Breaking News

02 August 2017

Daftar yang Mesti Dikerjakan PTK, Operator, dan Kamad di Simpatika 2017

Periode verval PTK melalui layanan Simpatika di Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 resmi dibuka mulai 1 Agustus kemarin. Lalu, apa saja yang harus dikerjakan atau dilakukan oleh oleh PTK, Operator (Admin) Madrasah, dan Kepala Madrasah pada periode verval kali ini?

Berikut adalah daftar kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap PTK, Operator Madrasah, dan Kepala Madrasah pada periode verval Simpatika Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018.


Hasil gambar untuk yang harus dilakukan PTK simpatika



Yang Harus Dikerjakan PTK


Daftar pekerjaan yang harus dikerjakan oleh PTK antara lain, adalah:

1. Melakukan Keaktifan Diri

Keaktifan diri (Portofolio) menjadi tahapan wajib dalam setiap periode verval Simpatika, termasuk pada semester kedua ini. PTK yang tidak melakukan keaktifan diri, dianggap tidak aktif mengajar sehingga hak-hak-nya sebagai pendidik akan ikut hangus. Jika dua semester berturut-turut tidak melakukan pengaktifan diri, maka akun Simpatika PTK tersebut dinonaktifkan oleh sistem.

Karena itu jangan sampai tidak melakukan pengaktifan diri.
Khusus untuk Kepala Madrasah, Keaktifan Diri dan Cetak Kartu baru dapat dilakukan setelah melakukan Ajuan Keaktifan Kolektif (S25a). Sedang bagi pengawas, setelah PTK dan Kepala Madrasah binaannya aktif semua.

2. Mencetak Kartu Simpatika

Setelah melakukan pengaktifan diri, jangan lupa untuk mencetak Kartu Simpatika. Kartu Simpatika (atau disebut juga Kartu PTK atau Kartu NUPTK) menjadi salah satu bukti keaktifan seorang PTK, di samping cetak portofolio. Sehingga kerap kali harus dilampirkan dalam berbagai pengumpulan berkas di lingkungan Kementerian Agama.

Khusus untuk Kepala Madrasah, Keaktifan Diri dan Cetak Kartu baru dapat dilakukan setelah melakukan Ajuan Keaktifan Kolektif (S25a). Sedang bagi pengawas, setelah PTK dan Kepala Madrasah binaannya aktif semua.

3. Mencetak Portofolio

Sebagaimana Kartu Simpatika, Cetak Portofolio kerap menjadi persyaratan bagi PTK yang mengikuti berbagai program pengembangan dan kesejahteraan yang diselenggarakan Kemenag. Dalam Portofolio tersebut tertera data- data PTK, mulai dari data personal, satminkal, data kepegawaian, riwayat pendidikan, NPK, riwayat Inpassing, hingga riwayat mengajar.

Cetaklah portofolio setelah Kepala Madrasah mengajukan Keaktifan Kolektif (S25a) dan telah disetujui admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota (menerima S25b).

4. Update Portofolio

Sebelum dicetak, pastikan data-data dalam portofolio telah benar. Jika belum, lakukan update portofolio lalu cetak S12 (Perubahan Data). S12 dikirim ke admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota untuk mendapat persetujuan (dibuktikan dengan cetak S13)

5. Mencetak SKMT dan SKBK

SKMT (Surat Keterangan Melaksanakan Tugas Guru) dan SKBK (Surat Keterangan Beban Kerja) akan dapat dicetak langsung dari sistem layanan Simpatika. Keduanya terkait dengan pengisi Jadwal Mengajar Mingguan, Daftar Siswa, Data Kelas, Kurikulum, dan Profil Madrasah. Karena itu pastikan Kepala Madrasah atau Admin Madrasah telah mengisi Jadwal Mengajar Mingguan, Daftar Siswa, Data Kelas, Kurikulum, dan Profil Madrasah dengan benar sebelum mengajukan Keaktifan Kolektif (S25a).

9. Pengajuan NPK Baru

NPK akan otomatis muncul dan tertera di Kartu PTK dan Portofolio bagi guru PNS dan Non PNS yang telah memiliki NUPTK. Bagi yang belum dapat mengajukan diri untuk mendapatkan NPK, tentunya bagi yang memenuhi syarat.

10. Pengajuan NUPTK Baru

Bagi PTK yang belum memiliki NUPTK dapat mengajukan diri untuk memperoleh NUPTK. 


Yang Harus Dikerjakan oleh Operator Madrasah


Dalam Simpatika, tugas dan kewenangan operator madrasah, dikerjakan langsung oleh Kepala Madrasah. Atau bisa diartikan, Simpatika di tingkat madrasah, tidak membutuhkan admin atau operator. Cukup dilakukan secara langsung oleh Kepala Madrasah melalui akun Simpatika Kepala Madrasah.

Namun, jika madrasah ingin tetap mengangkat operator atau admin tetap diperbolehkan dan bisa dilakukan. Dengan catatan, semua yang dikerjakan oleh operator menjadi tanggung jawab Kepala Madrasah.

Karena itu, yang harus dikerjakan oleh operator madrasah tentu sama dengan yang dikerjakan oleh Kepala Madrasah.


Yang Harus Dikerjakan Oleh Kepala Madrasah


Kepala Madrasah, selain melakukan verval untuk dirinya sendiri (sebagai PTK) pun harus mengelola akun Madrasah dengan berbagai tugas dan kewenangan tersendiri. Adapun pekerjaan yang harus dilakukan oleh Kepala Madrasah pada periode verval Simpatika Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 ini adalah:

1. Cek dan lengkapi data Profil Madrasah

Profil Madrasah mencakup Info Madrasah, Peta Lokasi Madrasah, dll.

2. Cek dan lengkapi data terkait Kurikulum

Menu Kurikulum mencakup Daftar Mapel, Daftar Muatan Lokal, dan Daftar Ektrakurikuler di madrasah tersebut.

3. Cek dan lengkapi Daftar Kelas

Daftar Kelas ini nanti akan sangat berpengaruh pada 'Pemetaan Kelebihan/Kelebihan Guru Mapel' dan cetak SKBK dan SKMT. Karena itu data tentang kelas ini harus diisi dengan benar.

4. Cek dan lengkapi Daftar Siswa

Seperti Daftar Kelas, Daftar Siswa pun berpengaruh pada 'Pemetaan Kelebihan/Kelebihan Guru Mapel' dan cetak SKBK dan SKMT. Jangan lupa untuk memasukkan semua siswa di madrasah yang bersangkutan.

5. Isi Jadwal Mingguan

Jadwal Mingguan berisikan jadwal mengajar semua guru di madrasah yang bersangkutan. Hasil isian jadwal mengajar ini akan menjadi syarat diterimanya Ajuan Keaktifan Kolektif (S25a) dan otomatis tercatat dalam portofolio masing-masing guru. Di samping itu juga menjadi dasar penerbitan SKBK dan SKMT.

Karena itu Kepala Madrasah harus mengisi jadwal mengajar ini secara benar dan bijaksana.

6. Cetak S25 (Keaktifan Kolektif)

Setelah poin 1-5 di atas terselesaikan, segeralah untuk mencetak S25 (Ajuan Keaktifan Kolektif) untuk diajukan ke admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota. Sebelumnya pastikan juga semua PTK di madrasah yang bersangkutan telah aktif.

Setelah S25 disetujui oleh admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota (terbit S25b), Kepala Madrasah baru bisa melakukan Keaktifan Diri dan Cetak Kartu Simpatika.

Cetak S25a ini pun pasti akan diuber-uber oleh pengawas masing-masing. Karena jika ada Kepala Madrasah yang belum aktif, maka pengawas pun tidak dapat melakukan Pengaktifan Diri.

Itulah berbagai hal yang harus dilakukan oleh PTK, Operator Madrasah, dan Kepala Madrasah dalam verval Simpatika periode Semester 1 Tahun pelajaran 2017/2018.
Protected by Copyscape
Comments
0 Comments

No comments:

Translate

Artikel Terbaru

Cara Setting ARD Agar Bisa Diakses Lewat Jaringan Wifi

Assalaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com Berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor : 1594/DJ.I/D...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI