Breaking News

Friday, May 25, 2018

Bacaan Saat Jeda Dalam Shalat Tarawih

Bacaan Saat Jeda Dalam Shalat Tarawih
Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.
Dalam pelaksanaan Shalat Tarawih terdapat kebiasaan para jama’ah membaca bacaan tertentu setiap kali selesai mengerjakan dua rakaa’t dan beristirahat sejenak sembari membaca bacaan tertentu pula setelah melaksanakan empat rakaat. Menyangkut bacaan yang dibaca terdapat tradisi yang berbeda di berbagai wilayah. 
Bacaan Saat Jeda Dalam Shalat Tarawih
Ada yang membaca surat Al Ikhlas dan ada yang mengulang-ulang kalimah tauhid. Di Damascus yang dibaca umumnya adalah يا حنّان يا منّان يا ذا الجود والإحسان  dan di Istambul dan Halb (Aleppo) para jama’ah membaca shalawat. Namun di daerah -daerah lain para jamaah ada yang diam tidak membaca apapun.
Demikianlah, kaum muslimin di setiap daerah punya tradisi masing-masing dan meraka saling menghargai perbedaan tradisi tersebut. Suasana harmonis ini berlanjut sampai muncul para pemilik tanduk setan (golongan Wahhabi) yang mencaci tradisi-tradisi tersebut dan menganggapnya sebagai amaliah bid’ah dan sesat sehingga sekarang para jamaah masjid saling bertengkar dan melaknat .
Pertengkaran akibat perbedaan tradisi ini juga merembet ke masjid-masjid di Eropa hingga memaksa polisi memasuki masjid guna melerai pertengkaran antar jamaah. Terkadang polisi masuk masjid tanpa melepas sepatu hingga para jamaah mencela polisi kafir yang dianggap telah menodai kesucian masjid. Padahal mereka sendiri lupa telah melakukan tindakan tercela dengan menuduh bid’ah dan sesat terhadap sesama muslim yang berbeda pandangan.
Persoalan ini sesungguhnya tidak perlu menimbulkan perpecahan karena masing-masing bebas untuk memilih pendapat yang disukai. Buktinya dahulu penduduk Makkah setiap kali selesai melaksanakan empat raka’at tarawih mereka melakukan thawaf dengan mengelilingi Ka’bah tujuh kali lalu shalat sunnah thawaf dua rakaat kemudian kembali melakukan shalat tarawih. Dengan demikian mereka malaksanakan empat kali thawaf dalam shalat tarawih sebagaimana disebutkan Imam Annawawi dalam Al Majmu’, Azzarkasyi dalam I’laamussaajid dan ulama lain.

(Diterjemahkan dari https://telegram.me/ahlussonna dengan judul asli Al Faashil bainattarwiihaat oleh dr. Ahmad Al Faadhil)
Comments
0 Comments

No comments:

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI