Breaking News

Tuesday, June 18, 2019

Filipina Belajar Pendidikan Madrasah di Indonesia

Pendidikan madrasah di Indonesia mulai menjadi rujukan dan tempat belajar bagi dunia Internasional. Kementerian Agama menerima Delegasi Filipina yang ingin mengetahui lebih dalam pengelolaan pendidikan madrasah di Indonesia.
"Terimakasih kepada Pak Sekjen dan Kementerian Agama yang telah menerima kehadiran kami. Tujuan kami ke Indonesia untuk memahami sistem pendidikan madrasah di Indonesia dalam kerangka regulasi," kata Perwakilan Delegasi Filipina Ahmed Abdullah, saat berkunjung ke Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat nomor 3-4, Jakarta Pusat, Senin (17/06).
"Kami ingin belajar di Indonesia demi baiknya sistem pendidikan di Filipina. Kita juga ingin melihat praktek terbaik pendidikan madrasah di Indonesia, tentang management dan unsur pengembangan madrasah," tambahnya.
Ahmed dan delegasi Filipina berharap mendapat pembelajaran, tentang sistem madrasah yang terintegrasi dengan pendidikan di Filipina. "Dan juga kami ingin menjelajahi pendidikan madrasah dan percontohan untuk meningkatkan pendidikan di Filipina. Selama kunjungan ini kami ingin belajar banyak di Indonesia," tegas Ahmed.
Sebelumnya, Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan, menyampaikan bahwa kajian di Madrasah atau lembaga di Pesantren, bisa sebagai satuan pendidikan dan bisa juga sebagai penyelenggara pendidikan. Kedua peran itu berujung pada upaya mengawal moderasi beragama di Indonesia.
"Di Madrasah akan diajarkan Fiqh, Quran Hadis, Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab. Ini menjadi alasan kita ajarkan bagi anak madrasah rumpun ilmu, sebagai ciri pembeda dari sekolah umum," kata M Nur Kholis.
"Mudahan-mudahan kunjungan ini bisa menambah informasi dan menjadi oleh-oleh yang bisa dibawa pulang ke tempat bapak ibu sekalian," tutupnya.
Usai pertemuan Delegasi Filipina, Sekjen Kemenag M Nur Kholis beserta jajajan Ditjen Pendis dan Direktorat KSKK berfoto bersama di depan gedung Kementerian Agama.
Baca selengkapnya ...

Monday, June 17, 2019

Buka Asesmen, Sekjen: ASN itu Harus Bisa Merasa, Bukan Merasa Bisa


Biro Kepegawaian Kementerian Agama pagi ini menggelar uji Kompetensi bagi jabatan administrasi dan jabatan fungsional pada Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Tahun 2019.
Gelaran uji kompetensi ini dibuka Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag M Nur Kholis Setiawan didampingi Kepala Biro Kepegawaian dan Kepala Biro Umum. Uji kompetensi yang diikuti puluhan ASN eselon III dan IV di lingkungan Sekretariat Jenderal ini berlangsung di ruang OR Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta Pusat, Senin (17/06).
Dalam arahannya, Sekjen M Nur Kholis Setiawan menekankan lima poin yang dipetik dari UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS. "Lima poin tersebut merupakan keseimbangan intelektualitas dan moralitas," ujar Sekjen M Nur Kholis Setiawan. 
Lima pesan yang disampaikan Sekjen kepada peserta uji Kompetensi yaitu pertama sikap tawadhu. Seseorang yang diamanahkan mengisi jabatan dituntut untuk bisa merasa bukan untuk merasa bisa. 
"Jadi ASN yang mengisi jabatan itu harus bisa merasa dengan kepekaan yang dimiliki dan empati. Kalau merasa bisa itu angkuh. Biasanya orang yang merasa bisa sejatinya dia tidak bisa," pesan Sekjen. 
Kedua, harus mampu bersinergi. Pasalnya, lanjut Sekjen, memimpin itu tidak hanya ke bawah melainkan juga ke atas. Banyak orang yang mampu secara teknis namun tidak mampu bersosialisasi. Ketiga, memiliki responsibilitas atau cepat tanggap terhadap apa yang menjadi kebijakan.
"Keempat, memberikan kemakrifatan atau mereka yang mendapat amanah adalah mereka yang memiliki kompotensi dan yang terakhir bisa menempatkan diri secara proporsional," tutur Sekjen. 
Sementara itu Kepala Biro Kepegawaian Saefudin dalam laporannya mengatakan peserta uji kompetensi di hari pertama berasal dari Biro Kepegawaian, PKUB, Biro Keuangan, Biro Perencanaan dan Biro Organisasi Tata Laksana Kementerian Agama. 
"Peserta yang akan mengikuti uji kompetensi  bagi jabatan administrasi dan jabatan fungsional pada Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Tahun 2019 berjumlah 300 orang," ujarnya. 
Ia menambahkan sejumlah payung hukum yang menjadi alas pelaksanaan uji kompetensi diantaranya UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 207 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Asesmen Kompetensi bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Agama.
"Pada tahun 2020 nanti uji kompetensi bagi jabatan administrasi dan jabatan fungsional pada Sekretariat Jenderal Kementerian Agama akan diikuti 330 ASN," ujarnya.
Baca selengkapnya ...

Sunday, June 16, 2019

5.613 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa dan Non Beasiswa S1 Timur Tengah



Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggelar seleksi beasiswa dan non beasiswa S1 Perguruan Tinggi Luar Negeri untuk negara kawasan Timur Tengah, 15-16 Juni 2019. Ada tiga pilihan negara tujuan kuliah, yaitu Mesir, Sudan dan Maroko.
"Pelaksanaan seleksi terbagi menjadi 15 lokasi diseluruh wilayah Indonesia. Total peserta yang mendaftar secara online sebanyak 5.613 orang," terang Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, di Jakarta, Minggu (17/06).
Menurutnya, seleksi mahasiswa S1 Timur Tengah ini diselenggarakan karena banyaknya minat para santri/pelajar yang ingin melanjutkan studi pendidikan tingginya ke Timur Tengah. "Hasil seleksi ini nantinya akan menjadi salah satu syarat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi kesana, sehingga apabila ada mahasiswa yang ke Timur Tengah tanpa rekomendasi/syahadah dari Kemenag pasti akan bermasalah nantinya,” jelas Arskal.
Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Diktis Agus Sholeh menambahkan, seleksi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, seleksi dilakukan berbasis online sehingga lebih transparan dan akuntabel.
Seleksi terbagi dalam 2 tahap. Pertama, tes kemampuan Bahasa Arab secara online (e-test). Mahasiswa dinyatakan lulus apabila mendapatkan nilai minimal 70%.
Tahap kedua, wawancara tatap muka. Peserta akan dites kemampuan percakapan Bahasa Arab dan hafalan Alquran minimal 2 juz.
“Kami berharap para peserta bisa lulus test dan bisa melanjutkan pendidikan tingginya di kampus yang selama ini menjadi harapan mereka,” kata Agus.
Koordinator kegiatan seleksi Iwan Yusuf menyatakan, seleksi tahap kedua hanya diikuti peserta yang telah lulus tahap pertama. Seleksi tahap kedua dilaksanakan di Jakarta. Pengumuman seleksi tahap pertama akan diumumkan pada 22 Juni 2019 melalui website: diktis.kemenag.go.id
Para peserta akan memperebutkan 50 kuota beasiswa Al Azhar Mesir. Kuota ini terdiri dari 20 kuota Kementerian Agama, dan 30 kuota Pemerintah Mesir. Selain itu, ada juga 750 non beasiswa kuliah di Al Azhar, Mesir. 
Untuk beasiswa kuliah pada universitas di Sudan, Kemenag menyiapkan 50 kuota. Sedang di Maroko, Kemenag siapkan beasiswa sebanyak 15 kuota. 
Berikut ini data jumlah peserta yang mendaftar Beasiswa dan Non Beasiswa program S1 ke Perguruan Tinggi Luar Negeri Timur Tengah tahun 2019:
1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta_1.309 peserta
2. UIN Sultan Syarif Kasim Riau_268 peserta
3. UIN Sumatera Utara_319 peserta
4. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta_385 peserta
5. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang_159 peserta
6. UIN Alauddin Makassar_381 peserta
7. UIN Antasari Banjarmasin_168 peserta
8. UIN Ar Raniry Banda Aceh_316 peserta
9. UIN Raden Fatah Palembang_127 peserta
10. UIN Gunung Jati Bandung_545 peserta
11. UIN Sunan Ampel Surabaya_885 peserta
12. UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi_85 peserta
13. UIN Walisongo Semarang_158 peserta
14. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten_271 peserta
15. UIN Imam Bonjol Padang_240_peserta
Baca selengkapnya ...

Juknis Pengangkatan Kepala Madrasah



Petunjuk Teknis Pengangkatan Kepala Madrasah ini menjelaskan tata cara pengangkatan Kepala Madrasah yang meliputi; 

  1. persyaratan bakal calon Kepala Madrasah, 
  2. penyiapan calon Kepala Madrasah, 
  3. pendidikan dan pelatihan calon Kepala Madrasah, 
  4. pengangkatan, masa tugas, dan pemberhentian Kepala Madrasah.
Selengkapnya silahkan simak dibawah ini;


Untuk download JUKNIS Pengangkatan Kepala ini silahkan klik logo download dibawah ini;
 www.hanapibani.com

Baca selengkapnya ...

Saturday, June 15, 2019

TIDAK PERLU OBAT DAN KE DOKTER, BAHKAN ISTRI PUN BISA CEPAT HAMIL



Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda: Jibril mengajariku sebuah obat yg tdk usah butuh pd obat lain dan dokter.

Kemudian Sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, bertanya Obat apa itu wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami membutuhkan obat itu, Lalu Nabi Muhammad ﷺ bersabda : Ambillah sedikit air hujan dan bacakanlah surat Al-Fātihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nās, dan ayat Al-Kursiy. Masing² dibaca sebanyak 70X. Dan diminum waktu pagi dan sore selama 7 hari.

Demi Dzat yg telah mengutusku dg hak sbagai seorang Nabi, sungguh Jibril telah berkata kepadaku: ” Sesungguhnya, barangsiapa yg minum air tersebut, maka Allah akan menghilangkan segala penyakit dari tubuhnya dan Allah akan menyembuhkan dari semua sakit dan penyakit, dan barang siapa yg meminumkan air tersebut pd istrinya, lalu tidur bersamanya, maka istri akan bisa hamil dg idzin Allah.
Dan air tersebut jg bisa menyembuhkan mata, menghilangkan sihir, menghilangkan dahak, menyembuhkan sakit dada, sakit gigi, pencernaan, sembelit, kencing tidak lancar dan tidak butuh dibekam (cantuk) dan banyak kemanfaatan lain yg tak dpat menghitungnya kecuali Allah Ta'ala.

Annawadir 142.

(ﻓﺎﺋﺪﺓ) ﺭﻭﻱ ﺃﻧﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻤﻨﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﺩﻭﺍﺀ ﻻ ﺃﺣﺘﺎﺝ ﻣﻌﻪ ﺇﻟﻰ ﺩﻭﺍﺀ ﻭﻻ ﻃﺒﻴﺐ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﻭﻋﺜﻤﺎﻥ ﻭﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﻣﺎ ﻫﻮ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﺇنا ﺑﻨﺎ ﺣﺎﺟﺔ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺆﺧﺬ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻭﺗﺘﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺳﻮﺭﺓ ﺍﻹﺧﻼﺹ ﻭﺍﻟﻔﻠﻖ ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺁﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﻣﺮﺓ ﻭﻳﺸﺮﺏ ﻏﺪﻭﺓ ﻭﻋﺸﻴﺔ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻓﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻌﺜﻨﻲ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻧﺒﻴﺎ ﻟﻘﺪ ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﺇﻧﻪ ﻣﻦ ﺷﺮﺏ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺟﺴﺪﻩ ﻛﻞ ﺩﺍﺀ ﻭﻋﺎﻓﺎﻩ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﻣﺮﺍﺽ ﻭﺍﻷﻭﺟﺎﻉ ﻭﻣﻦ ﺳﻘﻲ ﻣﻨﻪ ﺍﻣﺮﺃﺗﻪ ﻭﻧﺎﻡ ﻣﻌﻬﺎ ﺣﻤﻠﺖ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ تعالى ﻭﻳﺸﻔﻲ ﺍﻟﻌﻴﻨﻴﻦ ﻭﻳﺰﻳﻞ ﺍﻟﺴﺤﺮ ﻳﻘﻄﻊ ﺍﻟﺒﻠﻐﻢ ﻭﻳﺰﻳﻞ ﻭﺟﻊ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻭﺍﻷﺳﻨﺎﻥ ﻭﺍﻟﺘﺨﻢ وﺍﻟﻌﻄﺶ ﻭﺣﺼﺮ ﺍﻟﺒﻮﻝ ﻭﻻ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺣﺠﺎﻣﺔ ﻭﻻ ﻳﺤﺼﻰ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻊ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻟﻪ ﺗﺮﺟﻤﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﺍﺧﺘﺼﺮﻧﺎﻫﺎ والله تعالى أعلم.
Baca selengkapnya ...

Friday, June 14, 2019

Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2019-2020

 www.hanapibani.com


Sehubungan dengan akan dimulainya kegiatan pembelajaran di RA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2019/2020, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menerbitkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3063 Tahun 2019 tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2019/2020.

Dimohonkan kiranya Surat Keputusan dibawah ini dapat dipedomani, disosialisasikan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.



Untuk download file silahkan klik dibawah ini...
 www.hanapibani.com

Baca selengkapnya ...

Thursday, June 13, 2019

Kemenag Buka Seleksi Beasiswa S2 bagi Guru dan Calon Pengawas Madrasah


Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama membuka program Beasiswa Strata-2 (S2) bagi guru dan calon pengawas madrasah. Program ini berlaku bagi guru madrasah PNS dan Non PNS, serta Calon Pengawas madrasah di semua jenjang.
Direktur GTK Madrasah Suyitno menuturkan, program beasiswa S-2 bagi guru dan calon pengawas madrasah adalah ikhtiar Ditjen Pendis dalam upaya pemenuhan kualifikasi dan kompetensi akademik sebagai tenaga pengajar dan pengawas di madrasah. “Ditjen Pendis terus berusaha meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan madrasah,” tutur Suyitno di Jakarta, Kamis (13/06).
Dikatakan Suyitno, tujuan dari program ini adalah memperluas akses bagi para guru madrasah dan calon pengawas madrasah untuk dapat mengikuti pendidikan pascasarjana. Program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu akademik para guru dan kinerja tenaga kependidikan (calon pengawas madrasah) dalam menjalankan tugas profesinya.
“Untuk meningkatkan mutu, kompetensi dan profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Ditjen Pendis,” sambung Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang.
Kasubdit Bina GTK RA Siti Sakdiyah, selaku pelaksana program, mengatakan program beasiswa S2 ini bersifat sementara dan terbatas yang akan diberikan selama mengikuti pendidikan jenjang  dalam jangka waktu 2 tahun atau 4 semester. 
“Guru yang mengikuti program  ini dibebaskan dari tugas pokoknya sebagai guru selama 4 semester dan kembali lagi menjalankan tugas pokoknya setelah program selesai,” terangnya.
Dikatakan Sakdiyah, tahun 2019, Ditjen Pendis menyediakan kouta untuk 200 orang. Kuota itu akan disebar di 11 Perguruan Tinggi Mitra, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Alauddin Makasar, Universitas Wahid Hasyim Semarang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Negeri Malang dan STAI Al Hikmah Jakarta.
“Untuk pendaftaran, dilaksanakan 13 Juni – 26 Juli 2019, dan langsung ke masing-masing perguruan tinggi mitra,” terang Sakdiyah.




Keterangan lebih lanjut, sila klik: Juknis Beasiswa S2 tahun 2019
Baca selengkapnya ...

Pengumuman Penempatan Peserta PPG Masrasah Dalam Jabatan Kementerian Agama 2019



Dengan hormat disampaikan kepada Bapak/Ibu Rektor/Pimpinan LPTK penyelengara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Madrasah Dalam Jabatan tahun 2019, bahwa Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah melakukan rapat koordinasi dengan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan  Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama untuk menentukan penempatan peserta PPG Madrasah Dalam Jabatan.

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini disampaikan informasi daftar penempatan peserta PPG Madrasah Dalam Jabatan, Informasi ini dapat dilihat di laman https://simpatika.kemenag.go.id Dengan demikian, LPTK penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Madrasah Dalam Jabatan terkait, dimohon dapat segera memproses PPG tersebut sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah diberlakukan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatian atau perhatian dan kerjasama yang baik diucapkan terimakasih.



Untuk download file diatas silahkan klik dibawah ini:
 www.hanapibani.com


Baca selengkapnya ...

Wednesday, June 12, 2019

Pelaksanaan PPG Daljab 2019


Sehubungan dengan akan dimulainya Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) Tahun 2019, Direktorat GTK Madrasah telah mengumumkan hasil kelulusan seleksi akademik. Berkenaan dengan hal tersebut, agar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi melakukan sosialisasi hal-hal sebagai berikut:



Download file diatas dengan klik dibawah ini:
 www.hanapibani.com

Baca selengkapnya ...

Sunday, June 9, 2019

Awas, ASN Tak Masuk Kerja Senin Besok Akan Kena Sanksi!

 www.hanapibani.com


Hari Senin (10/6) besok masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) akan kembali bekerja seperti biasa usai libur panjang Lebaran. ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah bakal dijatuhi sanksi.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MENPAN RB) Nomor B/26/M.SM.00.01/2019 tentang Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H seperti dibawah ini:



Surat tersebut ditujukan MenPAN RB Syafruddin kepada para pejabat pembina kepegawaian instansi pusat dan daerah. Surat itu ditembuskan kepada Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).

Dalam surat bertanggl 27 Mei 2019 tersebut, Syafruddin meminta agar dilakukan pemantauan terhadap ASN pada Senin 10 Juni 2019. Berikut 4 poin penegasan Syafruddin agar kehadiran ASN dipantau:

Dalam rangka penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara dan optimalisasi pelayanan publik setelah pelaksanaan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H, dengan ini kami sampaikan kepada seluruh Pejabat Pembina Kepegawaian dan pejabat yang berwenang agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 

1. Melakukan pemantauan kehadiran Aparatur Sipil Negara sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H, yaitu pada hari Senin, tanggal 10 Juni 2019. 

2. Laporan hasil pemantauan sebagaimana dimaksud pada angka 1 diinput melalui aplikasi https://sidina.menpan.co.id pada hari yang sama paling lambat pukul 15.00 WIB. Petunjuk pengisian aplikasi tersedia dalam laman aplikasi tersebut. Adapun username dan password yang digunakan adalah sama dengan username dan password pada aplikasi e-formasi. 

3. Terhadap ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah pada hari Senin, tanggal 10 Juni 2019 dijatuhi sanksi hukuman disiplin karena melakukan pelanggaran terhadap kewajiban Pasal 3 angka 17 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 

4. Penjatuhan hukuman disiplin kepada ASN sebagaimana dimaksud angka 3 dilaporkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta ditembuskan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara paling lambat 10 Juli 2019. 

Demikian untuk menjadi perhatian dan dipedomani dalam pelaksanaannya. Apabila dalam proses pelaporan tersebut terdapat kesulitan, dapat dikirimkan melalui email: asdep1.sdma@menpan.go.id. 

Atas perhatian dan kerja samanya, disampaikan terima kasih. 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia
Syafruddin.

Untuk download filenya silahkan sobat klik dibawah ini:
 www.hanapibani.com

Baca selengkapnya ...

CPNS 2019, Dibuka Seusai Lebaran, Ada 254.173 Formasi, Ini Rinciannya


Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan akan ada sekitar 254.173 lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) usai Lebaran.
Besaran kebutuhan atau lowongan CPNS ini telah diatur dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Kebutuhan Pegawai ASN Secara Nasional Tahun Anggaran 2019.
"#SobatBKN, info berdasar Kepmen PANRB 12/2019: Alokasi CNPS 2019 untuk pusat 46.425 dan daerah 207.748," sebut BKN dikutip dari akun twitternya, Sabtu (8/6/2019).
Namun, BKN baru mengumumkan besarannya saja.
Sementara untuk info lainnya, BKN akan mengumumkan usai cuti Lebaran.
"Kapan, di mana, siapa, tunggu cuti bersama berakhir. Ingat, orang sabar disayang mimin," lanjut keterangan BKN.
Adapun, rincian besaran dalam Kepmen PANRB Nomor 12 Tahun 2019 dibagi 2, yakni untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Agar lebih jelas, simak besaran alokasi CPNS tahun 2019 di bawah ini:
1. Pemerintah pusat
Dalam pemerintah pusat, terdapat 2 bagian kuota untuk pengisian pegawai ASN tahun 2019, yaitu Untuk PNS dan untuk PPPK yang diisi oleh eks-THK II dan honorer sebanyak 23.212.
Kemudian untuk PNS, dibagi menjadi dua lagi, yaitu PNS yang diisi oleh pelamar umum sebanyak 17.519 dan PNS yang diisi dari sekolah kedinasan sebanyak 5.694.
Sehingga jika ditotal alokasi CPNS untuk pemerintah pusat sebesar 46.425.
2. Pemerintah Daerah
Sama seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah pun terdapat 2 bagian kuota untuk pengisian pegawai ASN tahun 2019, yaitu Untuk PNS dan untuk PPPK yang diisi oleh eks-THK II dan honorer.
Besaran alokasi untuk PNS dibagi dua menjadi PNS yang diisi oleh pelamar umum sebanyak 62.249 dan PNS yang diisi dari sekolah kedinasan (STTD) sebanyak 75.
Totalnya menjadi 62.324.
Sementara, alokasi untuk PPPK yang diisi oleh eks-THK II dan honorer sebanyak 145.424.
Jumlah alokasi untuk pemerintah daerah secara keseluruhan menjadi 207.748.
Baca selengkapnya ...

Tuesday, June 4, 2019

7 Sunnah Nabi di Hari Idul Fitri



Tiap tanggal 1 Syawal kita berhari raya Idul Fitri. Hari raya ini merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Disebut ‘Ied karena pada hari itu Allah memberikan berbagai macam kebaikan yang kepada kita sebagai hambaNya. Diantara kebaikan itu adalah berbuka setelah adanya larangan makan dan minum selama bulan suci Romadhan dan kebaikan berupa diperintahkannya mengeluarkan zakat fitrah.

Para ulama telah menjelaskan tentang sunah-sunah Rasulullah yang berkaitan dengan hari raya, diantaranya:

1- Disunnahkan untuk  mandi sebelum  berangkat shalat  Idul Fithri
2- Berhias diri dan  memakai pakaian  yang terbaik
3- Makan sebelum  shalat Idul Fithri
4- Bertakbir dari rumah  menuju tempat shalat
5- Sholat Ied
6- Saling mengucapkan  selamat (at- tahniah)
7- Melewati jalan pergi  dan pulang yang  berbeda.

Yuk amalkan!

Semoga hari ied kita penuh berkah,
Minal aidin wal faizin. Taqabbalallahu minna wa minkum, kullu ‘aamin wa antum bi khair. Mohon maaf lahir dan batin.

Admin,
Hanapibani.com
Baca selengkapnya ...

Sesuai Fatwa, Ketua MUI: Tidak Ada Alasan Tolak Hasil Isbat

Menag LHS (kiri) berbincang dengan Ketua MUI Yusna Yusuf sesaat usai Sidang Isbat 1 Syawal 1440H 
Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama telah memutuskan bahwa 1 Syawal 1440H jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019. Dalam melakukan penetapan tersebut, Kementerian Agama telah berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia, ormas-ormas islam, dan institusi terkait.
Hal ini sesuai dengan syarat yang tercantum dalam Fatwa MUI nomor 2 tahun 2004. Maka dengan demikian, tidak ada alasan bagi umat muslim di Indonesia untuk menolak hasil sidang isbat. Hal ini diungkapkan Ketua MUI KH Yusnar Yusuf kepada media saat konferensi pers usai pelaksanaan Sidang Isbat 1 Syawal 1440 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
“Dalam fatwa disebutkan bahwa dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah, Menteri Agama wajib berkonsultasi dengan majelis ulama Indonesia, ormas-ormas islam dan institusi terkait. Dan hal itu sudah dipenuhi oleh Kementerian Agama,” ujar KH Yusnar, Senin (03/06).
“Oleh karena itu tidak ada alasan untuk menolak apa yang ditetapkan Menteri Agama hari ini  bahwa 1 Syawal 1440 H jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019,”sambungnya.
Melansir Fatwa MUI nomor 2 tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah tersebut, juga mencantumkan kaidah fikih bahwa keputusan pemerintah mengikat dan menghilangkan silang pendapat.

Baca selengkapnya ...

Kok Hari Idul Fitri di Indonesia beda dengan Arab Saudi?

Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com

Semoga Ramadan dapat menuntun kita kepada takwa. Amiin yaa Rabbal 'Aalamiin....

Sahabat, Arab Saudi  dan beberapa negara lainnya telah berlebaran hari ini. Sedang di Indonesia, setelah Sidang Isbat, Kementerian Agama telah memutuskan bahwa 1 Syawal 1440H jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019.

Loh koq beda? Kenapa bisa beda?

Semoga penjelasan berikut dapat menambah pemahanan kita.

 www.hanapibani.com



  1. Secara geografis, Posisi Saudi berada di sebelah barat Indonesia, sehingga waktu di Indonesia lebih cepat selama 4 jam.
  2. Tetapi, hilal justru lebih mungkin terlihat lebih dulu di Saudi, karena hilal semakin kebarat semakin tinggi saat terbenamnya matahari.
  3. Berdasarkan data hisab, pada 29 Ramadhan 1440 H. Posisi hilal di tanah air seluruhnya minus (dibawah ufuk) dan tidak ada laporan melihat hilal, sehingga Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.
"Jadi ukuran bukan pada masalah perbedaan waktu, keliru kalau memahami karena Indonesia waktunya lebih cepat 4 jam dari Saudi, maka Indonesia mesti lebih duluan ber-idul fitri. Perlu ditegaskan bahwa perbedaan itu lebih karena posisi hilal dan perbedaan tempat mathla".
Baca selengkapnya ...

Khutbah Idul Fitri Singkat, Edisi Terbaru 2019 M/1440 H

 www.hanapibani.com


Khutbah Pertama
الله اكبر 9× اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرّا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّٰهِ الْحَمْدُ   
الْحَمْدُ للهِ الَّذِى عَادَ عَلَيْنَا نِعْمَهُ فِى كُلِّ نَفْسٍ وَلَمْحَاتٍ وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ  وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ 
اللهُ أَكْبَرُ أَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ وَالْحَاضِرَاتِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْ تُنَّ إِلَاّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَاشْكُرُوْا نَعْمَتَ اللهِ الَّتِيْ وَصَلْنَا لِلْإِيْمَانِ وَوَصَلْنَا إِلْى الْعِيْدِ الْفِطْرِ الْمُبَارَكِ. فَيَا إِخْوَانِىَ الْكِرَامَ! هَذَا يَوْمُ الْعِيْدِ،  الْيَوْمَ حَرَمَ اللهُ عَلَيْنَا الصِّيَامُ وَاَحَلَّ اللهُ لَنَا فِيْهِ الطَّعَامُ
أعوذ بالله من الشيطان الرَجيم  بسم الله الرحمن الرحيم نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ
اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْد،
 وقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم. بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنَا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ. يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيْهَا مُؤْمِناً وَيُمْسِي كَافِراً. أَوْ يُمْسِي مُؤْمِناً وَيُصْبِحُ كَافِراً. يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
Hadhirin Kaum muslimin jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,
Dipagi hari yang mulia, hidmat dan sacral ini, marilah kita bersyukur kepada Allah SWT. dan terus meningkatkan takwa kepada Allah SWT. Dengan mematuhi dan menunaikan segala perintah-perintahNya dan meninggalkan segala larangan-larangan-Nya. Kita agungkan asma Allah dengan memperbanyak membaca takbir, tahlil, tahmid dan tasbih dihari kemenangan yang berbahagia ini.

اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Hadirin jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah

Sejak tenggelamnya matahari dikaki langit belahan barat akhir bulan ramadhan gema takbir, tahli, tahmid, dan tasbih berkumandang diseluruh dunia, sebagai ungkapan rasa syukur yang dalam, menyongsong datangnya hari kemenangan nan bahagia dan penuh harapan.
Suasana malam 1 syawal semakin semarak dan syahdu oleh gema takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih bersaamaan dengan hilir mudiknya orang-orang yang mengantar dan menyampaikan zakat fitrahnya. Sungguh besar nikmat yang kita rasakan dihari kemenangan ini setelah satu bulan penuh berpuasa ramadhan.

Suasana menjadi semakin sacral dan syahdu ketika kaum muslimin pergi berbondong-bondong menuju ke mesjid-mesjid, mushala-mushala, dan adapula yang ketanah-tanah lapang untuk menunaikan shalat idul fitri. Pada saat ini nampaklah dihadapan kita wajah-wajah yang penuh kebahagiaan dan kegembiraan, bersatu dan berkumpul untuk tujuan yang sama, yaitu sujud dihadapan Allah SWT sebagai pernyataan rasa syukur atas segala nikmat dan karuniaNya, serta kemenangan dihari yang mulia ini.

اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Hadirin jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah
Saat ini kita semua bisa merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Kita semua sudah sampai pada hari yang mana kita kembali ke fitri dan kita bisa menunaikan ibadah shalat ‘id bersama-sama dengan keluarga tercinta di tempat yang mulia ini. Ini hari adalah hari kemenangan bagi insan yang beriman yaitu yang menjalankan Ibadah puasa Ramadhan selama 1 bulan penuh. Hari ini adalah hari kemenangan orang beriman yang berpuasa satu bulan penuh dimana ia dikembalikan kepada fitrahnya, kepada kesuciannya seperti bayi yang baru dilahirkan.
Sebagaimana Nabi Muhammad saw. Bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena  iman dan dilaksanakan dengan benar, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.
Kaum muslimin jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah,
Perjuangan di Bulan Puasa adalah suatu perjuangan keimanan. Dimana Iman kita diuji apakah lebih cendrung untuk mengikuti ajakan syetan agar tidak menunaikan ibadah puasa dengan tidak mau menahan haus dan lapar ataukah lebih mentaati perintah Allah SWT dengan menjalankan ibadah puasa untuk mendapatkan julukan orang-orang yang bertaqwa. Banyak kita lihat bersama selama bulan Puasa, masih ada di seputar kita orang yang mengaku Islam dengan mudahnya meraka tidak puasa dan terkadang dengan rasa tidak malu memperlihatkan diri dengan makan dan minum ditempat umum.
Semestinya kita semua menyadari sepenuhnya bahwa Ramadhan adalah Bulan yang Suci. Sa’at untuk  berusaha meningkatkan keimanan, menambah ibadah kita. Kita semua harus mampu mengalahkan rasa lapar dan kita juga harus bisa menahan rasa haus, karena bulan Ramadhan ialah waktu untuk Fastabiqul-Khairot yaitu berlomba-lomba berbuat kebajikan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadah. Bukan justru malah sebaliknya kemaksiyatan sengaja diumbar padahal itu perbuatan dosa.
Hanya di bulan suci Ramadhanlah, Allah memberikan kesempatan kepada semua hambanya untuk beribadah yang nilainya setara dengan seribu bulan. Allah telah menurunkan sebuah malam walaupun hanya satu malam, akan tetapi apabila kita bertemu dengan malam tersebut, berarti kita sudah beribadah sama denga seribu bulan. Malam itu ialah yang lebih dikenal dengan sebutan malam laolatil qadar.


اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Hadirin jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah
Dengan berlalunya bulan suci Ramadhan, ada sebuah pertanyaan bagi kita semua. Apa yang sudah kita dapat pada bulan suci Ramadhan yang telah kita lalui ini? Apakah kita sudah memanfaatkan bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak beribadah kepada Allah? Atau justru malah menyia-nyiakan bulan suci Ramadhan dengan bermalas-malasan beribadah atau justru melakukan segala kemaksiatan? sungguh merugi bagi orang yang telah menyia-nyiakan bulan suci Ramadhan, karena kita tidak tau apakah kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa bertemu lagi dengan Ramadhan yang akan datang? Atau kita akan berpisah dengan bulan Ramadhan untuk selamanya hingga kita tak bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang, apakah kita juga akan berpisah dengan keluarga kita, saudara-saudara kita yang saat ini berada disamping kanan dan kiri kita dan bahkan orang-orang yang sangat kita cintai karena tidak ada jaminan bagi usia kita untuk bisa sampai pada bulan Ramadhan yang akan datang. Meningat bahwa maut, jodoh dan rezeki hanya Allah SWT saja yang tau. Maut tidak memandang usia, baik pada usia muda ataupun usia tua, maut tidak memandang kondisi kita, baik saat kita sakit ataupun pada saat sehat, maut tidak memandang keadaan, baik pada saat keadaan bermaksiat ataupun pada saat beribadah. Oleh karena itu Sungguh beruntung bagi orang yang telah memanfaatkan bulan Ramadhan dengan beribadah karena Allah akan membalas nya dengan pahala yang besar, dan betapa rugi nya orang yang telah menyianyiakan bulan suci Ramadhan karena tidak ada jaminan bagi kita untuk bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang.


Duh hai Allah.. berikanlah kepada kami umur panjang hingga ada kesempatan ibadah di bulan suci Ramadhan yang akan datang. Kami yakin pintu rahmat-Mu selalu terbuka. Kami memohon kepadaMu akan senantiasa menerima amal ibadah kami semua. Sebelum ajal menjemput kami. Amin.
اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Hadirin jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah
Pada hari ini, Allah SWT telah memerintahkan kita untuk selalu mengagungkan Nama dan ciptaanNya dengan lantunan suara takbir, tahmid dan tahlil. Sesudah kita menyelesaikan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, selain itu juga kita diwajibkan mengungkapkan rasa syukur terhadap nikmat-nikmat Allah yang telah dianugrahkan kepada kita, yang mana kita tak mampu menghitung nikmat-nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kita, sebagaimana Firman Nya dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl: 18
وَ اِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لَا تُحْصُوْهَا اِنَّ اللهَ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ
Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S An-Nahl: 18)


Sungguh kebesaran ayat tersebut telah kita yakini dan rasakan saat ini, bahwa kenikmatan Allah dari yang terkecil sampai yang terbesar, yang nyata dalam setiap detik waktu yang telah kita lalui dari sejak lahir ke dunia sampai detik ini kita masih bisa bernafas, beraktivitas, beribadah bahkan berkumpul bersama keluarga, saudara-saudara dalam keadaan sehat wal afiat, sungguh banyak nikmat-nikmat Allah yang telah di angerahkan kepada kita, apalagi pada hari-hari mendatang sungguh tak dapat kita bayangkan, dan tidak pula dapat kita hitung banyaknya. Kita hanya dapat memuji syukur, mensucikan dan mengagungkan atas kemaha besaran dan kemaha murahan-Nya.
Kaum Muslimin  rahimakumullah,
Ungkapan rasa syukur itu kita lantunkan dengan gema takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih, agar kita menyadari bahwa diri kita adalah makhluk yang lemah, sekaligus merupakan pengakuan dan kesadaran sebagai manusia yang harus mengabdi dan beribadah kepada Allah baik dengan hati, dengan ucapan, maupun dengan perbuatan.
 Imam Nawawi menjelaskan didalam kitab tafsir nya sebagai berikut:
“Hakikat syukur adalah pengakuan atas kenikmatan yang diberikan oleh Sang Maha Pemurah disertai dengan sikap mengagungkan-Nya”.
Dengan demikian, kita menjadi tahu betapa pentingnya rasa syukur itu untuk senantiasa ditumbuhkan dan dijaga dalam diri kita. Sebab dengan bersyukur, maka kita akan selalu ingat kepada yang memberi, selain itu jika kita selalu mensyukuri nikmat-nikmat  yang Allah berikan kepada kita, maka kita akan merasakan nikmat-nikmat tersebut tanpa merasakan kekurangan.
Seperti hal nya dalam lingkungan masyarakat sosial, ada orang yang memiliki penghasilan yang banyak perbulan tapi hidup nya selalu merasa kekurangan, tetapi adapula orang yang memiliki penghasilan yang sedikit tetapi hidup nya serba berkecukupan.Hal ini bukan karena faktor gaya hidup, tetapi ini adalah bukti bahwa orang yang bersyukur selalu merasakan akan nikmat-nikmat yang Allah berikan.
Untuk dapat bersyukur dengan baik kita perlu mengetahui bahwa karunia Allah itu tidak hanya bersifat materi, namun mencakup banyak hal, antara lain kesehatan, kekayaan, keahlian, kesempatan, kemampuan dan lain sebagai nya. Bahkan karunia terbesar yang telah diberikan oleh Allah SWT itu adalah Keimanan. Maka kita mesti tergugah dan sadar untuk selalu memelihara dan memupuk nya, sebagai perwujudan dari rasa syukur akan karunia tersebut. Sebaliknya, jika karunia yang kita miliki itu tidak disyukuri akan berakibat buruk pada diri kita sendiri.
Kaum Muslimin  rahimakumullah,
Sudah sepantasnya kita bersyukur dan bersujud, seraya berharap mudah-mudahan kita termasuk orang yang pandai mensyukuri nikmat. Sebagaimana firman oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah: 185 yang berbunyi:
وَلِتُكْمِلُوْا العِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلىَ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ 
“Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu semoga kamu bersyukur (kepada-Nya).” ( Q.S. Al-Baqarah: 185)

اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Hadirin jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah
Dengan lantunan gemuruh suara takbir saat ini, mari kita teguhkan dalam hati kita bahwa Allah adalah Dzat yang paling besar. Ketika takbir kita lantunkan saat berpuasa, kita juga meneguhkan untuk mempersempit pengaruh hawa nafsu dan mengagungkan kebesaran Allah didalam hati kita.Terus apa sebenarnya tujuan kita selalu takbir dalam kehidupan kita ini?
Kaum Muslimin  rahimakumullah,
Takbir mengajarkan kita agar senantiasa mengecilkan hal-hal duniawi yang sering kita agung-agungkan dalam kehidupan kita. Kita harus mengakui bahwa sering kali kita takbir dalam shalat tetapi diluar shalat kita masih sering membesar-besarkan kekayaan, kekuasaan dan kedudukan. Diluar shalat kita masih merasa bangga diperbudak oleh nafsu dengan memaksa orang lain untuk menuruti kemauan kita.
Kita sering takbir dalam shalat akan tetapi dalam keseharian kita ditengah-tengah masyarakat sering melupakan Allah SWT. Mulut kita bertakbir tapi hati kita dihinggaapi dengan rasa takabbur. Bahkan terkadang kita sering merasa paling penting, paling gagah, paling pintar dan paling segalanya. Terkadang kita sering memanfaatkan keduduka atau jabatan. Padahal yang semestinya Jabatan, Kedudukan harta dan gelar yang itu dipergunakan untuk kemaslahatan ummat namun sangat disayangkan malah justru dimanfaatkan untuk kerusakan dan keperluan pribadi.


اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Hadirin jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah
Sebagai Insan  beriman kita harus meyaqini bahwa hanya Allah saja lah yang paling maha besar, sedangkan selain Allah adalah kecil dan lemah. Sadarlah, bahwa semua materi dunia yang menjadi kebanggaan kita selama ini semuanya itu kecil dan tidak mempunyai arti sama sekali jika dibandingkan dengan keagungan Allah SWT. Di dalam kehidupan yang fana ini tidak pantas bagi kita mendewa-dewakan jabatan dan kekayaan. Karena semua itu pasti akan kita tinggalkan sebab semua hanya itu titipan saja yang sewaktu-waktu akan diambil kembali oleh pemiliknya yakni Allah SWT.
Hadirin jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah
Demikian khutbah ini kami sampaikan semoga Allah SWT memberikan kepada kita kesehatan, kenikmatan, dan semoga kita juga dipanjangkan umur hingga kita dapat bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang agar kita dapat terus meningkatkan Iman dan Takwa kita dengan dengan menjalankan segala perintah Nya dan meninggalkan segala larangan Nya, dan juga semoga kita selalu mensyukuri nikmat-nikmat Allah dan termasuk orang-orang yang bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita, selain itu mudah-mudahan kita semua juga mendapatkan Ridha Allah SWT. Amiinnn Yaa Rabbal Alamiin…


بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَاتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ






Khutbah Kedua
الله اكبر ۷× اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرّا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّٰهِ الْحَمْدُ . 
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَصَوَّرَهُ مِنَ الْعَدَمِ، وَقَدَّرَ رِزْقَهُ وَاَجَلَهُ وَعَلَيْهِ بِكَأْسِ الْمَنُوْنِ قَدْ حَكَمْ، اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ شَهَادةً تُنْجِيْ قَائِلَهَا مِنَ الْاَلَمْ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَرَفَ اللهُ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ وَبِهِ خَتَمْ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ {اَمَّابَعْدُ} 
يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، 
قال الله تعالى : فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٌ فَعَسَى اللّهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُواْ عَلَى مَا أَسَرُّواْ فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ 
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِ يَاَيُّهَاالَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وءالهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ آمين يَا مُجِيْبَ السَـائِلِيْن
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ. 
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ 
اَللَّهُمَّ لاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا اَللَّهُمَّ اِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمِ لاَ يَنْفَعُ  وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَسْبَعُ وَمِنْ دُعَاءِ لاَيُسْمَعُ  
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَضُوْئَنَا وَصَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَقِرَاءَتَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَسْبِيْحَنَا وَتَهْلِيْلَنَا وَتَمْجِيْدَنَا وَتَحْمِيْدَنَا وَخُشُوْعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَلاَ تَضْرِبْ بِهَا وُجُوْهَنَا يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَيَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، 
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِوالحمد لله رب العالمين

Untuk download silahkan klik dibawah ini:
 www.hanapibani.com

Baca selengkapnya ...

Kisah PPG by Misri Rezeki



Berbagi pengalaman saja, saya ikut PPG tahun 2018 (des18-maret2019), mapel matematika di UNISMA kota malang.

Dr Bengkulu saya sendiri kuliah PPG di malang, memang berat dari semua segi, baik biaya maupun keluarga, apalagi saya baru melahirkan sesar bayi saya 2,5bulan saya tinggal (kalo diajak nambah biaya). Berat bpk ibu, ini pilihan yg sulit, tapi hidup memang penuh dg pilihan, Alhamdulillah semuanya baik baik saja. Anak saya sehat gemuk pintar, dan saya jg lulus.

Knp PPG dilakukan diluar daerah, Krn memang disitu lah LPTK yg berkompeten utk jurusan kita bpk ibu, ilmu yg didapat sangat bermanfaat dan selalu bernuansa Islam, dosen2nya dg sabar membimbing, mengajari kami..
Selain itu pengalaman jauh dari keluarga membuat saya tau artinya rasa rindu, artinya keluarga yg sebenarnya.
Bertemu dg teman yg beda daerah menjadi seperti keluarga itu sesuatu yg berharga,,

Sekarang saya mengerti dan paham bagaiman menjadi guru profesional yg pemerintah inginkan, berpengetahuan luas, memahami dg baik dan detail bidang ilmu yg kita Ampu, dan tidak gaptek pastinya...

Saat ini saya sangat merindukan mereka
#PPG_Math_Unisma

Jadi, bpk ibu tak perlu ragu takut Krn dpt LPTK jauh, rezeki sudah ada yg mengatur, jalani dg penuh keikhlasan dan semangat yg tinggi demi keluarga yg ditinggalkan. Yakin lah Allah selalu bersama dg orang2 yg beriman dan bertaqwa.
Perbanyak baca surah Al-Insyirah
Sekian terimakasih.

Oleh : Misri Rezeki
Baca selengkapnya ...

Monday, June 3, 2019

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1440H, Jatuh pada 5 Juni 2019

Menag beri keterangan pers usai Sidang Isbat 1 Syawal 1440H 

Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1440H jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019. Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai memimpin sidang isbat, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. 
Menurut Menag, Sidang Isbat yang dihadiri para ahli falakiyah, perwakilan ormas Islam dan perwakilan duta besar negara sahabat menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. 
"Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Falakiyah Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia dibawah ufuk, yaitu berkisar dari minus satu derajat 26 menit sampai dengan minus nol derajat lima menit," kata Menag. 
Dengan posisi demikian, maka hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag. 
"Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, terdiri dari provinsi Aceh hingga Papua. Ada 33 perukyah yang ada, tidak ada satu pun yang melihat hilal," ujar Menag yang didampingi Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher dan Ketua MUI Yusnar Yusuf. 
Pada tahun ini, menurut Menag, Kemenag melakukan pemantauan hilal pada 105 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. 
"Maka sebagaimana kaidah yang berlaku, dengan dua alasan tersebut, maka bulan Ramadan tahun ini digenapkan 30 hari," tegas Menag. 
Baca selengkapnya ...

Tidak Ada Referensi Hilal Awal Syawal 1440H Teramati di Wilayah Indonesia



Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menegaskan bahwa tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1440H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari Senin (03/06) ini.
Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1440H/2019M pada Sidang Isbat Awal Syawal  1440H, di Jakarta.“Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep, Senin (03/06). 
Hadir dalam pemaparan jelang sidang isbat, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin,  Ketua MUI,  dan Ketua Komisi VIII Ali Taher. Hadir juga dalam kesempatan ini para duta besar negara sahabat, pimpinan ormas termasuk NU dan Muhammadiyah,  pakar astronomi dari LAPAN dan Planetarium Boscha, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.

Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam. “Saat ini, kita sedang melakukan proses rukyat, dan sedang menunggu hasilnya,” terang Cecep.
“Secara hisab, awal Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu. Ini informasi, konfirmasinya menunggu hasil sidang isbat, menunggu hasil laporan rukyat,” tambahnya.
Dikatakan Cecep, rukyat adalah observasi astronomis. Karena itu, lanjut Cecep, harus ada referensinya. Cecep mengatakan bahwa kalau ada referensinya diterima, sedang kalau tidak berarti tidak bisa dipakai.
Lantas bagaimana posisi hilal awal Syawal 1440H? Berdasarkan data di Pelabuhan Ratu, posisi hilal awal Syawal 1440H atau pada 29 Ramadan 1440H yang bertepatan dengan 3 Juni 2019, di Pelabuhan Ratu secara astronomis tinggi hilal: minus 0,56 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 2,94 derajat; umur minus 40 menit 6 detik. 
Pelabuhan Ratu termasuk paling tinggi. Ijtimak di Pelabuhan Ratu terjadi sebelum matahari terbenam (qobla ghurub). "Bulan terbenam dalam waktu 3 menit 6 detik sebelum matahari terbenam," kata Cecep. 
Sementara itu, lanjut Cecep, dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS adalah minimal dua derajat atau umur bulan minimal delapan jam. "Ini sudah menjadi kesepakatan MABIMS," tuturnya. 
Sehubungan itu, kata Cecep, karena ketinggian hilal di bawah dua derajat bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia. “Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1440H pada Senin ini teramati di seluruh Indonesia,” tandas Cecep.
Selain itu, lanjut Cecep, juga tidak ada referensi empirik visibilitas hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.
Menurut Cecep, Limit Danjon menyebutkan bahwa hilal akan tampak jika jarak sudut bulan – matahari lebih besar dari 7 derajat. Konferensi penyatuan awal bulan Hijriyah International di Istambul tahun 1978 mengatakan bahwa awal bulan dimulai jika jarak busur antara bulan dan matahari lebih besar dari 8 derajat dan tinggi bulan dari ufuk pada saat matahari tenggelam lebih besar dari 5 derajat.
Sementara rekor pengamatan bulan sabit dalam catatan astronomi modern adalah hilal awal Ramadan 1427H di mana umur hilal 13 jam 15 menit dan berhasil dipotret dengan teleskop dan kamera CCD di Jerman. Bahkan, dalam catatan astronomi modern, jarak hilal terdekat yang pernah terlihat adalah sekitar 8 derajat dengan umur hilal 13 jam 28 menit. Hilal ini berhasil diamati oleh Robert Victor di Amerika Serikat pada 5 Mei 1989 dengan menggunakan alat bantu binokulair atau keker. 
Baca selengkapnya ...
Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI