Breaking News

08 May 2020

[Simpatika] Panduan Cara Kelola Penerima Tunjangan GBPNS


Kelola Penerima Tunjangan GBPNS yang dilakukan oleh Admin Kemenag Kota, fitur terbaru yang terdiri dari Unggah dan Tambah bagi Guru yang Menyelesaikan Ajuan Tunangan Insentif GBPNS, Sehingga Guru dapat ditambahkan ke dalam sistem Penerima Tunjangan Insentif GBPNS. Berikut tata caranya melakukan Kelola Penerima Tunjangan GBPNS;

  1. Login sebagai admin pada layanan https://simpatika.kemenag.go.id/ login
  2. Pilih layanan SIMPATIKA KEMENAG.
    akun-kemenag
  3. Pada laman beranda admin, pilih menu Pendidik & Tenaga Kependidikan >> Tunjangan Guru. klip_tanpa_judul_050820_032128_pm
  4. Selanjutnya gulir laman kebawah pada laman Tunjangan Guru tersebut dan pada kolom Tunjangan Insentif GBPNS klik tombol Kelola Penerima Tunjangan GBPN
    .klip_tanpa_judul_050820_032600_pm
  5. Fitur Pertama berupa tambah data, pada laman Daftar Penerima Tunjangan Penerima Insentif GBPNS, klik icon “+”.
    klip_tanpa_judul_050820_033705_pm
  6. Muncul data data Guru yang sudah menyelesaikan Verifikasi Tunjangan Penerima Insentif, pilih salah satu guru.
    klip_tanpa_judul_050820_034059_pm

  7. Kemudian terdapat kolom konfirmasi, jika sudah sesuai maka klik Simpan.klip_tanpa_judul_050820_034327_pm
  8. Selanjutnya Fitur Unggah dokumen, Klik ikon Unggah.klip_tanpa_judul_050820_034735_pm
  9. Kemudian klik Unduh Format File, silahkan melakukan penyesuaian dengan kolom yang disediakan. klip_tanpa_judul_050820_034939_pm
  10. Jika sudah sesuai maka klik Pilih File untuk melakukan unggah dokumen, jika sudah sesuai pilihan file. klik Unggah.
    klip_tanpa_judul_050820_035217_pm
  11. Pastikan tidak terdapat kesalahan dalam unggah dokumen, Klik Simpan.klip_tanpa_judul_050820_035402_pm
  12. PTK dapat tercatat dalam ajuan data GBPNS , dan dapat dilakukan cetak SK Tunjangan.
Read more ...

Surat Edaran Peniadaan Program Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Tahun 2020



Jakarta, 5 Mei 2020
Nomor : B-878.1/Dt.I.II/PP.00/05/2020
Sifat : Biasa
Lampiran : -
Perihal : Peniadaan Program Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan
             bagi Guru Madrasah Tahun 2020 


Kepada Yth. 
Para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi 
Cq. Kepala Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam 
Seluruh Indonesia 

Assalamualaikum wr wb.
Sehubungan dengan situasi dan kondisi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang sampai saat ini belum selesai dan telah dilakukannya refocusing anggaran program pendidikan profesi guru dalam jabatan bagi guru madrasah pada DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk penanganan Covid-19, bersama ini kami sampaikan bahwa :
  1. Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Tidak melaksanakan program pendidikan profesi guru dalam jabatan bagi guru madrasah tahun 2020. 
  2. Ketentuan pelaksanaan program pendidikan profesi guru dalam jabatan bagi guru madrasah akan diatur kemudian menyesuaikan dengan kebijakan terbaru yang akan ditetapkan oleh Kementerian terkait. 
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. 
Wassalam, 

An. Direktur Jenderal, 
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, 


Suyitno 

Tembusan: 
1. Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Islam (sebagai laporan);
2. Seluruh Pimpinan PTKIN Penyelenggara PPG dalam Jabatan;
3. Para Pengelola PPG dalam Jabatan bagi Guru Madrasah di PTKIN.

Untuk unduh file di ats silakan klik DISINI
Read more ...

03 May 2020

Isi Lengkap Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hardiknas 2020


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim menyampaikan pidatonya dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020, Sabtu (2/5).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan upacara bendera sebagai peringatan yang dilaksanakan secara terbatas dan terpusat serta disiarkan secara daring lewat kanal YouTube KEMENDIKBUD RI mulai pukul 08.00 WIB.

Dalam peringatan Hardiknas 2020, Nadiem menyampaikan agar masyarakat bisa belajar dari COVID-19. Berikut isi lengkap pidato Hardiknas 2020 dari Mendikbud:

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan

Bapak dan Ibu yang kami muliakan dan segenap insan pendidikan di tanah air,
Selamat merayakan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini harus kita lakukan di tengah pandemi COVID-19. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat agar bisa melalui masa sulit ini.

Saat ini kita sedang melalui krisis COVID-19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa. Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. Tetapi, dai krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya.

Untuk pertama kalinya, guru-guru melakukan pembelajaran secara daring atau online, menggunakan tools atau perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun.

Orang tua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulit tugas guru. Betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif. Kemudian menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada.

Guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja. tetapi, pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi.

Bapak dan Ibu yang kami banggakan,
Kita sebagai masyarakat juga belajar betapa pentingnya kesehatan. betapa pentingnya kebersihan. Betapa pentingnya norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat kita.

Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi COVID-19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis, tetapi juga di saat krisis ini telah berlalu.

Belajar memang tidak terlalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari COVID-19. Agar kita menjadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.

Terima kasih telah mengikuti anjuran Bapak Presiden untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta tetap belajar, bekerja, dan beribadah di rumah saja.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.











Read more ...

02 May 2020

Solusi Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS Tak Bisa Di Ajukan Padahal Jam Mengajar Sudah Lebih 6 Jam


Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com

Puji syukur kepada Allah, ajuan tunjangan Insentif GBPNS sudah dibuka lagi dan saatnya bagi yang sudah layak untuk mengajukannya. Namun ada ternyata ada beberapa masalah yang masih melanda beberapa sahabat diantaranya yaitu tidak bisa melakukan pengajuan karena ada notifikasi Minimal 6 jam tatap muka di Satminkal masih ada tanda silang merah, padahal jika di cek dijadwal sudah lebih bahkan 26 jam tatap muka.
Maka untuk mengatasi ini kami akan coba berikan sebuah solusi yaitu untuk mengajukan SKBK/SKMT yang bersangkutan (meski tak sampai proses validasi). Setelah proses pengajuan SKBK/SKMT insya Allah semua masalah akan terselesaikan.
Berikut kami berikan tampilan sebelum dan sesudah pengajuan SKBK/SKMT.

Tampilan sebelum mengajukan SKBK/SKMT

Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS Tidak Bisa Di Ajukan Padahal Jam Mengajar Sudah Lebih 6 Jam Ini Solusinya

Tampilan setelah mengajukan SKBK/SKMT
Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS Tidak Bisa Di Ajukan Padahal Jam Mengajar Sudah Lebih 6 Jam Ini Solusinya
Kembali kami beritahukan bahwa pengajuan SKBK/SKMT yang dimaksud untuk guru yang belum sertifikasi yang  memenuhi syarat mengajukan tunjangan insentif GBPNS cukup sampai cetak surat pengantar saja tidak perlu di verval di Kabupaten yang artinya tampilannya cukup seperti gambar dibawah ini :
Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS Tidak Bisa Di Ajukan Padahal Jam Mengajar Sudah Lebih 6 Jam Ini Solusinya
Kalau tampilannya sudah seperti itu di menu ajuan SKBK/SKMT maka ajuan tunjangan insentif GBPNS Insya Allah sudah bisa di ajukan.

Adapun mengenai tata cara proses SKBK/SKMT tersebut bisa Sobat ikuti langkah dibawah ini:
1.      Masuk Akun PTK pada simpatika Login melalui layanan http://simpatika.kemenag.go.id/

2.      Klik menu SKBK & SKMT (ajuan penilaian oleh kepala madrasah)

3.      Buka akun Admin madrasah/akun Kepala untuk proses menilai PTK yang mengajukan

4.      Kembali ke Akun PTK, Klik menu SKBK & SKMT untuk pengajuan S29d / cetak surat pengantar (Cukup cetak saja tidak perlu di verval S29e/SKBK ke Kemenag Kab/Kota)


5.      Klik Menu Tunjangan Insentif GBPNS dan akan hilang silang merahnya, sehingga muncul menu pengajuan tunjangan insentif seperti pada gambar


Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan, semoga ada manfaatnya. Selamat melakukan ibadah ramadhan.....
Read more ...

Panduan Alur Pendataan Dan Pemilihan Aplikasi Emis Semester Genap Tahun 2020


Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com

Setelah kemarin Aplikasi Emis Madrasah mengalami updating baik pada tampilan dashboard maupun beberapa menu yang terdapat di dalamnya baca Juknis Updating Emis Genap Tahun 2019-2020, pada semester genap ini ada hal baru yang terdapat pada Emis Madrasah.

Sepeti yang sudah kita ketahui bahwa Aplikasi Emis bisa diakses dengan dua cara yakni dengan cara online dan offline, hal ini sesuai dengan Surat Pemberitahuan tentang Aplikasi Feeder Emis yang telah di terbitkan pada bulan Desember 2019 kemarin bahwa Aplikasi Emis Madrasah bisa di akses secara offline

Dalam Juknis Updating Emis Semester Genap Tahun 2019-2020 telah dijelaskan 7 kategori yang harus diisi dengan data rill dan sesuai dengan kenyataan, pada Aplikasi Emis Semester Genap Tahun ini Tim Emis Madrasah telah menerbitkan Panduan Pengisian Data Emis Madrasah untuk lembaga madrasah yang bernaung di Kementerian Agama.

Alur Pendataan Emis Genap


Dalam Panduan ini, lembaga Madrasah dapat memilih jenis aplikasi yang akan mereka gunakan sesuai dengan kondisi ketersediaan sumber daya yang dimiliki dan prefesinya.

Jenis Aplikasi yang di sediakan terdapat 2 kategori pilihan, yakni Aplikasi Emis Online dan Aplikasi Feeder Emis (AFE), oleh karena itu berikut ini kategori pilihan yang bisa anda sesuaikan dengan kondisi lembaga madrasah
  1. Aplikasi Emis Online : Jika lembaga Madrasah memilih untuk melakukan pendataan melalui Aplikasi Emis Online, maka madrasah dapat langsung melakukan pengisian dan pelengkapan data hingga ke tahap akhir (Berita Acara)
  2. Aplikasi Feeder Emis : Jika lembaga Madrasah memilih melakukan pendataan melalui Aplikasi Feeder Emis (AFE), maka madrasah dapat melakukan pengisian dan pelengkapan data hingga tahap akhir (Berita Acara) dan Data yang di hasilkan dari AFE akan dialirkan secara utuh ke Aplikasi Emis Online untuk diolah dan dimanfaatkan seluas-luasnya.

Langkah Pemilihan Aplikasi


Untuk bisa mengakses Aplikasi Emis Madrasah, sama seperti anda melakukan login pada aplikasi Emis sebelumnya, namun untuk saat ini setelah anda berhasil login anda harus memilih aplikasi yang akan anda gunakan, perhatikan langkah berikut ini:
  • Langkah pertama silahkan anda kunjungi alamat Emis Madrasah
  • Silahkan anda login dengan username dan password yang biasa anda gunakan
  • Setelah anda berhasil masuk, anda akan di minta untuk memilih menggunakan aplikasi dalam pendataan yang akan anda kerjakan
    pemilihan aplikasi emis
  • Silahkan anda lakukan konfirmasi penggunaan aplikasi yang akan anda gunakan
  • Setelah anda melakukan konfirmasi dan menyimpan data, aplikasi akan secara otomatis mangarahkan Madrasah kedalam aplikasi Emis online atau Aplikasi Feeder Emis (AFE) 
  • Jika pada anda tidak menemukan layar pilihan, kemungkinan pemilihan aplikasi oleh pengguna sudah dilakukan oleh sistem
Untuk mengetahui lebih jelasnya silahkan anda pelajari Alur Pendataan dan Pemilihan Aplikasi Emis Semester Genap tahun 2019-2020 Disini
Demikian yang dapat kami sampaikan terkait Panduan Alur Pendataan dan Pemilihan Aplikasi Emis Madrasah Tahun 2020 ini, semoga dengan adanya panduan ini bisa memberikan kemudahan bagi rekan-rekan sahabat semuanya.
Read more ...

Ini Sembilan Rekomendasi Rakornas Kemenag, Kemendikbud, dan KPAI


Jakarta (Kemenag) --- Kemenag,  Kemendikbud, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) secara daring, Rabu (29/04). Rakornas membahas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan ujian akhir sekolah tahun ajar 2019/2020 di tengah pandemi Covid-19. 

Kegiatan ini diikuti perwakilan Ditjen Pendidikan Islam dan Kanwil Kemenag Provinsi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kab/Kota. Ikut bergabung juga Menteri Agama Fachrul Razi.

Rakornas menghasilkan 9 rekomendasi, salah satunya penyusunan kurikulum khusus untuk situasi pandemi Covid-19. Berikut sembilan rekomendasi yang dihasilkan:

1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia menyusun dan menetapkan kurikulum dalam situasi darurat.

2. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memastikan bahwa penilaian hasil belajar untuk kenaikan kelas tahun ajaran 2019-2020 memperhatikan keragaman siswa dengan berbagai kondisinya.

3. Pemerintah daerah memberikan bantuan kepada guru-guru honorer yang terdampak Covid-19 di sekolah dan madrasah, baik negeri maupun swasta, berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama, termasuk memastikan honorarium dan dukungan kuota internet dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh.

4. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memastikan bahwa selama pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh saat ini, honorarium di sekolah dan madrasah bagi para guru honorer diprioritaskan untuk dibayarkan secara penuh melalui dana BOS.

5. Menyederhanakan proses administrasi perubahan penggunaan dana BOS yang harus mendapatkan persetujuan Dinas Pendidikan, sebagaimana arahan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI.

6. Pemerintah daerah perlu melakukan terobosan sesuai kebutuhan dan masalah faktual di daerahnya agar pembelajaran jarak jauh di sekolah dan madrasah tetap berjalan dengan lancar dan ramah anak.

7. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama hendaknya melakukan penguatan literasi digital kepada guru, orangtua, dan siswa agar terhindar dari dampak negatif penggunaan internet.

8. Setiap satuan pendidikan penting membangun komunikasi intensif antara orang tua dan guru agar PJJ berjalan efektif dan nyaman untuk semua anak serta memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak.

9. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memberikan perhatian khusus pada proses pembelajaran Jarak Jauh bagi anak disabilitas dan berkebutuhan khusus sesuai dengan keragaman dan kondisi anak.

Dukung Penyederhaan Kurikulum 

Menag Fachrul Razi mendukung rekomendasi Rakernas untuk segera menyiapkan kurikulum darurat dalam situasi pandemi Covid-19. Meski tidak mudah, Menag mengaku sependapat bahwa PJJ tidak semata memindahkan kurikulum dari belajar sekolah ke rumah. Karenanya, diperlukan penyederhanaan dan mengupayakan agar semua pihak bisa mengakses kurikulum tersebut.

“Kita coba secara sederhana tetapi kami sependapat memang perlu ada keseragaman yang pas bagaimana yang dirumuskan oleh teman-teman (KPAI dan Kemag, Red) pada hasil rapat tadi yaitu apa yang perlu dilakukan dan dirumuskan. Saya kira salah satunya menyangkut tentang menetapkan kurikulum dalam situasi darurat ini,” kata Menag.

Menurutnya, kurikulum harus memiliki keselarasan sehingga dapat dijalankan di semua wilayah. Kurikulum juga harus mempertimbangkan keselamatan siswa dan guru di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, lanjut Menag, konten belajar dapat menambah pengalaman belajar siswa. Misalnya, dalam meningkatkan budaya literasi, numerasi, serta aktivitas positif bersama keluarga. "Pembelajaran dari rumah bagi siswa kami tekankan pada aspek pendidikan tentang kecakapan hidup terutama dalam masa pandemi Covid-19 untuk menjaga jarak fisik dan lainnya," ujarnya. 

"Kemudian penguatan nilai karakter dan akhlak bersama keluarga ini merupakan kesempatan yang paling strategis bagi para siswa untuk berada di rumah bersama orangtuanya,” sambungnya.

Menag juga menuturkan, sinergi dan hubungan baik antara Kemenag dengan Kemdikbud. Berkat sinergi tersebut, siswa dapat mengakses Rumah Belajar milik Kemdikbud dan aktif menyimak siaran pendidikan “Belajar Dari Rumah" di TVRI. Kemenag tidak hanya fokus pada madrasah, tetapi juga sekolah keagamaan dari agama lain seperti Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha.

Kesediaan Kemenag untuk melakukan penyederhanaan kurikulum inj diapresiasi Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Lestyarti. Menurutnya, keterbukaan itu penting agar kurikulum bisa segera disederhanakan dan materinya lebih ringan, memilih materi yang dianggap lebih esensial.

“Kami apresiasi Kemenag yang terbuka dan siap menjalankan perubahan kurikulum dalam situasi darurat ini. Tadi Kemenag sudah mengatakan mendukung. Secara teknis ada juga direktur dan kepala bidang kurikulum dari Kemenag yang ikut. Mereka juga mengusulkan bahwa kurikulum darurat sebaiknya ada dalam situasi darurat,” tandasnya.

Read more ...

Ulama Banjarmasin Guru Zuhdi Meninggal, Berikut Sekilas Profil Singkat dan Beberapa Kalam Beliau


Innalillahi wainna ilaihi rajiun .. Kabar duka cita mendalam atas kabar KH Zuhdiannoor atau akrab disapa Guru Zuhdi yang meninggal dunia, Sabtu (2/5/2020) pagi.

Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di RS Medistra, Jakarta, Guru Zuhri akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Kabar duka tersebut didapat Anggota DPR RI Dapil Kalsel Syaifullah Tamliha dari dokter yang menangani Guru Zuhdi di RS Medistra, Jakarta, Dr Gunawan SPD.

Berikut isi pesan singkat Dr Gunawan SPD yang diterima Syaifullah Tamliha :

"Ijin mengabarkan berita duka, guru Zuhdi meninggal pagi ini dengan gagal napas dan gagal jantung, manusia berusaha Tuhan yg berkehendak ...."
Kabar duka bahwa Guru Zuhdi meninggal dunia itu resmi diberitahukan pihak RS Medistra Jakarta ke Legislator Fraksi PPP DPR RI Syaifullah Tamliha.

"Rencananya hari ini jenazah beliau akan diterbangkan ke Banjarmasin.

Saya sedang menghubungi pesawat yang bisa memberangkatkan Almarhum," ucap Tamliha.

Anggota DPR RI Dapil Kalsel Syaifullah Tamliha selama dua hari terakhir mendampingi keluarga dan istri Guru Zuhdi saat ulama kharismatik itu dirawat di RS Medistra Jakarta.

"Beliau adalah ulama harapan umat Kalimantan Selatan yang sangat bersahaja dan kharismatik.

Wafatnya seorang ulama sangat sulit menggantikannya dan ilmu mulai ditarik oleh Allah SWT.

Saya berharap keluarga Beliau tabah dan sabar atas kepergian Almarhum," kata dia.

Syaifullah Tamliha pun mengajak umat Islam di Banua untuk bersama mendoakan Guru Zuhdi agar Allah SWT memberikan rahmatNya dengan menempatkan KH Zuhdiannor di sisi yang mulia, yakni surga tanpa dihisab.

Profil Singkat
KH. Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi, lahir di Alabio, Kamis, 10 Februari 1972   (bertepatan dengan 24 Zulhijjah 1391 H). Beliau adalah anak dari KH. Muhammad (pimpinan Ponpes Al-Falah (1986-1993) setelah KH.Muhammad Tsani (1976-1986).

Pernah menimba ilmu di pesantren al-Falah Banjarbaru, namun karena lebih sering sakit, beliau dididik oleh sang kakek  KH. Asli di Alabio. Setelah kakek beliau wafat, beliau kembali ke Banjarbaru dan kemudian mengaji ilmu dengan KH. Abdul Syukur di Teluk Tiram.

Guru Zuhdi mengisi banyak majelis taklim diantaranya, Majelis taklim di komplek Pondok Indah Banjarmasin, di rumah kediaman pribadi jalan samping Mesjid jami’ Sungai Jingah, di Masjid Sabilah Muhtadin dan di masjid Sungai Jingah Banjarmasin.

Telah berpulang ke rahmatullah pada hari sabtu pagi, 2 Mei 2020 M (bertepatan dengan 9 Ramadhan 1441 H) di Rumah Sakit Medistra Jakarta, dan dimakamkan di Banjarmasin.

Diantara kalam beliau:

“Apabila Allah ingin mendekatkan hamba kepada-Nya, maka ada cirinya yaitu berteman kepada orang shaleh. Apabila seseorang mahabbah cinta kepada orang shaleh maka diharamkan api neraka menjilat badannya. Seperti kita ziarah kepada makam wali dan cinta kepada wali itu, apabila kita tanamkan cionta kepada wali dan orang shaleh, maka kalau tidak kita, maka anak kita atau cucu kita yang akan jadi wali ataupun orang shaleh”.

“Banyaki (perbanyak) sangka baik ja lawan orang. Belajar husnudzan aja. Karena orang yang husnudzan alamat inya (pertanda dia) meninggal husnul khatimah”

“Orang yang dihatinya masih menyangka buruk akan orang lain, sekalipun orang itu benar melakukan kesalahan, maka orang yang dihatinya masih ada sangka buruk tadi (berarti, pen) hatinya masih kotor. Orang yang selalu sangka baik kepada semua orang meskipun orang yang ia sangka baik tadi berbuat kesalahan, maka orang yang selalu sangka baik tadi (menandakan, pen) hatinya bersih. Ia akan mendapatkan husnul khatimah dan Allah akan memberi kelebihan kepada dirinya”.

“Orang yang bergelar al ‘arif billah, syarat utamanya adalah selalu sangka baik kepada Allah dan kepada semua makhluk dan merasa diri paling hina dari semua makhluk”.

“Kemuliaan yang kita miliki adalah kebaikan Allah dan inilah keelokan Allah (Sitruhu jamal) yang menutupi aib kita”

“Tanpa guru kita tidak ada apa-apa, malajari tauhid ada gurunya, malajari fiqih ada gurunya, malajari tasawuf ada gurunya, dan walau guru itu berupa shalawat yang selalu kita ucapkan”

“Kenapa para wali banyak yang dalam keadaan terjepit dengan bala? Karena Allah sayang dan memberi rasa kepada para wali untuk selalu berpingkut dan memanggil Allah. Apabila kita selalu dapat baala dan dalam keadaan terjepit maka (tanda) Allah hendak memberi rasa kepada kita untuk rasa selalu berpegang, berpingkut kepada Allah”

“Beda dengan orang makrifat dengan orang awam. Orang makrifat malunya kepada Allah, orang awam malunya kepada makhluk. Tujuan orang awam menyembunyikan maksiat agar tidak ketahuan makhluk karena akan hilanglah martabatnya dipandangan makhluk tapi tidak malu kepada Allah”

“Futuh (akan) terbuka saat kita merasa hina, rendah dan banyak dosa dan kekurangan. Seperti orang yang banayak berdosa pada saat orang itu bertaubat maka orang itu akan selalu merasa hina, rendah diri, tawadhu sehingga rahmat Allah turun kepada orang itu karena orang itu selalu merasa rendah diri, hina dan tawadhu akibat dulu melakukan dosa-dosa”

“Barangsiapa yang bersalaman dengan ulama sama dengan bersalaman kepada Rasulullah. Barangsiapa yang memandang ulama sama dengan memandang Rasulullah. Hal ini dikarenakan sanadnya guru/ ulama tersebut sampai kepada Rasulullah, baik ijazah sanad dari guru mereka yang bersambung kepada Rasulullah atau langsung ijazah sanad dari Rasulullah”

“Dengan rutin berdzikir Laa illaha illallah, mudahan pandangan kita semua hanya tertuju pada satu kisah dan satu cerita saja, yaitu kisah dan ceritanya Allah Subhanahu wa ta’ala”

“(Terdapat) dalam kitab Ta’lim al muta’allim (bahwa) seorang ayah yang cinta kepada ulama, padahal dia bukanlah ulama, atau seorang ayah yang cinta kepada orang shaleh, padahal ia bukan orang shaleh. Allah berjanji (bahwa nanti) dari sulbinya itu akan keluar orang yang shaleh, karena cintanya terhadap ulama. “lamun sorang ni kada kawa alim, dzurriyat barang kaena alim”

“Jalan kita menuju kebenaran adalah (melalui) ulama”

“Untuk beribadah harus belajar dan menuntut ilmu yang sesuai terlebih dahulu kepada ahlinya. Dalam hal menuntut ilmu agama itu dua saja, yaitu pertama kitabnya dan kedua gurunya”.

“Jalan  awal  kita untuk menuju Allah ialah dengan memandang kekurangan diri”

“Wajar Allah Subhanahu wa ta’ala menyuruh hamba-Nya untuk berbakti kepada ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam karena dirinya (Nabi SAW, pen) sangat mencintai ummatnya”

“Pandangan yang paling sempurna adalah pandangan yang selalu mencari hikmah di balik musibah yang dia terima”

“Ayam ja amun dikukur ampunnya datang manyasah, kita dikukur Allah (melalui adzan, pen) sawat kada mandatangi, bongul pada ayam”.

“Didalam ibadat ada mutaba’ah (mengikut Rasulullah), didalam mutaba’ah ada ma’rifat (mengenal Allah) dan mahabbah”.

“Dalam darah habib itu mengalir dari darah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam. Muliakanlah habaib dan minta do’akanlah kepada mereka. Jangan pandang kelakuan mereka. Pun jikalau kelakuan mereka salah, jangan diikuti dan jangan dibela. Akan tetapi tetap muliakanlah mereka”

“Pekerjaan kebaikan apapun yang kita gawi (kerjakan) jangan karena nafsu, jangan karena dunia dan jangan karena makhluk. jadilah kita mengerjakan semua kebaikan hanya semata-mata karena Allah Swt agar kita benar-benar menjadi hamba-Nya Allah.”

“Sukses itu bukan pada banyak harta, tingginya pangkat, naik jabatan, tetapi sukses itu adalah ia mampu bersyukur dalam hal keadaan apapun,dan ia menikmati sorga nanti di akherat”.

“Ketika seseorang itu diberi nikmat oleh Allah Subhanahu wa ta’ala inya (dia) biasa-biasa haja wan kada pernah maanggap ini ampun inya (kepunyaannya), dan jika diberi bala, miskin lawan banyak masalah, inya kada papa wan kada sakit hati manarimanya, maka inilah ciri orang nang paling sugih (kaya) secara hakiki yang ada dikehidupan ini”

“Hidup jangan minta puji. Kita tidak punya apa-apa. Hidup ini satu saja tujuan, mencari ridha Allah. Kalau Allah ridha, nyaman hidup. Biar orang lain menghina, selama yang kita kerjakan baik, maka bersabar saja. Kalau dilawan, nanti panjang urusan, bisa sampai bakalahian”.

“Orang yang mengurangi makan minum (yang) halal itu meninggalakan adat, orang yang meninggalakan adat akan diberi (sesuatu) yang luar biasa yaitu kasyaf”.

“Bila kita memandang akan diri maka pandanglah kekurangan kita, pandanglah dosa-dosa kita. Dan saat kita melakukan kebaikan, memandang kebaikan pada diri maka pandanglah ini Fadlun Minallah, itu semua anugerah Allah”.

“Ahli maksiat yang selama hidupnya selalu berbuat maksiat, jika dia bertaubat maka dia dimuliakan Allah dan do’anya cepat qabul. Kita tidak tahu kapan ahli maksiat itu bertaubat, maka dari itu kita jangan sekali-kali menghina bahkan menjelek-jelekkan ahli maksiat, siapa tahu sebelum dia meninggal dia bertaubat kepada Allah dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah”.

“Minta do’akan itu bukan kepada para ulama dan habaib saja, akan tetapi meminta do’akan kepada ahli maksiatpun juga bisa, karena kita tidak tahu sewaktu-waktu ahli maksiat itu jika dia bertaubat maka do’anya cepat maqbul”.


Read more ...

Translate

Artikel Terbaru

Akhirnya Rumah Ibadah Dibuka, Menteri Agama Terbitkan Surat Edaran

Akhirnya rumah ibadah dibuka lagi, Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan Surat Edaran, bakal berbeda di tengah pandemi covid-19. Setelah di...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI