Breaking News

16 October 2019

CPNS Dibuka 25 Oktober, Cek 4 Formasi Terbanyak Tahun Ini

www.hanapibani.com

Ada kabar gembira bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang memiliki latar pendidikan di bidang seperti guru atau bidan karena keduanya masuk ke empat besar lowongan dengan jumlah tertinggi. Bagaimana rinciannya?
Dalam tayangan resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kepala Biro Humas BKN M. Ridwan menyebutkan sekitar 140 ribu dari 197 ribu formasi akan disediakan untuk guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.
"Empat besar formasi itu terutama guru berjumlah 63 ribuan, kemudian tenaga kesehatan, bidan, dokter, dokter gigi, perawat itu 31 ribuan, kemudian tenaga teknis fungsional 23 ribuan, dan teknis lainnya 28 ribuan," jelas Ridwan seperti dikutip Selasa (15/10/2019).
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin berkata formasi teknis memang akan ditingkatkan pada penerimaan CPNS tahun ini. Untuk pengumumaan seleksi CPNS tahun ini, Syafruddin menyebut pelaksanaan dibuka pada 25 Oktober mendatang.
Ridwan menjelaskan bahwa tidak semua instansi negara akan membuka formasi. Terdapat 541 instansi pusat maupun daerah yang mendapat jatah formasi tahun ini.
Ridwan berharap pengumuman CPNS dapat terlaksana setelah pelantikan presiden pada hari minggu mendatang. Pelantikan presiden pun ditunggu untuk mengantisipasi apabila ada kementerian yang bergabung.
"Panselnas itu harus menyesuaikan formasi yang sudah siap ini dengan struktur kabinet dengan kabinet yang baru. Jangan sampai kabinet A dan B digabung dan sebaliknya," jelas Ridwan.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin mengatakan perekrutan CPNS akan dimulai 25 Oktober. Namun
"Mulai 25 Oktober. Sudah siap," kata Syafruddin di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Puaat, Selasa (15/10/2019).
Dia tidak mau merinci terkait apa saja kementerian yang akan buka pendaftaran. Menurutnya, nomenklatur kementerian tersebut merupakan kewenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Itu kewenangan presiden," sebutnya.
Untuk formasi penerimaan CPNS pada tahun ini, kata dia, ada sebanyak 100.000 formasi. Dari 100.000 formasi yang ada tersebut kebanyakan dari tenaga pendidikan dan kesehatan.
"Ya terutama guru, kesehatan," ujarnya.

Pemerintah Buka 197.111 Formasi CPNS 2019, Cek Alokasinya

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) membuka lowongan sebanyak 197.111 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019.
Dari total 197.111 formasi yang tersedia, sebanyak 37.854 dialokasikan untuk kementerian dan lembaga di tingkat pusat dan 159.257 formasi didistribusikan untuk 467 pemerintah daerah.
"Kami harapkan Oktober ini mulai diumumkan rencana pengadaan CPNS ini dan prosesnya bisa dilaksanakan Desember 2019," kata Sekretaris Kemenpan-RB Dwi Wahyu Atmaji, seperti mengutip Antara, Rabu (25/9/2019).
Pada tahun ini, formasi yang diprioritaskan adalah tenaga teknis yang mendukung pengembangan nasional terutama guru dan tenaga kesehatan serta tenaga teknis lainnya untuk pengembangan SDM dan Infrastruktur.
Sementara untuk kebutuhan daerah, Dwi memastikan akan lebih diutamakan guru dan tenaga kesehatan.
"Kita sedang memperbaiki komposisi, pegawai kita sekarang masih didominasi oleh pegawai administrasi umum. Nah kita ingin mengubah, yang lebih kita prioritaskan adalah tenaga teknis," kata dia.
Pada seleksi CPNS tahun ini, dia mengatakan, pemerintah juga menyediakan kuota khusus formasi untuk pelamar penyandang disabilitas, cumlaude, diaspora serta Putra Papua/Papua Barat. Kendati demikian, Dwi belum dapat memastikan jumlah kuota khusus itu.
Dwi mengatakan untuk penerimaan CPNS 2019, para pelamar yang pada seleksi CPNS 2018 lulus PI atau seleksi kompetensi dasar (SKD) tetapi tidak bisa lulus menjadi PNS dapat menggunakan nilai yang lama dan bisa langsung mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
"Mereka diberi kesempatan untuk menggunakan nilai yang lama jadi bisa langsung ikut SKB. Namun demikian apabila mereka ingin mengulang mengikuti seleksi SKD mereka diberi kesempatan mengulang dan yang akan dipergunakan adalah nilai yang lebih baik," kata dia. 

BKN Siapkan 108 Lokasi Tes Seleksi CPNS 2019

www.hanapibani.com
Ilustrasi tes CPNS
Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menggandeng sejumlah instansi pusat dan daerah untuk mendukung pelaksanaan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019. Setidaknya ada 108 titik lokasi pelaksanaan tes CPNS di seluruh Indonesia.
Rencananya, seleksi lowongan CPNS akan dibuka pada Oktober tahun ini. "Mengenai titik lokasi, di mana BKN sudah menyiapkan 108 titik di seluruh wilayah Indonesia," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan dalam keterangannya, seperti dikutip Selasa (24/9/2019).
BKN memprediksi jumlah pelamar CPNS dan P3K yang berlangsung secara serentak pada tahun ini bisa mencapai 5,5 juta orang.
Dia menuturkan, persiapan pelaksanaan rekrutmen ASN dari aspek infrastruktur kini tengah dimatangkan BKN. Ini selaku instansi penyelenggaraan seleksi CPNS secara nasional.
Adapun persiapan infrastruktur di antaranya mencakup sistem pendaftaran daring terintegrasi melalui portal Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN) dan penyiapan fasilitas seleksi melalui Computer Assisted Test(CAT BKN).
Baca selengkapnya ...

Berkompromi dengan Nafsu, Mungkinkah? Ia Kawan atau Lawan?

www.hanapibani.com

Jika kita mendengar kalimat nafsu, terbayang di pikiran kita banyak artian dan makna. Sebagian memaknainya positif namun tak sedikit yang menafsirkan negatif. Dalam kaitannya dengan kehidupan manusia, nafsu adalah komponen yang tak lepas dari manusia karena tanpanya manusia secara khusus atau makhluk hidup secara umum akan mengalami kepunahan. Mengapa ?. karena nafsu termasuk di dalamnya makan, minum, tidur, dan kebutuhan biologis, yang mana itu semua menunjang keberlangsungan makhluk hidup.
Sebelum berbicara lebih lanjut mungkin sebaiknya kita saksikan dulu video dibawah ini:

Nafsu telah menjadi bahasan penting dalam kajian agama, sampai aliran-aliran agama yang menyimpang pun membahas perkara nafsu ini dalam kajiannya. Bahkan, tak jarang aliran sesat terbangun diatas pemuasan nafsu belaka. Ketika nafsu menjadi sebuah bahasan dalam agama dan kehidupan manusia, maka muncul lah paling tidak tiga pertanyaan :
1.Apa itu nafsu ?
2.Hakikat nafsu dalam tinjauan Islam ?
3.Mungkinkah manusia berkompromi dengan nafsu dalam kehidupan nya ?
Akan kita bahas Insya Allah dalam kajian ini mengenai tiga permasalahan di atas.

Nafsu
Adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dari dalam diri seorang manusia, berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang. Juga merupakan suatu kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut, bisa berupa pemenuhan pengetahuan, kekuasaan, dan lainnya, namun pada umumnya dikaitkan dengan nafsu seksual.
Sedangkan, dalam bahasa Melayu, "nafsu" bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata "hawa" menjadi hawa nafsu biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya nafsu bermakna selera jika di hubungkan dengan makanan, begitu pula jika disandingkan dengan syahwat maka nafsu menjadi bermakna keinginan atau dorongan untuk memenuhi kebutuhan biologis atau menikah.
Nafsu dalam tinjauan Islam.
Dalam agama Islam, bahasan tentang nafsu dibahas secara mendetail oleh para ulama, karena nafsu menyangkut kehidupan manusia yang mana semua perkara mengenai kehidupan manusia telah di jelaskan kaidah dan aturan nya dalam Al quran dan Hadits agar manusia tidak berkehendak sesuka hatinya dan keluar dari jalan Allah.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang
Artinya : " dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya " (An nazi'at 40 -- 41)

Dan juga di ayat lain yang Artinya : " dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta mengikuti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas "( Al kahfi 28)


Artinya : " maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim " (Al-Qashash 50)

Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata :

" Hawa nafsu adalah kecondongan jiwa kepada sesuatu yang selaras dengan keinginannya " (Asbabut Takhallus minal hawa, hal 3)

Imam Ibnu rajab rahimahullah berkata :

" Terkadang dimutlakkan penyebutan hawa dengan makna cinta dan kecondongan, maka termasuk di dalamnya kecondongan kepada kebenaran dan selainnya " (Jaami'ul Uluum wal Hikam, 399)

Asy Sya'bi rahimahullah berkata :

"Hawa nafsu dinamakan al-hawa karena bisa menjerumuskan pemiliknya ke dalam neraka" (Asbabut Takhallus minal Hawa, 3)

Dalam ayat-ayat dan dalil diatas adalah celaan terhadap orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya. Dengan ini, apakah menunjukkan bahwa nafsu itu tercela tanpa terkecuali ?. tidak. Nafsu tidak selayaknya dicela atau dipuji secara mutlak tanpa pengecualian. Sebagaimana marah tidak boleh dicela atau dipuji secara mutlak pula.

Dalam setiap ayat atau dalil yang jelas terang-terangan mencela nafsu dikarenakan sikap kebanyakan manusia yang terjadi jika mengikuti nafsunya semata adalah kerusakan dan tidak bisa berhenti sampai pada batas pengambilan manfaat saja, dalam kondisi seperti ini lah manusia tidak lagi mengetahui batasan dan hanya memikirkan pemuasan nafsu tersebut. Celaan terhadap nafsu dalam konteks ayat ini juga merupakan gambaran bahwa manusia belum bisa bersikap tengah-tengah dalam mengatur nafsu.

Mungkinkah manusia berkompromi dengan nafsu ?

Jika kita berbicara masalah kompromi, maka akan berujung kepada keberpihakan, dan disini akan menyangkut kawan atau lawan. Apakah nafsu itu kawan atau lawan ? . Jika kita kembalikan kepada makna, nafsu berarti kecenderungan kepada sesuatu atau dorongan hati yang kuat untuk menuju sesuatu. Kecenderungan kepada sesuatu mencakup baik maupun buruk kembali kepada diri manusia. Selama diri manusia memenuhi nafsu untuk kebaikan dan sesuai syariat maka dalam posisi ini nafsu ibarat kawan dalam perjalanan manusia, namun jika sebaliknya kecondongan nya kepada sesuatu yang bertentangan dengan syariat maka ini tercela ibarat lawan dalam kehidupan manusia.

Jadi, dalam ber-muamalah dengan nafsu, manusia bisa menjadikan nya sebagai kawan dalam ketaatan kepada Ilahi atau menjadi lawan jika itu bertentangan dengan syariat. Manusia pada pilihan nya, menjadi kawan atau lawan itu pilihan, dan setiap pilihan akan diminta pertanggung jawaban.
Baca selengkapnya ...

Kisah Sohibul Izar, Penyuluh Teladan Nasional Membangun Harapan Bajulmati

www.hanapibani.com

Hati Sohibul Izar resah, ketika ia menyaksikan laki-laki dan perempuan dewasa masih terbiasa mandi di sungai yang sama. Ia makin resah, tatkala menyaksikan banyak anak tak sekolah. Mereka terpaksa harus bekerja mencari nafkah untuk membantu orang tua. Himpitan ekonomi alasannya. 
Itulah sekelumit gambaran keadaan yang disaksikan Sohibul Izar kala pertama kali datang ke Desa Bajulmati, Kecamatan Gadangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa pesisir pantai yang berjarak sekitar 57 Km dari Kota Malang ini, memiliki kondisi sosial ekonomi yang memprihatinkan. Rapuhnya pengetahuan apa lagi pengamalan agama, ditambah dengan lemahnya kondisi ekonomi masyarakat. 
Sohibul Izar, sebagai penyuluh agama pun bertekad memperbaiki tatanan kehidupan warga Bajulmati. Pria kelahiran Mojokerto tahun 1966 ini, memulai dakwahnya dengan mendirikan sebuah lembaga sosial yang ia beri nama "Harapan Bajulmati", sebuah nama yang menjadi cita-cita dan harapannya untuk desa tercinta.
Sesuai dengan kebutuhan warga, lembaga sosial yang ia dirikan berfokus pada bidang pendidikan, wirausaha, pelayanan jasa, dan konservasi yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Keseluruhan program itu ia bangun dengan manajemen serta adab dan akhlak mulia.
"Harapannya, ini dapat memanggil hati masyarakat untuk bersama memperbaiki kondisi lingkungan," ungkap Kang  Izar, begitu ia biasa disapa.
Ia pun menggagas program penanaman bibit mangrove di desa ini. Selain sebagai upaya pelestarian lingkungan, program ini kemudian menjadi lahan wirausaha masyarakat Bajulmati. 
Kejelian pria 53 tahun ini melihat peluang, membuatnya menginisiasi program wisata petualangan rafting yang banyak diminati kaum muda. "Dari situ, kita menyisipkan dakwah dengan cara-cara santun dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari perilaku islami," jelas Izar. 
Izar juga mendirikan majelis taklim untuk meningkatkan pemahaman keagamaan warga sekitar.Di bidang pendidikan, Izar mendirikan TK dan PAUD yang keseluruhan tenaga pengajarnya adalah Muslim. "Secara otomatis anak-anak usia dini bisa mendapatkan pendidikan dasar agama Islam," tuturnya. 
Program pemberdayaan masyarakat yang ia bangun lantas mengantarkannya menjadi Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019.Tak hanya Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberi apresiasi berupa sepeda motor untuk memudahkan Sohibul Izar membangun cita-citanya.
Perjuangan Izar dapat menjadi inspirasi para Penyuluh Agama Islam lainnya di seluruh tanah air, untuk terus berjuang memperbaiki masyarakat di wilayah masing-masing.
Apresiasi yang diberikan oleh Pemprov Jawa Timur, juga dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia, untuk bersama dengan Kementerian Agama memberdayakan Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak pembangunan masyarakat di bidang agama. 
Baca selengkapnya ...

Polres Hulu Sungai Utara (HSU) Gelar Bakti Kesehatan, Donor Darah, Pengobatan dan KB Gratis

Polres Hulu Sungai Utara (HSU) Gelar Bakti Kesehatan, Donor Darah, Pengobatan dan KB Gratis

AMUNTAI, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Bakti Kesehatan Bhayangkara Peduli Sesama yang digelar di Lapangan Pahlawan Amuntaim, Selasa (15/1). Berbagai layanan kesehatan digelar mulai donor darah, pengobatan gratis dan pelayanan KB Kesehatan gratis.
Dalam kegiatan ini, Polres HSU menggandeng BKBBN, RSUD Pambalah Batung, serta Petugas Unit Tranfusi Darah RSUD Pambalah Batung Amuntai. Pada kesempatan itu, Kapolres HSU AKBP Ahmad Arif Sopiyan juga turut serta langsung mendonorkan darahnya.
www.hanapibani.com
“Terlaksananya kegiatan donor darah, pengobatan gratis dan pelayanan KB Gratis sebagai bentuk kepedulian Polri pada masyarakat. Selain itu juga untuk memperat hubungan Polri dengan warga,” kata AKBP Arif.
Sementara itu, Kepala DPPKB HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid kepada kanalkalimantan.com, mengaku berterimakasih dan menyambut baik atas inisiasi Polres melaksanakan kegiatan ini. Menurut Anisah, pihaknya ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini guna memberikan layanan KB, Khususnya pelayan MKJP implant jangka panjang.
“Alhamdulillah sudah ada aseptor dari masyarakat yang sudah mengikuti kegiatan ini, ada dari Kecamantan Amuntai tengah, Kecamantan Sungai Tabukan, Kecamantan Haur gading dan dari Kecamantan lainnya.” Ucap Anisah
Hal serupa juga diungkapkan, Hj Johanah yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Disamping memeriksa kesehatan, melalui kegiatan ini dirinya dapat mengetahui kondisi kesehatan nya dengan gratis. ” Dari ini saya tahu kadar gula saya cukup tinggi,” ucap ibu yang mengaku warga desa Sungai Baring Kecamantan Amuntai Tengah ini
Adapun dalam kegiatan yang digelar kali ini, ada sebanyak 27 Orang partisipan yang mendonorkan darahnya, 16 orang mendapatkan pelayanan KB Gratis serta 54 orang mendapatkan Pengobatan secara cuma-Cuma.
Sumber: kanalkalimantan.com
Baca selengkapnya ...

15 October 2019

Siswa MTS Tewas Saat Bercanda dengan Teman di Kelas

www.hanapibani.com
Raditya Arthayoga (12) siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) An Nur, Ngrukem, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal dunia setelah main berantem-beranteman dengan rekan sekelasnya.
Peristiwa itu terjadi ssaat Raditya bermain dengan R (12), pada hari Senin (14/10) awak pekan ini. Selasa (15/10/2019), jenazah Raditya telah dimakamkan.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, Raditya terkena pukulan R ketika bercanda berkelahi di kelasnya.
Ia lantas muntah-muntah dan sempat dilarikan ke Puskemas Sewon I. Namun, dalam perjalanan ke sana, ia dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa itu terjadi saat jam pergantian pelajaran di Kelas VII C, pukul 11.00 WIB. Ketika guru belum datang ke kelas, Raditya dan R bermain pukul-pukulan.
R sempat mendorong Raditya hingga terjatuh. R lantas melayangkan pukulan ke Raditya yang mengenai tulang rusuk kiri. Seketika Raditya muntah
"Ayo gelut-gelutan yuk (ayo berkelah-kelahian yuk),"kata teman-teman Radit menirukan R.
Seusai muntah-muntah, pihak sekolah langsung membawa Radit ke Puskesmas I Sewon. Namun sebelum menuju ke Puskesmas I Sewon, Radit sempat diantar ke kamar asrama pondok pesantren untuk berganti pakaian.
Seusai berganti pakaian, Raditya lantas diajak ke Puskesmas I Sewon untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun, sesampai di Puskesmas I Sewon, Raditya dinyatakan sudah meninggal dunia.
Jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sleman untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.
Salah seorang guru MTS An Nur yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Saya kurang tahu pasti kejadiannya apakah di kelas ataupun di asrama. Sekarang sekolah dikosongkan karena guru pergi takziah ke rumah duka,"ujarnya, Selasa (15/10/2019).
Baca selengkapnya ...

GUYONAN MBAH WAHAB DI HADAPAN ULAMA SUNNI-SYIAH


Ketika Ibnu Saud dan gembong Wahabinya ingin menghancurkan makam Kanjeng Nabi Saw, satu-satunya ulama yang berani menentang dan mengirimkan santrinnya dari Indonesia adalah Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari.

Karena tidak ada yang berani, akhirnya ada keprihatinan dari Indonesia, Mbah Hasyim mengutus Mbah Wahab Hasbullah. Mbah Hasyim kemudian berpesan kepada Mbah Wahab, "Kang Wahab, pergilah ke Mekah, siapa yang berani, ajak. Siapa yang mau membongkar makam Nabi Muhammad Saw, tabrak." Mbah Wahab mengajak Mbah Dahlan Abdul Qohar Kertosono. Beliaupun pergi ke Arab.

Sampai di Arab, ternyata di sana tidak ada yang berani. Akhirnya Kiai Wahab mencari-cari teman. Ternyata tidak ada. Sudah pada lari semua ke Mesir, ke Syiria, ke Yaman. Setelah mencari-cari teman, ternyata tinggal dua kekuatan saja. Pertama, ulama-ulama Sunni. Kedua, ulama-ulama Syiah. Padahal Syiah dengan Sunni itu seperti minyak dengan air yang tidak pernah akur dan tidak pernah rukun.

Akhirnya, Mbah Wahab mikir-mikir bagaimana caranya agar Sunni dan Syiah bisa rukun. Mbah Wahab mengambil langkah untuk mengundang para ulama tersebut, tapi tidak ada yang datang. Karena Mbah Wahab itu kiai Indonesia yang kecil, kurus dan berkulit sawo matang (tidak pantas, jika dilihat orang sebagai Ulama atau Kiai). Jadi, Mbah Wahab diremehkan.

Setelah itu, alhamdulillah dibantu oleh ulama lainnya. Salah satunya Syaikh Ahmad Ghonaim al-Mishri. "Kumpul-kumpul! Ini ada utusan dari Indonesia.

"Siapa?"

"Ini lho namanya Wahab Hasbullah."

Mbah Wahab pun memperkenalkan diri, "Para hadirin, kami ini santrinya Hadratussyaikh Hasyim As'ary, dari Indonesia."

Orang-orang pun linglung dan saling bertanya-tanya, "Haaah.. orang kecil itu santrinnya Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari?"

Memang, Mbah Hasyim sudah dikenal orang seantero Arab karena keilmuannya dan beliau satu-satunya ulama Indonesia yang mendapatkan gelar Hadratussyaikh. Mbah Wahab mendengar bisikan-bisikan dari kedua kubu. Akhirnya makin PD dan ngomong:

"Kami diutus Hadratussyaikh untuk meminta Anda sekalian bergerak. Bergerak tentang apa yang nanti kami ceritakan. Sekarang kami mau bertanya dulu. Ulama di tempat kami, Indonesia, jika bertemu cium tangan. Tapi ulama di sini kok cium pipi kiri pipi kanan, itu apa sebabnya?"

Akhirnya sebagian ulama yang hadir ada yang menjawab, "Sebab jika pipi kiri kanan bertemu, antara kulit dengan kulit bertemu itu besok akan menjadi saksi di hadapan Allah Swt."

"Ooo.. ya... ya... ya..." jawab Mbah Wahab, dilanjut bertanya lagi, "Lha kalau begitu apa bedanya dengan semut? Semut itu jika ketemu dengan temannya, juga cium pipi kiri pipi kanan?"

Semuanya diam tak ada yang menjawab. Lha tidak ada dasarnya dalam al-Qur'an dan hadits. Akhirnya dijawab sendiri oleh Mbah Wahab, "Anda sekalian tidak tahu toh, kenapa jika semut ketemu temannya cium pipi kiri pipi kanan?"

Mbah Wahab menjelaskan, "Karena dulu saat banjir Nabi Nuh mengarungi lautan, semua hewan ikut naik kapal Nabi Nuh. Nabi Nuh berpikir, jika nanti hewan yang naik kapal ini kawin dan berkembang biak, maka akan dapat mengakibatkan kapal tenggelam. Akhirnya Nabi Nuh memberi kebijakan. Semua alat kelamin wajib dicopot dan dititipkan di lemarinya Nabi Nuh.

Begitu perjalanan sampai daratan, semua hewan berlomba lari ke daratan. Karena rasa dan perasaan yang sangat senang. Akhirnya ada yang melompat pertama kali, yaitu kuda. Kuda pertama kali lari dan mengambil dari kumpulan alat kelamin yang ada di lemari Nabi Nuh. Dan yang diambil adalah kelaminnya gajah (karena tertukar, makanya alat kelamin kuda itu besar).

Giliran pembagian alat kelamin yang terakhir yaitu semut. Semut pun sudah lari ke daratan. Nabi Nuh bertanya: "Lha ini alat kelaminnya siapa?"

Ada yang menjawab: "Alat kelaminnya semut, Nabi Nuh".

"Lha semut ke mana?"

"Sudah lari ke daratan dari tadi."

Ditunggu lama, semut ternyata tidak kunjung kembali. Akhirnya alat kelamin semut dihanyutkan bersama lemari Nabi Nuh. Hilang tidak tahu ke mana.

Maka, mulai saat itu, semut mencari alat kelaminnya. Dan setiap kali bertemu dengan temannya pasti bertanya: "Alat kelaminmu sudah ketemu apa belum?"

Mendengar cerita itu, akhirnya ulama Syiah dan ulama Sunni bisa tertawa bersama. Terus rukun. Saling bertepuk pundak dan saling salam-salaman. Mulai saat itu, mereka bersatu bersama menolak pembongkaran makam Kanjeng Nabi. Hingga sekarang, makam Nabi Saw. masih utuh.

Itulah kehebatan Kiai Nusantara untuk merukunkan dan mendamaikan dua pihak yang saling berseteru. Hanya dengan bekal diceritani semut.

Diceritakan oleh: Gus Muwaffiq Jannur Ahmad via Dutaislam.

Baca selengkapnya ...

Aplikasi Peduli Sosial Karya Siswa MAN Raih Penghargaan di Malaysia

www.hanapibani.com

Aplikasi karya dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo berjaya di Malaysia. Sistem layanan bertajuk Aplikasi Development of Charitable Application (DCA) as a Tool to Facilitate Charity atau dikenal sebagai Aplikasi Peduli Sosial ini meraih medali perak dalam kategori Elektric Elektronic and Computer WICE di SEGi College Subang Jaya. 
Ajang ini berlangsung pada 2-6 Oktober 2019. Adapun kedua siswa berprestasi tersebut adalah Aula Hana Cahyaningrum dan Niken Andini. Mereka meraih medali perak setelah bersaing dengan para peserta dari Korea Selatan, Thailand, Filipina, Turki, Inggris dan Vietnam, di bawah binaan guru pembina Karya Ilmiah Remaja MAN 2 Ponorogo, Amru Hidayah.
www.hanapibani.com
Kepala MAN 2 Ponorogo Nastain mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan oleh kedua siswanya untuk mengikuti kompetisi ini berlangsung selama delapan bulan. Selain membuat aplikasi, persiapan juga dilakukan pada aspek latihan presentasi. Maklum, di Malaysia, karya ilmiah ini harus dipaparkan dalam Bahas Inggris se menarik mungkin.
“Aplikasi ini menjembatani antara orang yang ingin membantu tapi tidak tahu siapa orang yang akan dibantu,” terang Nastain, di Ponorogo, Selasa (15/10).
Menurutnya, cara kerja aplikasi ini sangat mudah. Orang yang ingin memberikan donasi tinggal meng-klik gambar belasan penerima donasi yang sudah tersaji. Setalah di-klik, akan muncul dua menu, ‘donasi’ atau ‘kunjungan’. 
“Fitur donasi berisi informasi nomor rekening penerima donasi. Sementara menu kunjungan berisi alamat penerima donasi. Ini untuk dermawan yang ingin mendatangi tempat tinggal penerima donasi,” ujar Nastain. 
www.hanapibani.com
“Titik koordinat tiap rumah atau lembaga penerima donasi, sudah terkoneksi dengan google map sehigga tepat sasaran dan memudahkan pemberi donasi untuk mengetahuinya,” sambungnya.
Nastain menambahkan, bahwa dalam aplikasi ini baru tersedia belasan penerima donasi dan tiga yayasan sosial di Ponorogo. Menu donasi hanya untuk penerima kategori kelompok. “Untuk penerima individu hanya tersedia menu kunjungan karena mereka tidak punya nomor rekening,” jelasnya.
Aula Hana dan Niken Andini tiba di Ponorogo pada 7 Oktober 2019. Keduanya disambut guru dan teman, serta mendapat kalungan bunga. “Saya harap capaian ini bisa diketahui publik. Prestasi ini akan terus kami tingkatkan,” tandasnya.
Baca selengkapnya ...

Pembina: Jagalah Lima Perkara Sebelum Datang Lima Perkara



Amuntai (MIN 1 HSU) - “Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara,” ujar Ida Laila, S.Pd.I dalam amanatnya kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) saat menjadi pembina upacara, Senin (14/10/19) di halaman madrasah.
Menurut Ida, lima perkara sebelum datang lima perkara itu maksudnya adalah supaya mempergunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya sebelum kesempatan itu hilang.
Lebih lanjut disampaikannya, lima perkara tersebut adalah menjaga waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang fakirmu, masa lapangmu sebelum sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang matimu. “Dengan menjaga lima perkara tersebut insya Allah kita akan selamat dunia dan akhirat,” katanya.
Selanjutnya ditambahkannya sebagai siswa hendaknya memanfaatkan waktu muda dengan rajin belajar dan sungguh-sungguh, karena pepatah mengatakan belajar diwaktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu besar bagai mengukir di atas air.
“Jadi selagi masih muda gunakan waktu untuk belajar, karena belajar di waktu muda ilmu akan mudah diserap,” katanya.
Di akhir amanatnya Ida Laila berpesan agar siswa selalu berbakti kepada kedua orangtua, karena berbakti kepada orangtua itu hukumnya wajib. Ridha Allah juga tergantung kepada ridha orangtua. Jadi jangan sekali-kali menyakiti perasaan kedua orangtua.
”Mudah-mudahan dengan berbakti kepada kedua orangtua hidup akan berkah dan mendapat ridha dari Allah SWT,” harapnya.
Sementara di tempat yang sama bagian kesiswaan Ahnadi, S.Pd.I mengatakan siswa harus menggunakan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya, bukan hanya diisi dengan jajan dan bermain saja, waktu istirahat juga bisa digunakan untuk membaca buku di perpustakaan. ”Mudah-mudahan dengan membaca akan menambah wawasan dan ilmu akan bertambah,” harapnya.

Penulis : Inayati
Foto : Sahriadi
Editor / Redaktur : Hanapi Bani
Baca selengkapnya ...

Panduan Penilaian pada Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI) Edisi Revisi


A. Latar Belakang
Mulai tahun pelajaran 2013/2014, Pemerintah memberlakukan Kurikulum 2013 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2006.
Hasil kajian pelaksanaan Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa salah satu kesulitan pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 adalah dalam perencanaan, pelaksanaan, pengolahan, pemanfaatan dan pelaporan penilaian. Pada perencanaan penilaian, pendidik kesulitan merumuskan indikator instrumen penilaian, menentukan teknik penilaian yang tepat sesuai dengan kompetensi dasar yang diajarkan, mengembangkan butir-butir instrumen penilaian dan rubrik penilaian.
Pada pelaksanaan penilaian, pendidik kesulitan melakukan penilaian sikap dengan berbagai teknik penilaian dalam waktu yang terbatas. Pendidik juga mengalami kesulitan dalam mengolah dan mendeskripsikan capain hasil penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Satuan pendidikan mengalami kesulitan dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), merumuskan kriteria kenaikan kelas, dan kriteria kelulusan peserta didik. Permasalahan lain yang sering muncul adalah penetapan KKM dan secara teknis menerapkannya pada setiap Kompetensi Dasar (KD) sebagai kompetensi minimal untuk selanjutnya menjadi KKM mata pelajaran. Di samping itu, pendidik mengalami kesulitan dalam menentukan nilai hasil remedial berkaitan dengan KKM.

Memperhatikan permasalahan-permasalahan di atas, perlu disusun Panduan Penilaian pada Sekolah Dasar (SD). Panduan penilaian ini diharapkan dapat memudahkan pendidik dan satuan pendidikan dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan serta memanfaatkan hasil penilaian baik aspek sikap, aspek pengetahuan, maupun aspek keterampilan.

B. Tujuan
Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar ini dimaksudkan sebagai:
1. Acuan pendidik dan satuan pendidikan dalam merencanakan, mengem-bangkan instrumen, melaksanakan, dan mengolah serta melaporkan hasil penilaian.
2. Acuan pendidik dan satuan pendidikan dalam menerapkan program remedial dan program pengayaan.
3. Acuan kepala sekolah, pengawas, dan pemangku kepentingan dalam memberikan pembinaan kepada pendidik.
4. Acuan orangtua dalam memahami hasil penilaian dalam buku rapor peserta didik.

C. Ruang Lingkup
Panduan penilaian untuk sekolah dasar mencakup konsep penilaian; penilaian oleh pendidik yang meliputi penilaian aspek sikap, penilaian aspek pengetahuan, dan penilaian aspek keterampilan; dan penilaian oleh satuan pendidikan.

D. Sasaran
Sasaran Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar adalah:
1. Pendidik.
2. Kepala sekolah.
3. Pengawas sekolah.
4. Pembina SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi.
5. Orangtua.

E. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Indonesia.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670).
3. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 – 2019.
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Selengkapnya lihat dibawah ini:



Untuk unduh file diatas klik link dibawah ini:

Baca selengkapnya ...

Mengenal Admin Blog “Abdi Madrasah” yang Menjadi Rujukan Banyak Guru

www.hanapibani.com

Nasruddin Latif, Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlatus Syubban ini awalnya hanya sekedar menyalurkan hobi berselancar di dunia maya via. Namun kemudian blog yang dibuatnya dirujuk banyak orang. Khususnya sesama guru MI di berbgai daerah.

MI Raudlatus Syubban berada di Desa Wegil Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, cukup jauh dari pusat kota, sekitar 35 Km. Nasruddin Latif (36), mengaku saat pertama kali bertugas di MI Wegil pada 2006 ia menempuh perjalanan 40 menit dengan kendaraan roda dua dari kampung halamannya di Desa Kunir, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. 

Nasruddin prihatin saat awal bertugas di MI Wegil. Letak geografisnya jauh sekali dari kota kecamatan. “Informasi pun sering kali lebih banyak terlambatnya. Mungkin karena akses dan banyak hal lain,” ujar Nasruddin. 

Ia mencontohkan, tiap tahun ajaran baru para guru harus merencanakan program madrasah ke depan. Senjata utamanya pakai kalender pendidikan (kaldik). Sementara jika kaldik tersebut tidak segera sampai ke madrasah, tentu menjadi persoalan tersendiri. Dari Kemenag tingkat provinsi, Kaldik turun ke kabupaten/kota, baru ke pengawas kecamatan, diteruskan ke KKM. “Terakhir para kepala madrasah diundang. Nah, baru masuk ke madrasah sini. Zaman dulu begitu,” ungkap Nasruddin. 

Karena panjangnya birokrasi yang musti melewati beberapa pintu, belum lagi jika ada keterlambatan di salah satu pintu tersebut, kata dia, dapat dibayangkan bisa jadi sebulan kemudian pihaknya baru mempunyai kaldik.
“Padahal Juli sudah mulai kegiatan. Itu cuman sekedar salah satunya. Belum lagi informasi yang lain, misalnya tentang peraturan. Kan perlu kami ketahui juga agar selalu up to date,” ujarnya. Karena merasa informasi di tempatnya mengajar sering terlambat, maka Nasruddin mencoba mencari alternatif informasi lain. Yakni menggunakan media online. Kurang lebih dua tahun ia berlangganan informasi melalui e-mail dari salah satu blog yang senantiasa memberikan informasi tentang pendidikan. Blog tersebut dikelola oleh seorang Guru Sekolah Dasar. 

“Dari blog tersebut saya senantiasa mendapatkan informasi tentang pendidikan yang banyak saya butuhkan. Meski demikian, saya masih merasa kurang karena blog tersebut yang mengelola adalah seorang guru SD. Jadi, informasi-informasi yang diberikan proporsinya lebih banyak informasi yang dibutuhkan para guru SD. Padahal saya guru MI,” ujarnya. 

Sebagai guru MI, Nasruddin tidak hanya membutuhkan informasi terkait pendidikan yang bersifat umum melainkan juga yang khusus berhubungan dengan madrasah. “Kalau ada pendataan yang online kadang-kadang saya kerjakan di rumah. Karena di sekolah kan nggak mungkin. Sebab sinyal internet susah sekali di sini,” kata Nasruddin. 

Dari kondisi yang ia alami, ia kemudian berfikir, bisa jadi ada sebagian atau bahkan banyak juga rekan guru madrasah yang bernasib seperti dirinya yang butuh informasi up to date tentang pendidikan. Dalam rangka menunjang tugas-tugas sebagai guru madrasah, info terkini pendidikan menjadi hal penting. Nasruddin lalu membuat akun Facebook. Harapannya dapat berbagi informasi lewat update status di media sosial karya Mark Zukernberg ini.

“Saya bahkan sampai membuat sebuah laman Fanspage Facebook yang saya beri nama Mutiara Pendidikan hingga beberapa waktu. Melalui Fanspage Mutiara Pendidikan ini saya berbagi info dan terkadang berbagi tautan tentang pendidikan,” ungkap sarjana pendidikan Islam lulusan Universitas Wahid Hasyim Semarang ini. 

Seiring berjalannya waktu, Nasruddin merasa berbagi informasi melalui Fandpage Facebook masih kurang efektif. Pasalnya, sulit mencari arsip-arsip informasi yang pernah di-update. Selain itu, ia juga berfikir mungkin akan lebih baik jika dia tidak hanya berbagi tautan web atau blog orang lain melainkan dapat berbagi tautan dari web/blog miliknya sendiri. 

Mulailah ia belajar membuat blog secara otodidak dengan mengandalkan informasi dari hasil pencarian di google. Membuat blog ternyata tidak sesulit yang ia bayangkan. Hanya dengan modal gmail dan petunjuk cara membuat blog dari hasil pencarian google, ia pun punya blog. Nasruddin makin keranjingan blogging sehingga dalam sepekan ia betah hingga dua jam di warnet sepulang mengajar. Ia lalu belajar mengganti template blog, posting artikel, memasang wedget, dan lain sebagainya. 

“Sampai di sini saya masih belum berani untuk share. Karena ini baru blog percobaan. Setelah sekitar empat blog saya buat hanya sekedar latihan. Lalu, sekiranya kemampuan dasar blog sudah lumayan terkuasai, maka mulailah saya buat blog yang nantinya siap dipublikasikan,” ujar Nasruddin. Menurut dia, menentukan nama blog ternyata lebih sulit ketimbang membuat blog itu sendiri. Awalnya karena ia sudah memiliki Fanspage Mutiara Pendidikan, ia pun ingin menggunakan nama yang sama. “Tetapi sebagai guru madrasah, saya ingin memperlihatkan kemadrasahan saya. Lalu, muncul ide nama blog Guru Madrasah. Ternyata sudah ada. Blog Guru Madrasah Ibtidaiyah juga sudah ada meski blog-blog tersebut jarang posting,” paparnya. 

Di tengah kegalauan tersebut, terbersit dalam benak adanya kata “Abdi Negara”, dan “Abdi Masyarakat”. Akhirnya, ia memilih nama “Abdi Madrasah” yang disingkat “Abdima”. Hal yang lebih menguatkan Nasruddin memilih nama tersebut lantaran adanya kesadaran betapa pentingnya peran madrasah dalam kehidupan dirinya. 

“Sebab, dari madrasah lah saya mulai dikenalkan dengan huruf dan angka. Dari madrasah lah saya belajar membaca, menulis, dan berhitung. Yakni di MI kemudian melanjutkan ke MTs, terakhir di MA. Jadi, karena merasa dicetak oleh madrasah, maka sedikit banyak ingin bermanfaat bagi madrasah. Tentu, sebatas kapasitas dan kemampuan yang saya miliki,” ujarnya merendah. 

Tanpa menunggu lama, pada 19 Desember 2012 secara resmi Nasruddin memiliki blog bernama “Abdi Madrasah” yang beralamat di http://abdima.blogspot.com/. Setelah beberapa hari melengkapi blog dengan berbagai tulisan termasuk wedget dan lain sebagainya, terpublishlah posting perdana pada 31 Desember 2012. 

Sejak ia mempunyai blog, baik Mutiara Pendidikan maupun Abdi Madrasah, ia mulai mem-posting tulisan pada 30 Desember 2012. “Otomatis fanspage saya di Facebook saya ubah menjadi Abdi Madrasah karena menyesuaikan blog tadi itu,” kata dia. 

Ia berprinsip hanya ingin berbagi tanpa orang lain mengetahui jati dirinya. Ia berharap bisa berbagi tanpa diiringi rasa sombong. “Saya pernah dengar, kalau bisa tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Yang penting tujuan saya main blog itu kan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya mantap. 

Nasruddin menuturkan, dalam blognya tertulis ‘membagi informasi kepada para sahabat agar hidup ini lebih bermanfaat.’ Makanya, dalam admin itu ia tidak menuliskan database-nya. “Saya hanya menulis sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah yang mulai mengenal huruf dan angka dari madrasah. Oleh karena itu, harus berbuat yang terbaik untuk madrasah,” tegasnya. Sebagai guru saya ia butuh informasi terbaru, jadi sederhananya Butuh Cari Dapat Bagi (BCDB). Jika ia butuh info, maka ia pun segera mencarinya. Setelah mendapatkannya, lalu ia membagikannya kepada siapa saja. Pada saat Facebook-an, Nasruddin mengaku seringkali melihat sebagian temannya membagikan berita tentang madrasah. 

“Saya pun ikut nge-share. Tapi sebelumnya saya buat postingannya. Yang penting di google itu kan nggak boleh copas. Kalau sekedar mengulas kan boleh. Meski ada juga yang copas, tapi saya cantumkan sumber dan link-nya. Misal, dari website direktorat madrasah tentang prestasi atau program apa gitu,” akunya. Menurut Nasruddin, website Abdima banyak dikunjungi orang lantaran mereka mendapatkan berbagai informasi mengenai madrasah.

Berikut kami tayangkan tampilan blog beliau:



Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/63661/blog-ldquoabdi-madrasahrdquo-yang-dibuatnya-menjadi-rujukan-banyak-guru
Konten adalah milik dan hak cipta www.islam.nu.or.id
Baca selengkapnya ...

Kemenag Berikan Al-Qur’an Award Untuk Pengembang Mushaf Al-Qur’an di Indonesia

www.hanapibani.com

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kemenag menganugerahkan "Al-Qur’an Award" kepada tokoh dan lembaga yang dinilai berjasa dalam mengabdi dan mengembangkan Mushaf Al-Qur’an sehingga menambah nilai kebermanfaatan bagi umat Islam. Mereka yang dipilih untuk menerima penghargaan ini adalah pihak-pihak yang selama ini turut serta membantu LPMQ menjalankan tugas dan fungsinya dalam upaya menjaga, mengembangkan dan membantu masyarakat dalam pemahaman dan aktualisasi kitab suci Al-Qur’an.
“Al-Qur’an Award adalah wujud apresiasi kita kepada semua pihak yang telah berjasa mengembangkan dan mengabdi kepada Al-Qur’an,” tutur Kepala LPMQ, Muchlis M Hanafi, dalam rangkaian acara launching produk hasil kajian LPMQ, di Bayt Al-Qur’an, TMII, Jakarta, Senin (14/10).
Ada empat produk hasil kajian LPMQ tahun 2019 yang dirilis oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Keempat produk itu adalah terjemahan Al-Qur'an edisi penyempurnaan, Mushaf Al-Qur'an standar Indonesia Rasm Usmani (MSI), jabatan fungsional pentashih mushaf Al-Qur'an dan pangkalan data Mushaf Al-Qur'an Nusantara. 
www.hanapibani.com
Khusus untuk “Al-Qur’an Award” kali pertama ini, diserahkan oleh Kepala LPMQ Muchlis M Hanafi kepada individu dan lembaga usai rilis empat produk hasil kajian LPMQ. Berikut sekilas profil penerima Al-Qur’an Award dan kontribusinya:
1. Tim Pengkajian dan Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an Kemenag. Tim ini berjumlah 14 orang, terdiri dari 10 pakar dalam bidang ulum Al-Qur’an, Tafsir, Bahasa Arab, Peneliti Terjemahan Al-Qur’an dalam berbagai Bahasa dan 4 orang pakar Bahasa Indonesia. Mereka bertugas selama 3,5 tahun. Sejak tahun 2016 hingga pertengahan tahun 2019. Setiap bulan mereka bersidang, mengkaji, menelaah ulang, mendiskusikan dan merumuskan setiap makna kata dari Al-Qur’an. Hingga berhasil menghadirkan Terjemahan Al-Qur’an edisi penyempurnaan tahun 2019.
2. Badan Pengembagan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lembaga negara ini terlibat secara aktif mendampingi tim pengkajian dan penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an Kemenag dengan mengirimkan 4 orang pakar Bahasa Indonesia. Tugas 4 orang ini adalah menyelaraskan susunan kalimat dalam terjemahan Al-Qur’an yang telah dirumuskan dan disepakati oleh tim pakar kajian terjemahan Al-Qur’an agar sesuai dengan kaidah penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kontribusi mereka sangat bernilai mengingat adanya perbedaan besar dalam susunan kalimat bahasa sumber (Arab/Al-Qur’an) dengan bahasa sasaran (Bahasa Indonesia).
3. Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ). Lembaga pengkajian Al-Qur’an yang didirikan oleh Prof. Dr. Quraish Sihab, MA ini menjadi inisiator penulisan kembali master Mushaf Standar Indonesia (MSI). PSQ secara kelembagaan didukung penuh oleh LPMQ secara teknis dalam proses penulisan dan pentashihan master mushaf tersebut. Kontribusi PSQ dinilai berharga karena setelah master mushaf Ini selesai ditulis, dihibahkan kepada negara untuk dimanfaatkan masyarakat luas. Dengan adanya master mushaf Al-Qur’an yang baru, umat Islam Indonesia memiliki tambahan alternatif pilihan master mushaf Al-Quran yang siap dicetak, diterbitkan dan diedarkan.
4. H. Isep Misbah, adalah kaligrafer yang ditunjuk sebagai penulis tunggal master Mushaf Standar Indonesia (MSI) terbaru. Beliau menulis MSI 30 juz selama 4,5 tahun. Dimulai pada tahun 2015 dan selesai pada pertengahan tahun 2019. Hasil goresan pena Isep juga telah diformat menjadi font Arab yang dikerjakan oleh tim IT LPMQ. Font ini menjadi satu-satunya font Arab yang paling memungkinkan untuk menulis Al-Qur’an dengan penandaan khas Mushaf Standar Indonesia.
www.hanapibani.com
5. Mohamad Taufiq, adalah pengembang aplikasi Qur’an In Word. Aplikasi ini banyak digunakan oleh para mahasiswa muslim dan kalangan akademisi untuk mengutip Al-Qur’an dan terjemahannya secara mudah. Taufiq telah menghibahkan aplikasi tersebut kepada LPMQ agar masyarakat muslim Indonesia dapat mengutip ayat Al-Qur’an sesuai dengan Mushaf Standar Indonesia. Hibah aplikasi ini kemudian diberi nama “Qur’an Kemenag in Ms. Word (QKIW)”. Teks ayat Al-Qur’an dalam QKIW berasal dari tulisan tangan H. Isep Misbah yang didigitalkan IT LPMQ dalam bentuk font. Aplikasi QKIW dapat diunduh di https://lajnah.kemenag.go.id/unduhan
6. Muhammad Zamroni Ahbab, pegawai LPMQ di bidang pentashihan sekaligus anggota tim IT telah berhasil mengembangkan font Al-Qur'an dari tulis tangan menjadi font arab sesuai standard unicode yang dilengkapi dengan tanda baca sesuai dengan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia. Buah ide dan garapannya mengonversi tulisan tangan H. Isep Misbah menjadi sebuah font telah banyak dinikmati masyarakat dalam berbagai aplikasi Al-Qur’an baik dalam bentuk digital, website, maupun aplikasi office (microsoft word).
7. Erwin Dian Rosyidi, adalah seorang kolektor sekaligus pelestari manuskrip-manuskrip kuno Indonesia, khususnya manuskrip Al-Qur’an. Manuskrip adalah naskah tulisan tangan yang usianya lebih dari 50 tahun. Manuskrip juga sering disebut sebagai naskah kuno dan menjadi kajian dalam ilmu filologi. Manuskrip memiliki nilai yang tinggi karena berisi informasi dari para leluhur. Sehingga menjadi barang buruan para kolektor dan negara-negara tetangga dengan tawaran nilai harga yang tinggi. Saat ini manuskrip banyak tersimpan di museum-museum dan di tangan pribadi-pribadi. Erwin menghibahkan 9 manuskrip (6 manuskrip Al-Quran dan 3 manusrkip pesantren, berisi ajaran tasawuf) yang telah dibelinya dari pemilik awal kepada negara untuk disimpan dan dipamerkan di Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal.
Muchlis M Hanafi menegaskan, di masa mendatang “Al-Qur’an Award” ini akan terus dikembangkan sebagai upaya khidmatul-Qur’an terutama dalam mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada individu atau Lembaga yang secara langsung telah berdedikasi dalam pegembangan Mushaf Al-Qur’an dan aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an di seluruh Indonesia. 
“Penghargaan ini juga akan kita berikan kepada para pemimpin daerah atau Lembaga yang telah menginisasi  dan mendukung pengembangan Mushaf Al-Qur’an di daerahnya masing-masing, dengan harapan akan menjadi pendorong dan tauladan daerah lain dalam khidmatul Qur’an ini. Semoga Allah meridhai kita semua… amin,” tandasnya.
Baca selengkapnya ...

14 October 2019

MAN 3 Jakarta Juara Lomba Pemetaan Sejarah 2019 di Pekan Kebudayaan Nasional


Tim Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jakarta berhasil menjadi Juara Terbaik 1 Lomba Pemetaan Sejarah 2019. Lomba ini digelar pada Pekan Kebudayaan Nasional yang berlangsung Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (12/10).
Tim MAN 3 Jakarta terdiri dari Zahrah Afifah (XII IPA 1) dan Naufal Mirzadin Asyhari Akbar (XII IPA 1). Di bawah bimbingan guru sejarah, Suci Mariani, keduanya mengangkat tulisan berjudul "Perpindahan Pusat Kota Oud Batavia ke Weltevreden pada Masa Pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808 - 1811)". 
Lomba Pemetaan Sejarah 2019 digelar Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud. Ajang yang mengusung tema “Eksplorasi Sejarah Lokal dalam Peta Digital" ini berlangsung sejak 19 April 2019  dan telah melalui beberapa tahapan seleksi. Tahap pertama adalah Seleksi Proposal yang memilih 25 peserta terbaik untuk mengikuti workshop di Wisma Makara UI, 24 - 27 Juli 2019. Tahap kedua adalah Finalisasi dan Presentasi 10 Karya Terbaik serta dilanjutkan penetapan 3 besar yang dilaksanakan di Hotel Santika Depok, 11 – 12 September 2019. Seleksi terakhir berupa presentasi 3 besar dan penetapan terbaik 1, 2, dan 3.
Selaku dewan juri, Direktur Sejarah Triana Wulandari, Kasubdit Penulisan Sejarah Saptari Novia Stri, Sejarahwan dan Dosen Sejarah UI Kresno Brahmantyo dan Agus Setiawan, Sejarahwan dan Dosen Sejarah UHAMKA Rudi Gunawan, serta Dosen Geografi UI Iqbal Putut Ash Shidiq. Para juri sepakat menetapkan Tim MAN 3 Jakarta sebagai yang terbaik, mengalahkan Tim SMAN 13 Jakarta dan Tim SMAN 44 Jakarta. 
“Lomba ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Saya yang sebelumnya tidak tahu apa-apa tentang bagaimana memetakan sejarah, tapi sekarang saya sudah lebih banyak memahami tentang cara menyajikan sejarah dalam bentuk peta digital,” tukas Naufal Mirzadin di Jakarta, Senin (14/10). 
Zahrah Afifah mengaku tidak menyangka idenya untuk mengangkat peran Daendels bisa mengantarkan tim MAN 3 Jakarta sebagai pemenang. “Sejarah itu kajian konprehensif antara masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Itu yang dikatakan Ibu Suci ketika saya mengajukan tema Daendels. Jadi beliau meminta agar saya lebih spesifik mengulasnya dan muncullah ide untuk mengkaitkan dengan perpindahan ibu kota yang sedang hangat diwacanakan,” ujarnya.
Selaku pembimbing, Suci Muriani menuturkan bahwa, lomba ini menjadi tantangan dan motivasi tersendiri bagi dirinya, karena mendampingi secara langsung penelitian yang dilakukan oleh siswa. “Terbayar lunas rasanya berjalan kaki menelusuri Pelabuhan Sunda Kelapa – Kota Tua – Lapangan Banteng dan Jatinegara,” tuturnya.
Terpisah, Direktur Sejarah Kemendikbud, Triana Wulandari,  saat menutup kegiatan berharap agar informasi sejarah yang bersanding dengan peta digital dapat menghadirkan pembelajaran sejarah yang dinamis dan interaktif bagi siswa. Dengan demikian, nilai-nilai kearifan sejarah dapat diserap secara efektif oleh siswa. Menurutnya, Lomba Pemetaan Sejarah merupakan kompetisi yang mempertandingkan kecakapan (kompetensi) dalam menyajikan informasi sejarah ke dalam bentuk media peta digital. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan, memperkaya, dan menyebarluaskan pengetahuan sejarah kepada generasi muda dengan media pembelajaran sejarah yang lebih interaktif. 
Kasubdit Penulisan Sejarah Saptari Novia Stri mengatakan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran sejarah, jiwa kompetitif, serta sikap kritis siswa. Tiga tujuan inilah yang diharapkan dapat menjadikan generasi muda bangsa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, namun juga berkarakter luhur. 
Para pemenang berhak mendapat hadiah berupa laptop dan uang tabungan. Hal itu diharapkan dapat memotivasi mereka untuk melahirkan karya-karya selanjutnya dan juga memperkaya model pembelajaran sejarah yang dilakukan para guru.
Keberhasilan siswa MAN 3 Jakarta dalam kegiatan ini tak lepas dari motivasi dan bimbingan Kepala MAN 3 Jakarta Nuroto. “Alhamdullilah penugasan saya di MAN 3 Jakarta sudah bisa mendorong peningkatan budaya akademis, seperti meningkatnya lulusan yang diterima di PTN dan juga keberhasilan dalam lomba-lomba akademis seperti story telling ataupun lomba pemetaan sejarah kali ini,” ujarnya. Nuroto sendiri baru ditugaskan di MAN 3 Jakarta sejak 21 Februari 2019.
Karya tulis tim MAN 3 Jakarta, dapat dilihat melalui :
.
http://bit.ly/petaman3


Baca selengkapnya ...

MTs Surya Buana Raih Empat Medali IYIA dan Wintex 2019

www.hanapibani.com

Siswa madrasah tsanawiyah kembali menorehkan prestasi. Tim MTs SuryaB Buana berhasil meraih medali pada The 6th International Young Inventors Award (IYIA) dan The 2nd World Invention Technology Expo (Wintex). 
Dua even yang berlangsung di Grand Ballroom Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), 09 -12 Oktober 2019, ini diikuti perwakilan dari 16 negara. Selain Indonesia, negara lainnya adalah Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, China, Korea, Japan, Mesir, India, Sri Lanka, Polandia, Arab Saudi, Kroasia, Canada dan Amerika Serikat.
“Dalam ajang tersebut, Tim MTs Surya Buana diwakili oleh Althaaf Ellardian Syahputra, Raihani Syuja Natalie Afifah, Diaz Okta Rizqina Angel, dan Nendra Azka Ahmad Abiyasa,” terang Kepala MTs Suara Buana Riyadi di Jakarta, Senin (14/10).
Althaaf Ellardian Syahputra berhasil meraih Medali Emas dengan inovasi bertema Jelly Candy Cantella Asiatica for Growth and Development. Sementara Raihani Syuja Natalie Afifah meraih Medali Perak dengan inovasi Crosing Bridges for Helping Elderly and Disbled People. 
Medali perak diraih juga oleh Diaz Okta Rizqina Angel dengan inovasi Bitter Leaf Based Medicine for Itching. Sedang Nendra Azka Ahmad Abiyasa meraih Medali perunggu serta Special Award dengan inovasi bertema Shallot Based Balsem for Fever.
Riyadi mengatakan bahwa kompetisi ini merupakan bentuk apresiasi bagi para inovator di berbagai bidang, baik sains, pertanian, pendidikan, dan bidang lainnya. Menurutnya, IYIA dan Wintex didukung sejumlah lembaga pemerintah dan juga organisasi dunia, antara lain: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kumham).
Dalam kegiatan tersebut selain peserta dan pengunjung dapat menyaksikan berbagai karya inovasi anak-anak dari Indonesia serta negara lain, ada juga pertunjukan budaya baik nasional maupun internasional yang dapat dinikmati. 
Baca selengkapnya ...

Kemenag Luncurkan Terjemahan Al-Qur'an Edisi Penyempurnaan

www.hanapibani.com

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari ini, Senin (14/10), meluncurkan terjemahan Al-Qur'an edisi penyempurnaan. Bersamaan dengan itu, dirilis juga Mushaf Al-Qur'an standar Indonesia Rasm Usmani, jabatan fungsional pentashih mushaf Al-Qur'an dan pangkalan data Mushaf Al-Qur'an Nusantara. Seremonial peluncuran berlangsung di Aula Bayt Al-Qur'an dan museum masjid Istiqlal, TMII, Jakarta.
"Terimakasih dan apresiasi tiada terhingga kepada tim yang tergabung dalam revisi penterjemahan alquran. Prosesnya berjalan lebih dari tiga setengah tahun. Alhamdulillah pekerjaan itu hari ini sudah bisa dituntaskan. Ini bagian kinerja Kementerian Agama, agar terjemah mengikuti konteks zamannya," kata Menag di Gedung Bayt Al-Qur’an, TMII, Jakarta.
Edisi Penyempurnaan Terjemah Al-Qur’an terbitan Kementerian Agama ini diinisiasi oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Balitbang-Diklat Kemenag. Proses ini merupakan kali ketiga. Penerjemahan Al-Qur'an kali pertama oleh Kementerian Agama dilakukan pada tahun 1945. Saat itu yang menjadi Menteri Agama adalah Prof KH Saifuddin Zuhri. Agar terjemahan Al-Quran senantiasa relevan dengan perkembangan zaman, pada tahun 1989-2002 dilakukan penyempurnaan lagi. Sehingga, kali ini melakukan revisi yang ketiga.
"Yang dilakukan ini adalah edisi penyempurnaan, maksudnya proses yang tidak berkesudahan. Kita menggunakan kata penyempurnaan, karena terjemahan tidak akan sempurna dan terus mengalami perubahan, sesuai lingkungan strategis yang selalu berubah," tegas Menag.
"Pastilah terjemahan itu dinamis, bahasa berubah, cara pandang juga berubah sesuai situasi kondisi yang kita alami," sambungnya.
www.hanapibani.com
Kabadan dan Diklat Kemeang Abd Rahman Mas'ud saat memberikan laporan pada peluncuran terjemahan Al-Qur'an edisi penyempurnaan (foto: FKusuma)
Kepala Badan dan Diklat Kemenag Abd Rahman Mas'ud sebelumnya melaporkan bahwa revisi dan penyempurnaan terjemahan Al-Qur'an dilaksanakan sejak 2016-2019. Prosesnya melibatkan para pakar Al-Quran, tafsir, bahasa arab, dan bahasa Indonesia. "Penyempurnaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi aspek bahasa dan pilihan kata, konsistensi dan substansi," kata Abd Rahman Mas'ud
Bahkan, lanjut Abd Rahman Mas'ud, dalam edisi penyempurnaan ini dilengkapi dengan sub judul, terjemahan nama surah dan mukadimah yang memuat sistematika dan metode penerjemahan. "Secara substansi, terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama edisi penyempurnaan ini bersifat moderat serta ramah gender dan difabel," tambah Abd Rahman Mas'ud.
Diketuai oleh Kepala LPMQ Muchlis M Hanafi, Tim Pengkajian dan Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an Kemenag beranggotakan 14 orang pakar dalam bidang Ulum Al-Qur’an, Tafsir, Bahasa Arab,  Peneliti Terjemahan Al-Qur’an dalam berbagai bahasa dan pakar Bahasa Indonesia. Mereka bertugas selama 3,5 tahun sejak 2016 hingga pertengahan 2019. Setiap bulan, dilakukan sidang untuk mengkaji, menelaah ulang, mendiskusikan, dan merumuskan setiap makna kata dari Al-Qur’an sehingga hadir Terjemahan Edisi Penyempurnaan tahun 2019.
Berikut ini 15 pakar yang tergabung dalam Tim Pengkajian dan Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama:
1. Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, MA (Ketua)
2. Prof. Dr. Hj. Huzaemah T. Yanggo, MA (Anggota)
3. Prof. Dr. Muhammad Chirzin, MA (Anggota)
4. Prof. Dr. Rosihan Anwar, MA (Anggota)
5. Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA (Anggota)
6. Dr. Abdul Ghafur Maimun, MA (Anggota)
7. Dr. KH. Malik Madani, MA (Anggota)
8. Dr. Abbas Mansur, MA (Anggota)
9. Dr. H Amir Faishol, MA (Anggota)
10. Dr. H. Abbas Mansur Tamam, MA (Anggota)
11. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA (Anggota)
12. Dr. Dora Amalia (Anggota)
13. Drs. H Abdul  Gaffar Ruskhan, M.Hum (Anggota)
14. Drs. Sriyanto, M.Hum (Anggota)
15. Drs. Amran Purba, M.Hum (Anggota)
Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

CPNS Dibuka 25 Oktober, Cek 4 Formasi Terbanyak Tahun Ini

Ada kabar gembira bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang memiliki latar pendidikan di bidang seperti guru atau bidan karena kedua...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI