Breaking News

30 September 2019

Surat Pemanggilan Peserta Bintang Vokalis Seni Qasidah Se-Kalimantan Selatan Tahun 2019

www.hanapibani.com

Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com

Sehubungan dengan dilaksanakannya kegiatan Bintang Vokalis Seni Qasidah se Kalimantan Selatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 07 sd. 08 Oktober 2019 bertempat di Hotel Raditya Jl. Pangeran Antasari Pasar Pagi Nomor 41 Banjarmasin, maka untuk itu domohonkan kesediaan untuk mengirim peserta dengan ketentuan sebagai berikut;

A). Perlengkapan yang harus dibawa peserta;

  1. Surat tugas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota
  2. Peserta membawa poto kopi rekening atas nama pribadi
  3. Alokasi peserta terlampir.

B). Peserta akan memperoleh uang harian, transport, konsumsi dan akomodasi sesuai DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2019.

C). Check in peserta pada hari Senin tanggal 07 Oktober 2019 pukul 09.00 s/d 10.00 Wita dan acara pembukaan pada pukul 11.00 s/d 12.00 Wita (oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan), peserta diharapkan sudah berada di tempat 30 menit sebelum acara dimulai.

Ketahui Alokasinya dibawah ini:



Unduh filenya dengan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

29 September 2019

Pembatalan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2018


Berdasarkan Surat Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara selaku Penanggungjawab Tim Pelaksanaan Seleksi dan Penetapan NIP Nomor D26-30/65-4/15 tanggal 11 September 2019 tentang hasil klasifikasi dan koreksi penilaian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan ini kami sampaikan:

  1. Berdasarkan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 36 Tahun 2018 Huruf I angka 2 poin j, dinyatakan bahwa dalam hal peserta seleksi sudah dinyatakan lulus oleh Pejabat Pembina Kepegawaian,  tetapi dikemudian hari terbukti kualifikasi pendidikannya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan dan/atau tidak memenuhi persyaratan lainnya yang telah ditetapkan, maka Pejabat Pembina Kepegawaian harus mengumumkan pembatalan kemuliaan bersangkutan;
  2. Berdasarkan Pengumuman Sekretaris Jenderal Selaku Ketua Panitia seleksi CPNS Kementerian Agama Nomor P-36111/SJ/B.II.2/Kp.00.1/12/2018 Tanggal 10 Desember 2018 tentang Hasil Seleksi Kompetensi Dasar dan Peserta yang berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angka 5 poin c, apabila pelamar terbukti memberikan data yang tidak sesuai dengan fakta/ketentuan atau melakukan manipulasi data maka kelulusan yang bersangkutan dinyatakan batal dan/atau yang bersangkutan diberhentikan sebagai CPNS/PNS;
  3. Berdasarkan Pengumuman Sekretariat Jenderal Selaku Ketua Panitia seleksi CPNS Kementerian Agama Nomor P-00805/SJ/B.II.2/Kp.00.1/01/2019 Tanggal 15 Januari 2019 tentang Hasil Seleksi Akhir dan Persyaratan Pemberkasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2018,
  4. Dst.....

Mem-BATAL-kan kelulusan CPNS atas nama berikut:
(Baca selengkapnya dibawah ini):


Unduh filenya dengan klik DISINI 
Baca selengkapnya ...

Menguak Misteri Dan Dahsyatnya Surat Al-Ikhlash

www.hanapibani.com

بسم الله الرحمن الرحيم...
Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Salah satu surat yang terpendek dalam Alquran dan mempunyai khasiat dan hikmah yang sangat dahsyat adalah surat Al-Ikhlas. Keutamaan surat tersebut telah dijelaskan oleh para ulama dan arifbillah lewat lisan baginda Nabi SAW. Tidak sedikit hadist dan atsar yang mengurai secara spesifik kelebihan dan mutiara hikmah di balik empat ayat surat Al-Ikhlas tersebut.

Di antara hadist Rasulullah SAW yang membahas tentang itu, bunyinya : ”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Alqur’an dalam semalam?” Mereka menjawab, “Bagaimana mungkin kami bisa membaca sepertigai Alqur’an?” Lalu Nabi SAW bersabda, “Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Alqur’an.” (H.R. Muslim no. 1922)

Berdasarkan hadist di atas menyebutkan sekali membaca Al-Ikhlas mampu menandingi pahalanya seperti membaca sepertiga Alquran. Bayangkan kalau kita membaca lebih sekali.

Sementara itu dalam kesempatan yang lain baginda Nabi SAW menyebutkan surat Al-Ikhlas atau Qulhu itu menjadi penawar segala penyakit, sebagaimana pernah disebutkan dari pada Abu Hurairah; Rasululllah SAW bersabda: “Surah Al Ikhlas adalah penawar segala penyakit (Rohani atau Jasmani).” (HR: Ibnu Majah r.a.)

Kelebihan lain dari surat Al-Ikhlas tersebut sebagaimaan sabda Rasulullah SAW, berbunyi “Siapa membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 11 kali, niscaya Allah SWT akan sediakan baginya satu mahligai indah dalam syurga.”

Dalam hadist yang lain Rasulullah SAW berkata, “Sesiapa membaca surah Al-Ikhlas pada perkuburan sebanyak 11 kali, kemudian dihadiahkan pahalanya kepada ahli kubur, niscaya diberikan kepada si pembacanya pahala sebanyak bilangan ahli kubur di situ. ”Rasululllah SAW bersabda: “Sesiapa yang membaca surah Al-Ikhlas sebelas kali setiap selesai salat Subuh maka dirinya akan dijaga dari perbuatan dosa selama sehari tersebut.”

Membaca surah Al-Ikhlas dan ‘Al- Mu’awwidzatain’ sebanyak 3 kali pada waktu subuh dan asar, InsyaAllah maka kita akan selamat dari marabahaya sehingga tiba subuh dan asar berikutnya.

Disebutkan juga kelebihan lain surat Al-Ikhlas bahwa siapa yang membaca di dalam salat sunat dhuha, surah Kursi 10 kali pada rakaat pertama dan surah Al-Ikhlas 10 kalipada rakaat kedua, mendapat keridaan Allah SWT dan insyallah ada rezekinya pada hari itu. Salah satu rahasia lain untuk pengobatan dengan surat pendek itu bacalah surat Al-Ikhlas 11 kali dan ditiupkan pada tengkuk orang yang degil untuk lembutkan hati mereka.

Diriwayatkan di dalam kitab Syamsul Ma’arif Al-Qubra (Syeikh Ahmad Albuuny). Disebutkan bahwa sesungguhnya Syeikh Abdul Wahid Al-Andalusy mencari Tariqat Riyadhah surat Al-Ikhlas ini dalam jangka waktu yang lama. Perjalanan menempuh waktu selama beberapa tahun beliau berangkat menuju negeri Piramida Mesir dari Magribi (Maroko) hingga dari Mesir, sampailah beliau ke bumi yang diberkahi di jazirah semenanjung Arab negeri Madinah Al-Munawwarah.

Syekh Abdul Wahid dalam pengembaraan ilmunya, beliau menetap di Madinah selama jangka waktu setahun. Namun tujuan beliau belum tercapai sampai akhirnya bertemu dengan seorang ulama terkemuka bernama Syeikh Abdus Shamad Al-Khawarizmi. Syeikh Abdul Wahid Al-Andalusy berteman dengan Syeikh tersebut selama beberapa tahun.

Selama pertemanan dan pergaulan tidak pernah Syeikh Abdul wahid menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan sebuah permata yang bernama "Riyadhah Al-Ikhlas", sampailah pada suatu hari Syeikh tersebut berbicara tentang Riyadhah yang dilakukan oleh sebagian Aulia di dalam ibadanya. Singkat cerita beliau memperoleh dan mendapatkan permata tersebut lewat perjuangan yang sangat melelahkan dan berliku. Riyadhah ini sebuah amalan secara spesifik surat Al-ikhlas dengan syarat dan metode tersendiri.

Surat Al-Ikhlas Penebus Diri Dari Api Neraka

Disebutkan dalam kitab Khazinatul Asrar: "Al-Faqir berkata (semoga Allah memerdekakannya dari neraka Sya’ir): saya melihat seorang Syaikh di Masjidil Haram pada bulan Ramadan tahun 1.261 sedang membaca surat Al-Ikhlas di sebelah pintu Dawudiyyah malam dan siang hari setiap bulan Ramadan. Kemudian aku mengecup tangannya sambil berkata: Wahai Tuanku, aku melihatmu setiap hari membaca surat Ikhlas, berilah tahu padaku tentang faedah dan rahasianya. Kemudian dia menjawab: aku ingin memerdekakan jasadku dari neraka wahai anakku, dan dia mengangkat tangan ke lehernya.

Aku berkata: berilah aku ijazah, kemudian beliau mengijazahiku dan memberi izin padaku serta mendo’akan barakah. Semoga Allah memberi pertolongan pada kamu untuk membacanya sebanyak 1.000 kali. Dan ini merupakan ijazah melalui tulisan bagi orang yang mau membacanya. Semoga Allah memberi barakah pada kita dan membukakan rahmatnya. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang selamat sebab kemuliaan surat al-Ikhlas.( Kitab Khaziinatul Asrar, hal. 159, Syekh Sayyid Muhammad Haqqin Nazili )

Demikian Semoga Bermanfaat
Baca selengkapnya ...

28 September 2019

Kemenag Umumkan Hasil Seleksi Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan Cerita Remaja Islam (Ceris) 2019, Ini Finalisnya

www.hanapibani.com

Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com
Kementerian Agama telah menyelesaikan proses penilaian lomba penulisan Cerita Remaja Islam (Ceris) dan Karya Ilmiah Remaja (KIR) Siswa SMA/SMK tahun 2019. Hari ini, Kementerian Agama mengumumkan sejumlah peserta yang akan ikut dalam babak final.
Para finalis ini akan mengikuti tahap penjurian akhir dengan mempresentasikan karyanya pada gelaran Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Nasional. Pentas PAI Nasional akan berlangsung di Asrama Haji Makassar Sulawesi Selatan, 9 - 14 Oktober 2019.
"Setelah dilakukan penilaian oleh tim penilai pada karya-karya yang dikirimkan pada kita, selanjutnya terseleksi masing-masing 6 finaslis untuk lomba penulisan Cerita Remaja Islam (Ceris) dan Karya Ilmiah Remaja (KIR) Siswa SMA/SMK 2019," terang Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Rohmat Mulyana Sapdi di Jakarta, Kamis (26/09).
"Selanjutnya seluruh finalis kita undang untuk mempresentasikan hasil karyanya di hadapan para dewan juri pada gelaran kegiatan Pentas PAI Tingkat Nasional, dan finalis diharapkan dapat mempersiapkan segala keperluan dalam penjurian nanti," sambungnya.

Berikut ini nama finalis KIR dan Ceris 2019;
A. Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR) PAI Siswa SMA/SMK
1. Abdurrahman Tsaqib As Shiddiq, SMAN 1 Godean, DI Yogyakarta
2. Adip Dwi Sasongko, SMAN 1 Tarakan, Kalimantan Utara
3. Ismi Huzaimah, SMAN 2 Jombang, Jawa Timur
4. Minsyahri Simangunsong,SUPM Ladong,Aceh
5. Mufti Syafi Atun Nafiah, SMAN1 Godean, DI Yogyakarta
6. Nur Fadhilah Andini, SMAN 2 Makassar, Sulawesi Selatan
B. Lomba Penulisan Cerita Remaja Islami (Ceris) Siswa SMA/SMK
1. Amanda Reni Ariani, SMKN 1 Negara, Bali
2. Azzaky Al Faiq Agma, SMAN 1 Kota Binjai, Sulawesi Utara
3. Muthmainnah, SMAN 1 Nunukan, Kalimantan Utara
4. Nabila Aldhia Fasya, SMAN 2 Jombang, Jawa Timur
5. Syakiran Aghniyya, SMA Cahaya Madani Boarding School Pandeglang, Banten
6. Zahra Fauziah,SMAN 3 Kota Jambi, Jambi
Baca selengkapnya ...

Surat Edaran Seleksi PPG 2019 Kemendikbud


Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com

Dalam rangka pelaksanaan sertifikasi bagi guru dalam jabatan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Kependidikan dan Kebudayaan akan melakukan seleksi kemampuan akademik tahun 2019 program PPG Dalam Jabatan.

Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2017 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan yang Diangkat sampai dengan Akhir Tahun 2015.

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan hormat disampaikan informasi terkait dengan persiapan pelaksanaan Seleksi Kemampuan Akademik Tahun 2019 bagi program PPG Dalam Jabatan sebagai berikut:



Unduh filenya dengan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

126 Makalah Terpilih Dibahas pada Muktamar Pemikiran Santri Nusantara 2109


Sebagai rangkaian peringatan Hari Santri 2019, Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar Muktamar Pemikiran Santri Nusantara (MPSN). Acara ini digelar di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 28 - 30 September 2019.
Muktamar ke-2 ini mengangkat tema "Tradisi, Eksistensi,dan Perdamaian Global”. "Ini diharapkan menjadi ajang para pemikir pesantren menuangkan gagasan dan idenya serta ilmunya dalam berbagai bidang isu," terang Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi di Jakarta, Jumat (27/09).
Menurutnya, panitia telah menerima 547 naskah Call for Papers Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Tahun 2019. Jumlah yang masuk itu lalu diseleksi sehingga terpilih 126 naskah. 
"Sebanyak 126 penulis naskah ini diundang menjadi partisipan Call for Papers Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Tahun 2019. Tentunya naskah terpilih merupakan makalah yang dinyatakan memenuhi kriteria sebagai peserta Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Tahun 2019,” ucap Zayadi.
Ditambahkan Zayadi, Muktamar Pemikiran Santri akan dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Ada tujuh subtema atau bidang kajian yang akan dieksplorasi dalam muktamar ini, yaitu: 1) Santri dan wajah ramah pesantren di Dunia 2) Pedagogi Pesantren dan Perdamaian Dunia 3) Modalitas Pesantren dalam mewujudkan perdamaian dunia, 4) Pesantren dan resolusi konflik 5) Pedagogik prophetic dalam tradisi pembelajaran pesantren, 6) Akar moderasi dan perdamaian (as-Slim) dalam tradisi kitab kuning 7) Kesusastraan dan pesan damai pesantren.
Baca selengkapnya ...

Surat Edaran tentang Pengelolaan Dana BOS pada Madrasah Tahun Anggran 2020


Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Madrasah merupakan program mandatori pemerintah yang berfungsi sebagai salah satu instrumen perluasan akses pendidikan guna mendukung penuntasan program wajib belajar. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mempunyai kewenangan untuk memastikan pendataan, pengalokasian anggaran, dan penggunaan BOS pada madrasah bersifat efisien, transparan, dan akuntabel dengan berpedoman pada peraturan dan perundangan yang ditetapkan.

Jumlah peserta didik sebagai dasar perhitungan penetapan alokasi anggaran BOS merupakan jenis data yang bersifat dinamis. Ketidaksesuaian data peserta didik ketika pengambilan data terakhir (cut-off) dengan data riil ketika anggaran BOS sudah ditetapkan dan siap untuk dicairkan mengakibatkan satker mengalami kelebihan/surplus anggaran atau sebaliknya mengalami kekurangan anggaran (pagu minus).

Kondisi ini menyebabkan timbulnya potensi inefisiensi pelaksanaan anggaran serta tidak tercapainya tujuan program ini secara optimal. Untuk itu, perlu disusun surat edaran yang dijadikan acuan dalam pengelolaan dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Madrasah.

Berikut Surat Edarannya;



Untuk download filenya silakan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

Surat Tindak Lanjut Verifikasi Pembukaan Blokir Absensi Bulan Januari sampai Mei 2019 Jatim


Menindaklanjuti Surat Direktur Jenderal Pendidikan lslam melalui Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Nomor 82144.I/DJ.I/Dt.l.II/PP.00/7/2019 tanggat 15 Juli 2019 perihalsebagaimana pada pokok surat bahwa terkait pengusulan dispensasi absensi guru madrasah bulan Januari-Mei di Lingkungan Kanwil Kementerian Agama provinsi Jawa Timur sebagaimana terlampir untuk selanjutnya Saudara melengkapi dan memvalidasi siap_id madrasah yang tidak valid.

Disamping hal tersebut di atas, demi menjamin validitas dan akuntabilitas data usulan dispensasi absensi dari masing-masing satuan kerja agar Saudara melengkapi dokumen pernyataan bermaterai yang harus ditandatangani oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Pengawas Madrasah pembina, dan Kepala Madrasah terkait sebagaimana format terlampir. Data perbaikan dalam bentuk file ms excel dikirim melalui email madrasahjatim@gmail.com dan Surat pernyataan bermaterai melalui pos paling lambat 3 Oktober 2019.

Demikian, atas perhatian dan kerja sama yang baik disampaikan terima kasih.

Berikut Daftar Madrasah Pengajuan Buka Blokir Absensi Karena Kelalaian Pengisian di SIMPATIKA Bulan Januari - Me 2019 Di Lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Timur.



Untuk unduh filenya silakan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

27 September 2019

PEDOMAN PENYELENGGARAAN UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA TAHUN 2019


A. Tema Upacara
“ Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia ”

B. Sifat Upacara:
Sederhana, khidmat, dan tertib

C. Hari/Tanggal Upacara:
Selasa, 1 Oktober 2019

D. Waktu Upacara:
Pukul 08.00 waktu setempat

E. Urutan Upacara:

  1. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara
  2. Laporan Komandan Upacara, upacara siap
  3. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara
  4. Pembacaan Teks Pancasila
  5. Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-undang Dasar 1945
  6. Pembacaan Naskah Ikrar 
  7. Pembacaan Naskah Doa
  8. Andhika Bhayangkari (menyesuaikan)
  9. Laporan Komandan Upacara, upacara selesai
  10. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara
  11. Upacara selesai
Untuk Teks Pancasila, Naskah Pembukaan UUD 1945, Naskah Ikrar serta Naskah Do'a silakan print dibawah ini:


Untuk unduh filenya silakan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

MIN 9 HSU IKUTI LOMBA SEKOLAH SEHAT TINGKAT NASIONAL


Amuntai – Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) 9 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Desa Harus Kecamatan Amuntai Tengah, terpilih menjadi perwakilan HSU dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional tahun 2019.
Wakil Bupati HSU H. Husairi Abdi didampingi Camat Amuntai Tengah, Kepala Desa Harus, Kepala MIN 9 dan para jajaran karyawan MIN 9 menerima tim verifikasi Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional di MIN 9 Desa Harus, Selasa (24/9).

Menurut Ketua Tim Penilai LSS, Zulkifli, kegiatan ini adalah tindak lanjut verifikasi dari tim sebelumnya dan mengecek kekurangan dari catatan tim sebelumnya yang harus dilengkapi dan disempurnakan untuk menentukan hasil final dari penilaian lomba sekolah sehat ini.
“Setelah kami verifikasi di MIN 9 HSU, hampir semuanya sudah terpenuhi sesuai dengan standar yang diharapkan, khususnya dari sarana prasana dan juga karakter. Apa yang menjadi catatan dari penilaian tahap pertama sudah ditindaklanjuti pihak madrasah,” ujar Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan, pada lomba tahun ini ada 3 kategori lomba yang diadakan, yaitu best performance, best achievement, dan best attitude.
Wakil Bupati HSU H. Husairi Abdi yang juga Ketua Pembina UKS HSU mengatakan, UKS di Hulu Sungai Utara dari tahun ke tahun sebelumnya selalu mendapatkan apresiasi dari pusat.
Husairi juga mengapresiasi kepada MIN 9 HSU yang akan mengikuti LSS mewakili Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan didukung penuh oleh masyarakat sekitar.
“Meskipun kebanyakan masyarakat di sini adalah petani, tapi kegiatan UKS ini betul-betul didukung oleh masyarakat,” ucap Husairi.
Husairi menambahkan, setelah dilakukan penilaian pertama dengan catatan yang masih ada kurang dan harus dilengkapi, di penilaian kedua ini semua kekurangan di penilaian sebelumnya sudah dilaksanakan pihak sekolah dan masyarakat.
“Diharapkan sekolah ini menjadi contoh dan sebagai model, sekolah yang berada di kampung tetapi mendapatkan apresiasi dari nasional,” pungkas Husairi.
Baca selengkapnya ...

Lebih 31.000 Guru PAI Lolos Dokumen Pretest PPG

www.hanapibani.com

Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi dokumen pengajuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Total ada 33.600 dokumen dan dari jumlah itu sebanyak 31.645 dokumen dinyatakan lolos dan valid. 
“Seluruh GPAI yang dinyatakan lolos, akan mengikuti tahap selanjutnya, yaitu seleksi akademik GPAI atau pretest,” tegas Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sertifikasi Guru PAI yang berlangsung pada tanggal 25-27 September 2019 di Bekasi. Rakor ini diikuti 70 peserta, terdiri atas Kepala Bidang PAI/PAKIS atau Kepala Seksi dan admin/operator data Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia.
Menurutnya, pretest akan dilaksanakan serentak pada rentang 4 - 8 November 2019 di tiga zona. Durasi pelaksanaan seleksi di setiap zona tergantung dari jumlah peserta dan ketersediaan tempat ujian kompetensi. Setelah mengikuti pretest, selanjutnya para peserta akan mengikuti proses sertifikasi melalui PPG secara bertahap.
Kamaruddin Amin mengatakan, anggaran Kementerian Agama untuk menyelenggarakan PPG masih sangat terbatas. Selama ini, anggaran yang teralokasikan hanya cukup untuk membiaayai sekitar 2000 GPAI. Sejalan dengan itu, Kamaruddin mengaku bahwa pihaknya tengah mempersiapkan regulasi yang mengatur agar guru dapat membiayai sendiri pelaksanaan sertifikasinya.
“Pada 2020, kita berharap peserta yang akan disertifikasi mencapai 8000 hingga 10.000,” kata Kamarunddin Amin.
www.hanapibani.com
Hal senada disampaikan Direktur Pendidikan Agama Islam Rohmat Mulyana. “Kemampuan pemerintah dalam mensertifikasi guru per tahun hanya pada kisaran duaribuan. Itu berarti, butuh waktu sekitar lima belas tahun untuk menyelesaikan sertifikasi guru PAI yang mencapai 30ribu," jelasnya. 
“Direktorat berkomitmen menindaklanjuti kebutuhan regulasi dalam mensupport kesuksesan pelaksanaan sertifikasi dan perangkat-perangkatnya,” sambungnya.
Kasubdit PAI pada PTU yang juga selaku leading sector sertifikasi guru melalui jalur PPG Nurul Huda mengatakan, verifikasi dan validasi dokumen PPG GPAI ini telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Ketentuannya, guru yang boleh mengusulkan adalah guru yang diangkat (baca: ditetapkan) hingga tahun 2015. 
Nurul menambahkan, ada hal baru dalam pelaksanaan seleksi akademik november mendatang. Pertama, proses seleksi akademik akan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang telah dibuat Direktorat PAI. Kedua, tempat pelaksanaan tes atau tempat uji kompetensi (TUK) akan lebih banyak menggunakan laboratorium komputer madrasah dan PTKI. Ketiga, dilaksanakan secara nasional dan melibatkan semua elemen Kementerian Agama, pusat hingga daerah.
“Tahun ini kita akan menggunakan laboratorium yang dimiliki madrasah atau PTKIN. Khusus daerah yang tidak ada madrasah yang memiliki laboratorium atau jauh dari PTKI, dapat menggunakan laboratorium sekolah,” ujarnya.
Usai mengikuti Rakor, Nurul berharap para Kabid PAI/PAKIS dapat segera mensosialisasikan pelaksanaan pretes kepada GPAI. “Kita semua berharap, prosentase tingkat kelulusan pretes GPAI ini juga tinggi,” tandasnya.
Baca selengkapnya ...

Pencipta Hymne dan Mars Madrasah

www.hanapibani.com

Sederhana, santun, rendah hati dan tidak neko-neko. Itulah kesan pertama bertemu dengan beliau. Laki-laki kelahiran Tasikmalaya dengan usia 57 tahun ini adalah pencipta lagi Hymne dan Mars Madrasah. Beliau adalah Ikin Sodiqin, seorang guru PAI di MI Tanjungsari Tasikmalaya.
Pak Ikin adalah guru Pendidikan Agama Islam yang unik. Beliau tidak hanya paham pendidikan agama tetapi juga mahir dalam bermain musik. Tidak pernah kursus musik, tapi belajar otodidak. Hymne dan Mars madrasah lahir dari sebuah kegelisahan yang dirasakan oleh Pak Ikin atas kondisi madrasah di kampung-kampung di Tasikmalaya pada tahun 2007.
“Di tahun 2007, saya merasakan madrasah sedang mengalami kepenatan. Karena kalah saing dengan lembaga pendidikan lainnya. Tidak ada gairah dan semangat,” ujarnya memulai pembicaraan tentang perjalanan penciptaan lagu hymne dan mars madrasah.
Dari kegelisahan tersebut, Pak Ikin diminta oleh almarhum pak Muntaha agar mencoba membuat kreasi untuk membangkitkan semangat madrasah melalui seni.
“Saat itu saya menciptakan ada 18 lagu, baik itu yang hymne, Mars atau Senandung. Lagu-lagu itu kami ikutkan lomba di tingkat kabupaten tahun 2011. KKM (Kelompok Kerja Madrasah) Jawa Barat tertarik untuk merilis lagu-lagu tersebut,” kisah Ikin saat ditemui disela-sela sarapan pagi di Hotel Grand Mercure Yogyakarta (9/8).
Di tahun 2012, nama Ikin Sodiqin sudah terdengar sampai ke Direktorat Pendidikan Madrasah (kini menjadi Direktorat KSKK Madrasah). Saat itu, Kasubdit Kesiswaan, Dr. Sastra Djuanda meminta pak Ikin untuk menciptakan lagu Mars dan Hymne Madrasah dalam 1 bulan, yang rencananya akan dikumandangkan saat acara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan AKSIOMA (Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah) untuk pertama kalinya di Bandung.
“Saat itu saya tidak bisa tidur satu minggu. Setelah selesai, draft mars dan hymne ini divalidasi oleh tim dari Kemenag dan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Saya dimintai pertanggungjawaban, tidak hanya kata-kata dalam lagu itu, bahkan sampai ke huruf. Ada tujuh kompetitor saat itu. Tapi alhamdulillah mars dan hymne saya yang terpilih. Meski sempat ada revisi lirik seminggu sebelum launching di Hotel Harris Bandung di tahun 2012,” jelas Ikin.
Pak Ikin mengakui bahwa Kementerian Agama tidak main-main dalam hal seleksi Hymne dan Mars madrasah ini. Selain itu, pak Ikin juga mengakui penghargaan Kementerian Agama kepadanya sangat luar biasa.
“Setiap kali ada even nasional, seperti KSM dan AKSIOMA, saya selalu diundang dan dilibatkan. Bahkan paska KSM-AKSIOMA di Malang 2013, saya diberangkatkan ke Australia selama 9 hari berkat kerjasama Kemenag dengan AUS-AID. Saya selalu terharu jika mars dan hymne madrasah dikumandangkan,” tutupnya.
Mars dan Hymne Madrasah merupakan salah satu bentuk pengabdian pak Ikin Sodiqin kepada madrasah.  Terima kasih pak Ikin Sodiqin. Inilah lirik Hymne dan Mars Madrasah:

Hymne Madrasah
Dengan ungkapan syukur pada Mu atas sgala karunia Ya Allah
Kau Embankan amanat pendidikan dalam melanjutkan perjuangan
Dengan ungkapan syukur pada Mu atas sgala karunia Ya Allah
Kau Embankan amanat pendidikan dalam melanjutkan perjuangan

Madrsah Tumpuan harapan umat membentuk jiwa  berakhlaqul karimah
Menjawab arus tantangan jaman menjadi benteng runtuhnya morah
Kau ajarkan arti kehidupan melalui tuntunan keislaman
Dalam bingkai citra pendidikan tuk menggapai cita-cita mulia
tuk menggapai cita-cita mulia


MARS MADRASAH
Gema madrasah membahana dipersada bumi nusantara
Pengemban amanat mencerdaskan tunas bangsa santun berwibawa
RA MI MTs MA, bahu membahu turut berjuang
Membangun bangsa bermartabat mulia demi cita-cita

Moto Ikhlas beramal, berkarya nan bermoral ayo-ayo tegakkan
Falsafah pancasila, Bhineka tunggal ika semboyan bangsa Indonesia
Semboyan Bangsa Indonesia
Baca selengkapnya ...

26 September 2019

Kompetisi Robotik Madrasah V Digelar November 2019 di Surabaya


Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan kembali menggelar Kompetisi Robotik Madrasah V. Kompetisi ini akan digelar di Grand City Mall, Surabaya pada 16 - 17 November 2019.
"Tahun ini, Kompetisi Robotik Madrasah agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Kita akan gelar kompetisi ini, di luar Jabodetabek. Kita ingin cari suasana baru. Sebab, sebelumnya selalu digelar di Jakarta, Tangerang, dan Depok. Mudah-mudah ke depan, bisa berganti-ganti daerah," jelas Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar, di Jakarta, Kamis (26/09).
Menurut Umar, Kompetisi Robotik tahun ini mengangkat tema Robots Save The Earth (Green Energy and Environmental Issues). "Kita ingin mengajak siswa-siswi madrasah agar sadar tentang keselamatan bumi dan lingkungan. Serta mengajak mereka berkreasi untuk menciptakan robot yang turut membantu menyelamatkan bumi dan lingkungan sekitar mereka dari kerusakan. Isu pelestarian lingkungan adalah isu penting yang dihadapi semua negara saat ini. Oleh sebab itu, kompetisi sejatinya ingin mengajak siswa-siswi madrasah sadar akan hal tersebut," tuturnya.
Kuota peserta kompetisi tahun ini juga bertambah. Kalau sebelumnya hanya 20, tahun ini menjadi 30 tim untuk setiap kategori. Hal ini sebagai respon atas tingginya minat siswa madrasah yang mendaftar kompetisi ini. Kompetisi Robotik Madrasah itu sendiri terbagi dalam tiga kategori. Pertama, Kategori Rancang Bangun Mesin Otomatis. Kategori ini dibuka untuk semua tingkatan, MI, MTs dan MA. "Dalam kategori ini, siswa diminta untuk membuat model robot yang berfungsi sesuai dengan tema yang diminta," tutur Umar.
Kedua, Kategori Robot Pemilah Sampah. Ini khusus untuk peserta dari siswa MTs. "Mereka akan diminta membuat robot yang berfungsi untuk memilah sampah berdasarkan jenis yang ditentukan," jelasnya.
Adapun kategori ketiga adalah Robot Challange dengan menggunakan teknologi IoT (Internet of Things). Kategori ini untuk peserta dari siswa MA. "Mereka akan diminta membuat robot yang mampu melalui halangan atau rintangan dan juga mampu mentransfer data dengan menggunakan teknologi IoT," ujarnya.
Pendaftaran Kompetisi Robotik Madrasah V ini mulai dibuka sejak hari ini, 26 September hingga 14 Oktober 2019. Pendaftaran dilakukan secara daring dengan klik: Daftar Kompetisi Robotik Madrasah V tahun 2019.
"Kami sudah menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan untuk para pemenang dengan total mencapai 300 juta," tandas Umar.
Baca selengkapnya ...

LHS dan Ide Rekonstruksi Pemahaman Sejarah Perang dalam Islam

www.hanapibani.com

Evaluasi Pelaksanaan SPAN-UMPTKIN 20-22 September di Belitung sangat istimewa. Bukan karena lokasinya yang indah, tetapi juga karena momen kebersamaan dengan Menteri Agama beserta ibu di penghujung jabatan beliau pada periode pertama Pemerintahan Jokowi-JK. Hadir dalam acara ini, selain Bapak Menteri dan ibu juga bapak Dirjen Pendis dan Direktur Diktis.
Dalam pidato tanpa teks selama lebih dari 1 jam, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) dengan sangat spiritual dan lepas bicara soal makna evaluasi, input mahasiwa dan dosen dari umum, isi perang dalam buku-buku sejarah, masa depan prodi-prodi agama di lingkungan PTKIN, dan langkah-langkah yang seharusnya diambil serta diantisipasi.
Berbicara setelah Dirjen Pendis, Kamaruddin Amin, yang menyoroti perlunya UIN masuk dalam jajaran 500-1000 World Top Universities dan belum massifnya mahasiswa asing di lingkungan PTKIN sebagai alat promosi Indonesia di dunia, Menteri LHS menghimbau agar evaluasi ini bukan hanya infografis angka-angka tapi juga deskripsi mendalam tentang input, prodi-prodi yang mati, dan peran lulusan bagi pembangunan bangsa. Hal ini dilakukan untuk mencapai gambaran besar tentang masalah dan solusi pendidikan Islam yang efektif dan berkualitas di masa depan. Bukan pengulangan dan rutinitas yang involutif atau jalan di tempat serta terisolasi dari ledakan-ledakan perubahan.
Menteri LHS menegaskan agar pada ujungnya produk dari PTKIN bukan saja menjadi saintis, ilmuwan, tapi juga yang lebih penting menjadi agen moderasi beragama di masyarakat. Kata ‘moderasi beragama’ yang berulang-ulang diucapkan Menteri LHS punya makna magis dalam konteks Indonesia modern dengan jumlah penduduk lebih kurang 280 juta. Betapa bahayanya jika moderasi beragama lemah, maka virus radikalisme akan membubarkan mimpi-mimpi Indonesia menjadi negara maju dan modern karena diporakporandakan oleh pertikaian antar suku, agama, dan kelompok. Jadi, dengan Menag LHS mengulangi kata ‘moderasi beragama’ tanpa bosan mengandung pesan bahwa ini bukan persoalan sepele. 
Menag LHS, misalnya, menyinggung soal fenomena hijrah dan muatan perang dalam buku-buku sejarah di lembaga-lembaga pendidikan. Soal buku-buku sejarah, misalnya, perlu rekonstruksi isi dan pemahamanya, utamanya dalam sejarah perang. Titik tekannya untuk membangun karakter peradaban dan bukan untuk menampilkan nilai-nilai negatif perang dalam bacaan manusia modern yang telah beralih ke semangat perdamaian serta kerjasama.
Saya setuju dengan ide rekonstruksi pemahaman sejarah perang dalam sejarah Islam dari Menteri LHS yang nampaknya kini viral dan kontroversial. Ini justru sebuah keniscayaan dan hal biasa. Menteri Agama Munawir Sadzali pernah mengusulkan gagasan reinterpretasi ajaran Islam terkait hukum waris dengan konteks budaya Indonesia; Cak Nur dengan isu sekularisasinya; Dawam Rahardjo cs dengan pembaruan Islamnya; dll.
Setiap bangsa melalui sejumlah elitnya untuk kepentingan penyelarasan konteks-konteks kebangsaan, boleh melakukan rekonstruksi-rekonstruksi yang perlu. Agar tujuan-tujuan beragama sejalan dengan tujuan-tujuan-tujuan pembangunan tanpa melanggar esensi-esensinya.
Bangsa Turki, Mesir, Iran, Maroko, dan juga Indonesia telah menyesuaikan praksis-praksis Islam yang tidak sama dengan kebudayaan bangsanya. Ada budaya ribuan tahun sebelumnya yang telah mendahului Islam dan ribuan tahun lagi di masa depan. Di dunia yang makin terhubung berkat teknologi internet, perang tidak lagi jadi solusi. Perang telah dilihat sebagai sesuatu yang mengerikan dan tidak pantas ada dalam peradaban modern. Di jaman modern, kata Yuval Noah Harari, manusia telah berevolusi ke arah kerja sama melalui konsensus-konsensus hukum dan moral. Tak heran jika kini gula lebih banyak membunuh umat manusia daripada bubuk mesiu—senjata perang.
Singkatnya, agar DNA-DNA cinta damai dan saling menyayangi di antara umat manusia, khususnya generasi muda Indonesia tumbuh subur, maka narasi-narasi anti-perang, belas kasih (compassion), kerjasama, kepedulian, dan lain-lain terus-menerus disebarkan dalam kurikulum-kurikulum—termasuk sejarah Islam. Saya memahami bahwa moderasi beragama merupakan sebuah proyek besar dan berkelanjutan. Moderasi beragama, karena itu, merupakan gerakan kebudayaan dan gerakan pendidikan.
Saya teringat karya Edward Said ‘Orientalism’. Karya ini menjelaskan Barat mengkonstruksi Timur (bangsa-bangsa Timur non-Barat) melalui karya-karya fiksi, puisi, dan narasi-narasi sejarah sedemikian rupa sehingga Barat merasa legal menjajah Timur. Timur ditafsirkan, didefinisikan, dan dikerangkeng dalam persepsi-persepsi Barat. Timur adalah karir bagi Barat. Ide yang ditangkap dari karya Said adalah narasi-narasi itu dapat mengubah sebuah pandangan dunia dan menggerakannya dalam prilaku-prilaku tertentu—meski dalam kasus Barat menghasilkan penaklukan-penaklukan (kolonialisme) Barat atas Timur. 
Demikian pula bangsa Jepang. Menurut Susy Ong dalam karya Kaikatsu Kaizen: Reformasi Pola Hidup Bangsa Jepang 2019 menyatakan bahwa Jepang maju bukan karena tradisi-tradisinya. Tradisi dan budaya asli Jepang sebelum tahun 1868 sangatlah rendah, kotor, jorok, boros, tidak memakan daging, perempuan dan laki-laki mandi bersama-sama, membuang sampah sembarangan, dan lain-lain. Perkenalannya dengan Barat melalui buku-buku yang diterjemahkan mengubah segalanya. Karya Victor Frankl ‘Men’s Search of Meaning’, ‘Self Help’, dan karya-karya Benyamin Franklin menginspirasi Kaisar dan rakyat Jepang hingga maju seperti sekarang. Kesimpulan buku Susy Ong, kemajuan dan kedisiplinan Jepang adalah hasil dari rekayasa sosial yang panjang dan bukan hasil dari tradisi otentik Jepang.
Dengan mencontoh paling tidak dua kasus di atas, maka ide rekonstruksi pemahaman sejarah perang oleh Menteri LHS dalam kerangka proyek moderasi beragama sangatlah relevan dan tepat. Tujuannya bukan menghilangkan fakta, tapi menyusun pola-pola pikiran dan tindakan belas kasih dan cinta damai. Perang, pada dasarnya, adalah kelanjutan dari kesepakatan yang gagal. Karena itu, perang bisa dicegah oleh konsensus-konsensus.
Yuval Noah Harari sangat tepat ketika mengatakan we created myths to unite our species—manusia menciptakan mitos-mitos untuk menyatukan sesamanya. Menurut Harari, hukum, undang-undang, mata uang, perjanjian-perjanjian, konstitusi-konstitusi, dan bahkan ‘agama-agama’ adalah mitos-mitos yang dapat mengikat persatuan. 
Jadi, memproduksi narasi-narasi damai, belas kasih, dan sejenisnya melalui kurikulum serta buku-buku sejarah merupakan bentuk rekayasa sosial yang relevan dengan konteks bangsa kita yang paling majemuk di dunia. 
Baca selengkapnya ...

Pengumuman Seleksi Naskah dan Undangan Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Tahun 2019



Dengan hormat, sehubungan dengan penyelenggaraan Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Tahun 2019, Panitia telah menerima 547 naskah Call for Papers Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Tahun 2019 dan telah dilakukan seleksi naskah.

Nama-nama yang tercantum dalam lampiran surat ini adalah partisipan Call for Papers Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Tahun 2019 yang dinyatakan memenuhi kriteria sebagai Peserta Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Tahun 2019.

Kepada Peserta Muktamar Pemikiran Santri
Nusantara Tahun 2019, dimohon kehadirannya pada:
Hari / Tanggal : Sabtu – Senin / 28 – 30 September 2019
Tempat : Pondok Pesantren Asshidiqiyah Pusat
Jalan Panjang No. 6C Kedoya Utara Kec. Kebon Jeruk Kota Jakarta Barat – DKI Jakarta

dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Registrasi kedatangan dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 September 2019 Pukul 10.00 WIB s.d.14.00 WIB di Pondok Pesantren Asshidiqiyah Pusat;
  2. Peserta diminta menyiapkan bahan paparan dalam bentuk softcopy dan printout untuk waktu pemaparan maksimal 8 (delapan) menit;
  3. Akomodasi dan konsumsi selama kegiatan diberikan sesuai ketentuan standar biaya masukan yang berlaku;
  4. penggantian biaya transportasi darat diberikan untuk peserta yang berasal dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah;
  5. penggantian biaya transportasi udara diberikan untuk peserta yang berasal dari wilayah Jawa Timur dan Luar Jawa, dan peserta diminta untuk menggunakan Maskapai Berbiaya Rendah atau Low Cost Carrier.
  6. Panitia hanya menanggung pembiayaan untuk 1 (satu) orang per judul naskah; dan
  7. jadwal pemaparan dan hal-hal lain akan disampaikan pada saat registrasi kedatangan.
  8. untuk konfirmasi kehadiran dapat menghubungi saudara Winuhoro Hanumbhawono (0857 7810 1962 – Hanya Whatsapp).
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik diucapkan terima kasih

Untuk melihat daftar pesertanya silakan lihat dibawah ini:



Untuk unduh filenya silakan klik DISINI 
Baca selengkapnya ...

25 September 2019

Yuk Ikutan Sayembara Desain Logo Dapodik!


Assalamualaikum Sahabat www.hanapibani.com
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat-Nya pendataan Dapodik kita terus berkembang semakin baik dengan kualitas data yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Data Pokok Pendidikan atau kita sering menyebutnya Dapodik merupakan sistem informasi pendidikan nasional yang memuat basis data pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Sistem pendataan sebagai pelaksanaan Permendikbud nomor 79 Tahun 2015 Tentang Data Pokok Pendiddikan ini di desain untuk mewujudkan basis data tunggal sehingga dapat tercipta tata kelola data pendidikan yang terpadu dan menghasilkan data yang representative untuk memenuhi kebutuhan Kementerian dan pemangku kepentingan lainnya. Saat ini Dapodik telah menjadi program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam rangka semakin menguatkan tata kelola pendataan satu pintu melalui Dapodik dan mewujudkan basis data tunggal untuk data pendidikan Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Sayembara Desain Logo Dapodik. Syarat dan ketentuannya selengkapnya dibawah ini:

Mari berpartisipasi dalam sayembara desain logo dapodik!

Logo Dapodik adalah logo yang khusus didesain untuk memperkenalkan identitas sistem pendataan Dapodik sebagai program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Data  Pokok  Pendidikan (Dapodik) merupakan suatu sistem pendataan yang dikelola oleh Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  yang  memuat data  satuan  pendidikan,  peserta  didik,  pendidik  dan tenaga  kependidikan,  dan  substansi  pendidikan  yang datanya  bersumber  dari  satuan  pendidikan  yang  terus menerus diperbaharui secara daring. Dapodik memiliki karakteristik data yaitu: Individual, Relasional, Longitudinal, Terintegrasi dan Data Digital/Elektronik.
 

Pesan dalam logo:

"Satu Data Pendidikan Indonesia"
 
 Syarat peserta:
  1. Berlaku hanya bagi Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Bukan Pegawai Kemendikbud, termasuk UPT daerah
  3. Satu peserta hanya diperbolehkan mengirim satu karya.
 
Ketentuan Umum Sayembara:
  1. Karya asli peserta sayembara, bukan meniru/menjiplak desain yang sudah ada
  2. Tidak mengandung unsur pornografi dan isu SARA
  3. Karya desain logo belum pernah diikutsertakan pada lomba dan/atau dipublikasikan sebelumnya
  4. Hak Cipta atas karya yang ditetapkan sebagai pemenang sayembara menjadi sepenuhnya milik Kemendikbud
  5. Keputusan penetapan pemenang tidak dapat diganggu gugat.
 
Ketentuan teknis logo:
  1. Logo berwarna dan hitam putih dikirim dalam 3 format, yaitu: pdf, png, dan jpeg
  2. Menyertakan penjelasan konsep desain sesuai dengan filosofi logo
 
Tata cara sayembara:
  1. Buat desain logo dengan mengikuti kriteria pesan yang harus disampaikan
  2. Kirim karya desain ke tautan https://s.id/formulirsayembaralogodapodik
  3. Batas akhir pengiriman karya: Senin, 30 September 2019
  4. Data Peserta menyebutkan:
  • Nama Lengkap
  • Tempat/tanggal Lahir
  • Jenis Kelamin
  • Alamat
  • No Kartu Keluarga
  • No KTP
  • Telepon/Handphone
  • Email
  • Lampiran: (desain logo dan penjelasan makna logo)
  1. Mengikuti akun resmi instagram @kemdikbud.ri
  2. Unggah desain melalui akun instagram peserta dengan menyertakan tagar #LombaLogoDapodik, #LogoDapodik dan #SayembaraLogoDapodik kemudian tag dan mention @kemdikbud.ri pada tanggal yang ditentukan (Senin, 30 September 2019, paling lambat pukul 16.00 WIB)
 
 Hadiah:
  1. Pemenang diumumkan di laman kemdikbud.go.id dan akun media sosial Kemendikbud, pada tanggal 11 Oktober 2019
  2. Diberikan hadiah sayembara berupa:
    1. Juara 1 Rp. 15.000.000,- + Sertifikat
    2. Juara 2 Rp. 5.000.000,- + Sertifikat
    3. Juara 3 Rp. 3.000.000,- + Sertifikat
    4. Juara 4 – 10 @ Rp.  1.000.000,- + Sertifikat
Pajak hadiah ditanggung oleh pemenang.
  1. Pemenang akan menandatangani pernyataan penyerahan hak cipta logo.

Demikian informasi yang kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca selengkapnya ...

Surat Edaran tentang Peringatan hari Santri 2019


Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com

Dalam rangka memperingati Hari Santri 2019, diinformasikan kepada satuan kerja baik pusat maupun daerah hal-hal sebagai berikut:

A. Tema Hari Santri 2019 adalah "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia". Adapun logo Hari Santri 2019 dapat di unduh DISINI.


B. Term of referensi (TOR) atau panduan Peringatan Hari Santri 2019 dapat diunduh DISINI.

C. Kegiatan dapat berupa :

  1. Upacara Bendera Hari Santri pada tanggal 22 Oktober 2019.
  2. Dzikir, do'a, salawat dan tausiah untuk perdamaian dunia.
  3. Sosialisasi peringatan Hari Santri 2019 melauui website, media sosial dan pemasangan spanduk/baliho/standing banner ucapan selamat hari Santri 2019 "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia" dengan menyertakan logo Kementerian Agama dan Logo hari Santri 2019.
D. Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing satuan kerja dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan.

Lebih jelasnya silakan baca dibawah ini:


Untuk unduh file diatas silakan klik DISINI
Baca selengkapnya ...

Penjelasan Makna Logo Hari Santri 2019


Logo Hari Santri 2019 karya Muhammad Ainun Na’im (@mas_naim).

Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) sebagai penyelenggara Sayembara Logo Hari Santri 2019 menjelaskan bahwa logo Hari Santri 2019 terbentuk dari kata “santri” yang ditulis aksara Arab. Kata “santri” membentuk sebuah logo yang menggambarkan kobaran api.

Kobaran api pada logo karya Muhammad Ainun Na’im (@mas_naim) menunjukkan semangat menyala kalangan santri dalam mengamalkan fatwa Resolusi Jihad NU dan semangat mereka dalam memelihara keutuhan NKRI demi mewujudkan Indonesia makmur dan sejahtera.

“Logo terdiri atas komposisi sejumlah warna. Gradasi warna biru dan hijau merupakan citra kesuburan dan kemakmuran Indonesia dengan kekayaan alam baik di laut maupun di darat,” kata salah satu dewan juri Sayembara Logo Hari Santri 2019, M Alfu Niam, mengutip ulang gagasan pembuat logo, kepada NU Online, Rabu (18/9).

Adapun warna emas, lanjutnya, yang menjadi titik pada logo itu menyiratkan santri sebagai generasi emas bangsa Indonesia dan penjaga tradisi keislaman dan keindonesiaan. “Warna emas dalam logo berjumlah lima titik yang menandai lima rukun Islam sebagai simbol keislaman dan menandai lima sila dasar negara sebagai simbol keindonesiaan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, RMI NU telah mengumumkan juara sayembara logo atas nama Muhammad Ainun Na’im (@mas_naim). Juara sayembara berhak mendapatkan hadiah senilai Rp 5 juta.

Pihak panitia akan memberikan hadiah kepada Muhammad Ainun Na’im senilai Rp 5 juta berupa uang tunai sebesar Rp 3 juta dan suvenir senilai Rp 2 juta. Pihak panitia menjadikan karya pemenang sebagai logo Hari Santri 2019.

Pemilihan juara dilakukan setelah melalui sejumlah tahapan yang telah ditentukan oleh panitia. Pemilihan juara sayembara logo oleh dewan juri yang terdiri atas lima orang ini didasarkan pada pertimbangan dengan kriteria penilaian yang juga telah ditentukan. Perlu diketahui, ada 233 orang yang mengikuti Sayembara Logo Hari Santri 2019.

“Logo (pemenang) menjadi logo Hari Santri 2019 oleh PP RMI NU yang berlaku secara nasional. Keputusan tersebut final dan tidak bisa diganggu gugat serta mengikat,” kata dewan juri Sayembara Logo Hari Santri 2019, Hatim Gazali.

Kriteria penilaian dewan juri mencakup unsur keunikan, kesederhanaan, kemudahan untuk diingat, kesesuaian logo dengan tema dan karakter, aplikatif, hitam dan putih serta fleksibel pada semua warna, dan timeless/keabadian.

“Banyak sekali logo yang bagus. Ini menunjukkan santri merupakan generasi yang kreatif. Tetapi kita sebagai dewan juri harus menentukan siapa juaranya,” kata Hatim.

Untuk mengunduh logo Hari Santri 2019 dengan kualitas tinggi, silahkan klik tautan berikut: DISINI
Baca selengkapnya ...

Pembina: Beradablah dalam Menuntut Ilmu


Amuntai (MIN 1 HSU) - “Beradablah dalam menuntut ilmu,” pesan Abul Hasan,S.Ag, M.Pd dalam amanatnya kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) saat menjadi pembina upacara, Senin (23/09/19) di halaman madrasah.
Dikatakannya, menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku kearah yang lebih baik.
“Menuntut ilmu adalah merupakan suatu ibadah dan diwajibkan atas orang islam laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu dalam menuntut ilmu harus disertai adab,” katanya.
Lebih lanjut disampaikannya, adab dalam menuntut ilmu adalah menanamkan niat yang lurus dan ikhlas. ”Mudah-mudahan dengan beradab yang baik ilmu yang didapat mudah dipahami dan menjadi berkah,” katanya.
Selanjutnya Abul Hasan mengatakan adab dalam menuntut ilmu adalah menghormati orang yang mengajarkan ilmu. ”Jadi sekecil apapun ilmu yang didapat dari seorang guru tidak boleh diremehkan,” pesannya.
Di akhir amanatnya Abul Hasan berpesan, agar siswa harus benar-benar beradab dalam menuntut ilmu. Jangan sampai ada siswa yang tidak beradab dengan guru, karena guru adalah orang yang mengajarkan berbagai lmu pengetahuan.
”Mudah-mudahan dengan beradab dalam menuntut Ilmu kalian akan menjadi siswa menjadi kebanggaan orangtua dan guru serta ilmu yang didapat akan bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” harapnya.
Sementara salah satu siswa Muhammad Khairil mengatakan akan mematuhi apa yang pembina sampaikan. “ Mudah-mudahan dengan beradab ilmu yang didapat akan bermanfaat dan akan disayangi guru,” pungkasnya.
Penulis : Inayati
Foto : Sahriadi
Editor / Redaktur : Hanapi Bani
Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

CPNS Dibuka 25 Oktober, Cek 4 Formasi Terbanyak Tahun Ini

Ada kabar gembira bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang memiliki latar pendidikan di bidang seperti guru atau bidan karena kedua...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI