بسم الله Ùˆ الØÙ…د لله
اللهم صل Ùˆ سلم على سيدنا Ù…ØÙ…د Ùˆ على أله
Ùˆ ØµØØ¨Ù‡ أجمعين
Salam Sahabat Hanapi Bani.
💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥
اللهم صل Ùˆ سلم على سيدنا Ù…ØÙ…د Ùˆ على أله
Ùˆ ØµØØ¨Ù‡ أجمعين
Salam Sahabat Hanapi Bani.
www.hanapibani.com --- Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan "Lomba Santrivision 2026. Even ini menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan nalar kritis, kreativitas, riset, dan inovasi dalam merespons berbagai dinamika zaman.
Lomba Santrivision 2026 mengusung tema “Santri Membaca Zaman: Kebudayaan, Inovasi, dan Narasi Masa Depan Pesantren.” Giat ini menjadi rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus ruang artikulasi gagasan santri dalam menyambut hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren sebagai entitas eselon I mandiri di Kementerian Agama.
Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, mengajak jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, serta pimpinan dan pengasuh pesantren untuk menyosialisasikan dan mendorong keterlibatan santri di wilayah masing-masing.
“Santrivision dirancang sebagai wadah eksplorasi nalar kritis, kreativitas, dan inovasi santri dalam merespons dinamika zaman,” ujar Basnang Said di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Melalui lomba ini, gagasan dan karya santri diarahkan agar tidak berhenti sebagai tugas akademik atau produk kompetisi. Karya diharapkan dapat berkembang menjadi policy brief, produk audiovisual, inovasi teknologi digital, maupun teknologi tepat guna yang memiliki manfaat lebih luas bagi pesantren dan masyarakat.
“Yang ingin dibangun bukan sekadar kompetisi, tetapi ekosistem yang mempertemukan riset, kreativitas, teknologi, tradisi keilmuan pesantren, dan kebutuhan nyata masyarakat,” sebut Basnang.
Logo, Tema, dan Rangkaian Hari Santri 2026 Diluncurkan, Menag: Momentum Pengingat Peran Ulama dan Santri
Pendaftaran Lomba Santrivision 2026 dibuka secara daring mulai 23 September hingga 15 Oktober 2026. Pengiriman karya dan dokumen pendaftaran dilakukan melalui alamat resmi panitia: santrivision2026@kemenag.go.id

Ada tiga kategori utama Santrivision 2026. Pertama, naskah, kebijakan, dan komunikasi ilmiah, mencakup policy brief, artikel ilmiah populer, monograf atau buku saku riset, dan esai pesantren.
Kedua, audio-visual, seni visual, dan digital media, mencakup film pendek, dokumenter, video esai, motion graphic, animasi, podcast, komik digital, novel grafis, hingga karya seni dan kaligrafi digital.
Ketiga, inovasi digital dan teknologi pesantren, mencakup pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pesantren, platform pelaporan anonim atau ruang aman santri, serta berbagai inovasi digital yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren.
“Setiap tim terdiri atas 2–3 santri aktif dari pesantren yang sama dan wajib didampingi seorang pembimbing dari pesantren yang bersangkutan. Peserta juga harus berasal dari pesantren yang memiliki NSPP dan terdaftar dalam EMIS,” tegas Basnang.
Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning Yusi Damayanti menambahkan, salah satu karakter utama Santrivision 2026 adalah adanya tahapan pengembangan karya. Setelah pengusulan ide dan gagasan awal, peserta yang lolos akan memperoleh klinik bimbingan (mentoring expert) bersama periset, praktisi media, dan pengembang teknologi.
Menurut Yusi, para finalis juga akan mengikuti pitching dan presentasi di hadapan tim penilai lintas disiplin. Pemenang Juara I, II, dan III akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026.
“Khusus pemenang kategori "Policy Brief", karya akan dihimpun dalam “Buku Putih Rekomendasi Santri” dan katalog produk inovasi untuk diserahkan kepada Menteri Agama. Langkah ini menunjukkan bahwa gagasan santri diarahkan untuk dapat menjadi bagian dari khazanah rekomendasi dan pengembangan kebijakan pesantren,” jelas Yusi Damayanti.
Berikut delapan fokus tematik Santrivision 2026:
1. Keadilan iklim, ekoteologi, dan ketahanan pangan, termasuk pengembangan Eco-Pesantren, pengelolaan sampah, komposting, biogas, dan teknologi tepat guna.
2. Ruang aman, perlindungan anak, dan kesehatan, dengan isu antara lain pencegahan kekerasan seksual, mekanisme pengaduan, kesehatan mental santri, positive parenting, serta pemenuhan hak-hak anak.
3. Generative AI, kedaulatan digital, dan etika teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam kajian kitab, pengelolaan data pesantren, literasi digital, dan pencegahan fake news.
4. Reartikulasi moderasi beragama dan fiqih perdamaian, termasuk pengembangan narasi perdamaian dan solidaritas kemanusiaan global.
5. Kemandirian ekonomi, halal supply chain, dan Web3
6. Kesehatan masyarakat, stunting, dan sanitasi layak.
7. Internasionalisasi pesantren dan diplomasi kultural,
8. Nilai-nilai kepesantrenan dan internalisasi karakter di tengah perubahan sosial dan teknologi.
minat, buruan chat 085194495073
atau klik
Cek (COD) Rompi outdoor pria dan wanita TERBARU/Rompi Vest anti air dan anti angin SIZE M-XXL dengan harga Rp52.425. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/10lHiHEJiw?share_channel_code=1
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.
Menjadi asbab keridhaan Allaah kepada kami.
Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI
atau gabung Group kami;
Youtube ;(Klik DISINI)
Instagram ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB (Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)
WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Komunitas WA #1 ;(Klik DISINI)
Komunitas WA #2 ;(Klik DISINI)
Saluran WA tanpa Batas ; (Klik DISINI)