Breaking News

Tuesday, February 19, 2019

Tujuh Kali Ikut Tes, Akhirnya Saya Lulus CPNS

Tujuh Kali Ikut Tes, Akhirnya Saya Lulus CPNS

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pasti menjadi cita-cita banyak orang. Apalagi bagi aku, yang sudah 10 tahun mengabdi sebagai guru honorer. Alhamdulillah, Allah Maha Baik. Di tahun 2018 lalu, Allah mengabulkan cita-cita ku untuk menjadi PNS.
Aku, Siti Aminah, berhasil lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama. Tak tanggung-tanggung, ini adalah kali ke-7 aku mengikuti tes CPNS. Ini, sekelumit kisahku saat mengikuti proses tes CPNS Kemenag 2018.
Saat pengumuman penerimaan CPNS 2018 secara nasional diumumkan, aku tengah berbadan dua. Namun, sebagai seorang guru honorer yang telah bertugas di Kabupaten Pidie selama 10 tahun, kondisi tersebut tak menyurutkan diri ini untuk mendaftar.
Usai lulus tahap administrasi yang diproses melalui website SCCN, namaku berhasil lolos menjadi salah satu peserta yang berhak mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Perjuanganku pun dimulai di sini.
SKD akan dilaksanakan serentak di Banda Aceh. Artinya, aku harus menempuh perjalanan sekitar 100 km dari Sigli, tempat tinggalku. Ditemani suami, aku yang tengah mengandung tujuh bulan pun pergi ke Banda Aceh. Di Banda Aceh, kami menginap di rumah salah satu kawan.
Hari pelaksanaan SKD pun tiba. Agar tak telat mengikuti SKD, aku telah tiba di lokasi pada pukul 14.00. Kebetulan aku mendapatkan giliran sessi terakhir yang akan dimulai pukul 15.30 WIB.
Tapi tak disangka, hingga menjelang maghrib belum ada juga pemanggilan untuk kami yang termasuk dalam sessi terakhir. Ternyata tesnya diundur. Akan dilaksanakan usai magrib.
Aku pun bersegera mengerjakan sholat maghrib. Usai sholat maghrib, sebenarnya perutku terasa lapar. Tapi ternyata panitia telah memanggil untuk masuk ke ruangan. Jadilah, dengan perut lapar, bumil ini mengikuti tes. Hasil tes SKD yang dilaksanakan secara Computer Assisted Test (CAT) langsung dapat aku peroleh. Aku mendapatkan nilai 80 untuk Tes Intelegensia Umum (TIU), 85 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan 135 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Rasa sedih mulai menggelayut. Nilai ku hanya kurang empat poin di TKP untuk dapat lulus tahap ini. “Dek, jangan kecewa dulu. Pasti ada jalannya. Berdoalah kepada Allah, karena bukan cuma adek seorang yang gak lulus. Tapi hampir semua peserta tes,” ujar suami ku menghibur.
Kala itu, aku pun mengikhlaskan dan berharap ada kebijakan lain dari pemerintah. Subhanallah.... Akhirnya doaku terjawab. Pemerintah menggulirkan kebijakan lain. Hingga tiba saat pengumuman peserta yang berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), dan namaku pun terpampang di sana.
Tapi ada masalah lain yang membuat gundah hati ini. Aku baru saja melahirkan 12 hari yang lalu. Mungkinkah ku tinggalkan bayi mungil ini untuk mengikuti tes yang juga berlangsung di Banda Aceh?
Lagi-lagi, suami ku menjadi penyemangat. “Gak papa dek, ikut saja. Kita bawa si kecil juga. Mudah-mudahan adek lulus,” ujarnya.
Akhirnya, pergilah kami ke Banda Aceh untuk mengikuti SKB walaupun saya masih dalam keadaan nifas. Kali ini, ibu turut mendampingi. Ia yang akan jaga si kecil katanya. Hati ini pun makin tenang untuk mengikuti SKB. Sesampainya kami di Banda, lagi-lagi kami menumpang di rumah kawan.
Hari pertama SKB, hingga pukul 09.00 WIB tes belum juga dilaksanakan. Saya pun mulai gelisah. “Bagaimana ini bang? Apa kita pulang dulu. Asi yang ditinggal untuk si kecil hanya sedikit,” ungkap saya kepada suami. Di benak ini, terbayang bayi mungil yang belum genap berumur sebulan itu.
Suami pun menghubungi kawan yang menyediakan rumahnya bagi kami menginap. Kawan ini pula yang mengantar kami ke tempat tes. Maklum, kami buta daerah Banda Aceh. Suami mengungkapkan kegelisahan saya pada kawan tersebut. Ia sampaikan keinginan saya untuk pulang terlebih dahulu ke rumah untuk memberi asi pada buah hati kami.  Jawabannya di luar perkiraan kami.
“Bang, istri abang suruh fokus saja untuk tes. Jangan panik dan risau dengan si kecil. Biar istri saya yang urus. Izinkan istri saya menyusui anak abang,” ujar kawan kami dari seberang telepon.
Subhanallah... lagi-lagi aku tak dapat menahan air mata sujud syukurku kepada Allah SWT.
Pengalaman hari kedua SKB tak kalah berwarna. Untuk memudahkan mobilitas, kami dipinjamkan sepeda motor oleh kawan. Tapi, kami yang belum pernah ke Banda Aceh terus terang takut tersesat jika membawa sepeda motor sendiri.
Berangkat tak jadi soal, karena sang kawan menyuruh kami mengikuti dia. Beliau pun mengarahkan dimana tempat tes berlangsung. Masalah terjadi ketika kami hendak pulang. Kami buta arah. Kami mencoba mengikuti layanan peta online, hasilnya malah kami tersasar tak tentu arah.
Kami pun mulai mengandalkan arah yang diberikan oleh orang-orang yang kami temui sepanjang jalan. Sementara, hujan mulai mengguyur Kota Banda Aceh kala itu. 
Akhirnya sore hari kami baru tiba di rumah, tentunya dengan kondisi basah kuyup karena terkena hujan. Tapi Alhamdulillah, proses telah aku jalani dengan baik. Aku pun berserah pada ketentuan Yang Maha Kuasa.
Kini, tepat ketika usia bayiku menginjak satu bulan, kabar baik itu pun tiba. Perjalanan ku menjadi guru honorer selama 10 tahun ini akhirnya terbayar dengan pengumuman kelulusan CPNS Kemenag. Suami menjadi orang pertama yang ku beri tahu kabar bahagia ini. Ya, dia lah yang telah menemani dan menjadi penyemangatku.
Inilah sedikit pengalamanku tentang Seleksi CPNS Kemenag. Semoga bisa menjadi inspirasi buat kawan-kawan semuanya. Jangan mudah menyerah sebelum berjuang, jangan pesimis. Tetaplah maju walaupun diterpa angin dan gelombang. InsyaAllah, Allah akan mengabulkan doa hamba-hambanya yang berusaha.
Baca selengkapnya ...

Sudah 6 Tahun Lolos Tes CPNS Belum Dapat NIP, Malah Diminta Ikut P3K

Sudah 6 Tahun Lolos Tes CPNS Belum Dapat NIP, Malah Diminta Ikut P3K

Perwakilan 93 honorer eks k-II yang telah lulus CPNS tahun 2013 di lingkungan Pemko Batam melakukan aksi di depan Gedung Wali Kota Batam, Senin (18/2) pagi.
Jumlah honorer yang menggelar aksi tersebut tak sampai puluhan orang.
Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kepastian atas hak mereka.
"Kami sudah dinyatakan lulus CPNS oleh Panselnas 2013 lalu. Tapi sampai sekarang NIP kami tak keluar-keluar," kata seorang diantara mereka.
Dengan adanya pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Februari ini, tiba-tiba mereka diminta beralih ke P3K.
"Bagaimana mungkin kami mengundurkan diri, sementara NIP kami belum keluar," ujar lainnya.
Kedatangan mereka ke Gedung Wali Kota Batam, ingin meminta penjelasan dari Wali Kota Batam, Rudi. 
Dilarang Tinggalkan Sekolah
Pegawai honorer demo di kantor Pemko Batam mempertanyakan kejelasan NIP.
Pada aksi Senin (18/2) di depan Gedung Wali Kota Batam, mereka hanya menuntut keadilan atas hak CPNS mereka yang selama enam tahun ini tak juga didapat.
Namun untuk menyuarakan aspirasi yang dipendam saja, mereka mengaku mendapatkan intimidasi.
"Kalau demo, tak usah sekolah lagi. Apa yang ditakutkan, kalau kami salah?," kata guru honorer, Lina.
Dari penyampaian mereka, jika tetap bersikukuh melakukan aksi, pihak sekolah meminta mereka untuk istirahat di rumah dan tidak perlu mengajar lagi, besok harinya. 
"Kami hanya minta tolong nasib kami disamakan dengan mereka (CPNS 2013 lalu yang sudah mendapat NIP dan SK CPNS). Kami minta keadilan. Kalau kami tak diangkat CPNS, lepaskan juga NIP mereka," ujarnya.
Sejumlah guru honorer yang dinyatakan lulus CPNS 2013 lalu, tampaknya sudah tak gentar dengan intimidasi tersebut. Mereka ingin memperjuangkan hak-hak mereka hingga tuntas.
Memang awalnya hanya beberapa guru yang terlihat ikut aksi Senin itu. Jumlah merekapun bisa dihitung jari. Namun mendekati siang, setidaknya ada belasan sampai puluhan guru honorer berseragam warna biru, yang ikut berkumpul di depan Gedung Wali Kota Batam.
"Tadi kami tak dibolehkan keluar (sekolah). Tapi kami tetap keluar," ujar seorang guru.
Tuntut kepastian
 Perwakilan 93 honorer eks k-II yang telah lulus CPNS tahun 2013 di lingkungan Pemko Batam melakukan aksi di depan Gedung Wali Kota Batam, Senin (18/2) pagi.
Jumlah honorer yang menggelar aksi tersebut tak sampai puluhan orang.
Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kepastian atas hak mereka.
"Kami sudah dinyatakan lulus CPNS oleh Panselnas 2013 lalu. Tapi sampai sekarang NIP kami tak keluar-keluar," kata seorang diantara mereka.
Dengan adanya pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Februari ini, tiba-tiba mereka diminta beralih ke P3K.
"Bagaimana mungkin kami mengundurkan diri, sementara NIP kami belum keluar," ujar lainnya.
Kedatangan mereka ke Gedung Wali Kota Batam, ingin meminta penjelasan dari Wali Kota Batam, Rudi. 
Pemko Batam Buka Penerimaan PPPK 2019
Saat ini, Pemerintah Kota Batam memang sedang membuka seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap I untuk tenaga honorer eks kategori II di lingkungan Pemko Batam.
Hal ini sebagaimana surat pengumuman yang dikeluarkan Wali Kota Batam, Rudi tertanggal 15 Februari lalu.
Melihat tanggal ditandatanganinya surat pengumuman itu, memang terbilang mepet dengan batas akhir pendaftaran online penerimaan P3K secara nasional.
Yakni waktunya ditetapkan hingga Minggu, 17 Februari.
Apakah waktu pendaftaran online P3K untuk Batam diperpanjang? Belum bisa dipastikan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, M Sahir saat diminta konfirmasi, belum memberikan jawabannya.
Ia hanya mengirimkan file surat pengumuman terkait seleksi penerimaan P3K tahap I untuk tenaga honorer eks kategori II di lingkungan Pemko Batam, via pesan whatsappnya.
Di dalam surat itu, hanya memuat persyaratan umum dan persyaratan khusus, serta tata cara pendaftaran seleksi penerimaan P3K.
Termasuk ketentuan lain dan jadwal seleksi. Untuk pendaftaran online tertulis waktunya, 10-17 Februari 2019 dan dilakukan via https://sscasn.bkn.go.id.
Pendaftaran dibuka untuk formasi tenaga pendidik-guru, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian. Mereka ini merupakan tenaga honorer eks kategori II di lingkungan Pemko Batam.
Pengumuman itu juga memuat informasi terkait perubahan jadwal tahapan seleksi akan diumumkan melalui website http://sscasn.bkn.go.id dan https://bkpsdm.batam.go.id.
Sebelumnya, Pemko Batam telah mengusulkan sebanyak 336 honorer eks K-II menjadi P3K ke pemerintah pusat. Usulan itu untuk penerimaan P3K tahap I yang dibuka Februari ini.
Sementara dari surat Kemenpan yang beredar sebelumnya, jumlah tenaga honorer eks K-II Kota Batam yang dapat mendaftar sebagai P3K sebanyak 244 orang.
Rinciannya, tenaga guru sebanyak 235 orang, tenaga kesehatan 5 orang, dan tenaga penyuluh pertanian sebanyak 4 orang.
Sahir mengatakan, jumlah 336 formasi ini diusulkan, setelah ditotal dengan honorer eks K-II yang telah lulus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013 lalu.
Pihaknya juga telah mengumpulkan 336 honorer eks K-II untuk mensosialisasikan usulan tersebut. Sosialisasi ini dilakukan supaya tidak ada kesalahpahaman.
"Nanti dipikir Pemko cuma diam-diam saja. Ada peluang kok tak ditangkap. Kami sudah mengusulkan ke pusat, dan kami sudah minta mereka bersabar sampai dibalas dari pemerintah pusat," kata Sahir, belum lama ini.
Sementara itu, mengutip dari laman menpan.go.id, sebanyak 305 pemerintah daerah telah menyampaikan usulan pengadaan P3K.
Pemerintah akan mengadakan seleksi P3K pada daerah-daerah sesuai dengan usulan tersebut.
"Bagi yang tidak menyampaikan usulan kebutuhan, tidak akan dilaksanakan pengadaan P3K Tahap I pada pemda tersebut," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Setiawan Wangsaatmaja di Jakarta, Kamis (14/2/2019).
Ia mengatakan, sebelumnya, Kementerian PANRB telah mengirim surat kepada 530 pemerintah daerah untuk mengusulkan kebutuhan P3K tahun 2019.
Masing-masing kepala daerah selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yang mengusulkan, harus menyusun jenis jabatan dan unit kerja yang akan diduduki oleh PPPK sesuai dengan peta jabatan dan analisis beban kerja.
Baca selengkapnya ...

Monday, February 18, 2019

Uji Kompetensi Mahasiswa PPG Kemenag Digelar Bulan Maret

Uji Kompetensi Mahasiswa PPG Kemenag Digelar Bulan Maret

Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKM-PPG) Kementerian Agama akan digelar pada Maret 2019. Hal ini terungkap dalam pembahasan rapat koordinasi antara Kementerian Agama, Kementerian Riset dan Teknologi dan Kampus pelaksana PPG di Kantor Kementerian Agama. 
Hadir dalam pertemuan ini, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Suyitno, Direktur Penjaminan Mutu Kemenristekdikti, perwakilan dari Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, tim Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, dan 35 perwakilan kampus pelaksana PPG Kementerian Agama.
“Schedule kita, UKM-PPG dilaksanakan bulan Maret. Untuk detailnya, akan mengikuti jadwal sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Dirjen Belmawa Kemenristekdikti,” kata Suyitno saat ditemui usai rapat di Jakarta, Senin (18/02). 
Direktur Penjaminan Mutu Kemenristekdikti, Aris Junaidi dalam paparannya menjelaskan bahwa implementasi UKM-PPG bertujuan menjamin lulusan PPG yang kompeten dan terstandar secara nasional.  “Harapannya, guru professional yang dicita-citakan kita bersama itu akan diperoleh menjadi guru yang professional setelah melalui pendidikan PPG dan lulus uji kompetensi yang dilaksanakan secara nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, Kasubdit Bina GTK MI/MTs, Kidup Supriyadi melaporkan bahwa seluruh peserta PPG saat ini sedang melalui tahap Program Pengalaman Lapangan (PPL) di madrasah. “Seluruh peserta PPG saat ini sedang PPL,” ujar Kidup. Hal senada dilaporkan juga oleh perwakilan LPTK pelaksana PPG. 
Baca selengkapnya ...

Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tabalong

Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tabalong


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.

Berdasarkan surat Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/303/FP3K/M.SM.01.00/2019 tanggal 4 Pebruari 2019 perihal Pengadaan PPPK Tahap I Tahun 2019, maka Pemerintah Kabupaten Tabalong memberikan kesempatan kepada seluruh Tenaga Honorer Eks Kategori II yang ada dalam database BKN dan memenuhi persyaratan Peraturan Perundang-undangan,  serta THL-TB Penyuluh Pertanian untuk mengikuti seleksi PPPK Tahap I di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong Tahun 2019.

Simak pengumuman resmi di bawah ini:



Untuk download filenya silahkan klik dibawah ini:

 Hanapi Bani

Baca selengkapnya ...

Prabowo Terkesan Bingung saat Ditanya Jokowi tentang Unicorn, Apasih Unicorn?

Prabowo Terkesan Bingung saat Ditanya Jokowi tentang Unicorn, Apasih Unicorn?

Salah satu bagian dari Debat kedua Capres 2019, Minggu (17/2/2019) malam yang menarik perhatian warganet ialah soal unicorn.
Hal itu terjadi saat Calon Presiden (Capres) 01, Joko Widodo (Jokowi) bertanya kepada Capres 02 Prabowo Subianto soal kebijakan untuk pengembangan unicorn Indonesia.
"Infrastruktur apa yang akan bapak bangun untuk dukung pengembangan unicorn-unicorn di Indonesia?" tanya Jokowi kepada Prabowo dalam debat.
Mendapat pertanyaan  itu, Prabowo terkesan kurang siap.
"Yang bapak masuk unicorn? unicorn? yang apa itu online-online itu?," ujarnya.
Berangkar dari momen itu, kata "unicorn pun" menjadi trending di twitter.
Banyak warganet bercuit soal unicorn mulai dari yang serius hingga yang kocak.
Lantas apa sebenarnya unicorn?
Mengutip Kompas.com, unicorn adalah sebutan bagi start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas 1 miliar dollar AS atau setara Rp 13,5 triliun (kurs Rp 13.500 per dollar AS).
Di Indonesia setidaknya hingga saat ini terdapat 4 unicorn.
4 unicorn itu yaitu Go-Jek, Tokopedia, Travelok dan Bukalapak.
Jumlah unicorn Indonesia tersebut termasuk banyak dibanding negara-negara di Asia Tenggara.
Pertanyaannya mengapa banyak unicorn itu muncul di Indonesia?
Ekonom Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko bercerita, beberapa waktu lalu, dirinya bertemu dengan Dubes Singapura.
Dalam pertemuan itu ada diskusi, mengapa unicorn-unicorn muncul dari Indonesia.
"Salah satu yang muncul itu, satu itu karena di sini (Indonesia) tidak ada aturannya. Karena tidak ada aturannya orang jadi berkreasi semaksimal mungkin," ucap dia dalam FGD BTPN di Bali, pekan lalu.
Selain itu sebut Prasetyantoko, munculnya unicorn tersebut karena adanya kesempatan yang besar di Indonesia.
"Yang kedua opportunity itu ada di sini, tidak di sana," ujarnya.
Mengenai saat menjadi unicorn, perusahaan-perusahaan itu ternyata diambi alih oleh investor asing, Prasetyantoko menilai hal tersebut bukan merupakan suatu masalah, tetapi merupakan paradoks yang alamiah.
"Karena opportunity di sini, sehingga ruang untuk berkembang itu ada di sini. Tetapi begitu dia muncul jadi unicorn, asing yang ambil, take over. Bagi saya ini alamiah untuk pasar indonesia. Karena di sini ada oppurtunity, begitu dia mau naik harus ada injeksi asing," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur BTPN Anika Faisal menyebut, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar dan mempunyai potensi yang sangat bagus.
"Sehingga apapun bisa berkembang, istilahnya tanahnya subur banget ditanami apapun tumbuh, potensi apapun tumbuh," ucapnya.
Mengenai modal asing yang masuk ke unicorn, Anika menyebutkan, hal itu karena kapasitas membangun modal di Indonesia memang masih belum bisa diharapkan.
"Sehingga bila mengharapkan pengumpulan modal dari dalam negeri itu yang sulit, itu lah mengapa datang dari asing," katanya.
Mengenai modal asing tersebut, Anika mengatakan bahwa hal itu tidak perlu dikhawatirkan, selama Indonesia mendapatkan manfaat dari modal tersebut.
"Karena kan orang bawa uang ke Indonesia untuk kebaikan Indonesia kenapa tidak? Yang penting apakah memberikan kemanfaatan enggak? Nah kalau memberikan manfaat, seperti bayar pajak, memberikan pekerjaan bagi orang Indonesia, uangnya itu di Indonesia, di-invest dan reinvest kenapa enggak?" papar dia.
Kepemilikan Modal Asing bagi Unicorn Indonesia
Masih mengutip Kompas.com, Go-jek baru-baru ini menerima kucuran dana dari Google sebesar 1,2 miliar dollar AS.
Hal ini menjadikan valuasi Go-Jek saat ini ditaksir mencapai 4 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 53 triliun.
PT Tokopedia terakhir mendapat suntikan sebesar 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14,7 triliun dari Alibaba Group pada Agustus 2017 silam.
Sebelumnya Tokopedia juga menerima pendanaan pada 2014 lalu dari Softbank Japan dan Sequoia Capital senilai 100 juta dollar AS atau Rp 1,3 triliun.
Sementara Traveloka, mendapatkan pendanaan dari perusahaan travel asal Amerika Serikat (AS) Expedia pada Juni 2017 senilai 350 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,6 triliun.
Dengan total pendanaan tersebut, Traveloka kini telah mencapai nilai valuasi lebih dari 2 miliar dollar AS atau setara Rp 26,6 triliun.
Adapun CEO Bukalapak Achmad Zaky menyebut Bukalapak telah memiliki valuasi lebih dari Rp 13,5 triliun.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan agar ada unicorn yang kelima hingga 2019 mendatang.

Baca selengkapnya ...

Daftar Nama Yang Bisa Ikut PPPK Tahap I di HSU

Daftar Nama Yang Bisa Ikut PPPK Tahap I di HSU

Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.

P3K / PPPK merupakan singkatan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Sama halnya dengan PNS,  P3K juga merupakan pegawai yang digaji oleh pemerintah dengan gaji yang sama, bedanya hanya saja P3K ini tidak ada pensiunnya.

P3K ini direncakan akan diselenggarakan dalam beberapa tahap. Pada saat ini telah dibuka tahap I (pertama) dengan memprioritaskan tenaga honorer yang termasuk kategori II / K-2.

Berikut nama-nama tenaga honurer yang bisa mengikutinya:



Bagi Sobat yang ingin download  dapatkan fikenya silahkan klik dibawah ini:
 Hanapi Bani




Baca selengkapnya ...

Sunday, February 17, 2019

Download Buku Petunjuk Pendaftaran PPPK

Download Buku Petunjuk Pendaftaran PPPK


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.


Mengingat saat ini begitu maraknya pendaftaran PPPK di berbagai instansi melalui situs yang dibuat oleh BKN, maka kami sedikit ingin membantu bagi Sobat semua yang berminat untuk mendaftar dengan membagikan buku panduan agar Sobat semua mempunyai persiapan yang matang sebelum melakukan mendaftaran.

HAL – HAL YANG HARUS DISIAPKAN


Pelamar wajib mengetahui ketentuan-ketentuan terkait kelompok tugas/jabatan yang dilamar. Setiap kelompok tugas dan jabatan memiliki persyaratan yang berbeda.

1. Kelompok Tugas Tenaga Pendidik


a. Guru

  1. Berusia maksimal 59 tahun pada 1 April 2019
  2. Pendidikan minimal S-1/D-IV jurusan relevan dengan mata pelajaran kurikulum
  3. Masih aktif mengajar, memiliki Surat Penugasan Kepala Sekolah/Kepala Dinas
  4. Menandatangani Surat Pernyataan bersedia ditempatkan di sekolah negeri wilayah tempat mengajar.


b. Dosen


  1. Terdaftar sebagai dosen pada PTNB
  2. Telah mengabdi paling sedikit 2 (dua) tahun
  3. Tidak terikat sebagai pegawai tetap pada lembaga lain yang dibuktikan dengan pernyataan tertulis

2. Kelompok Tugas Tenaga Kesehatan

  1. Berusia maksimal 59 tahun pada 1 April 2019 (khusus untuk Dokter)
  2. Memiliki pendidikan minimal D-III di bidang kesehatan
  3. Memiliki STR yang masih berlaku (bukan STR Internship), kecuali untuk Epidemolog, Entomology, Administrator Kesehatan dan Pranata 
  4. Laboratorium Kesehatan dengan pendidikan D-III/S-1 Kimia/Biologi

3. Kelompok Tugas Penyuluh Pertanian


  1. Usia lebih dari 20 tahun dan maksimal 1 (satu) tahun sebelum BUP (Batas Usia Pensiun) / maksimal 57 tahun
  2. Minimal pengalaman kerja 5 (lima) tahun 
  3. Berijazah paling rendah SMK bidang pertanian
  4. Untuk Inseminator wajib memiliki sertifikat Inseminator
  5. Bertugas di desa(SK Mentei/Dirjen/Dinas Pertanian Provinsi)

Sebelum melakukan pendaftaran, pastikan pelamar telah mempersiapkan 
dokumen-dokumen yang diperlukan. Dokumen tersebut terdiri dari :
1. Kartu Keluarga
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
3. Ijazah
4. Transkrip Nilai
5. Pas foto
6. Dokumen lain sesuai dengan ketentuan instansi yang akan dilamar.

Untuk lebih jelasnya mengenai alur pendaftaran dan lainnya silahkan simak dibawah ini;



Bagi Sobat yang ingin download filenya silahkan klik dibawah ini:



 Hanapi Bani



Baca selengkapnya ...

Pengumuman Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk HSU



Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja dan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2019 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Untuk Guru,  Dosen, Tenaga Kesehatan dan Penyuluh Pertanian, maka Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara memberikan kesempatan kepada Tenaga Honorer Guru Eks K-II dan Penyuluh Pertanian berdasarkan SK Menteri Pertanian dan atau MoU/Nota Kesepakatan antara Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara  yang terdaftar dalam database BKN untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK)  tahap I Tahun 2019, dengan ketentuan sebagai berikut:


Untuk download filenya ailahkan klik dibawah ini:
 Hanapi Bani


Baca selengkapnya ...

Ummul Qura, Kebakaran Saat Test Masuk Santri Baru Berlangsung

Ummul Qura, Kebakaran Saat Test Masuk Santri Baru Berlangsung



_Assalamualaikum wr.wb_

- *Hari / Tanggal* : Minggu / 17 Febuari 2019

- *Pukul* : 09.30 wita

*Telah terjadi MUSIBAH*
- KEBAKARAN Asrama Pondok Pesantren Ummul Qura (20 Persen)

- *Alamat Kejadian* : Desa  Bayur  RT.04 Kec.Haur Gading Kab.Hulu Sungai Utara

- *Penyebab Kejadian:*
    Diduga dari salah satu santri an.AHMAD FIRDAUS (13 tahun) yang bermain Korek api diatas tempat tidur yang terbuat dari kasur Busa.

- *Akibat Yang Ditimbulkan* : Menghanguskan Ruang bangunan UKS asrama santri lantai 2 (dua) dan Lantai 3 (Tiga).

- *Saksi - Saksi* :
 1.Nama: FITIAN (34 tahun),Laki-Laki,Pengurus Harian Pondok Pesantren Ummul Qura.
 2.Nama:M.ABQARI(13 tahun),Laki-Laki ,Santri Pondok Pesantren Ummul Qura.

 *-Nama Pemilik:*
 *Selaku Pengurus Pondok Pesantren Ummul Qura Amuntai* :
  *HAJI SABRAN*

*TOTAL KERUGIAN* :
Diperkirakan ± Rp 200.000.000,-

- *Korban Jiwa* : Nihil

USK :Pada Hari Minggu Tanggal 17 Febuari 2019 Telah terjadi Musibah Kebakar di Asrama Pondok Pesantren Ummul Qura Didesa  Bayur Rt.004 Kec.Haur Gading Kab.HSU .

Api Berasal Dari Ruangan UKS Lantai 2 (Dua) yang dikarenakan salah satu santri an.AHMAD FIRDAUS bermain Korek Api diatas Kasur yang terbuat dari busa sehingga kasur terbakar dan tidk bisa dipadamkan lagi dan menjalar kekasur yang lain sampai api menyebar ke lantai 3 (tiga).

*Langkah Yang Diambil Polisi:*
- Mendatangi TKP
- Bersama-sama Warga Mengevakuasi Para Korban dan Harta Benda yang bisa diselamatkan ke tempat yang lebih aman
- Mengamankan Area Musibah Kebakaran
- Memasang Garis Polisi

Demikian dilaporkan, untuk perkembangan akan kami laporkan kembali

_Wassalamualaikum wr.wb_

Ummul Qura, Kebakaran Saat Test Masuk Santri Baru Berlangsung




Baca selengkapnya ...

Mendikbud: "Guru Bukan Polisi atau Hakim yang Menghukum Siswa Nakal".

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menutup acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan atau RNPK 2019.

Mendikbud: "Guru Bukan Polisi atau Hakim yang Menghukum Siswa Nakal".
Sebelum resmi menutup, Muhadjir menyampaikan pesan kepada Kepala Dinas Pendidikan di kabupaten, kota, maupun provinsi agar para guru dapat menjaga kewibawaannya masing-masing.
Karena dirinya meyakini, para guru sudah profesional setelah kuliah bertahun-tahun untuk menjaga dan merawat kewibawaan, terutama di hadapan para siswa.
"Jangan sampai kemudian karena dia gagal menjaga kewibawaan, terutama di depan siswa, maka harkat dan martabatnya luruh," ujar Muhadjir di lokasi, Rabu (13/2).
Dia menilai, apabila seorang guru tidak bisa menjaga kewibawaannya, maka guru tersebut tak dapat menjadi tauladan dan panutan bagi siswanya.
"Dan satu-satunya tempat siswa berkaca, meniru, melakukan proses imitasi, tetapi panutan itu (guru) manut (nurut). Nah kalau sudah enggak wibawa, enggak mungkin muridnya manut, bahkan mungkin muridnya bisa melawan, bahkan bisa melecehkan. Ini yang penting," paparnya.
Muhadjir mengakui ada dilema saat berhadapan dengan para siswa yang mempunyai perilaku khusus tersebut, biasa disebut juvenile delinquency atau anak nakal.
"Kalau dalam dunia pendidikan disebut juvenile delinquency. Juvenile delinquency itu jangan berharap tidak pernah ada, karena itu dibahas dalam teori pendidikan, fenomena itu pasti ada," ucapnya.
Apalagi, kata dia, di Indonesia ada 41 juta siswa, sehingga tidak mungkin tidak ada siswa nakal.
"Kalau 41 juta siswa, kalau misalkan ada 10 saja (siswa nakal), itu menurut saya bukan suatu hal yang istimewa. Kalau ada 100 saja juga bukan hal istimewa, cuma memang kalau misalnya muncul ke permukaan, nah itu memang itu seru," tuturnya.
"Seru itu, kalau itulah kondisi sekolah kita secara nasional, padahal, itu kasus yang kalau dibanding populasi siswa kita sangat tidak seberapa," sambung Muhadjir.
Tetap Harus Diatasi
Meski begitu, Muhadjir menegaskan permasalahan juvenile delinquency bukan tidak boleh diatasi.
Karena menurutnya, di situlah tujuan utama guru profesional mengawasi anak-anak juvenile delinquency.
"Karena itu sebagai seorang pendidik, tentu saja bukan seorang polisi, juga bukan seorang hakim, kemudian lebih mengedepankan tentang sanksi (untuk siswa juvenile delinquency)," kata dia.
Muhadjir menegaskan, para guru harus menggunakan otak, pikiran, dan hati untuk memikirkan bagaimana menanggulangi siswa juvenile delinquency agar mereka bisa menemukan jati dirinya dengan baik.
"Karena tugas pendidikan itu bukan menghukum. Kalau seandainya menghukum pun dalam rangka mendidik," ucapnya.
Dia mengingatkan, jangan sampai para guru menggunakan perspektif hakim dan polisi untuk menghukum para siswanya.
"Kalau seorang pendidik, melihat bagaimana dia (siswa nakal) adalah seorang yang harus dipulihkan keadaannya menjadi manusia yang wajar," kata Muhadjir.
Karena dirinya tak menutup kemungkinan, siswa juvenile delinquency setelah menemukan jati dirinya justru bisa menjadi siswa paling hebat.
"Ini saya tidak mencari apologize mencari pembenaran, tapi kalau anak nakal, tugas kita adalah bagaimana mengarahkan dia menjadi anak yang betul-betul menemukan jati dirinya," pungkas Muhadjir.



Reporter: Devira Prastiwi
Sumber: Liputan6.com
Baca selengkapnya ...

Saturday, February 16, 2019

Kisah Eko Menginap Lima Hari di Masjid demi CPNS

Kisah Eko Menginap Lima Hari di Masjid demi CPNS

Namanya Eko Santoso. Pria kelahiran Tulungagung tahun 1987 ini menjadi salah satu yang diterima dari ratusan ribu peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama. 
Nama Eko tertera dalam pengumuman di website Kementerian Agama pada 15 Januari 2019. Dia dinyatakan P2/L untuk formasi Guru SKI Jatim. Kini, Eko dalam proses pemberkasan untuk menjadi bagian keluarga besar Kementerian Agama.
Kepada Humas Kemenag, Rabu (13/02), Eko mengaku bahwa menjadi PNS memang cita-citanya. Karenanya, dia berusaha maksimal dalam menjalani proses seleksi. 
Kisah perjuangan Eko bermula dari informasi pembukaan seleksi CPNS 2018. Pilihannya jatuh pada formasi Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Dia memperkirakan, itu yang paling sedikit pesaing, jika dibandingkan dengan formasi rumpun mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) lainnya. Benar saja, pendaftarnya sekitar 450 untuk 53 formasi yang dibutuhkan. 
Singkat cerita, setelah melalui perjuangan mendaftar secara online melalui sscn, Eko dinyatakan lulus administrasi. Karenanya, dia berhak ikut test Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Dari pengumuman, dia tahu kalau SKD akan digelar hari Jumat, 26 Oktober 2018, di Hotel Empire Palace Surabaya, tepatnya jam 16:30 - 18:00 WIB.
Tulungagung ke Surabaya tidaklah dekat, ada sekitar 150 km rentangan jarak. Memastikan tidak terlambat, Eko memilih berangkat lebih awal. 
Pukul 12 malam, Eko berpamitan dengan istri dan kedua mertua, sekaligus meminta restu dan doa untuk kelulusannya. Sepeda motor menjadi teman setia, susuri remang malam menembus kota pahlawan. Alhamdulilah, sekitar jam 06:00 WIB, dia sudah sampai di daerah Sidoarjo. Di sebuah SPBU, dia rehat sejenak untuk sekedar melepas lelah dan penat. Mata yang tetap terjaga dimanfaatkannya untuk membaca buku tes CPNS yang dia bawa.
Jam 07:30 WIB, Eko melanjutkan perjalanan ke Hotel Empire Palace Surabaya. Berbekal layanan google map, dia susuri jalanan Surabaya hingga sampai di lokasi yang ditujunya. Tampak, sudah banyak peserta lain yang hadir. Masuk waktu, Eko lalu Salat Jum'at terlebih dahulu di masjid sebelah utara hotel. 
Tiba saatnya tes. Hasil berbagi informasi dengan sesama peserta tentang trik ikuti SKD diterapkannya; TKP harus dikerjakan terlebih dahulu dalam durasi 40 menit, dilanjutkan TWK 30 menit, baru TIU 30 menit. Alhamdulilah, meski belum PG (passing grade), Eko masuk perenkingan hingga bisa ikut test Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
17 Desember 2018, tes SKB digelar serentak di berbagai tempat di Indonesia. Eko mendapat bagian di Asrama Haji Sukolilo. Ada tiga tes yang harus dijalani, yaitu: psikologi, wawancara, dan praktik kerja.
Perjalanan Tulungagung – Surabaya kembali di tempuhnya. Kali ini, dia memilih perjalanan pagi. Minggu, 16 Desember 2018, jam 10:00 WIB, Eko berangkat dari Tulungagung dan sampai di Asrama Haji Sukolilo sekitar jam 17:00 WIB. Beristirahat sejenak,  Eko cek pengumuman jadwal tes psikologi, wawancara dan praktik kerja. Dari situ, dia baru tahu kalau tes psikologi dilakukan Senin. Sementara wawancara pada Rabu, dan praktik kerja hari Jumat. 
Terbayang, jarak Surabaya – Tulungagung. Rasanya, tidak mungkin baginya untuk pulang pergi di setiap hari tes nya. Segera dihubungi sang istri untuk menyampaikan bahwa dia paling tidak satu minggu di Surabaya. Menginap di mana? Masjid Asrama Haji Sukolilo menjadi pilihannya, meski harus berteman dengan nyamuk yang juga lumayan banyak jumlahnya. 
Malam menjelang, ternyata Eko tidak sendirian. Ada banyak peserta CPNS Kemenag yang juga memilih menginap di masjid. Hari-hari itu mereka isi untuk berdiskusi seputar tes yang akan mereka jalani. Di sela waktu luang, ke sempatan di Surabaya dimanfaatkan Eko untuk berkunjung ke sejumlah lokasi, misalnya ziarah ke makam Mbah Kholil Bangkalan Madura dan Sunan Ampel Surabaya. 
Hari Jumat yang ditunggu tiba. Pagi itu, guru MI Sukorejokulon Kalidawir Tulungagung ini akan menjalani sessi terakhir tes SKB, yaitu: praktik kerja. Eko kebetulan mendapat giliran pertama. Jam 07.30 tes dimulai dan selesai 08:00 WIB. Setelah berkemas, Eko lalu bergegas kembali ke Tulungagung, menyusuri jalanan dengan sepeda motornya. Ikhtiar sudah, saatnya bertawakkal, menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Hari yang ditunggu tiba. Selasa, 15 Januari 2019, hasil seleksi CPNS tahun 2018 diumumkan melalui website Kemenag. Alhamdulilah, nama Eko ada, tertulis P2/L. 
Selamat bergabung dengan Kemenag. Ditunggu kontribusinya bagi kemajuan bangsa.
Baca selengkapnya ...

Menag: Prioritaskan Guru, Penyuluh, dan Penghulu

Kemenag (Bengkulu) -- Menag Lukman Hakim Saifuddin meminta jajarannya untuk memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 
"Prioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk terhadap aparatur kita yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti, guru, penyuluh, penghulu," demikian disampaikan Menag dalam acara Pembinaan ASN Kanwil Kemenag Bengkulu dan IAIN Bengkulu di Asrama Haji Bengkulu, Jumat (15/02).
"Mereka adalah garda terdepan dalam melayani masyarakat," sambung Menag. 
Hadir seluruh Pejabat pada Kanwil, para Kakankemenag, Kepala Madrasah, Kepala KUA, Para Penyuluh, Penghulu se-provinsi Bengkulu. 
Selain itu, Menag juga berharap agar pendataan dilakukan lebih serius. "Ini adalah zaman digital. Kekuatannya adalah data. Informasi yang didukung dengan data yang baik, maka kita bisa menyelesaikan masalah dengan lebih baik," ungkap Menag. 
Hal ketiga yang diingatkan Menag kepada jajarannya adalah soal percepatan pelaksanaan program. Menag berharap program strategis sudah dapat berjalan pada bulan Maret. 
Kinerja Kemenag terus meningkat. Sarana prasarana PTKN dan KUA terus direvitalisasi. Prestasi madrasah terus naik, dan indeks kepuasan jemaah haji juga sangat memuaskan. "Hal ini harus kita syukuri," ungkap Menag.
Kepada Humas, Kakanwil Kemenag Bengkulu Bustasar mengaku siap melaksanakan arahan Menag. "Terutama terkait dengan percepatan pelaksanaan program. Bantuan itu kita segerakan. Karena bantuan tersebut dibutuhkan. Insya Allah bulan Maret sudah kita cairkan itu," ungkap Kakanwil Bengkulu. 
Sebelumnya, Menag serahkan secara simbolis bantuan pembangunan MAN IC serta Balai Nikah dan Manasik Haji,  juga renovasi masjid Al-Mukminun dan pembangunan Asrama Pondok Pesantren Darussalam di Bengkulu. 
"Kami akan laksanakan updating data. Kami akan akan perintahkan pelaksana tugas agar mengumpulkan data yang valid," respon Kakanwil Bengkulu. 
Terkait dengan prioritas perhatian terhadap pelayan masyarakat langsung, Bustasar berjanji akan memberikan lebih. "Salah satunya, saya akan memberikan penghargaan bagi guru atau penyuluh atau penghulu yang berprestasi," pungkas lelaki kelahiran Padang tersebut.
Baca selengkapnya ...

Friday, February 15, 2019

Seleksi CPNS dan Sandal Jepit Emak

Seleksi CPNS dan Sandal Jepit Emak

Haru hati ini saat membuka pengumuman kelulusan CPNS Kementerian Agama 2018 kemarin. Penantian saya selama ini berbuah manis. Saya, Muchamad Nurrohmat, bersama 14ribu orang lebih, dinyatakan lulus menjadi CPNS Kementerian Agama. 
Seketika itu, terlintas juga wajah emak dan sandal jepitnya yang lusuh. Pasti pada bertanya kan kenapa yang terbayang emak dan sandal jepitnya?  Iya, emak dan sandal jepitnya punya andil tersendiri dalam perjalanan saya menjadi CPNS Kemenag. 
Saya akan berbagi sedikit tentang emak dan sandal jepitnya. Terbayang jelas dalam ingatan saya, sandal jepit milik emak telah berjasa menemani saya selama mengikuti proses penerimaan CPNS. Khususnya selama saya mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Kanwil Kemenag Jawa Tengah, di Semarang. 
Ya, cerita ini berawal ketika saya harus berangkat ke Semarang untuk mengikuti tahapan SKB. Tes tahap ke-2 ini harus saya tempuh setelah saya dinyatakan lulus tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). 
Berdasarkan pengumuman, saya mendapat tempat tes di MAN 1 Kota Semarang. Saat itu yang terlintas di benak saya adalah hadist Rasulullah. 
"Surga itu di bawah telapak kaki ibu, siapa yang Ia kehendaki maka akan dimasukkan dan siapa yang Ia ingini maka akan dikeluarkan," begitu bunyi hadistnya. 
Pernah dengar hadis ini kan? Ini yang menjadi inspirasi  saya untuk membawa emak mendampingi saya tes di Semarang. Restunya, betul-betul saya harapkan. 
Tapi, kondisi tidak memungkinkan mengajak emak dari rumah kami di Purwokerto untuk pergi ke Semarang. Kemudian pandangan saya pun jatuh pada sandal jepit emak. 
Bukan sandal baru. Itu hanya sepasang sandal jepit lusuh yang biasa ia kenakan sehari-hari.
Sandal jepit yang selalu menemaninya itu pun saya ambil, untuk kemudian saya kenakan. Sepanjang perjalanan dengan kereta dari Purwokerto ke Semarang, saya pakai sandal jepit itu. 
Memandang sepasang kaki saya dengan sandal jepit itu selama perjalanan, mengingatkan saya pada perempuan yang tak pernah henti mendoakan keberuntungan saya. Selama tiga hari tes, sandal jepit itu pun tetap saya bawa. 
Ini rasanya seperti membawa serta doa dan harapan emak pada anak lelaki yang dilahirkannya 25 tahun yang lalu ini. Ah emak, semoga setiap doa mu diijabah Mak... 
Usai melewati serangkaian tes, saya pun kembali ke Purwokerto. Sandal jepit lusuh itu pun tetap saya kenakan selama perjalanan dengan kereta.
"Anak lelakimu sudah berjuang Mak. Semoga bisa mendapatkan yang terbaik sesuai doamu mak," batin saya kala itu. 
Maka, kala nama saya terpampang di pengumuman CPNS Kemenag, bayangan itu pun terlintas di benak. Emak dan sandal jepit lusuhnya. 
Baca selengkapnya ...
Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI