Breaking News

31 August 2019

Ini Alasan Kemenag Gelar KSM Nasional 2019 di Manado


Kementerian Agama akan kembali menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Madrasah Young Researcher Super Camp dan Science Expo Madrasah 2019. Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara dipilih menjadi tempat gelaran KSM Nasional 2019, yang akan berlangsung  pada 16-20 September 2019. 
“Pemilihan Manado untuk KSM kali ini juga merupakan upaya edukasi kepada siswa bahwa tempat tersebut sebagai tempat yang menyajikan pemandangan hidup bertoleransi antar umat beragama,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Jakarta, Jumat (30/08).
Selain terkenal dengan keindahan wisatanya, selama ini Manado juga dikenal dengan keharmonisan masyarakatnya.  Hal ini menurut Menag sejalan dengan tujuan pelaksanaan KSM sebagai salah satu upaya menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada siswa madrasah. 
Menag menambahkan, setinggi apapun ilmu dan pengembangan diri dilakukan kepada peserta didik akan sia-sia jika tidak ditanamkan nilai moderasi beragama. “Paham moderat dalam beragama harus selalu dipahami, sehingga menghindari munculnya paham radikalisme dan liberalisme,”ucap Menag.
Gelaran KSM Nasional kali ini pun menurut Menag memberikan nuansa yang berbeda, karena tidak hanya siswa madrasah yang akan berkompetisi dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini. 
“KSM dibuka juga untuk sekolah umum dalam rangka membuka diri, bahwa kompetisi ini bisa diikuti sebanyak mungkin peserta didik bukan saja dari madrasah tetapi juga termasuk siswa dari sekolah umum, kita memberikan kesempatan yang sama kepada semua,”ujar Menag.
Hal ini diharapkan Menag akan lebih memacu semangat siswa madrasah untuk meningkatkan kemampuan diri sehingga mampu berkompetisi dengan siswa sekolah umum. Kegiatan ini juga bertujuan membuka wawasan siswa dalam menjalin hubungan pertemanan dengan siswa di luar madrasah.
KSM 2019 ini diikuti 550 peserta yang terdiri dari 490 peserta dari madrasah dan 60 peserta dari sekolah umum. 
Baca selengkapnya ...

KISAH ANAK KECIL YANG MENUMBANGKAN 'ULAMA' SOMBONG DAN TERSESAT


Alkisah di masa Imam Abu Hanifah ada anak masih kecil sekitar umur 7 tahun, dan seorang ulama yang memiliki Ilmu luas dan tiada bandingannya namanya Dahriyah.

Seluruh Ulama pada waktu itu tidak ada yang mampu menandinginya di saat berdebat, terutama dalam bab Tauhid.

Maka muncullah sifat kesombongannya, bahkan akhirnya ia berani mengatakan bahwa ALLAH itu tidak ada.

Sayangnya belum ada Ulama yang mampu mengalahkan dia dalam berdebat, sampai tiba pada suatu pagi ketika para Ulama dikumpulkan di suatu Majlis milik Syaikh Himad, guru Imam Abu Hanifah, yang pada hari itu Abu Hanifah kecil hadir juga di majlis itu.

Maka Dahriyah naik ke mimbar lalu berkata dengan sombong dan congkaknya:

Siapakah di antara kalian hai para Ulama yang akan sanggup menjawab pertanyaanku?

Sejenak suasana hening, para Ulama semua diam, namun tiba-tiba berdirilah
Abu Hanifah dan berkata:

Abu Hanifah:
Omongan apa ini?
Maka barang siapa tahu pasti ia akan menjawab pertanyaanmu.

Dahriyah:
Siapa kamu hai anak ingusan, berani kamu bicara denganku. Tidakkah kamu tahu, bahwa banyak yang berumur tua, bersorban besar, para pejabat, dan para pemilik jubah kebesaran, mereka semua kalah dan diam dari pertanyaanku, kamu masih ingusan dan kecil berani menantangku...!

Abu Hanifah:
ALLAH tidak menyimpan kemuliaan dan keagungan kepada pemilik sorban yang besar dan para pejabat dan para pembesar, tetapi kemuliaan hanya diberikan kepada Al-Ulama.

Dahriyah:
Apakah kamu akan menjawab pertanyanku?

Abu Hanifah:
Ya aku akan menjawab pertanyaanmu dengan taufiq ALLAH.

Dahriyyah:
Apakah ALLAH itu ada?

Abu Hanifah:
Ya ada

Dahriyah 
Dimana Dia ?

Abu Hanifah:
DIA, tiada tempat bagi DIA.

Dahriyyah:
Bagaimana bisa disebut ada bila Dia tak punya tempat?

Abu Hanifah:
Dalilnya ada di badan kamu, yaitu Ruh.
Saya tanya, kalau kamu yakin Ruh itu ada, maka di mana tempatnya? Di kepalamu, di perutmu atau di kakimu?

Dahriyah diam seribu bahasa dengan muka malu.

Lalu Abu Hanifah minta air susu pada Gurunya, Syaikh Himad lalu  bertanya kepada Dahriyah:

Apakah kamu yakin di dalam susu ini ada manis?

Dahriyah:
Ya saya yakin di susu itu ada manis.

Abu Hanifah:
Kalau kamu yakin ada manisnya, saya tanya apakah manisnya ada di bawah, atau di tengah, atau di atas?

Lagi-lagi Dahriyah diam dengan rasa malu.

Lalu Abu Hanifah menjelaskan:
Seperti Ruh atau manis yang tidak memiliki tempat, maka seperti itu pula tidak akan ditemukan bagi ALLAH tempat di Alam ini baik di Arsy atau Dunia ini.

Lalu Dahriyah bertanya lagi:

Sebelum ALLAH itu apa dan setelah ALLAH itu apa?

Abu Hanifah:
Tidak ada apa-apa sebelum ALLAH dan sesudahnya tidak ada apa-apa.

Dahriyah:
Bagaimana bisa dijelaskan bila sebelum dan sesudahnya tak ada apa-apa?

Abu Hanifah:
Dalilnya ada di jari tangan kamu,
Apakah sebelum jempol dan apakah setelah kelingking?
Dan apakah kamu bisa menerangkan jempol  duluan atau kelingking  duluan ?

Demikianlah sifat ALLAH. Ada sebelum semuanya ada dan tetap ada bila semua tiada. Itulah makna kalimat Ada bagi Hak ALLAH.

Lagi-lagi Dahriyah dipermalukan, lalu ia berkata:

Satu lagi pertanyaanku, apa perbuatan ALLAH sekarang?

Abu Hanifah ,
Kamu telah membalikkan fakta, seharusnya yang bertanya itu di bawah mimbar dan yang ditanya di atas mimbar.

Akhirnya Dahriyah turun dari mimbar dan Abu Hanifah naik ke atas mimbar.

Dahriyah:
Apa perbuatan ALLAH sekarang?

Abu Hanifah:
Perbuatan ALLAH sekarang adalah menjatuhkan orang yang tersesat seperti kamu ke bawah jurang Neraka dan menaikkan yang benar seperti aku ke atas mimbar keagungan.

Maha Suci ALLAH yang telah menyelamatkan keyakinan Islam melalui seorang anak kecil.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari sifat-sifat:
* Sok,
* Tinggi Hati,
* Angkuh,
* Meremehkan/Merendahkan Orang,
* Buruk Sangka,
* Takabbur,
* Dzalim 
*sombong
(Dikutip dari Kitab _Fathul Majid_, Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi Asy-Syafi’i; والله اعلم
Semoga bermanfaat.Aamiin  ...

Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammad wa alaa Ali sayyidina Muhammad

_______________________
(Photo sekedar ilustrasi cerita)
Baca selengkapnya ...

Puasa Sunnah Akhir Tahun dan Awal Tahun


Hari ini, Sabtu bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 2019 adalah hari terakhir bulan Dzulhijjah, sekaligus juga hari penutup tahun 1440 H. Melangkah-sambut tahun baru hijriyah 1441 bertepatan hari Minggu 1 September 2019. Selamat jalan tahun lama dan selamat datang tahun baru.

Hari-hari ini adalah waktu yang tepat untuk ber-muhasabah, menghitung jumlah dosa yang telah dilakukan tahun lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Sekaligus juga bersyukur kepada Allah swt yang masih memberikan umur panjang hingga detik ini. Jangan sampai amal ibadah kita besok lebih buruk dari hari ini dan hari kemaren.

Dalam rangka muhasabah dan bersyukur ini banyak orang yang mengungkapkannya dengan berbagai macam ibadah. Diantaranya adalah dengan berpuasa di hari akhir (penutup) tahun, dan di hari awal (pembuka) tahun. Oleh karena itulah ulama salaf di Jawa menamakan puasa dua hari ini dengan nama puasa tutup kendang.  

Memang, mengenai puasa dua hari ‘tutup kendang’ ini banyak sekali perdebatan entah karena dalil yang lemah maupun karena anggapan bid’ah. Akan tetapi selama puasa ini dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt dalam bermuhasabah, maka hal itu termasuk amal saleh. Bukankah lebih baik berpuasa dan ber-muhasabah dari pada membiarkan waktu berlalu tanpa makna? Apalagi jika puasa itu ternyata ada dalil hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang berbunyi:
من صام آخر يوم من ذي الحجة، وأول يوم من المحرم فقد ختم السنة الماضية بصوم، وافتتح السنة المستقبلة بصوم، جعل الله له كفارة خمسين سنة
Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir tahun dari bulan Dzulhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharram, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa, dan Allah Ta’ala menjadikan kaffarah/terlebur dosanya selama 50 tahun.

Demikianlah pahala yang dijanjikan oleh Allah swt kepada mereka yang berpuasa tutup kendang. 

Baca uraian lebih lengkap: Kajian Hadits soal Puasa Akhir dan Awal Tahun 
Baca selengkapnya ...

Kajian Hadits soal Puasa Akhir dan Awal Tahun


Menjelang pergantian tahun baru hijriyah sebagian umat Islam ada yang menyambutnya dengan puasa akhir dan awal tahun. Namun demikian muncul berbagai pendapat, tulisan dan broadcast yang  menuduhnya sebagai amalan bidah. Alasannya adalah haditsnya lemah, yakni hadits riwayat Ibnu Abbas RA:

عَنِ  ابْنِ عَبَّاس مَرْفُوعًا:مَنْ صَامَ آخِرَ يَوْمٍ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ وَأَوَّلَ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ فَقَدْ خَتَمَ السَّنَةَ الْمَاضِيَةِ وَافْتَتَحَ السَّنَةَ الْمُسْتَقْبَلَةِ بِصَوْمٍ جَعَلَ اللهُ لَهُ كَفَارَةً خَمْسِينَ سَنَةً . أخرجه السيوطي في اللآلي المصنوعة

Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dengan status marfu’, ‘Orang yang puasa di hari terakhir bulan Dzulhijjah dan hari pertama bulan Muharram maka sungguh ia telah mengakhiri tahun yang telah lewat dan mengawali tahun yang datang dengan puasa, di mana puasa itu Allah jadikan untuknya sebagai pelebur (dosa) 50 tahun,’” Ditakhrij oleh As-Suyuthi dalam Al-La’ali Al-Mashnu’ah.

Dalam perawinya terdapat Ahmad bin Abdillah Al-Harawi dan Wahb bin Wahb yang termasuk perawi lemah, kadzzab alias pembohong. (Abdurrahman As-Suyuthi, Al-La’ali Al-Mashnu’ah, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: tanpa catatan tahun], juz II, halaman 92).

Dengan demikian apakah benar bahwa puasa akhir dan awal tahun itu bidah dan tidak boleh dilakukan? Berikut ini penjelasannya. 

Kesunnahan Puasa Akhir Tahun
Kesunahan puasa akhir tahun mendapatkan legalitasnya berdasarkan hadits shahih:

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رضى الله عنهما: عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: أَنَّهُ سَأَلَهُ أَوْسَأَلَ رَجُلًا وَعِمْرَانَ يَسْمَعُ فَقَالَ: يَاأَبَا فُلَان، أَمَا صُمْتَ سَرَرَ هَذَا الشَّهْرِ؟—قَالَ: أَظُنُّهُ. قَالَ: يَعْنِي رَمَضَانَ.—قَالَ الرَّجُلُ: لَا يَارَسُولَ اللهِ. قَالَ: فَإِذَا أَفْطَرْتَ فَصُمْ يَوْمَيْنِ. لَمْ يَقُلِ الصَّلْتُ أَظُنُّهَ يَعْنِي رَمَضَانَ. رواه البخاري.

Artinya, “Diriwayatkan dari Imran bin Al-Husain RA, dari Nabi SAW bahwa ada orang bertanya kepada beliau, atau beliau bertanya kepada seseorang, sementara Imran mendengarnya. Lalu Rasulullah berkata, ‘Wahai Abu fulan, apakah kamu puasa akhir bulan (Sya’ban) ini?’—Abu An-Nu’man berkata, ‘Saya duga maksudnya adalah bulan itu.’ As-Shalt bin Muhammad berkata, ‘Maksud dugaan An-Nu’man adalah bulan Ramadhan.’—Orang yang ditanya oleh Nabi SAW menjawab, ‘Tidak wahai Rasulullah.’ Nabi SAW menyambungnya, ‘Apabila kamu tidak puasa, maka puasa lah dua hari (sebagai gantinya).’ As-Shalt tidak mengatakan redaksi, ‘Saya menduganya itu adalah bulan Ramadhan,’” (HR Bukhari).

Hadits ini secara sekilas memang hanya menunjukkan kesunnahan untuk membiasakan puasa akhir bulan. Tetapi menurut Az-Zain bin Al-Munir, melihat Imam al-Bukhari memasukkan hadits ini dalam Bab Puasa di Akhir Bulan ini menunjukkan bahwa menurutnya kesunnahan membiasakan puasa akhir bulan itu tidak hanya berlaku di bulan Sya’ban, tetapi juga di bulan-bulan lainnya.

Anjuran puasa akhir bulan ini juga tidak bertentangan dengan larangan mendahului puasa Ramadhan dengan satu atau dua hari puasa sebelumya pada akhir bulan Sya’ban. Sebab larangan tersebut mengecualikan orang yang sudah terbiasa memuasainya, (Ahmad bin Ali bin Hajar Al-‘Asqalani, Fathul Bari Syarh Shahihil Bukhari, [Beirut: Darul Ma’rifah: 1379 H], juz IV, halaman 230).

Kesunnahan Puasa Awal Tahun
Sementara kesunahan puasa awal tahun sangat jelas haditsnya, yaitu hadits tentang anjuran berpuasa dalam hari-hari bulan Muharram, sebagaimana diriwayatkan:

مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا. رواه الطبراني في المعجم الصغير. وفي الكبير: ثَلَاثُونَ حَسَنَةً.

Artinya, “Orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram, maka dengan puasa  per harinya ia mendapatkan (pahala puasa) 30 hari,’ (HR At-Thabarani dalam Al-Mu’jamus Saghir). Dalam Al-Mu’jamul Kabir terdapat redaksi, ‘30 kebaikan,’ (Lihat Sulaiman bin Ahmad At-Thabarani, Al-Mu’jamus Shaghir, [Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah: 1403 H/1983 M], juz II, halaman 71 dan Sulaiman bin Ahmad At-Thabarani, Al-Mu’jamul Kabir, [Mosul, Maktabah Al-‘Ulum wal Hikam: 1404 H/1983 M], juz XI, halaman 72).

Status sanad hadits ini memang diperselisihkan antara dhaif dan tidak karena dalam jalur sanadnya terdapat Al-Haitsam bin Habib yang menurut Az-Zhahabi adalah perawi yang dhaif. Sedangkan menurut Ibn Hibban, ia adalah perawi yang tsiqah. Penilaian Ibn Hibban ini juga diamini oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib wat Tarhib dan Nurrudin Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaid. Bahkan ia mengatakan bahwa ia tidak menemukan kritikus hadits yang menganggap lemah Al-Haitsam bin Habib selain Adz-Dzahabi, (Lihat Nurrudin Ali bin Abi Bakr, Majma’uz Zawaid wa Manba’ul Fawaid, [Beirut, Darul Fikr: 1412 H], juz III, halaman 436; dan Abdul Azhim Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib, [Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah: 1417 H], tahqiq: Ibrahim Syamsuddin, juz II, halaman 70).

Sementara dari sisi dirayahnya, hadits riwayat At-Thabarani menunjukkan kesunnahan berpuasa di awal tahun, dan orang yang memuliakan awal tahun dengan memuasainya maka akan mendapatkan pahala yang agung yaitu puasa satu hari mendapatkan pahala sebagaimana puasa 30 hari, sebagaimana penjelasan Al-Hafizh Al-Munawi, (Lihat Abdurrauf Al-Munawi, Faidhul Qadir, [Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah: 1415 H/1994 M], cetakan pertama, juz VI, halaman 210).

Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat ditarik simpulan bahwa:
1. Puasa akhir tahun dengan maksud melakukan puasa akhir bulan hukumnya adalah sunnah berdasarkan ijtihad dan hadits riwayat Imam Al-Bukhari.

2. Puasa awal tahun dengan maksud melakukan puasa pada hari-hari di bulan Muharram adalah sunnah dan pahalanya sangat banyak berdasarkan hadits riwayat Imam At-Thabarani.

3. Dengan demikian, asumsi yang menyatakan bahwa puasa awal dan akhir tahun sebagai amalan bid’ah adalah asumsi tidak tepat karena jelas-jelas terdapat dalil rujukannya dalam Islam.

Demikian penjelasan tentang kesunahan puasa awal dan akhir tahun. Semoga bermanfaat. Amin
Baca selengkapnya ...

Viral Foto Kebaktian di Halaman Masjid, Menag: Ini Sungguh Menyejukkan


Sebuah foto suasana peribadatan umat Kristiani di pelataran masjid menjadi viral di media sosial. Foto yang diunggah di laman akun facebook Jeferson Goeltom  menggambarkan suasana kebaktian tutup peti untuk warga beragama Kristen, dipimpin pendeta, dihadiri keluarga dan warga sekitar masjid.

Tempat kebaktian berlangsung di halaman masjid Darussalam Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada hari Senin (26/08) lalu. Sejumlah karangan bunga ucapan duka cita untuk warga yang meninggal, bernama Parlijati, terlihat tidak jauh dari masjid dengan pintu dan jendelanya berwarna coklat.
Foto yang kemudian viral tersebut tak luput menjadi perhatian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Tanpa memberitahukan ke pengurus masjid, Menag menunaikan shalat Jumat di masjid yang berada di kawasan pemukiman padat, Jumat (30/08).
Kepada pengurus dan jemaah masjid, Menag menyampaikan rasa syukurnya atas toleransi yang ada di lingkungan masjid tersebut.
"Ini sungguh menyejukkan. Ini sesungguhnya pengamalan ajaran Islam yang menebarkan damai. Masjid ini bernama Darussalam (Kampung Damai), subhanallah," ucap Menag. 
"Mungkin bagi pengurus masjid dan warga setempat, kejadian mengizinkan umat Kristiani melaksanakan kebaktian di halaman masjid seperti itu adalah hal biasa. Namun bagi masyarakat luas dan mata dunia menjadi sesuatu yang lain. Ini amat sangat menyejukkan, bahwa Islam di Indonesia seperti ditunjukkan takmir masjid adalah Islam yang senantiasa menebarkan damai dan rahmat bagi sesama,"  imbuh Menag.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darussalam Muhammad Hari Casmo saat ditemui usai shalat Jumat bercerita, pihak keluarga yang meninggal menemuinya meminta izin menggunakan halaman masjid untuk kegiatan kebaktian tutup peti. Gang menuju rumah duka terlalu sempit, sehingga menyulitkan peti jenazah masuk-keluar menuju rumah duka. Lebar gang menuju rumah duka tidak sampai 1 meter.
“Selaku pengurus, saya persilahkan menggunakan halaman masjid untuk peribadatan tersebut. Kita niatnya lillahi ta’ala semata, karena saling membantu sesama merupakan hal baik, termasuk dengan pemeluk agama lain,” katanya.
“Kita bersyukur ini adalah rencana Allah, kita kaget juga, kegiatan peribadatan di halaman masjid ini menjadi viral. intinya, di sini, ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah berjalan baik,” tandasnya.
Rasa syukur juga disampaikan Ninggor Gultom, suami dari mendiang isterinya. “Ini hal yang luar biasa bisa terjadi, saya secara pribadi sangat bersyukur,” ujar Ninggor yang sehari-hari bertugas di Polsek Kemayoran.
“Harapan saya ini tidak semata terjadi di lingkungan Kelurahan Cempaka Baru saja, tapi juga terjadi di mana-mana,” harapnya.
Baca selengkapnya ...

30 August 2019

Siswa MTsN 1 Gorontalo Ciptakan Alat Belah Durian


Tingkat kesulitan saat membuka kulit buah durian menginspirasi sejumlah siswa kelas  7 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Gorontalo untuk menciptakan alat belah buah berduri ini.
Pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR) MTsN 1 Kota Gorontalo Ofyan Nakoda mengatakan, ide membuat alat ini datang dari para siswa karena ingin memudahkan masyarakat Gorontalo, utamanya para pecinta durian, dalam membuka kulitnya. Tidak hanya kulit durian, tapi juga sabut kelapa.
"Berawal dari sebuah ide, para siswa lalu melakukan penelitian selama tiga pekan. Hasil penelitian itu lalu dituangkan menjadi sebuah alat yang diharapkan dapat memudahkan masyarakat saat akan membelah buah durian dan mengupas sabut kelapa,” jelasnya, Rabu (28/08).
Menurut Ofyan Nakoda,  alat ini masih bekerja secara sistem manual. Namun, proses kegunaannya sudah lebih efektif dan efisien ketimbang dengan penggunaan parang yang selain lama juga tingkat risikonya tinggi saat membelah durian. 
Biaya pembuatan alat ini juga terhitung murah. Sebab, desain konstruksi alat ini sangat simple dan praktis. Bahan baku besinya juga mudah didapatkan. "Saya berharap ke depan kegiatan riset di MTsN 1 Kota Gorontalo bisa mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Agama, baik Kanwil Provinsi maupun pusat," jelasnya.
Kepala MTs Negeri 1 Kota Gorontalo Karjainto, mengaku bersyukur dan bangga atas prestasi dan semangat para siswa dan pembimbingnya untuk melakukan riset yang bermanfaat untuk kepentingan orang banyak. “Saya atas nama pribadi dan keluarga besar MTsN 1 Kota Gorontalo mengucapkan terimkasih kepada pembina dan seluruh siswa yang telah melakukan risetnya dan telah berhasil menemukan alat pembelah durian,” ucapnya.
Karjianto berharap budaya riset di madrasahnya terus tumbuh sebagai bagian dari program pembinaan. “Dengan riset ini, siswa akan mempunyai pengalaman melakukan penelitian ilmiah dengan langkah-langkah sistematis dan nantinya ketika mereka duduk di bangku perkualiahan, kebiasaan-kebiasaan ini akan dipergunakan,” harapnya.
Baca selengkapnya ...

Surat Pemberitahuan Serta Juknis Bantuan Pemberdayaan KKG/MGMP/POKJAWAS 2019


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com 

Dengan hormat disampaikan bahwa salah satu kegiatan peningkatan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah dalam DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tahun anggaran 2019 adalah bantuan pemberdayaan di KKG/MGMP/POKJAWAS.

Berkenaan dengan bantuan tersebut, kami mohon dukungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi agar mengkomunikasikan dan memgkoordinasikan rencana pemberian bantuan tersebut kepada pihak yang layak sesuai dengan juknis yang ditetapkan. Pemberian bantuan ini bersifat kompetitif dan selektif berdasarkan kualitas prposal yang diajukan.

Proposal ditujukan kepada Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Agam, dengan alamat: Gedung Kementerian Agama Lt. VIII Sub bagian Umum GTK Jl. Lapangan Banteng No. 3-4 Jakarta. Proposal paling lambat tanggal minggu ketiga bulan Sepetember 2019.

Mengenai JUKNIS bantuan silakan lihat dibawah ini:



Untuk Unduh file Surat Pemberitahuan dan JUKNIS silakan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

29 August 2019

Surat Pengantar Pemutakhiran EMIS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com

Dengan ini diberitahukan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama akan melaksanakan Pemutakhiran Data EMIS Periode Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020. Sehubungan dengan hal tersebut, disampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pemutakhiran data EMIS tersebut diberlakukan bagi seluruh entitas data dibawah binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, yang meliputi;

  • EMIS Madrasah, terdiri dari RA, MI, MTs, MA dan Pengawas Madrasah berada dibawah koordinasi Bidang Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam (Pendis) di tingkat Kanwil Kemenag Provinsi dan Seksi Pendidikan Madrasah /Pendis di tingkat KanKemekemenag Kab/Kota (sesuai tipologi masing-masing Kanwil dan Kankemenag Kab/Kota).
  • EMIS PD-Pontren, terdiri dari data Pondok Pesantren (Pontren), Madrasah Diniyah Takmiyah (MDT), Lembaga Pendidikan Al Qur'an (LPQ), Pondok Pesantren Salafiyah Penyelenggara Program Wajar Dikdas (PPS Wajar Dikdas), Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) berada di bawah koordinasi Bidang PD-Pontren/PAKIS/Pendis di tingkat Kanwil Kemenag Provinsi dan Seksi PD-Pontren/PAKIS/Pendis di tingkat Kankemenag Kab/Kota (sesuai tipologi masing-masing Kanwil dan Kankemenag Kab/Kota).
  • EMIS PD-Pontren tidak melakukan pendataan Program Paket (A,B dan C) yang dikelola oleh PKBM dibawah naungan Pondok Pesantren. Pendataan penyelenggaraan Program Paket tersebut dilakukan melalui DAPODIK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  • EMIS PAI, terdiri dari data Guru PAI, Pengawas PAI dan Penyelenggaraan PAI di Sekolah berada dibawah koordinasi Bidang PAI/PAKIS/Pendis di tingkat Kanwil Kemenag Provinsi dan Seksi PAI/PAKIS/Pendis Islam di tingkat Kankemenag Kab. Kota (sesuai tipologi masing-masing Kanwil dan Kankemenag Kab/Kota).
2. Aplikasi pendataan EMIS dapat di akses pada laman:
  • Aplikasi EMIS Madrasah    : emispendis.kemenag.go.id/emis_madrasah
  • Aplikasi EMIS PD-Pontren : emispendis.kemenag.go.id/emis_pontren
  • Aplikasi EMIS PAI             : emispendi.kemenag.go.id/emis_pai
3. Satuan Pendidikan (RA, MI, MTs, MA, Pontren, MDT, LPQ, PPS Wajar Dikdas, PDF dan SPM), Guru PAI, Pengawas PAI dan Pengawas MAdrasah yang tidak melakukan pemutakhiran data EMIS, tidak berhak untuk mendapatkan layanan apapun dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

4. Jadwal pelaksanaan pemutakhiran data EMIS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020 dimulai terhitung tanggal 1 September 2019 sampai dengan 30 Desember 2019.

5. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi diharapkan untuk meneruskan informasi ini ke seluruh satuan pendidikan RA, MI, MTs, MA, Pontren, MDT, LPQ, PPS Wajar Dikdas, PDF dan SPM), Guru PAI, Pengawas PAI dan Pengawas MAdrasah yang berada di wilayahnya melalui Kankemenag Kab/Kota.

6. Khusus untuk pendataan EMIS Madrasah (RA, MI, MTs dan MA), mohon diperhatikan tahapan-tahapan pendataan sebagaimana terlampir dibawah ini:


Untuk unduh filenya silakan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

Tanggal Merah di Kalender Hari Libur Nasional Tahun 2020


Kalender Hari Libur Nasional Tahun 2020 telah ditetapkan pemerintah. Total terdapat 16 hari libur nasional dan 4 hari cuti bersama untuk tanggal merah 2020.

Kesepakatan ini dicapai Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri PAN-RB Syafruddin, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam Rapat Tingkat Bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (27/8) kemarin.

Dikutip dari situs resmi Kemenko PMK, Rabu (28/8), Puan menjelaskan kesepakatan libur nasional dan cuti bersama tahun 2020 ini mempertimbangkan sejumlah peraturan. Antara lain Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil, dan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Sipil Negara.

Kemudian mempertimbangkan juga Keputusan Presiden No. 3 Tahun 1983 tentang Perubahan Atas Kepres 251 tahun 1967 tentang Hari Libur Nasional sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keppres No. 10 Tahun 1971, dan Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara.

Kesepakatan ini juga menjadi pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta agar mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas hari kerja di tahun depan. 

"Para menteri pada prinsipnya menyetujui usulan libur nasional dan cuti bersama ini," kata Puan.

Puan juga mengajak para menteri untuk memperhatikan ketentuan cuti bersama, terutama untuk Hari Raya Idul Fitri. Hal itu karena terkait arus mudik dan balik Lebaran.

Berikut daftar hari libur nasional dan cuti bersama yang telah disepakati:

1. Libur nasional
- 1 Januari, Tahun Baru 2020 Masehi 
- 25 Januari, Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili 
- 22 Maret, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 
- 25 Maret, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942 
- 10 April, Wafat Isa Al Masih 
- 1 Mei, Hari Buruh Internasional 
- 7 Mei, Hari Raya Waisak 2564 
- 21 Mei, Kenaikan Isa Al Masih 
- 24-25 Mei, Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah 
- 1 Juni, Hari Lahir Pancasila 
- 31 Juli, Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah 
- 17 Agustus, Hari Kemerdekaan RI 
- 20 Agustus, Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah 
- 29 Oktober, Maulid Nabi Muhammad SAW 
- 25 Desember, Hari Raya Natal 

2. Cuti bersama
- 22, 26 dan 27 Mei (Hari Jumat, Selasa dan Rabu), Cuti bersama untuk Hari Raya Idul Fitri.
- 24 Desember (Hari Kamis), Cuti Bersama untuk Hari Raya Natal.
Baca selengkapnya ...

Dua Siswa MAN Demak Ikuti Final Olimpiade Matematika di Hong Kong


Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak mengikuti babak final (Final Round) olimpiade matematika tingkat internasional pada event Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) tahun 2019. acara tersebut akan berlangsung di Hong Kong pada tanggal 30 Agustus-3 September 2019. Siswa tersebut adalah Moh Asadul Kholqi dan Ida Naely Azimah, siswa kelas XI IPA yang tergabung dalam Program Bilingual Sains Class (BSC).
Plt Kepala MAN Demak, Wahyu Hidayat mengatakan, kiprah siswa madrasah di ajang internasional tidak perlu diragukan lagi, ia berharap siswa MAN Demak, bisa meraih prestasi internasional agar bisa mewujudkan Madarasah Hebat, Madrasah Bermartabat.
"Kami siapkan siswa dengan kemampuan khusus di bidang sains pada kelas khusus olimpiade," terang Wahyu dalam keterangan tertulis sebagaimana termuat di laman suaramerdeka.com (28/8)
Keikut sertaan olimpiade di Hong Kong akan didampingi Fauzan yang juga pengelola BSC Class MAN Demak. "Kami beri label Bilingual Saince Class (BSC) karena kami punya impian untuk menjuarai olimpiade sains, baik di tingkat nasional mau pun internasional," Jelas Fauzan.
Selain siswa MAN Demak, turut bergabung dua siswa peserta dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) 5 Bonang, yaitu Anisa Fitri Nur Mahdaya dan Nurul Aini yang pada seleksi nasional (Heat Round) berhasil memperoleh medali perunggu sehingga berhak maju ke tingkat internasional. 
Baca selengkapnya ...

Penetapan Calon Peserta Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Bagi Guru Madrasah Tahun 2019


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com

Berikut kami bagikan SK serta lampirannya yang memuat nama-nama calon peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Tahun 2019 :


Untuk download silahkan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

KOMPETISI PENULISAN BUKU PAI DAN BAHASA ARAB MADRASAH


Asssalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com
Berikut ini kami lampirkan pemberitahuan kompetisi Penulisan Buku PAI dan Bahasa Arab. Berikut  kami lampirkan file-file yang dibutuhkan:
1. Surat Pemberitahuan Kompetisi Penulisan Buku PAI dan Bahasa Arab
2. BIODATA CALON PESERTA PENULISAN
3. BUKU TESK_REKOMB DAN REFERENSI
4. PANDUAN_REKOMB DAN REFERENSI
5. PENDAMPING_REKOMB DAN REFERENSI 

Selengkapnya download dibawah ini:

Baca selengkapnya ...

28 August 2019

Cerita Ganjil KKN di Desa Penari Viral di Medsos, Kisah 6 Mahasiswa Mahasiswi hingga Meninggal


Cuitan berseri cerita seram KKN di Penari viral medsos. Cerita ini tentang keganjilan-keganjilan 14 mahasiswa mahasiswi yang KKN di sebuah desa.


Cerita horor tentang KKN di Desa Penari viral di media sosial.
Ini bermula dari cuitan berseri dari seorang yang mengaku pernah KKN di sebuah desa di ujung Pulau Jawa.

Cuitan berseri itu viral hingga secara keseluruhan sudah dibagikan ribuan kali.
Lokasi KKN itu di desa yang ada di dalam hutan, dan terkenal wingit (angker).
Cerita horor KKN di Desa Penari ini ditulis akun twitter SimpleMan di @SimpleM81378523 secara berseri.
Pengguna akun Twitter bernama SimpleMan itu menulis cuitan cerita berseri sejak 24 Juni-27 Juli 2019.
Si penulis dengan sengaja menyamarkan nama-nama desa, daerah dan hutan yang diceritakannya.
Ada banyak keganjilan terjadi selama mereka KKN.
Cerita yang disebutnya merupakan pengalaman pribadi itu, berisi pengalaman 14 mahasiswa dan mahasiswi yang KKN pada 2009.
Menariknya, disebutkan dia bahwa ada kejadian yang akhirnya membuat beberapa mahasiswa-mahasiswi yang ikut KKN di Desa Penari meninggal dunia.
Aroma cinta dan horor
Aroma cinta dan horor dalam cerita yang ditulisnya membuat banyak pengguna twitter penasaran.
Mereka mengikuti cerita yang ditulis secara runtut dan apik itu dalam cuitan Twitter.
"Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa?
karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami,
sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari.
sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal.
sebelumnya, penulis tidak mendapat ijin untuk memposting cerita ini dari yang empunya cerita, karena beliau memiliki ketakutan sendiri pada beberapa hal, yang meliputi kampus, dan desa tempat KKN di adakan.
tetapi, karena penulis berpikir bahwa cerita ini memiliki banyak pelajaran yang mungkin bisa dipetik terlepas dari pengalaman sang pemilik cerita akhirnya, kami sepakat, bahwa, semua yang berhubungan dengan cerita ini, meliputi nama kampus, fakultas, Desa dan latar cerita,
akan sangat di rahasiakan.
jadi buat teman-teman yang membaca cerita ini, yang mungkin tahu, atau merasa familiar dengan beberapa tempat yang meski di samarkan ini, di mohon, untuk diam saja, atau merahasiakan semuanya, karena ini sudah menjadi janji penulis dan pemilik cerita." demikian petikan awal dari cerita tersebut.
SimpleMan mengatakan itu merupakan sebuah curhatan tentang cerita di masa lalu.
Ada 14 mahasiswa yang berangkat dalam KKN di Desa Penari, namun hanya sekira enam orang yang banyak diceritakan.
Tokoh dalam cuitan cerita berseri itu Widya, Ayu, Nur, Bambang, Wahyu, Bima, serta beberapa mahasiswa dan mahasiswi lainnya.
Ayu tidak pernah sekalipun cerita apapun tentang desa ini, sesuatu yang ganjil yang menganggunya, sebaliknya, Ayu menentang semua yang tidak masuk akal di desa ini,
namun di malam ketika mereka berdebad mendengar suara gamelan, Ayu pasti berbohong, Ayu sebenarnya juga tahu dan mendengarnya secara langsung, Ayu lebih tahu tentang semua ini, jauh di atas yang lain, termasuk, apa yang Bima lakukan selama ini.
seperti menangkap angin, ada suara tangisanya, namun tak ada wujud dimanapun Widya mencari, tetapi, tempat sesunyi dan sesepi itu, masih terasa ramai bagi Widya, seperti ia di tatap dari berbagai sudut.
Widya melihat dari jauh, di bawah sanggar, ada sebuah gubuk, berpintu.
Widya mendekatinya, namun enggan membukanya, ia mengelilingi gubuk itu, dari dalam gubuk, terdengar suara Bima, di ikuti suara perempuan mendesah, sangat jelas, namun Widya tidak bisa melihat apa yang ada di dalam sana.
leher Widya perlahan semakin berat, dan berat." tulis SimpleMan dalam rangkaian cuitannya.
Penelusuran kami, ada yang menyebutkan cerita seram KKN di Desa Penari itu ada dalam tiga versi.
Ada cerita versi Widya, Nur dan Bambang.
Berikut ini penggalan ending dari cerita seram KKN di Kenari versi Nur:
Bima berteriak ular, ular, ular, ia meninggal lebih dulu dari Ayu, tubuhnya di kebumikan, orang tuanya awalnya masih mau memperpanjang-masalah ini sama pihak kampus, tapi akhirnya di cabut, dengan catatan, KKN tidak lagi di adakan di timur jawa lagi, sejak saat itu, kampus ini, hanya memperbolehkan KKN ke arah barat, tidak lagi timur, apalagi Desa yang jauh.
ada hal yang bikin gw radak susah gambarin adalah, narasumber (Widya) disamarkan, setiap beliau bercerita, beliau hanya menceritakan intinya, dan gw harus ngatur ulang ceritanya agar nyambung, terlepas dari itu, gw inget, tiap dia cerita, tanganya gugup, seperti - tidak mau mengulang peristiwa itu. apapun itu, gw berharap cerita ini mengandung hikmah bagi kalian yang membacanya, untuk peserta KKN nya pun sebenarnya bukan 6 orang, tapi 14 orang, gw perpendek untuk mempersingkat cerita beliau yang saling berkaitan satu sama lain.
untuk kesalahan, pengetikan, dan bikin kentangnya, gw mohon maaf sebesar-besarnya.
memang benar, manusia itu merasa besar, padahal sesungguhnya ada kebesaran lain yang membuat manusia gak ada apa-apanya di balik kalimat kecil, dimanapun kalian berada, junjung tata krama-
saling menghormati, saling menjaga satu sama lain, dan senantiasa bersikap layaknya manusia yang beradab.
gw simple_Man undur diri, untuk waktu yang tidak di tentukan.
(kalau yang bersangkutan memperbolehkan post fotonya, akan gw post kok nanti) sampai jumpa. #bacahorror"
Berikut ini akun Twitter SimpleMan dan link cerita seram KKN di Desa Penari yang sedang viral, bila ingin membacanya secara lengkap.
. ( KLIK LINK INI  dan LINK INI )
Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

Mendikbud Nadiem Umumkan Pengganti Ujian Nasional 2021

Format seperti  Ujian Nasional  2020 akan menjadi yang terakhir. Mendikbud  Nadiem Makarim  mengungkap program pengganti ujian nasional ...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI