Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

03 Juli 2025

Ada Apa dengan 10 Muharrom? Berikut Penjelasan Guru Sekumpul

Ada Apa dengan 10 Muharrom? Berikut Penjelasan Guru Sekumpul

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صلى و سلم على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

Sebentar lagi 10 Muharram (hari 'Asyura) akan tiba, hari ini termasuk salah satu hari yang mulia dalam kaca mata agama Islam. Abah Guru Sekumpul dalam pengajian beliau pernah menerangkan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari Asyura’ yaitu:
hanapibani.com

1. Allah Ta’ala telah menerima taubat Nabi Adam as. dan akhirnya Nabi Adam as. menjadi bersih.
2. Allah Ta’ala telah mengangkat Nabi Idris as. ke tempat yang tinggi (yaitu ke langit ke empat, pendapat lain ke surga dan Nabi Idris sampai sekarang masih hidup).
3. Allah Ta’ala telah mengeluarkan Nabi Nuh as. dari perahu. (ketika terjadi banjir topan selama enam bulan).
4. Allah Ta’ala telah menyelamatkan Nabi Ibrahim as. dari kobaran api. (ketika dibakar oleh Raja Namrudz).
5. Allah Ta’ala telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa as.
6. Allah Ta’ala telah mengeluarkan Nabi Yusuf as. dari penjara.
7. Allah Ta’ala telah mengembalikan penglihatan kepada Nabi Ya’kub as. ayah Nabi Yusuf. (Nabi Ya’kub as. menjadi buta karena kebanyakan menangis, menangisi nasib Nabi Yusuf as. yang dimakan binatang buas di hutan menurut cerita saudara-saudaranya).
8. Allah Ta’ala telah menyembuhkan penyakit Nabi Ayub as. (sakit selama tujuh tahun, sampai diasingkan oleh masyarakat, istri-istrinyanya pun minta cerai kecuali istri yang nernama Rohmah).
9. Allah Ta’ala telah mengeluarkan Nabi Yunus as. dari perut ikan Hiu.(selama tiga hari tiga malam berada di perut ikan).
10. Allah Ta’ala telah membelah lautan untuk kaum Bani Israil. (dengan tongkat Nabi Musa as. yang akhirnya Raja Firaun juga mati tenggelam bersama bala tentaranya).
11. Allah Ta’ala telah mengampuni kesalahan Nabi Daud as. (para Nabi dan Rasul itu maksum, suci dari dosa. Kesalahan dalam ukuran mereka adalah melakukan ketidakpatutan menurut adab seorang Nabi).
12. Allah Ta’ala telah memberikan kerajaan kepada Nabi Sulaiman as. (waktu itu Nabi Sulaiman as. baru berusia 13 tahun, dan akhirnya Nabi Sulaiman as. menjadi manusia terkaya yang pernah ada di muka bumi ini).
13. Allah Ta’ala telah mengampuni kesalahan-kesalahan Nabi Muhammad saw. yang sudah terjadi maupun yang belum, (Rasulullah saw. dan para Rasul yang lain itu maksum artinya dijaga dari berbuat dosa. Maksud dari mengampuni kesalahan Rasulullah saw adalah Allah semakin menyucikan beliau saw dan menjauhkannya dari dosa)
14. Pada hari ‘asyura’ tersebut, adalah awal mula Allah Ta’ala menciptakan alam dunia ini.
15. Pada hari ‘asyura’ tersebut Allah Ta’ala telah menurunkan hujan dari langit untuk yang pertama kali.
16. Dan pada hari ‘asyura’ tersebut Allah Ta’ala juga telah menurunkan rahmat yang pertama ke muka bumi ini.
Artinya pada hari ‘asyura’ Allah Ta’ala telah menolong dan menyelamatkan para Rasul dan Nabi-Nya dari berbagai macam masalah yang dihadapinya. Atau dengan kata lain, bahwa pada hari ‘asyura’ ini adalah hari kemenangan bagi para kekasih Allah Ta’ala, karena itu kita dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah kita khususnya sedekah dan ibadah puasa sebagai ungkapan rasa syukur atas kemenangan terhadap para kekasih-Nya tersebut.
Mudah-mudahan berkat para Nabi dan Rasul, berkat para wali Allah semoga kita semua pada hari ‘Asyura’  juga diberi oleh Allah Ta’ala ampunan dari segala dosa, kesembuhan dari segala penyakit, pertolongan, kemenangan, keselamatan, keberhasilan, kesuksesan, ketenangan, dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
ﺍﻣﻴﻦ ﺍﻣﻴﻦ ﺍﻣﻴﻦ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ…

.




Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Ada Apa dengan 10 Muharrom? Berikut Penjelasan Guru Sekumpul", semoga bermanfa'at. 

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه و سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 

Baca selengkapnya ...

04 Juni 2025

Penamaan Hari Tarwiyah, Arafah dan Keutamaannya

 



السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Dzulhijah selain sebagai puncak ibadah haji, juga merupakan hari-hari yang sangat bersejarah, tepatnya pada tanggal delapan dan sembilan, atau yang lebih dikenal dengan hari Tarwiyah dan hari Arafah. 

 

Pada hari tersebut semua umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji berkumpul di tanah suci Makkah. Pada hari itu pula, Baitullah jamaah haji, mereka semua melebur menjadi satu, menghilangkan semua perbedaan dunia, dan menghapus segala sisa-sisa kemusyrikan dan kesombongan. Mereka berkumpul dari segala penjuru dubia sebagai manifestasi diri sebagai hamba Allah yang taat. Mereka yang sudah memenuhi segala ketentuan haji berbondong-bondong untuk memulai ibadah haji pada hari tersebut, dan puncaknya bertepatan pada 10 Dzulhijah.

 

Namun, apa alasan di balik penamaan hari Tarwiyah dan hari Arafah? Bagaimana sejarahnya?

 

Penamaan Hari Tarwiyah
Imam Fakhruddin Ar-Razi (544-606 H) dalam salah satu masterpiece-nya mengatakan bahwa hari Tarwiyah merupakan hari kedelapan Dzulhijah yang mempunyai makna berpikir atau merenung. Karenanya, hari Tarwiyah identik dengan keadaan berpikir dan merenung tentang peristiwa yang masih dipenuhi keraguan.

 

Fakhruddin Ar-Razi mengutip beberapa pendapat ulama perihal alasan di balik penamaan hari tersebut dalam kitabnya:

 

فَفِيهِ ثَلَاثَةُ أَقْوَالٍ أَحَدُهَا: أَنَّ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَمَرَ بِبِنَاءِ الْبَيْتِ، فَلَمَّا بَنَاهُ تَفَكَّرَ فَقَالَ: رَبِّ إِنَّ لِكُلِّ عَامِلٍ أَجْرًا فَمَا أَجْرِي عَلَى هَذَا الْعَمَلِ؟ قَالَ: إِذَا طُفْتَ بِهِ غَفَرْتُ لَكَ ذُنُوبَكَ بِأَوَّلِ شَوْطٍ مِنْ طَوَافِكَ، قَالَ: يَا رَبِّ زِدْنِي قَالَ: أَغْفِرُ لِأَوْلَادِكَ إِذَا طَافُوا بِهِ، قَالَ: زِدْنِي قَالَ: أَغْفِرُ لِكُلِّ مَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الطَّائِفُونَ مِنْ مُوَحِّدِي أَوْلَادِكَ، قَالَ: حَسْبِي يَا رَبِّ حَسْبِيي. وَثَانِيهَا: أَنَّ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ رَأَى فِي مَنَامِهِ لَيْلَةَ التَّرْوِيَةِ كَأَنَّهُ يَذْبَحُ ابْنَهُ فَأَصْبَحَ مُفَكِّرًا هَلْ هَذَا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى أَوْ مِنَ الشَّيْطَانِ؟ فَلَمَّا رَآهُ لَيْلَةَ عَرَفَةَ يُؤْمَرُ بِهِ أَصْبَحَ فَقَالَ: عَرَفْتُ يَا رَبِّ أَنَّهُ مِنْ عِنْدِكَ وَثَالِثُهَا: أَنَّ أَهْلَ مَكَّةَ يَخْرُجُونَ يَوْمَ التَّرْوِيَةِ إِلَى مِنًى فَيَرْوُونَ فِي الْأَدْعِيَةِ الَّتِي يُرِيدُونَ أَنْ يَذْكُرُوهَا فِي غَدِهِمْ بِعَرَفَاتٍ

Artinya, “Ada tiga pendapat di balik penamaan hari Tarwiyah, (1) karena Nabi Adam ‘alaihissalâm diperintah untuk membangun sebuah rumah, maka ketika ia membangun, ia berpikir dan berkata, ‘Tuhanku, sesungguhnya setiap orang yang bekerja akan mendapatkan upah, maka apa upah yang akan saya dapatkan dari pekerjaan ini?’ Allah subhânahu wata’âlâ menjawab: ‘Ketika engkau melakukan thawaf di tempat ini, maka aku akan mengampuni dosa-dosamu pada putaran pertama tahwafmu.’ Nabi Adam ‘alaihissalâm memohon, ‘Tambahlah (upah)ku’. Allah menjawab: ‘Saya akan memberikan ampunan untuk keturunanmu apabila melakukan tahwaf di sini’. Nabi Adam ‘alaihissalâm memohon, ‘Tambahlah (upah)ku’. Allah menjawab: ‘Saya akan mengampuni (dosa) setiap orang yang memohon ampunan saat melaksanakan thawaf dari keturunanmu yang mengesakan (Allah).’ (2) Sesungguhnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalâm bermimpi ketika sedang tidur pada malam Tarwiyah, seakan hendak menyembelih anaknya, maka ketika waktu pagi datang, ia berpikir apakah mimpi itu dari Allah subhânahu wata’âlâ atau dari setan? Ketika malam Arafah mimpi itu datang kembali dan diperintah untuk menyembelih, kemudian Nabi Ibrahim ‘alaihissalâm berkata, ‘Saya tahu wahai Tuhanku, bahwa mimpi itu dari-Mu’. (3) Sesungguhnya penduduk Makkah keluar pada hari Tarwiyah menuju Mina, kemudian mereka berpikir tentang doa-doa yang akan mereka panjatkan pada keeseokan harinya, di hari Arafah.” (Fakhuddin Ar-Razi, Tafsîr Mafâtîhul Ghaib, [Bairut, Darul Fikr: 2000], juz V, halaman 324).

Syekh Nidhamuddin Al-Hasan bin Muhammad bin Husein An-Naisaburi dalam kitab Tafsîr an-Naisabûri menyatakan bahwa hari Tarwiyah mempunyai sejarah yang sangat luar biasa, yaitu menjadi hari persiapan untuk bekal menuju ibadah haji. Orang-orang mengumpulkan air yang sangat banyak untuk dibagikan kepada calon jamaah haji. Mereka akan memberikan kepada jamaah setelah merasakan lelah dan dahaga ketika menempuh perjalanan menuju kota Makkah, atau mereka akan membagikan air-air yang telah mereka kumpulkan kepada para jamaah saat melaksanakan ibadah haji, mengingat gersangnya tanah Arab dan sedikitnya air saat itu. Ibaratnya, orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah haji merupakan orang-orang yang sangat haus ats rahmat Allah. Karenanya, Allah telah mempersiapkan rahmat-Nya kepada mereka semua setelah melakukan ibadah, dengan diampuninya dosa-dosa mereka.” (Nidhamuddin An-Naisaburi, Tafsîr an-Naisabûri , [Bairut, Dârul Kutub: 1999], juz I, halaman 489).

 

Penamaan Hari Arafah 

Hari Arafah merupakan hari kesembilan Dzulhijah. Sedangkan berkaitan dengan makna kata Arafah, ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan Arafah diambil dari kata i’tiraf (pengetahuan), karena pada hari Arafah umat Islam mengetahui dan membenarkan Al-Haqq (Allah) sebagai satu-satunya Dzat yang harus disembah, Allah merupakan Dzat Yang Agung. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa Arafah diambil dari kata Arafa yang mempunyai makna bau yang harum. Artinya, dengan melaksanakan ibadah haji di Arafah, menunjukkan bahwa orang ingin bertobat kepada-Nya, melepas semua kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan, dan menghindar dari perbuatan dosa. Dengan demikian, secara tidak langsung orang sedang berusaha untuk mendapatkan surga di sisi Allah, dan kelak akan memiliki bau yang harum di dalam surga. Allah berfirman:

 

يُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَها لَهُمْ (محمد: 6)

 

Artinya, “Dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenankan-Nya kepada mereka.” (Muhammad: 6)

Maksud ayat di atas sebagaimana yang disampaikan Imam Fakhruddin Ar-Razi adalah, sesungguhnya orang-orang yang berdosa ketika bertobat di tanah Arafah, sungguh mereka telah terlepas dari kotoran-kotoran dosa, dan berusaha dengan (ibadah)nya di sisi Allah  sehingga akan menjadi jiwa yang harum (terbebas dari dosa dan kesalahan).”


Menurut Ar-Razi, ada delapan alasan di balik penamaan tanggal sembilan Dzulhijah disebut hari Arafah.

 

(1) Sesungguhnya hari itu merupakan momentum dipertemukannya dua pasangan suami istri yang sudah bersama dalam surga kemudian diusir ke dunia, dan akhirnya oleh Allah pada hari itu dipertemukan di tanah Arafah, Makkah, yaitu pertemuan Nabi Adam ‘alaihissalâm dengan Sayyidah Hawa. Dengan pertemuan itu, keduanya menjadi tahu (arafa) antara satu dengan lainnya. (2) Malaikat Jibril mengajarkan tatacara melakukan ibadah haji pada Nabi Adam ‘alaihissalâm, dan ketika sampai di tanah Arafah, Jibril berkata kepadanya, “Apakah engaku sudah tahu?” Nabi Adam ‘alaihissalâm menjawab, “Iya, tahu.”  Karenanya, hari itu dikenal dengan hari Arafah (tahu).

 

(3) Karena pada hari itu Nabi Ibrahim ‘alaihissalâm mengetahui (Arafah) kebenaran mimpi menyembelih putranya Ismail, yang ia alami dan membingungkan itu. (4) Pada hari itu Malaikat Jibril mengajarkan tentang tatacara melaksanakan ibadah haji kepada Nabi Ibrahim ‘alaimassalam, dan membawanya menuju Arafah. Sesampainya di sana, Jibril bertanya, “Apakah engkau tahu tentang cara thawaf dan di mana thawaf dilakukan?” Nabi Adam ‘alaihissalâm menjawab, “Iya, tahu.” 


(5) Nabi Ibrahim  ‘alaihissalâm pergi menuju Syam dan meninggalkan anaknya Nabi Ismail ‘alaihissalâm dan Istrinya Sayyidah Hajar di Makkah. Mereka tidak pernah bertemu selama beberapa tahun, kemudian oleh Allah keduanya dipertemukan tepat pada hari Arafah. (6) Disebabkan peristiwa mimpi Nabi Ibrahim ‘alaihissalâm untuk Menyembelih putranya Nabi Ismail‘alaihissalâm, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.  

 

(7) Karena pada hari itu orang-orang yang sedang melakukan ibadah haji menamainya dengan kata Arafah ketika berhenti di tanah Arafah. (8) Karena pada hari itu Allah memberitahukan (yata’arrafu) dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah haji dengan ampunan (maghfirah) dan rahmat. (Ar-Razi, Tafsîr Mafâtîhul Ghaib, juz V, halaman 325).

 

Keutamaan Hari Tarwiyah dan Arafah
Membahas keutamaan dan keagungan hari Tarwiyah dan Arafah atas tentu juga menjadi sangat penting dan perlu dipahami oleh semua umat Islam. Tentang keutamaan dan keagungannya, kedua hari tersebut mempunyai nilai yang sangat besar di sisi Allah. Terbukti dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (الفجر: 3)

 

Artinya, “Demi yang genap dan yang ganjil.” (Al-Fajr: 3)

 

Syekh Abu Hafs Umar bin Ali bin ‘Adil Ad-Dimisyqi mengutip pendapat Ibnu ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhumâ yang berpendapat, maksud ayat di atas adalah hari Tarwiyah dan hari Arafah. Dalam kitabnya disebutkan:

 

قَالَ ابْنُ عَبَّاس (الشَّفْعِ) يَوْمُ التَّرْوِيَةِ وَعَرَفَةَ (وَالْوَتْرِ) يَوْمُ النَّحْرِ

 

Artinya, “Ibnu Abbas berkata: ‘(Maksud ayat) wassyaf’i yaitu hari Tarwiyah dan hari Arafah, dan maksud ayat wal watri, yaitu hari kurban.” (Abu Hafs Ad-Dimisyqi, Al-Lubâb fi Ulûmil Kitâb [Bairut, Dârul Fikr: 2005), juz III, halaman 418).

 

Kemuliaan dan keagungan kedua hari tersebut sangat nyata, di mana pada ayat di atas Allah bersumpah secara langsung atas nama kedua hari mulia itu. Wallâhu A’lam.



Cek Tas Ransel Sekolah Anak CINNAMOROLL PAKETAN FREE 4pcs Sanrio Korean Style Kuromi Melody SD SMP Remaja dengan harga Rp63.988. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/3VOjIhymIM?share_channel_code=1

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Penamaan Hari Tarwiyah, Arafah dan Keutamaannya", semoga bermanfa'at.


Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
Instagram ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه و سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape

Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

Kementerian Agama Gelar Lomba Fotografi dan Videografi HGN 2026

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته بسم الله و الحمد لله اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله  و صحبه أجمعين Salam Sahabat Hanapi Bani . 💥...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI