Breaking News

19 March 2020

DARI MASJID KITA BERANTAS VIRUS CORONA

www.hanapibani.com

💐 Miris hati ini saat tahu Masjidil Haram ditutup gara-gara virus Corona hingga banyak tamu Allah yang gagal melaksanakan ibadah umroh. Ditambah lagi dengan muncul aneka fatwa penutupan masjid dari kegiatan ibadah berjamaah termasuk jum'atan.

Masjid yang seharusnya menjadi pusat pengaduan segala problematika hidup antara makhluk dengan sang Khaliq hari ini diperintah untuk diajauhi. Masjid yang menjadi tempat menenangkan diri dari kepanikan dan penyakit paranoid yang sedang menghantui umat saat ini ditutup dan tak bisa dikunjungi. Sungguh sebuah fenomena alam yang membingungkan.

Di dalam Al-Qur'an Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

Nikmat apa pun yang datang kepada kalian semuanya dari Allah. Maka jika kalian ditimpa mara bahaya maka hanya kepada Allah hendaknya kalian meratap.

Imam at-Thabari menafsirkan ayat diatas sebagai berikut :

إذا أصابكم في أبدانكم سَقَم ومرض وعلة عارضة وشدّة من عيش فإلى الله تصرخون بالدعاء وتستغيثون به ليكشف ذلك عنكم [الطبري ج ١٢ ص ٢٢٤]

Jika tubuh kalian terkena penyakit maka hanya kepada Allah-lah kalian menjerit melalui doa dan meminta pertolongan agar penyakit yang menimpa kalian segera dihilangkan. [at-Thabari, Tafsir Thabari, juz 12 hal. 224].

Baginda Rasulillah bersabda:

إذا أراد الله بقوم عاهة نظر إلى أهل المساجد فصرف عنهم

Ketika Allah hendak menurunkan penyakit kepada suatu kaum maka Allah melihat ahli masjid (orang-orang yang memakmurkan masjid) maka mereka dijauhkan dari penyakit tersebut.

Dalam riwayat al-Baihaqi disebutkan:

إني لأهم بأهل الأرض عذابا فإذا نظرت إلى عمار بيتي صرفته عنهم

Sungguh aku bermaksud menurunkan siksa bagi penduduk bumi namun saat aku melihat orang-orang yang memakmurkan rumahku (masjid) aku palingkan (jauhkan) siksa itu dari mereka.

Hadis ini diriwayatkan al-Baihaqi di dalam Syu'ab al-Iman no. 2946



al-Hafidh Abdurrauf al-Munawi berkata:

وفى الحديث تنويه عظيم بفضل المساجد وشرف قاطنيها للعبادة فيها والخلوة بها وتحذير من غلقها وتعطيلها [فيض الخبير ج ١ ص ٣٤٢]

Hadis di atas mengandung makna pujian agung tentang keutamaan masjid dan kemuliaan orang-orang yang menempatinya dengan tujuan ibadah dan menyendiri (i'tikaf) di dalamnya. Dan terdapat larangan menutup masjid serta mengosongkannya dari kegiatan ibadah [al-Hafidh al-Munawi, Faidlul Qadir Syarah al-Jami' as-Shaghir, juz 1 hal. 342].

Kesimpulan dari penjelasan di atas adalah penutupan masjid secara total dari kegiatan peribadatan utamanya shalat Jum'at dan berjamaah dengan alasan menahan laju penyebaran virus Corona adalah hal yang terlarang di dalam agama.

Sebagai penutup dari tulisan ini, mari kita renungkan bersama maqalah Imam as-Sya'bi, salah seorang pemuka Tabi'in :

كانو إذا فزعوا من شيء أتوا المساجد

Para ulama dulu disaat takut terhadap sesuatu mereka berbondong-bondong datang ke Mesjid. [HR. al-Baihaqi juz 3 hal. 84 no. 2951]

Sungguh beda dg kejadian saat ini. Allahumma Sallimna Wal Muslimin.

🎍 Semoga Bermanfaat🎍



Comments
0 Comments

No comments:

Translate

Artikel Terbaru

Kemenag: UN dan UAMBN Madrasah Ditiadakan, Belajar di Rumah sesuai Kebijakan Pemda

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama memastikan Ujian Nasional (UN) bagi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) ditiada...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI