulonprogo yang telah sukses membangun MA Keterampilan dan mendapat berbagai penghargaan serta menjalin kerjasama dengan beragai instansi untuk mendukung program keterampilan. 
2. Agung Prasetyo Utomo, Owner dari Ayam Geprek Juara yang berhasil membuka 50 cabang hanya dalam waktu 1 tahun serta membawa komitmen sistem bisnis tanpa riba menggunakan skema syirkah mudharabah. 
3. Nanang Qosim, pengarang buku The 7 Awarness from Good to Great, seorang motivator yang berhasil memecahkan rekor MURI dengan peserta trainer terbanyak pada tahun 2009. 
Menurut salah satu narasumber, Anita Isdarmini, konteks kewirausahaan di lingkungan madrasah tidak hanya berorientasi pada menjual produk dan mendapat keuntungan. “Kewirausahaan madrasah itu tidak hanya jual produk, tapi madrasah mampu mempublish, marketing, dan membangun relasi kerjasama juga bagian dari kewirausahaan,” jelas Anita
Pelatihan ini disambut positif oleh peserta. Salah satunya adalah Siti Maesaroh dari RA Ulul Albab Jember. Dia merasa bersyukur bisa berada di tengah orang-orang yang hebat dan menginspirasi. “Banyak inspirasi untuk dibawa pulang, bisa membawa perubahan baik di madrasah maupun di tengah lingkungan masyarakat,”ungkapnya.
Baca selengkapnya ...

Tuesday, August 13, 2019

Kemendikbud Jaring Guru Terbaik Melalui Lomba Guru Berprestasi


Kemendibud kembali menggelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi. Guru adalah kunci pembangunan manusia dan melalui lomba ini akan dipilih guru yang terbaik kualitas dan kompetensinya.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Supriano mengatakan, keteladanan GTK bagi murid dan lingkungannya merupakan kunci sukses dalam pencerdasan kehidupan bangsa. Oleh karena itu imbuhnya, di tengah fokus pemerintah untuk membangun kualitas sumber daya manusia, langkah-langkah meningkatkan guru dan tenaga kependidikan juga harus terus dipacu. Hal inilah yang melatarbelakangi Kemendikbud untuk kembali menggelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi di tahun 2019.

“Acara Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi digelar Kemendikbud sebagai langkah konkret menyukseskan visi pemerintah yang kini berfokus pada pembangunan manusia dan semangat HUT ke-74 RI SDM Unggul Indonesia Maju. Karena guru yang berprestasi dan berdedikasi, bisa menjadi contoh dan teladan bagi murid dan lingkungan ekosistem pendidikannya,” katanya saat konferensi pers di kantor Kemendikbud, Senin (12/8/2019).

Untuk menilai guru berprestasi, Kemendikbud tidak hanya fokus pada kompetensi teknis dan akademis. Tiga kompetensi lain yaitu sosial, profesionalitas, dan wawasan kependidikan, juga akan dinilai. Uji kemampuan tersebut juga tak hanya dilakukan monoton melalui tes tertulis. Dalam beberapa rangkaian kegiatan para guru dan tenaga kependidikan juga diminta membuat video aktivitasnya selama mengajar di sekolah untuk diunggah secara daring. Selain itu, ada juga aktivitas permainan dan tugas kelompok.

Hal tersebut menurut Supriano penting karena para guru di lapangan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan hafalan. Tapi juga harus mampu memicu diskusi dan melakukan transfer ilmu pengetahuan dengan cara-cara yang kritis sekaligus menyenangkan.

“Dari aktivitas yang beragam, akan kelihatan kemampuan para guru bekerja sama, berkomunikasi, pemecahan masalah, dan literasi digital. Termasuk kedalaman pemahamannya terkait kebijakan pendidikan, perundang-undangan pendidikan, sampai rasa nasionalisme, dan cinta Tanah Air,” ujar Supriano.

Selain mengapresiasi guru dengan kompetensi komplit layaknya dijabarkan di atas, terdapat pula kategori guru berdedikasi di daerah khusus. Mereka yang tergabung dalam kategori ini adalah guru yang menjalankan peran dan fungsinya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kami menyebut kategori ini sebagai daerah khusus. Dalam kategori ini yang dinilai bukan sekedar prestasi, kemudian juga ketegori berdedikasi, dimana para guru yang mengabdi di daerah 3T mendapat apresiasi dari negara,” katanya.

Sesdirjen GTK Kemendikbud Wisnu Aji mengatakan, lomba ini adalah sebagai bentuk apresiasi kepada GTK yang berprestasi dan berdedikasi dari pemerintah pusat. Wisnu menjelaskan, total GTK yang mengikuti lomba ini ada 908 orang dari 34 provinsi. 

Peserta terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan yang merupakan hasil seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi kemudian nasional. Dia menjelaskan, tahun ini mata lomba dibagi menjadi 28 kategori. Kategori tersebut memisahkan tiap jabatan fungsional dan jenjang pendidikan.
Baca selengkapnya ...

Ziarah Kubur, Ikhtiar Kenalkan Silsilah Keluarga kepada Anak-anak


Satu aktivitas yang lazim dilakukan warga muslim saat Lebaran adalah berziarah kubur. Usai salat id, beberapa keluarga besar kemudian ke makam nenek atau kakek mereka.
Tradisi ini di keluarga besar kami, terutama dari pihak ibu, sudah dijalankan sejak saya masih kecil. Dan itu masih terpelihara sampai dengan sekarang.
Biasanya kami bertemu semua kerabat di rumah uwak yang paling tua. Usai bersalam-salaman, kami pun beranjak ke makam keluarga di Penanganan, tak jauh dari Pasirgintung, tempat di mana sebagian keluarga besar kami berada.
Di makam, aktivitasnya tiada lain mendoakan agar para nenek dan kakek kami, beserta uwak atau bibi yang sudah mendahului, diterima amal salehnya oleh Allah Swt.
Di makam ini juga kami yang sudah berkeluarga mengenalkan silsilah atau sanad keluarga kepada anak-anak. Mereka dikenakan ini makam siapa saja. Sehingga mereka tahu urutan keluarga dari kakek atau nenek mereka.
Ziarah kubur ini setidaknya mengingatkan bahwa semua yang hidup kelak akan mati. Bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini.
Anak-anak juga bisa mengetahui dengan baik bahwa orang itu tak selamanya hidup. Di makam yang mereka datangi ini sudah banyak orang yang dikebumikan. Ini penanda bahwa hidup di dunia itu tidak selamanya.




Baca selengkapnya ...

Pemanggilan Peserta Workshop Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi Nazhir Kalsel


Sehubungan dengan akan dilaksanakan pada tanggal 14 - 15 Agustus 2019, bertempat di Hotel Roditha, Jl. Pangeran Antasari Pasar Pagi No. 14 Banjarmasin, maka untuk itu Kami mohon peserta menyiapkan:

  1. Surat Tugas dari Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  2. Peserta membawa Copy Rekening Bank yang masih aktif.
  3. Peserta akan memperoleh uang harian dan transport sesuai DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2019.
  4. Peserta yang hadir harus sesuai dengan Surat Tugas (terlampir).
  5. Check In peserta pada hari Rabu tanggal 14 Agustus 2018, pukul 09.00 s.d 10.00 Wita.
  6. Acara Pembukaan pada pukul 10.00 Wita.

Untuk unduh filenya silakan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

Monday, August 12, 2019

Muhammadiyah Siap Berperan Sebagai Lembaga Pengawas Halal


Direktur Utama Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Thoyyiban (LPH-KHT) PP Muhammadiyah Nadratuzzaman Hosen menyatakan pihaknya siap berperan sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Muhammadiyah siap bermitra dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai penanggungjawab Jaminan Produk Halal.
Hal tersebut disampaikan Nadratuzzaman saat bersilaturahim dengan Kepala BPJPH Sukoso di Kantor BPJPH Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Senin (12/08).
"Kedatangan kami selain bersilaturahim dengan bapak Kepala BPJPH, juga untuk menyatakan kesiapan kami bekerja sebagai LPH yang bekerjasama dengan BPJPH. Yang mana hal ini sesuai dengan UU (Nomor 33 Tahun 214) Jaminan Produk Halal (JPH). Kami sudah siapkan SDM dan lab nya, dan kami ingin ambil bagian dalam menyukseskan pelaksanaan UU JPH," kata Nadratuzzaman. 
Menurutnya, LPH-KHT PP Muhammadiyah ingin fokus terlebih dahulu dalam kegiatan membina UKM warga Muhammadiyah yang begitu banyak jumlahnya dan tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Agar nantinya tidak ada dari mereka yang tidak mendapatkan  sertifikat halal.
Sukoso menyambut baik penjelasan dan keseriusan Nadratuzzaman. Dia mengatakan bahwa BPJPH akan terbantu dengan hadirnya LPH yang telah memenuhi syarat sebagaimana yang dimiliki PP Muhammadiyah.
"Kami tidak bisa bekerja sendirian untuk urusan halal yang sangat besar dan sangat komplek ini. Maka dengan hadirnya banyak halal center dan LPH yang memenuhi syarat dan siap bekerjasama dibawah koordinasi BPJPH, tugas kami tentunya akan terbantu. Kami berharap apa yang telah dilakukan PP Muhammadiyah ini dapat menginspirasi ormas Islam yang lain," kata dia.
Sukoso juga mengingatkan kembali syarat mendirikan LPH, yaitu memiliki kantor sendiri dan perlengkapannya, terdaftar secara resmi di BPJPH, memiliki Auditor Halal paling sedikit 3 orang dan memiliki laboratorium atau kesepakatan kerjasama dengan lembaga lain yang memiliki laboratorium.
Baca selengkapnya ...

Litbang: Perlu Sosialisasi Pendidikan Diniyah Formal di Pesantren Non Salafiyah


Penelitian Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang-Diklat Kemenag menemukan bahwa pendidikan diniyah formal (PDF) masih sepi peminat. Temuan penelitian ini melihat bahwa sosialisasi keberadaan PDF masih harus digencarkan. 
“Sosialisasi PDF masih belum optimal, sehingga di daerah basis pesantren non salafiyah, jumlah siswa per rombel tidak terpenuhi,” ujar koordinator peneliti Muhamad Murtadlo dalam Seminar Hasil Penelitian terkait evaluasi penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) yang berlangsung di Bintaro, Rabu (07/08) pekan lalu. 
“Ijazah PDF juga belum diterima di banyak PT, meski ada satu alumni PDF Al-Masturiyah Sukabumi yang diterima di UPI Bandung,” lanjutnya. 
Menurut Murtadlo, kualifikasi tenaga pendidik dan kependididikan di PDF juga perlu ditingkatkan. Apalagi, temuan penelitian mengkonfirmasi bahwa pendidikan diniyah formal mampu menyiapkan row input bagi Ma’had Aly yang dikembangkan di pesantren. 
“Kehadiran PDF ini di beberapa tempat mampu mengembalikan pesantren yang sudah terlanjur menjadi penyelenggara pendidikan umum sehingga kualitas tafaquh fiddin menurun, menjadi diingatkan kembali untuk menjaga khittah pesantren untuk menekuni kembali pembelajaran bersumber kitab kuning dan turost,” tuturnya. 
Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Formal  saat ini memasuki tahun keempat. Satuan pendidikan ini lahir berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 13 Tahun 2014. PMA tersebut merekognisi tradisi penyelenggaraan pendidikan tafaquh fiddin di Pesantren. Santri lulusan pendidikan diniyah formal kini dapat melanjutkan pendidikan tidak hanya pada PDF lanjutan, namun juga pada pendidikan umum lainnya. 
Sebelumnya, Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Amsal Bakhtiar, menyampaikan bahwa evaluasi penyelenggaraan PDF penting untuk mengetahui perkembangannya paska adanya pengakuan dari pemerintah. Kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam penyelenggaraan PDF perlu segera diketahui dan ditindaklanjuti untuk tercapainya cita-cita rekognisi PDF ini. 
“Kita harus memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan jenis ini tidak terjebak kepada birokrasi pendidikan, dan pesantren mendapatkan impiannya untuk menghasilkan santri-santri yang berkualitas yang bisa mendapatkan akses untuk melanjutkan pendidikan baik dalam konteks pendidikan diniyah maupun ke pendidikan umum,” ujarnya. 
Seminar yang berlangsung tiga hari, 7-9 Agustus 2019, ini diikuti dosen dari UIN Jakarta dan Universitas Islam Al Azhar, pengasuh pendidikan diniyah, serta pejabat Kemenag yang membidangi pesantren. Hadir sebagai pembahas, PLT Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Irhas Shobirin, Dosen Pendidikan UIN Jakarta Dr Abdul Kadir, dan Mantan Direktur Pesantren Nyai Hj. Faiqoh.
Kabid Litbang Pendidikan Keagamaan Husen Hasan Basri menyatakan, evaluasi ini hendak menghasilkan rekomendasi kebijakan yang  pas bagi  Kementerian Agama dalam memberi dorongan yang kuat terhadap kesuksesan PDF. Penelitian dilakukan terhadap 9 pesantren penyenggara PDF dari 14 PDF rintisan tahun 2015. PDF sasaran dipilih berdasarkan kriteris lembaga tersebut sudah menghasilkan lulusan.
“Kemenag perlu memberi keleluasaan kepada pengelola PDF untuk tampil maksimal dalam memajukan jenis lembaga pendidikan ini dan meminimalisir intervensi yang justru bisa mengkerdilkan PDF,” jelas Husen Hasan Basri.
Mantan Direktur Pesantren,  Nyai Hj Faiqoh, justru mempersoalkan masih sedikitnya supporting penganggaran yang diberikan Kemenag kepada satuan penyelenggara PDF. Menurutnya, Kementerian Agama perlu melakukan terobosan-terobosan memajukan PDF yang selama ini susah dijangkau oleh para pengelola PDF seperti belum memenuhnya kualifikasi para pengajar PDF. “Kementerian Agama perlu memberikan diklat percepatan kepada para pengelola PDF ini,” tegas Ny Hj Faiqoh.
Baca selengkapnya ...
Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI