Breaking News

Friday, November 30, 2018

Cara Mengisi IP ASN atau Informasi Indeks Profesionalitas ASN

Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.

Sebelumnya, pada hari ini kami warga Kemenag Hulu Sungai Utara mendapatkan pemberitahuan agar mengisi IP ASN paling lambat 30 November 2018.
Sebenarnya apa sih itu IP ASN....????
IP ASN adalah singkatan dari Indeks Profesionalitas Aparatur  Sipil Negara. Pengisian IP ASN ini dilakukan dengan cara menjawab kuesioner yang terdiri dari 4 aspek penilaian, yaitu;

1. Kualifikasi
2. Kompetensi
3. Kinerja
4. Disiplin

Untuk itu langkah pertama yang perlu dilakukan tentunya adalah Login ke link IP ASN (Klik DISINI).
Setelah masuk maka akan tampil layar seperti dibawah ini;



Silahkan ini nama pengguna dengan memasukkan NIP masing-masing. Sedangkan untuk passwornya adalah kata awal nama kita yang diketik dengan huruf kecil.
Setelah semua terisi dengan benar klik LOGIN.

Akan tampil menu seperti dibawah ini:



"Selamat Datang", menu ini mulai menyapa kita dengan menampilkan sedikit data mengenai kita. Selanjutnya klik 
 Pengisian Indeks Profesionalitas ASN .
Mualilah untuk menjawab berbagai pertanyaan yang akan diajukan seperti gambar berikut:

Demikian sedikit panduan yang bisa kami bagikan, semoga ada manfaatnya.

Baca selengkapnya ...

Thursday, November 29, 2018

Sapi Raksasa Ini Bernasib Baik Karena Ukurannya Tidak Jadi Dipotong Pemiliknya

Sapi Raksasa Ini Bernasib Baik Karena Ukurannya Tidak Jadi Dipotong Pemiliknya

 Seekor sapi di sebuah peternakan di Australia telah tumbuh menjadi sangat besar yang bisa dibilang raksasa.
Pemiliknya kesulitan untuk menjual maupun membawanya ke rumah pemotongan hewan.
Dikutip dari Kompas.com, sapi jenis Holstein Friesian yang diberi nama Knickers oleh pemiliknya itu kini memiliki bobot hampir 1,4 ton dan tinggi 194 sentimeter.
Pemiliknya, Geoff Pearson, pertama kali membeli sapi jantan tersebut untuk memimpin kawanan ternaknya di ladang.
Dia membeli Knickers bersama sejumlah sapi lainnya yang sejenis.
Menurut Pearson, sejak pertama dibeli, sapi jantan itu sudah lebih menonjol dibandingkan ternak lainnya.
"Dia selalu sedikit lebih besar dan lebih menonjol dibandingkan ternak lainnya," kata Pearson dilansir Daily Mir
Namun yang tidak disangka, seiring waktu Knickers tumbuh semakin besar, bahkan menjadi jauh lebih besar dari sapi lain sejenisnya.

Knickers memiliki bobot tak kurang dari 1.400 kg dan jauh lebih besar dari sapi-sapi kebanyakan/GEOFF PEARSON.
Pearson mengaku sempat mencoba menjual sapi itu dalam sebuah lelang yang digelar bulan lalu.
Namun lantaran ukurannya yang terlalu besar, para pemilik rumah pengolahan daging mengaku tidak bisa mengangkutnya.
Knickers si sapi jantan raksasa tersebut hanya akan dibiarkan berkeliaran di ladang peternakan yang berlokasi di dekat Danau Preston, kawasan Myalop, sekitar 136 kilometer arah selatan Perth.
"Sapi itu terlalu berat. Saya tidak bisa memasukkannya melalui fasilitas pemrosesan," kata Pearson kepada harian Perth Now.
"Jadi saya pikir dia akan hidup bahagia selamanya," tambahnya yang memiliki peternakan dengan sekitar 20.000 ekor ternak.
Pearson meyakini, sapi raksasanya itu masih akan hidup hingga beberapa tahun mendatang, dikelilingi dengan sapi lain yang selalu mengikutinya.
Sapi itu juga telah menjadi sorotan media lokal selama beberapa tahun terakhir.
Knickers disebut sebagai sapi ternak terbesar di Australia, meski hal itu belum resmi.
Menurut catatan dalam buku rekor Guinness, sapi ternak terbesar di dunia yang masih hidup adalah Belino di Roma, yang tercatat pada Maret 2010 memiliki tinggi 198 sentimeter.
Omong-omong, mengapa ia diberi nama Knickers, yang memiliki arti harfiah celana dalam perempuan?
"Ketika ia muda, saat kami pertama kali mendapatkannya, kami sudah punya sapi jenis Brahman," jelas Pearson.
"Nama sapi tersebut bra... jadi kami beri nama sapi yang baru kami beli itu knickers."
"Kami tak pernah menyangka ia menjadi knickers yang sangat besar," imbuh Pearson.
Baca selengkapnya ...

Kumpulan Kisi-Kisi USBN SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA Tahun 2018/2019


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.

Silahkan klik Kisi-kisi yang Sobat cari dibawah ini:

Baca selengkapnya ...

Mulai 31 Desember 2018, Pecahan Uang Kertas Ini Tidak Bisa Ditukar

Mulai 31 Desember 2018, Pecahan Uang Kertas Ini Tidak Bisa Ditukar

Bank Indonesia (BI) masih menerima penukaran uang kertas berbagai pecahan tahun emisi 1998 dan 1999 hingga 30 Desember 2018 mendatang.

Adapun uang kertas tersebut adalah pecahan Rp 10.000 tahun emisi 1998, Rp 20.000 tahun emisi 1998, Rp 50.000 tahun emisi 1999, dan Rp 100.000 tahun emisi 1999.

Seperti diketahui, per 31 Desember 2008 lalu BI melakukan pencabutan dan penarikan uang kertas di atas.

Masyarakat yang mempunyai uang kertas dengan pecahan dan tahun emisi tersebut tidak perlu khawatir karena masih dapat melakukan penukaran dengan uang kertas yang berlaku.

"Bila masyarakat mau menukarkan uangnya (dapat dilakukan di Kantor BI atau di kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia)," kata Direktur Komunikasi BI Junanto Herdiawan, Rabu (28/11/2018).

Informasi ini juga disampaikan BI melalui akun resmi Instagram, @bank_indonesia.
Berdasarkan informasi dari Peraturan BI Nomor 10/33/PBI2008, disebutkan bahwa setelah 31 Desember 2018, masyarakat tidak dapat menuntut untuk melakukan penukaran uang kertas yang disebutkan di atas.

Sebagaimana bunyi Peraturan BI Pasal 4 sebagai berikut:
Hak untuk menuntut penukaran uang kertas yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal pencabutan atau tanggal 31 Desember 2018.

Sebagai tambahan informasi, uang kertas pecahan di atas sudah dinyatakan tidak berlaku sebagai alat pembayaran yang sah sejak 31 Desember 2008.
Berikut gambar uang kertas pecahan yang di makssud:
Mulai 31 Desember 2018, Pecahan Uang Kertas Ini Tidak Bisa Ditukar

Baca selengkapnya ...

Wednesday, November 28, 2018

Kemenag Buka Beasiswa Program Magister Lanjut ke Doktor

Kemenag Buka Beasiswa Program Magister Lanjut ke Doktor
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama akan membuka beasiswa Program Magister Lanjut ke Doktor (PMLD) untuk alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Program ini merupakan varian dan inovasi dari program 5000 Doktor dalam negeri dengan skema akselerasi S2 langsung S3 dalam satu waktu.
Direktur Pendidikan Tinggi Islam Arskal Salim GP mengatakan, jumlah dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang bergelar Doktor masih minim. Untuk mengurangi kesenjangan SDM lulusan S3, perlu terobosan Program 5000 Doktor dengan memberikan beasiswa dalam bentuk lain.
“Pengelolaan beasiswa 5000 Doktor Dalam Negeri sudah memasuki fase tahun keempat dan jumlah lulusan belum sesuai target karena banyak yang tidak selesai tepat waktu, tiga tahun. Untuk itu, sudah seharusnya melakukan perubahan dan terobosan dengan lebih menekankan kepada aspek kualitas program, baik input penerima beasiswa dan juga mitra Perguruan Tinggi dengan akreditasi A,” ungkapnya di Jakarta,  Rabu (28/11).
Kasubdit Ketenagaan Ahmad Syafi’i menambahkan bahwa program ini ingin menghasilkan Doktor Unggulan Ahli Studi Islam berusia muda. Mereka akan diproyeksikan menjadi calon dosen untuk memperkuat Sumber Daya Manusia PTKI dan Kementerian Agama.
“Program PMLD menargetkan lulusan fresh graduate berumur maksimal 25 tahun dengan IPK minimal 3.5 atau Jayyid Jiddan bagi lulusan PT luar negeri. Waktu penyelesaian studi selama 4,5 tahun menggunakan skema menyelesaikan S2/master dengan mendapatkan ijazah S2, lalu akselerasi ke jenjang doktor/S3,” ungkapnya.
Adib Abdushomad, alumni S3 Flinders University Australia selaku leading sector program menyampaikan bahwa pada angkatan awal (2018), program ini menargetkan 40 peserta yang akan diberi beasiswa PMLD, yaitu 20 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan 20 di UIN Sunan Kalijaga. Pendaftaran dimulai dari 3 - 15 Desmeber 2018. 
Untuk persyaratan lebih lengkap bisa cek pada: 
http://diktis.kemenag.go.id/NEW/file/dokumen/6215433742153432rged6.pdf
Baca selengkapnya ...

Download Kisi-Kisi UN dan USBN 2018/2019 Beserta Surat Edaran dan SK BSNP

Download Kisi-Kisi UN dan USBN 2018/2019 Beserta Surat Edaran dan SK BSNP

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019, berikut disampaikan:
  1. Surat Edaran Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0100/SDAR/BSNP/XI/2018 perihal Dokumen Acuan Pelaksanaan UN dan USBN Tahun Pelajaran 2018/2019. (unduh disini)
  2. Surat Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0296/SKEP/BSNP/XI/2018 tentang Kisi-kisi Soal Ujian Nasional untuk Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. (unduh disini)
  3. Surat Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 tentang Kisi-kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019.   (unduh disini).
  4. Kisi - kisi UN https://drive.google.com/drive/folders/1-0EPQVvf1pR0I997PfGfiFd1GLvcvSjF
  5. Kisi-kisi USBN https://drive.google.com/drive/folders/1o1QvYTDcnIisS0FqmB7W4c5xwpq0OUm
Baca selengkapnya ...

Tuesday, November 27, 2018

Petunjuk Teknis Aplikasi Manajemen Ujian Nasional (E-Manja)

Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani .
Silahkan simak berikut:

Download 
Baca selengkapnya ...

Surat Edaran Terbaru Pengelolaan Tunjangan Insentif GBPNS 2018

Tertanggal 23 Nopember 2018, Kementerian Agama RI mengeluarkan Surat Edaran dan Lampiran Petunjuk Teknis Tentang Pengelolaan Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS Pada Madrasah Tahun 2018. Sesuai dengan hal yang sudah diketahui teman-teman Operator Madrasah, bahwa fitur tunjangan ini juga sudah ada di akun PTK yang memenuhi syarat pada SIMPATIKA. Dan yang perlu diperhatikan disini selain syarat, mekanisme dan lainnya adalah poin 5 pada surat edaran ini, yaitu pembayaran tunjangan insentif ini akan dilakukan sesuai dengan kuota yang tersedia pada DIPA Kantor Kementerian Agama Kab/Kota masing-masing wilayah. Berikut surat edaran yang dimaksud.


Dan dibawah ini kami akan melampiran screenshoot beberapa poin penting pada Petunjuk Teknis Pengelolaan Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS Pada Madrasah Tahun 2018, tentang Tujuan, Sasaran, Mekanisme Pelaksanaan yang meliputi Penetapan Penerima, Penyaluran Tunjangan Insentif, Nominal Tunjangan, Kewajiban Penerima, dan Penhentian Pemberian Tunjangan Insentif. 








Demikian artikel tentang Surat Edaran dan Lampiran Petunjuk Teknis Pengelolaan Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS Pada Madrasah Tahun 2018. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Sumber : Oppmi.id
Baca selengkapnya ...

Monday, November 26, 2018

Emis-Manajemen Ujian Nasional, Aplikasi Baru Khusus Pendataan Siswa Calon Peserta UN

Setelah berlangsungnya penjadwalan EMIS Madrasah yang cukup membuat Operator Madrasah kebingungan dengan server yang sering bermasalah dan lemot, Tim EMIS hari ini meluncurkan aplikasi baru khusus untuk Pendataan Siswa Calon Peserta UN, yaitu EMIS-Manajemen Ujian Nasional  (untuk Username dan Password akan diinfokan lebih lanjut).

Tampilan Halaman Log In E-Maju


Menu yang pada E-Maju ada tiga, yaitu:
  1. Informasi
  2. Unduh
  3. Upload
Setelah Log In, tampilan beranda pada E-Maju yang pertama adalah INFORMASI yang berisi data madrasah. Yang meliputi Nama Madrasah, NSM, NPSN, Nama Kamad, NIP, Alamat, Nama Panitia UN, NIP, Alamat, Nama Kasi Madrasah/Pendidikan Islam dan NIP. Seperti contoh dibawah ini.

Menu Informasi Konfigurasi Kepala Madrasah


Menu Informasi Panitia UN


Fitur yang kedua adalah UNDUH. Fitur ini berisi  Data Siswa Kelas Akhir, Data Ruang Kelas, dan Cari Siswa Kelas Akhir. Pada menu Data Siswa Kelas Akhir, disana sudah ada menu Unduh Template dan informasi jelas apa saja yang bisa dilakukan pada menu tersebut. 


Selanjutnya pada menu Data Ruang Kelas, ada fitur Unduh dan Tambah yang memudahkan untuk mengisi ruang kelas dan juga informasi jelas apa saja yang bisa dilakukan pada menu tersebut. 

Menu Unduh Data Ruang Kelas


Yang terakhir adalah menu Cari Siswa Kelas Akhir. Digunakan untuk pencarian Siswa Kelas Akhir. 

Menu Cari Siswa Kelas Akhir


Nah, fitur terakhir adalah UPLOAD. Yang digunakan untuk Upload Template Siswa yang sebelumnya sudah diunduh pada menu Data Siswa Kelas Akhir. Untuk file yang diunggah yaitu dalam bentuk CSV (Comma Delimited). Dan jangan lupa mengisi Nama Madrasah, NSM, dan NPSN Madrasahnya. 

Menu Upload Template Siswa


Terimakasih. 

Sumber: Oppmi.id
Baca selengkapnya ...
Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI