Breaking News

23 Mei 2022

Keistimewaan Angka 7 menurut Syekh Al-Hamdani

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صلى و سلم على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

Angka 7 bisa disebut sebagai bilangan istimewa, di antara alasannya adalah karena sejumlah ayat Al-Qur’an secara eksplisit menyebutkan angka 7. Keistimewaan ini kemudian mendorong Syekh Abi Nashr Muhammad bin Abdur Rahman al-Hamdani menulis kitab “As-Sab’iyyat fi Mawa’idh al-Bariyyat” (Nasihat Tujuh kepada Makhluk Bumi).

 

Kitab ini tersusun menjadi tujuh bab yang menjelaskan sejumlah peristiwa penting dan terjadi dalam 7 hari (Sabtu sampai Jumat) untuk kemudian diambil hikmah dan pelajarannya. Sesuai jumlahnya, Syekh al-Hamdani mengungkap misteri dan keistimewaan angka 7 dengan menyampaikan 7 alasan yang dikuatkan dengan dalil naqli dan aqli.

 

Pertama, Allah menciptakan tujuh lapis langit yang dihiasi dengan keindahan bintang-bintang bagi yang memandangnya, hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam Surat An-Naba’ ayat 12 dan Al-Hijr ayat 16:

 

‎وَّبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا


Dan Kami membangun di atas kamu tujuh langit yang kokoh” (QS An-Naba’:12).



‎وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى السَّمَاۤءِ بُرُوْجًا وَّزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِيْنَۙ

 

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang yang memandangnya” (QS Al-Hijr:16).

 

Kedua, Allah menghiasi bumi dengan adanya tujuh daratan dan lautan. Hal ini sesuai dengan firman-Nya yang ada dalam Surat Ath-Thalaq ayat 12 dan Luqman ayat 27:

 

‎ٱللَّهُ ٱلَّذِی خَلَقَ سَبۡعَ سَمَـٰوَ ٰ⁠تࣲ وَمِنَ ٱلۡأَرۡضِ مِثۡلَهُنَّ


 “Allah yang menciptakan tujuh langit dan menciptakan bumi juga serupa” (QS Ath-Thalaq:12).

 

‎وَّالْبَحْرُ يَمُدُّهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ سَبْعَةُ اَبْحُرٍ

 

“Dan ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi setelah keringnya.” (QS Luqman:27).

 

Ketiga, Allah menciptakan 7 lapis neraka yaitu neraka (1) Jahannam, (2) Sa’ir, (3) Saqar, (4) Jahim, (5) Hathamah, (6) Ladza, dan (7) Hawiyah. Neraka tersebut kemudian disiapkan dengan 7 pintu sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Hijr ayat 44:

 

‎لَهَا سَبْعَةُ اَبْوَابٍۗ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُوْمٌ

 

Neraka Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari mereka.”

 

Keempat, Allah menghiasi Al-Qur’an dengan adanya tujuh jenis bacaan dan tujuh ayat dalam Surat Al-Fatihah yang sering dibaca sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Hijr ayat 87:

 

‎وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ


 
Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung.”

 

Kelima, Allah menghiasi manusia dengan tujuh anggota tubuh yang dihiasi dengan 7 macam ibadah, yaitu 2 (dua) tangan untuk berdoa, 2 (dua) dua Kaki untuk berkhidmah dalam kebaikan, 2 (dua) Lutut untuk bersimpuh kepada Allah, dan 1 (satu) wajah untuk bersujud kepada-Nya. Allah berfirman dalam Surat Al-‘Alaq ayat 19:

 

‎وَٱسۡجُدۡ وَٱقۡتَرِب

 “Dan sujudlah serta dekatkanlah dirimu kepada Allah.”

 

Keenam, Allah menjadikan umur manusia menjadi tujuh masa, yaitu (1) radli’ (masa menyusui), (2) fathîm (masa penyapihan), (3) shabiy (masa kanak-kanak), (4) ghulâm (masa remaja), (5) syâb (masa pemuda), (6) kahl (masa dewasa), dan (7) syaikh (masa tua).

 

Selain itu, Syekh al-Hamidi juga mengungkapkan jumlah 7 kata dalam kalimat tauhid, yaitu:

 

‎ لآ اِلٰهَ إِلَّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُلُ اللّهِ 

 

Kalimat tersebut jika dipecah akan menjadi 7 kata yaitu: (1) لآ (Tidak ada), (2) اِلٰهَ (Tuhan), (3) إِلّا (kecuali), (4) اللّهُ (Allah), (5) مُحَمَّدٌ (Muhammad), (6) رَسُوُل (utusan), dan (7) اللّهِ (Allah).

 

Allah berfirman dalam Surat Al-Fath ayat 26:

 

‎وَاَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوٰى وَكَانُوْٓا اَحَقَّ بِهَا وَاَهْلَهَا ۗوَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

 

“Dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat takwa dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

 

Ketujuh, Allah menghiasi bumi ini dengan adanya tujuh wilayah/teritorial, yaitu (1) Hidustan, (2) Hijaz, (3) Bashrah, Badiyah dan Kufah; (4) Irak, Syam, dan Khurasan sampai Balkha; (5) Romawi dan Armenia, (6) negara tempat Ya’juj dan Ma’juj, dan (7) China dan Turkistan.

 

Itulah penjelasan yang disampaikan oleh Syekh al-Hamdani mengenai keistimewaan angka 7. Umumnya, kitab As-Sab’iyyat fi Mawa’idhil Bariyyat yang beredar di pasaran digabungkan dengan kitab Al-Majalisus Saniyyah, tepatnya berada di pinggir kitab.

Kenapa Angka 7 Ada Garis di Tengah

pernah gak sih kamu terpikirkan kenapa ada orang yang menulis angka tujuh dengan garis di tengah namun ada juga orang yang menulis tanpa garis tengah?

Wah kenapa ya? ada hubungan apa nih antara angka tujuh dengan garis di tengah? Kalau kamu udah kepo banget sama jawabannya, yuk simak ulasan berikut!

Bilangan India

Evolusi Bilangan India
Evolusi Bilangan. (Sumber: wikimedia.org)

Tahukah kamu kalau angka-angka yang sudah dipakai oleh masyarakat sekarang merupakan angka yang berasal dari India?

Secara tidak langsung, India mempunyai andil penting dalam evolusi angka yang nantinya disebarluaskan oleh negara Timur Tengah.

Bingung ya? Jadi gini, awal mulanya Babylonia dan Maya membentuk sistem bilangan yang masih sangat rumit dan kurang efisien. Ditambah belum terbentuknya bilangan nol (0) dalam sistem bilangan mereka.

Maka dari itu, India membuat sendiri bilangan atau notasi khusus pada masing-masing bilangan satu sampai sembilan. Awalnya, bilangan India belum sempurna karena masih menggunakan tanda tertentu (tanda kha) di antara bilangan lain untuk menuliskan bilangan nol.

Contohnya seperti 304, di antara bilangan 3 dan empat disisipkan sebuah tanda kha untuk membedakan bilangan puluhan (34) dengan bilangan ratusan (304).

Tanda Kha berarti kosong atau lubang. Biasanya dilambangkan dengan menggambar titik atau lingkaran di tengah-tengah atas bilangan satu sampai sembilan.

Seiring berjalannya waktu, tanda kha berevolusi menjadi bilangan nol (0) yang kita gunakan sekarang. Sekiranya catatan pertama penggunaan bilangan nol muncul dan digunakan sekitar abad ke 9 di sebuah prasasti.

Tertulis dalam sebuah prasasti bahwa orang-orang India membuat taman berukuran 187x570 hasta, taman tersebut dapat menghasilkan bunga yang dapat dirangkai sampai 50 karangan bunga untuk dipersembahkan ke kuil-kuil terdekat.

Uniknya, penulisan bilangan tersebut sangatlah mirip dengan penulisan bilangan sekarang, namun yang membedakan hanya bilangan nol yang ditulis lebih kecil dan lebih tinggi daripada bilangan lainnya.

Adopsi Bilangan India

Al-Khwarizmi Penemu Aljabar

Mohammed ibn-Musa-al Khwarizmi (Sumber:www.amust.com.au)


Selanjutnya, bilangan India ini diadopsi oleh bangsa Persia dan bangsa Arab. Salah satu orang yang paling berjasa menyebarkan sistem bilangan India ke Persia adalah Mohammed ibn-Musa al-Khwarizmi. Yup! Ia adalah matematikawan terkenal yang berhasil menciptakan aljabar.

Nah, Khwarizmi mulai mengenalkan bilangan India ke masyarakat luas melalui bukunya yang berjudul Calculation with Hindu Numerals (Pengiraan dengan Angka Hindu). Selain Khwarizmi, terdapat ahli matematika lainnya dari Arab yaitu Al-Kindi yang mengenalkan bilangan India melalui bukunya yang berjudul fi Isti’mal al-‘Adad al-Hindi (Tentang Penggunaan Angka India).

Mereka juga mempopulerkan bilangan nol sebagai simbol ketiadaan berasal dari bangsa India. Selanjutnya, pemakaian bilangan India juga menyebar sampai ke Arab Barat melalui negara-negara Afrika seperti Libya. Nantinya juga, negara-negara tersebut yang memperkenalkan bilangan India ke Eropa melalui perdagangan.

Maka dari itu, bilangan India bisa tersebar sampai ke penjuru Eropa. Sebabnya juga bangsa Eropa mengenal bilangan India sebagai bilangan Arab seperti yang telah kita kenal sekarang.

Kenapa Ada Garis Kecil di Bilangan Tujuh?

Evolusi Bilangan

Evolusi Bilangan India-Arab Timur-Modern Hindu-Arab. (Sumber:pulsations.wordpress.com )


Belum diketahui pasti kenapa ada guratan atau garis horizontal kecil pada bilangan tujuh (7) namun penjelasan yang paling masuk akal dalam sejarah adalah adanya perubahan atau evolusi dari bilangan India asli ke bilangan yang kita kenal sekarang.

Semenjak bilangan India tersebar ke penjuru Eropa, bentuk bilangan pun secara tidak sengaja berubah agar lebih efisien dalam penulisannya. Nah, karena bentuk penulisan bilangan satu (1) hampir sama dengan bentuk penulisan bilangan tujuh (7), maka dari itu dibuatlah garis horizontal kecil pada angka tujuh untuk membedakan bilangan satu dengan bilangan tujuh. Garis horizontal dalam bilangan tujuh ini biasanya digunakan dalam tulisan tangan di Eropa sana.

Nah, gimana nih cerita sejarah terbentuknya bilangan sampai sekarang? Menarik kan! Sekarang kamu gak perlu bingung lagi deh kenapa angka 7 ada garis kecil di tengah karena evolusi tersebut hadir untuk menyesuaikan kehidupan kita!

Demikian artikel mengenai "Keistimewaan Angka 7 menurut Syekh Al-Hamdani", semoga ada manfa'atnya.

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape  

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Translate

Artikel Terbaru

Pra Finalisasi Non ASN Kementerian Agama, Cek Nama Kamu Sekarang !

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته بسم الله و الحمد لله اللهم صلى و سلم على سيدنا محمد و على أله  و صحبه أجمعين Salam Sahabat  Hanap...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI