Breaking News

29 November 2019

Cara Lengkapi Data Capesun tanpa Upload Template EMIS

Assalamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com
Melengkapi data Calon Peserta Ujian Nasional (Capesun) di EMIS Madrasah merupakan sebuah keharusan, supaya data siswa benar-benar valid.

Data tersebut meliputi Nama, Jenis Kelamin, NISN, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Nomor Peserta UN jenjang sebelumnya, Nomor Blanko SKHUN, Nomor Ijazah, Kelas, Nomor Absen, Rombel, Kurikulum, Jurusan dan Bahasa.

Cara Melengkapi  Data Capesun tanpa Upload Template EMIS


Apabila semua data tersebut sudah lengkap maka tampilannya akan seperti gambar di atas, semuanya sudah terisi dengan benar.

Semuanya harus diisi secara lengkap agar nantinya ketika diupload ke BIO UN tidak ada masalah lagi. Sebaiknya semua data itu segera diselesaikan mumpung masih ada banyak waktu.

Sayangnya menu Aksi pada Menu Siswa Aktif EMIS sudah dinonaktifkan, sehingga para operator harus menguploadnya menggunakan template yang disediakan.

Menggunakan template tersebut sebenarnya mudah, Cuma masalah yang muncul apabila penginputan data tidak sesuai aturan dapat dipastikan gagal melakukan upload data. Padahal para operator sudah capek-capek mengisi data satu per satu.

Untuk itu kami di sini akan berbagi tips mengisi data siswa tanpa harus memakai template. Cara ini mudah dilakukan dan bisa dipastikan berhasil, yang penting koneksi internet lancar dan data pendukung sudah disiapkan.

Cara Lengkapi  Data Capesun tanpa Upload Template EMIS Madrasah

Langsung saja berikut ini langkah-langkahnya:
  • Pertama : Login ke Aplikasi EMIS Madrasah anda, Pilih Menu Kesiswaan kemudian Pilih Ringkasan Siswa. Maka akan tampil data semua Rombel di Madrasah anda
Cara Melengkapi  Data Capesun tanpa Upload Template EMIS

  • Kedua : Pilih kelas yang ingin anda lengkapi datanya, Pilih Menu Selengkapnya
  • Ketiga : Akan muncul data siswa di Rombel yang anda pilih. Kemudian Pilih tombol panah di sebelah Menu Aksi, di situ ada beberapa Menu yaitu Detail Siswa, Ubah Profil Siswa dan Mutasi Siswa. Gunakan menu tersebut untuk melengkapi data peserta didik.
Cara Melengkapi  Data Capesun tanpa Upload Template EMIS

  • Keempat : Cek data peserta didik pada Menu Capesun, pastikan semua data sudah terisi semua seperti yang terlihat pada gambar pertama di atas
Sebenarnya cara ini tidak hanya untuk siswa kelas akhir saja, melainkan juga bisa digunakan untuk melengkapi semua data siswa aktif. Maka gunakannlah dengan sebaik-baiknya.

Demikianlah informasi mengenai Cara Lengkapi  Data Capesun tanpa Upload Template EMIS yang bisa kami sampaikan kepada anda semuanya.
Read more ...

Pendaftar CPNS HSU Capai 2.470 Pelamar, Formasi Guru PAI Paling Banyak Peminat


Tahapan pendaftaran CPNS telah berakhir dan untuk di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ternyata tidak semua formasi ada peminatnya.
Berdasarkan data dari BKPP Kabupaten HSU, pada penerimaan CPNS kali ini awalnya mengusulkan 130 orang dan yang disetujui 108 orang.
Usulan kita ini berdasarkan usulan dari SKPD yang kemudian dilihat dengan data batas usia pensiun dan pensiun atas permintaan sendiri, serta kemampuan penggajian.
Dari 108 orang itu, untuk formasi tenaga pendidikan 34 orang, tenaga kesehatan 45 orang dan tenaga teknis 29 orang.
Sedangkan dari 29 tenaga teknis tersebut terdiri dari untuk umum ada 27 orang dan khusus buat disabilitas ada dua orang.
Selanjutnya hingga tahapan pengembalian berkas berakhir 27 November tadi, baru diketahui ada formasi yang kosong peminatnya.
Kepala BKPP HSU Herry Wahyuni saat dikonfirmasi membenarkan tidak semua formasi ada peminat yang mencoba untuk mendaftar.
Secara keseluruhan jumlah yang mendaffar online sebanyak 2.470 orang pelamar.
Dari semua itu yang terbanyak merupakan pelamar untul formasi tenaga pendidik atau guru PAI
"Formasi terbanyak diminati Guru PAI sebanyak 501 pelamar," katanya.
Sedangkan yang tidak ada pendaftarnya untuk formasi DIII kearsipan dan dua formasi untuk disabilitas.
Disampaikannya, setelah masa pendaftaran dan pengembalian berkas berakhir maka selanjutnya akan masuk tahap pengumuman seleksi administrasi.
Read more ...

ALUR SERTA UNSUR PENUNJANG APLIKASI RAPORT DIGITAL RA (ARDIRA) KEMENAG

Assalamu 'Alaikum Sahabat www.hanapibani.com
Sahabat Operator dan semua guru serta wali kelas RA yang senantiasa penuh semangat dalam menjalani aktifitas mendidik generasi hebat dan bermartabat.

Setelah lama kita nanti,  Aplikasi Raport Digital RA atau yang nanti kita kenal sebagai ARDIRA akhirnya diluncurkan dalam bentuk aplikasi yang mungkin belum sempurna tetapi dirasa sudah cukup baik dan dapat mulai dipelajari untuk kedepannya dipergunakan oleh lembaga RA/BA/TA seIndonesia.

Aplikasi ARDIRA ini pengerjaannya bersifat offline, jadi akan lebih mudah dipahami dan dipakai oleh semua operator, wali kelas dan guru RA/BA/TA yang umumnya masih belum semua memahami tentang aplikasi.

ARDIRA yang sudah diluncurkan ini nantinya akan ada perbaikan-perbaikan untuk kesempurnaan dan kenyamanan bagi operator maupun wali kelas RA/BA/TA, jadi sementara bisa dipelajari dahulu secara perlahan agar hasilnya nanti seperti yang diharapkan.


Sebelum memulai mengerjakan ARDIRA, sebaiknya kita pelajari dan memahami beberapa hal yang berkaitan dengan ARDIRA. Silahkan Unduh dan Pelajari sebagai bahan acuan bagi Operator lembaga maupun utnuk wali kelas agar saat pengisian ARDIRA bisa lancar.

Silahkan di klik dan Pelajari Diagram Alur Penggunaan ARDIRA 

Untuk File lain yang berkaitan dengan ARDIRA silahkan klik link yang akan kami share di bawah ini, mulai dari KMA No 792 Tahun 2018 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum RA dan Juknis-Juknis yang berkaitan dengan Penilaian di lembaga Raudhatul Athfal.


Semoga berguna dan bermanfaat bagi kita semua... 

Wassalamualaikum wr wb.
Read more ...

Ketua BSNP Angkat Bicara Mengenai UN

www.hanapibani.com

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Abdul Mu’ti mengatakan, sepanjang PP 19/2015 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang mengatur tentang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak ada perubahan, maka dengan sendirinya UN tetap akan dilaksanakan.
“Kalau pemerintah mengubah PP 19 dan menerbitkan PP baru dimana meniadakan penyelenggaraaan UN, maka dengan sendirinya BSNP tidak menyelenggarakan UN. Tetapi, kalau PP masih dipertahankan, maka UN tetap ada,” ujarnya disela-sela workshop finalisasi standar nasional pendidikan dan Arah Kompetensi 2045  di Jakarta, Kamis (28/11/2019) petang.

Abdul Mu’ti menjelaskan, dalam UU No 20/2003 tentang Sisdiknas. Indonesia menganut sistem berbasis standar. Langkah ini, sebagai salah satu upaya untuk memastikan dan menjamin tersedianya, atau diberikannya layanan pendidikan yang bermutu bagi warga. Untuk itu, maka pemerintah menetapkan standar nasional pendidikan, sebagai kriteria minimal yang menjadi parameter tercapainya standar nasional pendidikan.
“Untuk menilai keberhasilan standar nasional dilakukan evaluasi, salah satunya UN dan USBN,” ujarnya.
Menurut Mu’ti, harus ada evaluasi yang dilakukan guru sebagai pendidik, dan evaluasi yang dilakukan pemerintah, serta evaluasi yang dilakukan oleh suatu satuan pendidikan. Semua memiliki muara untuk memetakan dan menilai, keberhasilan dan serta ketercapaian, tidak hanya proses belajar mengajar, tetapi juga pemetaan dan ketercapaian tujuan pendidikan baik, individual, institusional maupun nasional,” ujarnya.

UN

Menurut Abdul Mu’ti, banyak diskusi, studi dengan melihat sistem yang ada diberbagai negara tentang unjian nasional. UN, bukan sesuatu khas Indonesia. “Di Australia, AS, Singapura, Korsel dan berbagai negara juga ada,” ujarnya.
Hanya saja, menurut Abdul Mu’ti, yang membedakan UN di Indonesia dan negara lain itu adalah sistem pelaksanaan ujian. “Kita, dalam sejarah ujian mengalami pelaksanaan dinamis. UN PP 19/2015 jadi penentu kelulusan, tetapi kemudian mengalami perubahan UN tidak menentukan kelulusan,” ujarnya.

Read more ...

Panduan User Manual Mengerjakan Aplikasi ARD Madrasah

Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapibani.com
Aplikasi Rapor Digital merupak unit tata usaha atau petugas yang terkait dengan pendataan dan administrasi lembaga madrasah. Untuk membuka aplikasi Rapor Digital terlebih dahulu pastikan anda terhubung dengan jaringan internet dan mempunyai aplikasi browser seperti Mozilla Firefox atau Google Chrome dan lain-lain (disarankan menggunakan browser google chrome) pada PC anda.

www.hanapibani.com

Kementerian Agama hadir untuk menjadi pengawal pendidikan Islam di Indonesia. Melihat amat pentingnya tugas itu, maka tugas Kementerian Agama khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam antara lain adalah mengayomi Madrasah yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu. Pada masa kekinian, kita menghadapi zaman internet yang semakin global. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, sangst terbuka dalam menghadapi generasi digital. Tuntutan publik terhadap mutu pendidikan semakin tinggi, terbuka, dan spontan. Merespons tuntutan tersebut Kementerian Agama melalui Ditjen. Pendidikan Islam meluncurkan Aplikasi Rapor Digital, yang diperuntukan bagi Madrasah diseluruh Indonesia.


Dengan Aplikasi Rapor Digital (ARD), Madrasah harus semakin maju dan terbuka terhadap dunia internet dan digital. Kecepatan penyebaran informasi terutama bagi siswa Madrasah, untuk mencapai target kinerja sekaligus memenuhi harapan publik. Dalam bahasa agama, langkah ini dikenal dengan istilah taqdimul aham min almuhim, dahulukan yang terpenting daripada yang penting.

ARD ditujukan untuk untuk melayani rakyat dengan menggunakan sarana dan anggaran yang merupakan hak rakyat. Penyerapan anggaran harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya terasa optimal. Di sisi lain, ARD merupakan langkah dalam inovasi agar lembaga Madrasah semakin kekinian, jangan sampai dianggap seperti mesin tua yang usang. Sehingga kedepan Penilaian Hasil Belajar yang tertuang dalam ARD sudah dilakukan secara digital dan terintegrasi, serta Madrasah kedepan turut serta dalam pelaksanaan e-Government, dan Clean Government.
  • Panduan ARD Madrasah MI untuk Operator dan Guru
  • Panduan ARD Madrasah MTs untuk Operator dan Guru)
  • Panduan ARD Madrasah MA untuk Operator dan Guru
  • Slide Singkat ARD Madrasah untuk Operator
  • Slide Singkat ARD Madrasah untuk Guru
  • Template untuk Mengunggah Data Siswa Secara Kolektif
  • Template untuk Mengunggah Data Guru Secara Kolektif
Dirjen Pendis, Operator Madrasah memiliki beberapa tugas dalam menjalankan akunnya. Tugas-tugas tersebut antara lain adalah:
  • Melengkapi data madrasah
  • Melakukan konfigurasi data mata pelajaran
  • Menginput muatan lokal
  • Menginput ekstrakurikuler
  • Menginput data guru
  • Menginput data siswa
  • Menginput data rombongan belajar
Akun guru dibuat oleh operator madrasah saat melakukan input data guru. Sedang tugas yang harus dilakukan antara lain:

  • Melakukan konfigurasi bobot dan KKM
  • Menginput nilai harian
  • Menginput nilai akhir
Khusus bagi guru yang menjabat sebagai wali kelas ditambah dengan tugas
  • Melakukan penilaian sikap
  • Menginput data prestasi siswa
  • Menginput data absensi siswa
  • Mencetak raport
Agar lebih jelasnya, silahkan download User Manual atau Panduan Lengkap Aplikasi Rapor Digital, di bawah ini:



Semoga artikel kami ini tentang Tutorial User Manual Aplikasi Raport Digital (ARD) dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anda semuanya.

Sekian dulu dari kami, kurang dan lebihnya mohon maaf. Jangan lupa untuk ikuti kami terus LIKE di Fans Page Facebook kami, berikan komentar kalian jika ini membantu dan Share jika informasi ini penting dan berguna bagi orang banyak. Terimakasih.
Read more ...

27 November 2019

Makna Hadit Jika Mati Anak Adam Maka Terputuslah Amalnya, Kecuali Tiga Perkara

www.hanapibani.com

Sangat banyak kaum muslimin yang mungkin masih kurang memahami hakikat hadits berikut ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ 
ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ "

“ Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : “ Di mana anak Adam mati maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan orangtuanya ”

Tetapi, Abu Hurairah meriwayatkan pula hadits yang bertentangan dengan apa yang diriwayatkannya di atas. Sabda Nabi Saw :


أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ أَبِي مَاتَ وَتَرَكَ مَالًا، وَلَمْ يُوصِ، فَهَلْ يُكَفِّرُ عَنْهُ أَنْ أَتَصَدَّقَ عَنْهُ؟ قَالَ: «نَعَمْ»
“ Sesungguhnya ada seorang lelaki yang bertanya kepada Rasulullah Saw : “ Sesungguhnya ayahku telah mati dan tidak punya harta tidak pula berwasiat, Apakah tidak menyalahinya jika aku bersedekah atas namanya ? “ Ya “(Shahih Muslim 3/254, Sunan Nasai 6/251(derajat hadits shahih).

Menurut para ahli sejarah, bahwa sahabat Abu Hurairah masuk Islam tahun 7 H, dan ada pula yang mengatakan tahun 10 H. Sahabat Abu Hurairah bertemu dan mengambil ilmu dari Nabi Saw tidak lebih dari 3 tahun saja. Bila kita tarik waktu terlama, maka sahabat Abu Hurairah bersama Nabi Saw yaitu 5 tahun.
Semua hadits yang berasal dari sahabat Abu Hurairah dapat kita katakan berada dalam kurun waktu 7 s/d 13 H. 


Adapun hadits yang mengatakan : “ Di mana anak Adam mati maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan orangtuanya “ bertentangan dengan amaliah Nabi Saw dan para sahabat utamanya dari tahun 2 s/d 6 H.

Tahun 2 H, tentang hadits tentang Isra wal Mi’raj di mana Nabi Saw didoakan oleh arwah para Nabi dari mulai langit ke-1 s/d langit ke-7. Artinya Nabi Saw mendapatkan doa dari arwah orang saleh.  Nabi pun melihat arwah Nabi Ibrahim dan kaumnya sedang melaksanakan pengajian di langit ke-7. Dan Nabi pun mendapatkan nasehat dari arwah Nabi Musa a.s agar kembali kepada Allah untuk meminta shalat yang asalnya difardhukan 50 kali setiap malam, akhirnya menjadi 5 kali saja. (Shahih Muslim 1/145 riwayat Anas bin Malik r.a, Mushanaf Ibnu Abi Syaibah 7/333, Musnad al-Bazzar 13/340-341, Musnad Abu Ya’la 6/216, at-Tauhid, Ibnu Mandah 2/709, 2/711 (derajat hadits shahih).


Apabila kita tetap bersikukuh akan menggunakan hadits yang berasal dari sahabat Abu Hurairah yang pertama , maka tidak bermanfaat doa arwah para Nabi kepada Nabi Saw, dusta pula aktifitas pengajian yang dilakukan oleh arwah Nabi Ibrahim a.s dan kaumnya, dan tidak menjadi syafa’at pula nasehat yang sangat bermanfaat dari arwah Nabi Musa a.s kepada Nabi Saw. Padahal peristiwa Isra wal Mi’raj ini untuk pertama kalinya dibenarkan oleh istri Nabi Saw yaitu Siti Khadijah r.a, Abu Bakar r.a dan Ali bin Abi Thalib r.a.


Tahun 2 H merupakan Perang Abwa, yaitu perang pertama yang dilakukan Nabi Saw pada bulan ke-12 dari Hijrah beliau ke Madinah. Yang di mana diturunkannya kewajiban shalat jenazah dan pembayaran hutang bagi jenazah. Dalam hal ini mayat mendapatkan minimal empat keuntungan atau manfaat dari amaliah orang yang hidup, yaitu : hutangnya terlunasi, dosa-dosanya diampuni dan mendapat syafa’at melalui orang yang menyalatkan- nya dan masuk surga karena pelunasan hutang oleh keluarganya. Sebagaimana di dalam hadits dikatakan :
Rasulullah Saw bersabda :


مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ ثَلاثَةُ صُفُوفٍ فَقَدْ أَوْجَبَ
“ Barangsiapa yang dishalatkan oleh 3 shaf, maka ia dapat dipastikan untuk diampuni “(Sunan Turmudzi 3 / 338, Sunan Abu Dawud 3 / 202, Sunan Ibnu Majah 1 / 478 (derajat hadits shahih)

Rasulullah Saw bersabda :


مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ، فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً، لاَ يُشْرِكُونَ بِاللهِ شَيْئًا، إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيهِ
“ Tidaklah setiap orang Islam yang meninggal dunia kemudian jenazahnya dishalatkan oleh 40 orang  yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, kecuali Allah memberikan syafa’at bagi si mayat itu “(Shahih Muslim 2 / 656 (derajat hadits shahih).

Dalam hadits lainnya dikatakan :


وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ رَجُلًا قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِيَ، ثُمَّ قُتِلَ ثُمَّ أُحْيِيَ، ثُمَّ قُتِلَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ، مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ
Demi jiwaku yang berada di dalam genggaman-Nya, andaikata seseorang terbunuh di jalan Allah kemudian ia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh kembali kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh kembali dan menyisakan hutangnya, tidaklah akan masuk ke dalam surga sehingga ia melunasi hutangnya itu “(Sunan Nasai 7/314,  Ahadits Ismail Ibnu Ja’far, 1/355,  Musnad Ahmad 37/163, al-Muntakhib min Musnid Ibnu Abi Hamidat, 1/80, 1/143, 1/166, 1/297, al-Ahaad wal Mutsani, Ibnu Abi Ashim 2/184, Musnad al-Bazzar 5/74, 15/233, as-Sunan al-kabir, an-Nasai 6/87, al-Fawaid, asy-Syuhair Bilgila Niyat, Abu Bakr asy-Syafi’i 1/487, al-Mu’jam al-Ausath 1/90, al-Mu’jam al-Kabir 19/247, 19/248, al-Mustadrak 2/29, as-Sunan al-Kabir 5/581, Syu’abul Iman 7/373, Hadits al-Mukhtar 3/276, (derajat hadits shahih).

Sampai tahun 2 Hijriah saja, minimal seseorang yang meninggal dunia sudah men- dapatkan 7 manfaat dari orang yang hidup. Dan hadits sahabat Abu Hurairah yang terlahir antara tahun 7-13 H belum disentuh sedikit pun. Mari kita teruskan……

Tahun 2 H pula diwajibkannya puasa di bulan Ramadhan. Dan dibulan ini pula ada yang namanya qadha puasa, dan pahala yang berlimpah bagi yang memberi makan puasa bagi yang berbuka. Rasulullah Saw bersabda :


مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ
“ Barangsiapa yang meninggal sedang ia (masih) berhutang puasa, maka walinya boleh menggantikan puasanya itu “(Shahih Bukhari 3/35, Shahih Muslim 2/803, Shahih Ibnu Khuzaimah,  3/271,  Shahih Ibnu Hibban, 8/334, 8/335 (derajat hadits shahih).

Rasulullah Saw bersabda :


مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ
“ Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka (puasa) ia akan mendapat pahala orang yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala puasanya “(Tartib al- Amali al-Khamisyyah, asy-Syajari  1/383, 1/500, riwayat Zaid bin Khalid al-Juhammi r.a, Syu’abul Iman 5/223 riwayat Salman al-Farisi r.a, 5/427 riwayat Abu Hurairah, al-Mu’jam al-Kabir 5/255-257,  Shahih Ibnu Hibban 8/216, Shahih Ibnu Khuzaimah 3/191,  as-Sunan al-Kabir, an-Nasai 3/375, Musnad al-Bazzar 9/232, Sunan ad-Darimi 2/1062, Mushanaf Ibnu Abi Syaibah 4/230, Musnad Ahmad 36/10, Mushanaf Abdurrazzaq 4/311, Sunan Turmudzi 2/162, Sunan Ibnu Majah 1/555 (derajat hadits shahih).

Bila dalam sebulan kita mampu memberi makanan dan minuman bagi 100 orang yang berpuasa, maka pada akhir bulan tersebut kita akan mendapatkan 100 tambahan pahala dari orang yang berpuasa selain diri kita. Bukankah hal ini berarti penggandaan pahala berkat amaliah orang lain ?

Nabi Saw pun pernah berniat kurban sunnah yang pahalanya di sedekahkan bagi keluarga dan umatnya. Inilah niat kurban sunnah beliau :


بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَ اَلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ اُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَى بِهِ
 
 “ Dengan nama Allah, Ya Allah terimalah (korbanku) dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari umat Muhammad kemudian hewan korban ini “(Sunan Abu Dawud 4/287 riwayat Khudzaifah r.a, Sunan Turmudzi 4/347 riwayat Jabir bin Abdullah r.a, Musnad Abu Dawud ath-Thayalis 1/335, Mushanaf Ibnu Abi Syaibah 5/221 riwayat Abdullah r.a, Musnad Ahmad 33/161, Musnad al-Bazzar 5/25, Musnad Abu Ya’la 4/36. Hadits dengan redaksi ini banyak diriwayatkan dari berbagai jalur, baik dengan redaksi yang pendek atau pun panjang. (derajat hadits shahih)

Dalam kalimat “ Ya Allah terimalah (korbanku) dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari umat Muhammad ” inklusif di dalamnya orang-orang yang telah mati. Jadi orang lain bisa mendapatkan pahala melalui niat dan amaliah orang lain.
Semakin terang dan jelaslahlah akal kita, setidaknya mayat dapat mendapatkan minimal 10 manfaat atas hasil  usaha orang lain dan tidak terputus pahala ini dengan kemati- annya. 


Sebagian ulama yang memahami bahwa kalimat “Di mana anak Adam mati terputuslah tiga perkara ” di sini, bukanlah terputusnya manfaat bagi si mayat dari orang lain (melainkan hanya terputus dari amalnya sendiri, karena ia tidak bisa lagi beramal) sebagaimana telah diterangkan oleh hadits-hadits yang menjelaskan bahwa mayat akan mendapatkan manfaat dari amaliah orang hidup.

Sebenarnya manfaat yang diterima mayat dari orang hidup telah terangkum dalam hadits ini, di mana Nabi Saw bersabda :


كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ
“ Setiap kebaikan adalah sedekah ”

Tahun ke 6 H adalah diwajibkannya haji bagi yang mampu, dan pada tahun ini pula diturunkan syariat badal haji bagi orang yang mampu tetapi telah meninggal terlebih dahulu, bagi orang sakit, dan bagi bagi orang sehat dengan bekal dari orang lain.


Sebagai penutup dari pembahasan ini, maka saya akan cantumkan sebagian penjelasan dari Ibnu Taimiyah dalam tafsir Jamal jilid 4 sbb : “ Barangsiapa meyakini bahwa seseorang tidak dapat mengambil manfaat kecuali dengan amalnya sendiri, maka sungguh ia telah melanggar ijma’ dan yang demikian itu adalah batil dengan alasan-alasan berikut “ :
Seseorang dapat mengambil manfaat dengan doa orang lain dan ini adalah mengambil manfaat dengan amal orang lain.
Nabi Saw akan memberikan syafaat terhadap orang-orang di padang Masyhar dalam hal ini hisab terhadap calon-calon penghuni surga masuk ke dalamnya. Ini berarti seseorang mengambil manfaat dengan manfaat usaha orang lain.


Nabi Saw akan memberi syafaat terhadap para pelaku dosa besar dalam hal ini keluar dari neraka dan ini adalah mengambil manfaat dengan usaha orang lain.


Para malaikat akan berdoa dan beristigfar bagi para penghuni bumi, dan ini adalah bentuk kemanfaatan dengan amal orang lain.


Allah Swt akan mengeluarkan dari neraka orang-orang yang sedikit pun tidak ada amalnya dengan semata-mata rahmat-Nya, dan ini adalah pengambilan manfaat dengan selain amal mereka.


Anak-anak mukmin akan masuk surga dengan amal-amal bapak mereka, dan ini adalah mengambil manfaat dengan semata-mata amal orang lain.


Allah Swt berfirman dalam kisah dua anak yatim di surat al-Kahfi di mana bapaknya adalah orang saleh lalu anak yatim itu mengambil (bertawasul) dengan kesalehan bapaknya dan bukan dari usaha kedua anak yatim tersebut.


Orang yang meninggal dapat mengambil manfaat dengan sedekah orang lain untuk- nya dan juga dengan pembebasan budaknya berdasarkan sunnah dan ijma’ dan ini adalah pengambilan manfaat dengan amal orang lain.


Haji yang fardhu dapat gugur dari orang yang sudah meninggal dengan sebab dihajikan oleh walinya berdasarkan hadits, dan ini adalah pengambilan manfaat dengan amal orang lain.


Haji dan puasa yang dinazarkan dapat gugur dari orang yang sudah meninggal dengan sebab dilakukan oleh orang lain adalah mengambil manfaat dengan amal orang lain.


Seseorang yang masih punya hutang tidak mau dishalatkan oleh Rasulullah Saw, sehingga hutangnya dibayarkan oleh Abu Qatadah dan hutang orang yang lainnya dibayarkan oleh Ali bin Abu Thalib dan akhirnya kedua orang itu dapat mengambil manfaat dengan shalat Rasulullah Saw atasnya dan ini adalah amal orang lain.


Nabi Saw pernah berkata kepada yang shalat sendiri : “ Adakah yang mau bersedekah untuk orang ini ? “ Maka shalatlah seorang sahabat bersamanya dan dia pun men- dapatkan fadhilah berjama’ah dengan perbuatan orang lain.


Seseorang bisa bebas dari tanggungan hutang apabila ada orang lain yang sudah membayarkannya dan ini adalah mengambil manfaat dengan amalan orang lain.


Orang yang duduk dengan ahli dzikir akan diberi rahmat dengan berkah ahli dzikir itu sedangkan dia bukanlah di antara mereka dan duduknya pun bukan untuk ber- dzikir melainkan untuk keperluan tertentu, maka nyatalah bahwa orang tersebut mendapatkan manfaat dengan amalan orang lain.


Shalat untuk mayit dan berdoa untuknya di dalam shalat adalah pemberian untuk si mayit dengan shalatnya orang yang hidup dan itu adalah amalan orang lain. (Tuhfah 7/71, lihat hal. Dalil-Dalil Membaca al-Quran Untuk Orang Mati 18)

Itulah sebagian penjelasan Ibnu Taimiyah yang terdapat di dalam tafsir Jamal. Dan masih bisa pula ditambahkan contoh lainnya misalnya :

Pelepah kurma basah yang disimpan dan air yang disiramkan oleh Nabi Saw di kuburan salah satu sahabat, dengan maksud meringankan siksa kubur bagi si mayat ini merupakan pengambilan manfaat dari tanaman dan air dengan amalan orang lain.


Pembacaan beberapa surat dalam al-Quran ketika berziarah kubur, hal ini merupakan pengambilan manfaat dari orang yang berziarah dengan pembacaan ayat-ayat tersebut.


Istigfar Nabi Adam a.s dengan menggunakan (bertawasul) nama Nabi Saw menjadi sebab diampuni dosanya, padahal Nabi Saw belum lagi diciptakan dalam wujud manusia. Dalam hal ini Nabi Adam a.s mengambil manfaat bagi dirinya dari sesuatu yang lebih mulia dan agung daripada dirinya. (Tuhfah 7/71, lihat hal. Dalil-Dalil Membaca al-Quran Untuk Orang Mati 18).
Read more ...

26 November 2019

CPNS Tidak Boleh Pindah Sebelum 10 Tahun, BKN: Aku Hanya Pergi Sementara


Pesan diberikan Badan Kepegawaian Negara (BKN) kepada para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Pasalnya, mereka meminta kepada pelamar CPNS 2019 untuk hati-hati dalam memilih formasi yang diinginkan.

Bukan tanpa sebab, jika nantinya pelamar terpilih di salah satu formasi, maka Dia harus berkomitmen dengan pilihannya. Selain itu, para pelamar juga tidak boleh meminta untuk pindah sebelum 10 tahun. Hal ini diungkapkan oleh BKN dengan kemasan yang menarik nan kocak.

"#SobatBKN, hati-hati memilih formasi #CPNS2019 karena berakibat LDR dgn pujaan hati. Jgn sampai minta pindah sebelum 10 tahun & harus berkomitmen dgn yg disepakati dlm surat pernyataan," cuit @BKNgoid di Twitter, Senin (25/11/2019).

"Sworo angin angin sing ngeridu ati ngelingake sliramu sing tak tresnani (Mimin sobat ambyar)," tambahnya.
Lebih-lebih, BKN juga mengatakan kalau peraturan tersebut memang tertuang ke dalam Permenpan. Adapun peraturan untuk mengabdi selama 10 tahun ini berada di Permenpan 23/2019 Huruf L No. 2 Poin J dan K.

"#SobatBKN, janganlah berharap seperti itu. Karena di surat pernyataan sudah tertulis pengabdian 10 tahun. Tahu konsekuensinya? Cek Permenpan 23/2019 Huruf L No. 2 poin j dan k," tulisnya.

"Pelamar wajib membuat surat pernyataan bersedia mengabdi pada instansi yang bersangkutan saat pendaftaran dan tidak mengajukan pindah dengan alasan apapun paling singkat selama 10 tahun sejak TMT PNS," tulis BKN dalam poin J.

Maka dari itu, jika peserta mengajukan pindah sebelum 10 tahun mengabdi, dengan demikian Dia akan dianggap mengundurkan diri. Hal ini tertuang ke dalam poin K.

"Dalam hal peserta seleksi sudah dinyatakan lulus oleh PPK sebagaimana dimaksud dalam huruf j tetap mengajukan pindah, yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri," bunyi poin K tersebut.

Meski demikian, BKN tetap memperingatkan dengan santai. Sebab, mereka kembali mengeluarkan tweet kocak yang mengundang tawa.

"Aku hanya pergi tuk sementara (10 tahun), bukan tuk meninggalkanmu selamanya," tutup BKN.
Read more ...

25 November 2019

Pidato Nadiem Makarim di Hari Guru Dikritik PGRI dan FSGI

www.hanapibani.com

"Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin bicara apa adanya dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke..." Demikian penggalan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang akan disampaikan dalam peringatan Hari Guru Senin, 25 November 2019. 



Di kalangan para guru, pidato singkat itu jadi perbincangan hangat dan mendapat apresiasi sekaligus kritik. Ia diapresiasi karena kesadarannya soal beban guru atas tugas-tugas administratif, kewajiban mengejar angka-angka penilaian yang tak sepenuhnya bisa mengukur potensi siswa, serta kurikulum yang terlalu padat hingga guru sulit berinovasi dalam proses mengajar. 


Tapi di sisi lain, pidato tersebut dianggap sekadar retorika kosong jika tak dilanjutkan dengan aksi nyata. Apalagi, imbauan Nadiem bukan lah hal baru. Hal serupa juga disampaikan Presiden Joko Widodo pada puncak Perayaan Hari Guru 2 Desember 2017 lalu. Setidaknya hal itu lah yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi saat dihubungi pada Minggu (24/11/2019).

"Jadi mau ngomong apapun, pak presiden saja sudah ngomong berkali-kali. Yang kita tunggu setelah berbicara ini Pak Nadiem turun membedah, baru itu punya makna. Selama itu tidak turun membedah, itu tidak akan ada maknanya," kata Unifah. 



Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim menuturkan, beban guru dalam urusan adminsitratif masih terlihat dari kewajiban untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pelajaran (RPP). Guru, kata Satriwan, harus merinci bagan pembelajaran tatap muka untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar seperti diamanatkan
Dalam Bab 3 Lampiran beleid tersebut, ada 13 komponen yang harus dimuat dalam RPP, mulai dari identitas sekolah, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran dan metode pembelajaran hingga langkah-langkah pembelajaran. 

"Kan sudah diakui oleh Kemdikbud dan mereka sendiri yang membuat aturan membelenggu itu. Mestinya jangan beretorika tapi wujud langsung regulasi karena Anda yang punya power," kata Satriwan saat dihubungi pada Minggu (24/11/2019).


Selain urusan regulasi yang tak kalah penting ialah menginternalisasi visi menteri sampai ke bawahan-bawahannya. Mulai dari tingkat eselon, kepala dinas, sampai ke tingkat kepala sekolah di daerah.

Tahun 2015, misalnya, Mendikbud Anies Baswedan tidak lagi menjadikan nilai ujian nasional sebagai syarat kelulusan. Nyatanya, guru-guru dan kepala dinas di daerah masih sibuk mendorong siswa mendapatkan nilai tinggi di Ujian Nasional. Hal tersebut, kata Satriawan, semata karena urusan gengsi. "Gengsinya siapa? Gengsinya sekolah, gengsinya pengawas, gengsinya walikota dan bupati, gengsinya gubernur. 


Kalau ada di daerah itu yang sekolahnya nilai UN nya rendah ya mereka malu," tuturnya. Lantaran itu lah, bagi FSGI, pidato Mendikbud justru kontradiktif dengan kenyataan di lapangan serta ambigu. Pertama Nadiem seolah mengakui "dosa-dosa" pemerintah kepada guru, tapi di sisi lain ia justru meminta guru yang mulai melakukan perubahan dan mengesankan sikap lepas tangan pemerintah: "perubahan tidak dapat dimulai dari atas".
Read more ...

24 November 2019

Kabar Gembira, Waktu Penutupan Pendaftaran CPNS 2019 Diperpanjang


Info menarik untuk Anda yang tahun ini ingin mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Pasalnya, sejumlah instansi yang menjadwalkan menutup pendaftaran pada Minggu (24/11/2019) kini diperpanjang satu hari.
“Batas paling cepat penutupan tanggal 25 November 2019,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) dan Humas BKN Paryono.

Perpanjangan jadwal penutupan seleksi test CPNS ini disampaikan Paryono karena setiap instansi memiliki minimal waktu pembukaan pendaftarannya adalah 15 hari dan maksimal 20 hari.
“Karena harus sesuai dengan PP nomor 11 tahun 2017. Pengumuman minimal 15 hari,” ujarnya.

Lebih lanjut Paryono mengingatkan jika ada instansi yang ingin menambah waktu pendaftaran lebih dari 15 hari maka harus mengajukan ke BKN.

Nantinya, sistem akan menyesuaikan dengan permintaan setiap instansi.
Berdasarkan pantauan Kompas.com melalui laman pendaftaran SSCN BKN, sejumlah instansi yang semula menjadwalkan penutupan tanggal 24 November 2019, memang dalam keterangan sistem otomatis BKN tertera menjadi tanggal 25 November 2019.

Sejumlah instansi yang pendaftarannya semula dijadwalkan tanggal 24 November 2019, namun kini berubah menjadi 25 November 2019 diantaranya:
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan,
  • Kementerian Ketenagakerjaan,
  • Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,
  • Kementerian Komunikasi dan Informatika,
  • Kementerian Luar Negeri,
  • Kementerian Perindustrian, serta
  • Kementerian Sosial.

Untuk mengetahui lebih lengkap seputar batas waktu penutupan instansi, Anda bisa mengecek ke website resmi, maupun media sosial masing-masing instansi.

Serta informasi ini juga otomatis muncul ketika Anda memilih instansi di laman https://sscndaftar.bkn.go.id/daftar setelah Anda melakukan swafoto dan mengisi biodata. 

Jika Anda belum mulai mendaftar, tapi ingin mengetahui instansi apa saja yang membuka peluang untuk jenjang pendidikan Anda, bisa dilihat melalui laman https://sscn.bkn.go.id/ lalu pilih kolom layanan informasi selanjutnya klik info lowongan. 

Jika Anda mengalami kendala atau sejumlah masalah saat melakukan pendaftaran CPNS maka bisa mengakses bagian kolom FAQ untuk melihat masalah yang kerap muncul beserta beberapa cara penyelesaiannya.
Read more ...

KURSI PANAS MAJELIS ILMU


Di antara tempat yang diperintahkan untuk dihadiri adalah majelis ilmu.

Ketika menghadirinya, seseorang akan mendapatkan banyak kebaikan.

 Diantaranya :

1. Pahala dari Allah Ta'ala
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Sakinah/ketenangan
4. Rahmat Allah
5. Pujian dari Allah
6. Kemudahan menuju surga
7. Mendapatkan teman shaleh dan sederet keutamaan lainnya.

Namun realitanya, bagi sebagian orang, majelis ilmu ibarat kursi panas yang menjadikan dirinya tidak betah berlama-lama di sana.

Baru sebentar saja sudah merasa gerah.

Bahkan, sebagian yang lain lagi dari awal sudah tidak mau mendatanginya dengan berbagai alasan lemah melebihi lemahnya sarang laba-laba.

Padahal yang disampaikan di majelis ilmu adalah ilmu agama, yang berisi firman Allah dan sabda Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam.

Padahal yang diwasiatkan didalamnya adalah kebaikan yang dapat menuntun kepada surga Allah Ta'ala.

Padahal jika mau sabar sedikit saja, dia akan mendapatkan beberapa keutamaan yang telah disebutkan.

Bahkan bisa lebih banyak lagi dan lagi.
Para Sahabat dahulu begitu dekat dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dimana? Di masjid, di majelis ilmu.

Para Sahabat dahulu senang duduk-duduk bersama beliau.

Untuk apa? Untuk menimba ilmu, mengambil sedikit demi sedikit hadis dari lisan mulia beliau shallallahu 'alaihi wa sallam.

Mereka begitu merasakan kenyamanan dan ketenangan menyimak petuah dari beliau.

Maka itu, marilah kita mendekat ke majelis ilmu.

Ikut bergabung dengan mereka yang berusaha menjadi orang-orang yang shaleh.

Jika terasa berat di awal, maka bersabarlah.

Teruslah bersabar hingga anda benar-benar merasakan nikmatnya bermajelis ilmu.

Jika sudah terbiasa, maka berat bagi anda untuk meninggalkannya.

Suatu saat, tempat itu akan menjadi salah satu kenangan indah bagi anda.

Ayo segera ke majelis ilmu.

Tidak ada kata terlambat selama ajal belum datang menyapa.

Semoga Allah memudahkan langkah kita menuju majelis ilmu dan memberikan istiqomah dalam menimba ilmu di sana. Aamiin.

 Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya
Barakallah fikum.
Read more ...

23 November 2019

CARA MINUM RASULULLAH CEGAH KEMAKSIATAN

www.hanapibani.com

‎إنَّك اذا ما اقبلتَ على شَربَةِ مَاء , فقَسِّمْهُ اَثلاَثًا
Sesungguhnya jika engkau saat akan meneguk air minum, maka bagilah dengan tiga kali tegukan.

‎إشْرَبْ أوّلَ جَُرعَةٍ وقُلْ بِسْمِ اللَّه، واشْرَبْهَا ! ثمَّ انْتَهِ مِنَ الجرعة و قُل الحَمدُ لِلّٰه
Minumlah pada tegukan pertama dan ucapkan Bismillah lalu minumlah!, kemudian setelah selesai ucapkanlah Alhamdulillah.

‎واقتَدِ الىَ الجُرعَة الثَّانِيَة وقل بسم الله، وانْتَهِ منها وقل الحمد لله
Lalu ikuti pada tegukan selanjutnya dan ucapkan Bismillah, dan bila telah selesai dari tegukan kedua ini ucapkan kembali Alhamdulillah.

‎ثم اخْتِمْ بالثّالثَة و قل بسم الله و اختِمهَا بقولِكَ الحمد لله
ًKemudian akhiri pada tegukan yang terakhir dan ucapkan Bismillah, lalu setelah kau minum ucapkan Alhamdulillah.

‎إِذَا أَخَذْتَ شَرْبَةَ مَاءٍ بهٰذِهِ الطَّرِيقَة الّتِي نُقِلَتْ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليهِ وَ سلَّم.. طَالَمَا كَانَ فِي جَوفِكَ ذٰلكَ المَاء فَلمْ تحدّثكَ ذَرّة بمَعْصِيَةِ الله
Jika engkau mempraktekkan saat meminum air dengan cara seperti ini (yang dinukilkan dari cara Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam), ketahuilah selama air itu ada dalam perutmu maka tak akan terjadi di tubuhmu untuk ada keinginan melakukan maksiat walau hanya sebesar biji dzarroh di hadapan Allah.
Read more ...

Translate

Artikel Terbaru

DOA PADA DETIK-DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE 75

  DOA PADA DETIK-DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE 75 DI ISTANA NEGARA JAKARTA SENIN, 17 AGUSTUS 2O2O YA ALLAH TUHAN YANG MAHA KUASA, PUJI ...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI