Breaking News

13 June 2020

Kemenag Gelar Survei-daring New Normal Beragama di Masa Pandemi Covid-19


Jakarta (Kemenag) --- Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan wabah Covid-19 di Indonesia, saat ini telah berjalan fase penyesuaian kebiasaan baru (New Normal), termasuk dalam kegiatan beragama di tengah pandemi Covid-19.

Sehubungan itu, Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama mengadakan Survei-daring bertajuk "New Normal Beragama di Masa Pandemi Covid-19".

Survei digelar untuk melihat dinamika umat dalam menjalani kehidupan beragama di era New Normal. Survei ini dilaksanakan 12-16 Juni 2020 secara daring (online).  Untuk mengisi survei ini, masyarakat dapat melakukannya dengan cara klik dan isi melalui tautan berikut ini:

<bit.ly/NewNormalBeragama>

Bagi responden beruntung akan mendapat reward total Rp. 2.000.000 untuk 40 responden yang dipilih acak.

Read more ...

12 June 2020

Alhamdulillaah, Kemenag dan Telkomsel Sediakan Kouta Internet Terjangkau Untuk Madrasah


Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dan Telkomsel bekerjasama menyediakan kouta internet dengan harga terjangkau bagi madrasah. Program kerjasama ini bertujuan untuk  mendukung institusi madrasah di seluruh Indonesia dalam mengimplementasikan kegiatan belajar mengajar secara online, sekaligus memberikan para pelajar, tenaga pengajar, dan karyawan pilihan paket kuota data khusus dengan harga terjangkau.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ditjen Pendis Kemenag RI, Ahmad Umar mengatakan, kerjasama ini sebagai salah satu upaya Kemenag dalam merespon tantangan keberlangsungan pembelajaran di madrasah pada era New Normal di tengah masa pendemi COVID-19.

"Sinergi strategis ini diharapkan dapat memudahkan akses pembelajaran siswa sekaligus meringankan beban orang tua dalam menghadapi dampak ekonomi pandemi Covid-19," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/06).

Menurut Umar, penyediaan Kuota Terjangkau tersedia bagi lebih dari 80 ribu madrasah di seluruh Indonesia. Semua tingkat madrasah, menurutnya dapat menerima manfaat dari program tersebut, mulai dari tingkatan Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

VP SME Management Telkomsel Ericson Sibagariang mengatakan, bahwa Telkomsel menyambut baik kolaborasi bersama Kementerian Agama RI untuk memperkuat upaya gotong royong dalam menghadirkan solusi yang dapat membantu masyarakat untuk lebih mudah dalam beradaptasi terhadap dinamika kehidupan, terutama sebagai dampak pandemi COVID-19 di Indonesia yang mengharuskan masyarakat untuk meprioritaskan aktivitas seperti belajar, bekerja dan beribadah di rumah.

“Terdapat dua pilihan paket data yang tersedia di dalam program Penyediaan Kuota Terjangkau, yaitu Society Package dan Bulk Package, “ jelasnya.

Ericson menjelaskan, bahwa Society Package merupakan paket data untuk pengajar dan tenaga pendidikan lainnya yang ada di lingkungan Masdrasah dengan pilihan besaran kuota mulai dari 10 GB dan harga mulai dari Rp40.000. Sedangkan Bulk Package dapat dibeli oleh pengelola Madrasah dan memberikan ragam pilihan kuota data di dalamnya untuk para pelajar, baik itu yang menggunakan layanan prabayar maupun pascabayar Telkomsel.

“Kami berharap, solusi yang dihadirkan Telkomsel bersama Kementerian Agama RI ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh elemen di berbagai tingkatan Madrasah di seluruh penjuru negeri,” pungkas Ericson

Bagi pengelola Madrasah yang ingin mendapatkan manfaat dari program Penyediaan Kuota Terjangkau ini bagi para pengajartenaga pendidikan dan pelajar yang berada di lingkungannya, dapat  mengakses informasi lebih lanjut dan mengajukan pendaftaran dengan klik DISINI

Read more ...

01 June 2020

Akhirnya Rumah Ibadah Dibuka, Menteri Agama Terbitkan Surat Edaran


Akhirnya rumah ibadah dibuka lagi, Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan Surat Edaran, bakal berbeda di tengah pandemi covid-19.

Setelah ditutup akibat pandemi Virus Corona di Indonesia, kini rumah ibadah dibuka lagi seiring dengan penerapan new normal.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan Menteri Agama Fachrul Razi Sabtu (30/5/2020).

Isinya tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman covid di Masa Pandemi.

Menag Fachrul Razi mengatakan, Surat Edaran ini diterbitkan sebagai respons atas kerinduan umat beragama kembali beribadah di rumah ibadah masing-masing, dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Terutama, dalam rangka pencegahan persebaran covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya.

“Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran covid-19,” terang Menag di Jakarta, Sabtu (30/5/2020), dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menurutnya, Surat Edaran mencakup panduan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada masa pandemi, yang lazimnya dilaksanakan secara berjemaah atau kolektif.

Namun beribadah di rumah ibadah akan terasa berbeda di tengah pandemi covid-19.

Pasalnya rumah ibadah harus menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan instruksi Pemerintah. 

Di dalamnya mengatur kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut, bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah.

“Meskipun daerah berstatus Zona Kuning, bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjemaah/kolektif,” papar Menag.

Menag Fachrul Razi menggarisbawahi, rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah/kolektif adalah yang berdasarkan fakta lapangan serta angka R-Naught/RO dan angka Effective Reproduction Number/RT, berada di Kawasan/lingkungan yang aman dari covid-19.

Hal itu ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud.

Hal itu setelah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat bersama Majelis-majelis Agama dan instansi terkait di daerah masing-masing.

“Surat Keterangan akan dicabut bila dalam perkembangannya timbul kasus penularan di lingkungan rumah ibadah tersebut atau ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol yang telah ditetapkan,” tegasnya.

"Sanksi pencabutan itu dilakukan agar pengurus rumah ibadah juga ikut proaktif dan bertanggung jawab dalam menegakkan disiplin penerapan protokol covid-19," sambungnya.

Untuk mendapatkan surat keterangan kawasan/lingkungan rumah ibadahnya aman dari covid-19, pengurus rumah ibadah dapat mengajukan permohonan surat keterangan secara berjenjang kepada Ketua Gugus Kecamatan/ Kabupaten/Kota/Provinsi sesuai tingkatan rumah ibadahnya.

Adapun rumah ibadah yang berkapasitas daya tampung besar dan mayoritas jemaah atau penggunanya dari luar kawasan/lingkungannya, pengurus dapat mengajukan surat keterangan aman covid-19 langsung kepada pimpinan daerah sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut.

Selain itu, Surat Edaran rumah ibadah ini juga mengatur kewajiban pengurus atau penanggung jawab rumah ibadah.

Ada 11 kewajiban yang diatur, yaitu:

a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah;

b. Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area rumah ibadah;

c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;

d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah;

e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah.

Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu > 37,5°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area rumah ibadah;

f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 meter;

g. Melakukan pengaturan jumlah jemaah/pengguna rumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak;

h. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah;

i. Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat;

j. Membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan; dan

k. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jemaah tamu yang datang dari luar lingkungan rumah ibadah.

SE ini juga mengatur kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah.

Ada sembilan poin, yaitu:

a. Jemaah dalam kondisi sehat;

b. Meyakini rumah ibadah yang digunakan telah memiliki Surat Keterangan aman covid-19 dari pihak yang berwenang;

c. Menggunakan masker/masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah;

d. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer;

e. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;

f. Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter;

g. Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib;

h. Melarang beribadah di rumah ibadah bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap covid-19;

i. Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

Jika rumah ibadah akan digunakan untuk kegiatan sosial keagamaan, seperti akad pernikahan/perkawinan, maka selain tetap mengacu pada ketentuan di atas, aturan berikut harus juga dipatuhi:

a. Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif covid-19;

b. Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20% (dua puluh persen) dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang; dan

c. Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

"Hal-hal yang belum diatur dalam panduan ini, akan diatur secara khusus oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat dan Majelis-majelis Agama terkait."

"Panduan ini akan dievalusi sesuai dengan perkembangan pandemi covid-19,” terangnya.

Lebih jelasnya silakan baca edarannya dibawah ini:

Untuk unduh file diatas silakan klik DISINI







Read more ...

08 May 2020

[Simpatika] Panduan Cara Kelola Penerima Tunjangan GBPNS


Kelola Penerima Tunjangan GBPNS yang dilakukan oleh Admin Kemenag Kota, fitur terbaru yang terdiri dari Unggah dan Tambah bagi Guru yang Menyelesaikan Ajuan Tunangan Insentif GBPNS, Sehingga Guru dapat ditambahkan ke dalam sistem Penerima Tunjangan Insentif GBPNS. Berikut tata caranya melakukan Kelola Penerima Tunjangan GBPNS;

  1. Login sebagai admin pada layanan https://simpatika.kemenag.go.id/ login
  2. Pilih layanan SIMPATIKA KEMENAG.
    akun-kemenag
  3. Pada laman beranda admin, pilih menu Pendidik & Tenaga Kependidikan >> Tunjangan Guru. klip_tanpa_judul_050820_032128_pm
  4. Selanjutnya gulir laman kebawah pada laman Tunjangan Guru tersebut dan pada kolom Tunjangan Insentif GBPNS klik tombol Kelola Penerima Tunjangan GBPN
    .klip_tanpa_judul_050820_032600_pm
  5. Fitur Pertama berupa tambah data, pada laman Daftar Penerima Tunjangan Penerima Insentif GBPNS, klik icon “+”.
    klip_tanpa_judul_050820_033705_pm
  6. Muncul data data Guru yang sudah menyelesaikan Verifikasi Tunjangan Penerima Insentif, pilih salah satu guru.
    klip_tanpa_judul_050820_034059_pm

  7. Kemudian terdapat kolom konfirmasi, jika sudah sesuai maka klik Simpan.klip_tanpa_judul_050820_034327_pm
  8. Selanjutnya Fitur Unggah dokumen, Klik ikon Unggah.klip_tanpa_judul_050820_034735_pm
  9. Kemudian klik Unduh Format File, silahkan melakukan penyesuaian dengan kolom yang disediakan. klip_tanpa_judul_050820_034939_pm
  10. Jika sudah sesuai maka klik Pilih File untuk melakukan unggah dokumen, jika sudah sesuai pilihan file. klik Unggah.
    klip_tanpa_judul_050820_035217_pm
  11. Pastikan tidak terdapat kesalahan dalam unggah dokumen, Klik Simpan.klip_tanpa_judul_050820_035402_pm
  12. PTK dapat tercatat dalam ajuan data GBPNS , dan dapat dilakukan cetak SK Tunjangan.
Read more ...

Surat Edaran Peniadaan Program Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Tahun 2020



Jakarta, 5 Mei 2020
Nomor : B-878.1/Dt.I.II/PP.00/05/2020
Sifat : Biasa
Lampiran : -
Perihal : Peniadaan Program Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan
             bagi Guru Madrasah Tahun 2020 


Kepada Yth. 
Para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi 
Cq. Kepala Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam 
Seluruh Indonesia 

Assalamualaikum wr wb.
Sehubungan dengan situasi dan kondisi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang sampai saat ini belum selesai dan telah dilakukannya refocusing anggaran program pendidikan profesi guru dalam jabatan bagi guru madrasah pada DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk penanganan Covid-19, bersama ini kami sampaikan bahwa :
  1. Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Tidak melaksanakan program pendidikan profesi guru dalam jabatan bagi guru madrasah tahun 2020. 
  2. Ketentuan pelaksanaan program pendidikan profesi guru dalam jabatan bagi guru madrasah akan diatur kemudian menyesuaikan dengan kebijakan terbaru yang akan ditetapkan oleh Kementerian terkait. 
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. 
Wassalam, 

An. Direktur Jenderal, 
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, 


Suyitno 

Tembusan: 
1. Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Islam (sebagai laporan);
2. Seluruh Pimpinan PTKIN Penyelenggara PPG dalam Jabatan;
3. Para Pengelola PPG dalam Jabatan bagi Guru Madrasah di PTKIN.

Untuk unduh file di ats silakan klik DISINI
Read more ...

03 May 2020

Isi Lengkap Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hardiknas 2020


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim menyampaikan pidatonya dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020, Sabtu (2/5).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan upacara bendera sebagai peringatan yang dilaksanakan secara terbatas dan terpusat serta disiarkan secara daring lewat kanal YouTube KEMENDIKBUD RI mulai pukul 08.00 WIB.

Dalam peringatan Hardiknas 2020, Nadiem menyampaikan agar masyarakat bisa belajar dari COVID-19. Berikut isi lengkap pidato Hardiknas 2020 dari Mendikbud:

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan

Bapak dan Ibu yang kami muliakan dan segenap insan pendidikan di tanah air,
Selamat merayakan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini harus kita lakukan di tengah pandemi COVID-19. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat agar bisa melalui masa sulit ini.

Saat ini kita sedang melalui krisis COVID-19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa. Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. Tetapi, dai krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya.

Untuk pertama kalinya, guru-guru melakukan pembelajaran secara daring atau online, menggunakan tools atau perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun.

Orang tua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulit tugas guru. Betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif. Kemudian menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada.

Guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja. tetapi, pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi.

Bapak dan Ibu yang kami banggakan,
Kita sebagai masyarakat juga belajar betapa pentingnya kesehatan. betapa pentingnya kebersihan. Betapa pentingnya norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat kita.

Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi COVID-19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis, tetapi juga di saat krisis ini telah berlalu.

Belajar memang tidak terlalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari COVID-19. Agar kita menjadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.

Terima kasih telah mengikuti anjuran Bapak Presiden untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta tetap belajar, bekerja, dan beribadah di rumah saja.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.











Read more ...

02 May 2020

Solusi Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS Tak Bisa Di Ajukan Padahal Jam Mengajar Sudah Lebih 6 Jam


Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com

Puji syukur kepada Allah, ajuan tunjangan Insentif GBPNS sudah dibuka lagi dan saatnya bagi yang sudah layak untuk mengajukannya. Namun ada ternyata ada beberapa masalah yang masih melanda beberapa sahabat diantaranya yaitu tidak bisa melakukan pengajuan karena ada notifikasi Minimal 6 jam tatap muka di Satminkal masih ada tanda silang merah, padahal jika di cek dijadwal sudah lebih bahkan 26 jam tatap muka.
Maka untuk mengatasi ini kami akan coba berikan sebuah solusi yaitu untuk mengajukan SKBK/SKMT yang bersangkutan (meski tak sampai proses validasi). Setelah proses pengajuan SKBK/SKMT insya Allah semua masalah akan terselesaikan.
Berikut kami berikan tampilan sebelum dan sesudah pengajuan SKBK/SKMT.

Tampilan sebelum mengajukan SKBK/SKMT

Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS Tidak Bisa Di Ajukan Padahal Jam Mengajar Sudah Lebih 6 Jam Ini Solusinya

Tampilan setelah mengajukan SKBK/SKMT
Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS Tidak Bisa Di Ajukan Padahal Jam Mengajar Sudah Lebih 6 Jam Ini Solusinya
Kembali kami beritahukan bahwa pengajuan SKBK/SKMT yang dimaksud untuk guru yang belum sertifikasi yang  memenuhi syarat mengajukan tunjangan insentif GBPNS cukup sampai cetak surat pengantar saja tidak perlu di verval di Kabupaten yang artinya tampilannya cukup seperti gambar dibawah ini :
Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS Tidak Bisa Di Ajukan Padahal Jam Mengajar Sudah Lebih 6 Jam Ini Solusinya
Kalau tampilannya sudah seperti itu di menu ajuan SKBK/SKMT maka ajuan tunjangan insentif GBPNS Insya Allah sudah bisa di ajukan.

Adapun mengenai tata cara proses SKBK/SKMT tersebut bisa Sobat ikuti langkah dibawah ini:
1.      Masuk Akun PTK pada simpatika Login melalui layanan http://simpatika.kemenag.go.id/

2.      Klik menu SKBK & SKMT (ajuan penilaian oleh kepala madrasah)

3.      Buka akun Admin madrasah/akun Kepala untuk proses menilai PTK yang mengajukan

4.      Kembali ke Akun PTK, Klik menu SKBK & SKMT untuk pengajuan S29d / cetak surat pengantar (Cukup cetak saja tidak perlu di verval S29e/SKBK ke Kemenag Kab/Kota)


5.      Klik Menu Tunjangan Insentif GBPNS dan akan hilang silang merahnya, sehingga muncul menu pengajuan tunjangan insentif seperti pada gambar


Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan, semoga ada manfaatnya. Selamat melakukan ibadah ramadhan.....
Read more ...

Panduan Alur Pendataan Dan Pemilihan Aplikasi Emis Semester Genap Tahun 2020


Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com

Setelah kemarin Aplikasi Emis Madrasah mengalami updating baik pada tampilan dashboard maupun beberapa menu yang terdapat di dalamnya baca Juknis Updating Emis Genap Tahun 2019-2020, pada semester genap ini ada hal baru yang terdapat pada Emis Madrasah.

Sepeti yang sudah kita ketahui bahwa Aplikasi Emis bisa diakses dengan dua cara yakni dengan cara online dan offline, hal ini sesuai dengan Surat Pemberitahuan tentang Aplikasi Feeder Emis yang telah di terbitkan pada bulan Desember 2019 kemarin bahwa Aplikasi Emis Madrasah bisa di akses secara offline

Dalam Juknis Updating Emis Semester Genap Tahun 2019-2020 telah dijelaskan 7 kategori yang harus diisi dengan data rill dan sesuai dengan kenyataan, pada Aplikasi Emis Semester Genap Tahun ini Tim Emis Madrasah telah menerbitkan Panduan Pengisian Data Emis Madrasah untuk lembaga madrasah yang bernaung di Kementerian Agama.

Alur Pendataan Emis Genap


Dalam Panduan ini, lembaga Madrasah dapat memilih jenis aplikasi yang akan mereka gunakan sesuai dengan kondisi ketersediaan sumber daya yang dimiliki dan prefesinya.

Jenis Aplikasi yang di sediakan terdapat 2 kategori pilihan, yakni Aplikasi Emis Online dan Aplikasi Feeder Emis (AFE), oleh karena itu berikut ini kategori pilihan yang bisa anda sesuaikan dengan kondisi lembaga madrasah
  1. Aplikasi Emis Online : Jika lembaga Madrasah memilih untuk melakukan pendataan melalui Aplikasi Emis Online, maka madrasah dapat langsung melakukan pengisian dan pelengkapan data hingga ke tahap akhir (Berita Acara)
  2. Aplikasi Feeder Emis : Jika lembaga Madrasah memilih melakukan pendataan melalui Aplikasi Feeder Emis (AFE), maka madrasah dapat melakukan pengisian dan pelengkapan data hingga tahap akhir (Berita Acara) dan Data yang di hasilkan dari AFE akan dialirkan secara utuh ke Aplikasi Emis Online untuk diolah dan dimanfaatkan seluas-luasnya.

Langkah Pemilihan Aplikasi


Untuk bisa mengakses Aplikasi Emis Madrasah, sama seperti anda melakukan login pada aplikasi Emis sebelumnya, namun untuk saat ini setelah anda berhasil login anda harus memilih aplikasi yang akan anda gunakan, perhatikan langkah berikut ini:
  • Langkah pertama silahkan anda kunjungi alamat Emis Madrasah
  • Silahkan anda login dengan username dan password yang biasa anda gunakan
  • Setelah anda berhasil masuk, anda akan di minta untuk memilih menggunakan aplikasi dalam pendataan yang akan anda kerjakan
    pemilihan aplikasi emis
  • Silahkan anda lakukan konfirmasi penggunaan aplikasi yang akan anda gunakan
  • Setelah anda melakukan konfirmasi dan menyimpan data, aplikasi akan secara otomatis mangarahkan Madrasah kedalam aplikasi Emis online atau Aplikasi Feeder Emis (AFE) 
  • Jika pada anda tidak menemukan layar pilihan, kemungkinan pemilihan aplikasi oleh pengguna sudah dilakukan oleh sistem
Untuk mengetahui lebih jelasnya silahkan anda pelajari Alur Pendataan dan Pemilihan Aplikasi Emis Semester Genap tahun 2019-2020 Disini
Demikian yang dapat kami sampaikan terkait Panduan Alur Pendataan dan Pemilihan Aplikasi Emis Madrasah Tahun 2020 ini, semoga dengan adanya panduan ini bisa memberikan kemudahan bagi rekan-rekan sahabat semuanya.
Read more ...

Translate

Artikel Terbaru

Kemenag Gelar Survei-daring New Normal Beragama di Masa Pandemi Covid-19

Jakarta (Kemenag) --- Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan wabah Covid-19 di Indonesia, saat ini telah berjalan fase penyesuaian ...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI