Breaking News

11 Februari 2021

"Peristiwa Peletakan Kembali Hajar Aswad" - Materi SKI MI

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صلى على سيدنا محمد و على أله
 Ùˆ صحبه أجمعين

Setelah kita mempelajari tentang "Pernikahan Nabi Muhammad Saw dengan Siti Khadijah", sekarang kita lanjutkan pada materi "Peristiwa Peletakan Kembali Hajar Aswad".

Namun sebelum itu silakan saksikan video dibawah ini terlebih dahulu;


Hajar Aswad (bahasa ArabٱلْØ­َجَرُ ٱلْØ£َسْÙˆَد‎, al-Ḥajaru al-Aswad) merupakan sebuah batu yang diyakini oleh umat Islam berasal dari surga, dan yang pertama kali menemukannya adalah Nabi Ismail dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim

Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semakin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma yang unik dan ini merupakan aroma wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya, dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut ditaruh di sisi luar Ka'bah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi Muhammad SAW. Karena dia selalu menciumnya setiap saat tawaf.

Sebelum masa keNabian, pada usia 35 tahun lima tahun, ada suatu peristiwa yaitu Kota Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke Baitul Haram. Akibat peristiwa itu orangorang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Ka’bah, dan arsitek dalam kegiatan perbaikan Baitul Haram itu adalah orang Romawi yang bernama Baqum. 

Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi pertumpahan darah. Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang pertama kali masuk lewat pintu masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah Swt. menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu masjid adalah Rasulullah Saw. dan yang berhak adalah Rasulullah.

Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan Hajar Aswad. Ketika diminta untuk mengambil keputusan tentang peletakan Hajr Aswad tersebut, beliau berpikir sejenak mencari cara agar keputusannya adil dan bijaksana. Tidak lama kemudian, beliau membentangkan surbannya dan meletakkan Hajar Aswad di tengah surban tersebut seraya memanggil utusan masing-masing kabilah. Beliau menyuruh para utusan setiap kabilah untuk memegang dan mengangkat surban tersebut secara bersama-sama hingga ketempat Hajar Aswad itu diletakkan. Setelah mendekati tempatnya Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula akhirnya legalah semua.

Setiap kabilah merasa senang dan kagum atas keputusan yang tepat itu. Maka perpecahan dan pertikaian di antara mereka tidak terjadi. Masyarakat Mekah kembali tenang dan damai berkat keputusan yang bijaksana dari sorang manusia mulia yang kelak akan menjadi nabi dan rasul akhir zaman. Penduduk Mekah melihat pribadi Muhammad adalah pribadi yang baik dan dapat dipercaya sehingga mereka menjuluki “Al-Amin” yang artinya dapat dipercaya, kepada Nabi Muhammad Saw. 

Terimakasih atas kunjungannya, untuk dapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI
atau gabung Group kami;

WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
Youtube ;(Klik DISINI)
Telegram ; 
(Klik DISINI)
Bip ; 
(Klik DISINI)

    Ùˆ ØµÙ„Ù‰ على سيدنا محمد Ùˆ على أله
     Ùˆ صحبه أجمعين
    ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

    Protected by Copyscape


    0 Comments

    Tidak ada komentar:

    Translate

    Artikel Terbaru

    Kumpulan Kunci Jawaban - Web-Based Pengelolaan Pembelajaran - Pelatihan Multimedia Berbasis Web - Pintar Kemenag

    السلام عليكم Ùˆ رحمة الله Ùˆ بركاته بسم الله Ùˆ الحمد لله اللهم صل Ùˆ سلم على سيدنا محمد Ùˆ على أله  Ùˆ صحبه أجمعين Salam Sahabat  Hanapi Bani . ...

    Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI