Breaking News

02 September 2017

TERIMA KASIH PLN

Hasil gambar untuk Terimakasih PLN
Seperti sudah menjadi tradisi disetiap mati lampu selalu berhamburan kata-kata kotor dan kalimat sampah yang ditujukan kepada PLN. Bungul, tambuk, hungang dan kata-kata tidak pantas lainnya sepertinya menjadi kalimat sahih yang layak di ucapkan. Sungguh miris membacanya, apalagi kalimat itu di tulis oleh orang yang notabenenya berpendidikan.
Penjelasan PLN kalsel/teng sepertinya tidak meredakan kemarahan orang-orang kalap ini. Tuduhan bahwa fihak PLN sengaja mematikan listrik di malam Idul Adha bahkan sempat terlontar “ Orang Islam jua kah bos PLN tu” begitu komentar yang ditulis seseorang. “Jangan pilih lagi Pemimpin yang tidak pro rakyat” kata yang lainnya menimpali. Oh rupanya mati lampu pun bisa dibawa-bawa ke ranah agama dan politik.
Tapi syukurnya diantara sekian banyak kata-kata makian masih ada orang yang berpikiran positif dan berkata “Alhamdulillah .. ada hikmah dari lampu padam sejak jam 14.30 sampai skrg, aku bisa menikmati cahaya bulan secara purna .. hal yg sudah lama tidak lagi kurasakan ....”
Mengapa kita tidak pernah mengambil hikmah dari sebuah kejadian, apakah dengan memaki bisa menghidupkan lampu. Mengapa tidak mencoba menikmati kegelapan, siapa tahu dengan matinya lampu kita bisa bercengkrama bersama keluarga dengan lebih asyik tanpa terganggu suara siaran televisi. Bukankah di malam gulita kita bisa menikmati kecantikan wajah isteri tercinta yang sedang diterpa cahaya rembulan….lantas kita senandungkan sebait puisi “Oh Bulan Datanglah..” persis seperti iklan obat terlambat datang bulan. Ah, sungguh romantis..tis..tis!
Disaat menulis ini suasana dirumahku pun sama dengan mereka yang lagi ngomel-ngomel itu. Yah kita sama-sama mati lampu dan pengap. Namun di benakku saat ini hanya terbayang para petugas PLN yang tengah berjuang dengan peluh dan keringat bercucuran. Sejak tadi malam mereka berjuang sepenuh tenaga memperbaiki jalur transmisi Saluran udara Tinggi yang mengalami gangguan. Aku yakin mereka tengah berusaha mati-matian dan mungkin sedang bergelantungan diatas tiang yang tinggi mempertaruhkan nyawa agar listrik bisa menyala.
Kebetulan aku mempunyai adik yang bekerja sebagai operator di pembangkit listrik PLN. Jadi tahu persis bagaimana perasaan para petugas lapangan itu disaat lampu padam seperti ini. Justru merekalah yang paling tidak menginginkan LISTRIK MATI. Di saat tidak giliran jaga pun kalau listrik mati dia akan berangkat ke gardu induk untuk turut memperbaiki. Bandingkan dengan seorang perawat rumah sakit, apabila ada pasien yang kritis apakah seorang perawat yang sedang tidak bertugas akan mau datang ke rumah sakit. Tapi itulah faktanya mereka begitu sigap bila ada setiap kerusakan.
Tahukah anda disaat mati lampu seperti ini merekalah yang paling sibuk memperbaiki, mereka bekerja tak kenal lelah dari memutar baut, mengangkat material yang lumayan berat, memasang alat pengganti yang entah apa namanya, badan dan baju merekapun berlumuran olie persis montir mobil di sebuah bengkel. Dan dengan mata kepala sendiri saya beruntung pernah menyaksikan itu.
Terlalu naif tuduhan yang mengatakan PLN segaja melakukan pemadaman di malam hari raya . Mereka pun tentunya ingin bergembira merayakan takbir bersama kita. Mereka justru orang yang paling dag dig dug apabila di malam besar seperti itu sampai mati lampu. Namun apa daya yang namanya musibah dan gangguan datangnya bisa kapan saja walaupun kehadirannya sering tak di undang.
Menyalahkan adalah pekerjaan paling gampang di dunia ini. Tetapi kalau kita mengenal dan faham apa yang telah diperbuat dan dikerjakan orang lain tentunya kita akan berpikir seribu kali untuk melontarkan tuduhan dan makian.
Terima kasih PLN…Mudahan malam ini sudah bisa normal. Kasihan tetangga saya sudah terlanjur mengundang organ tunggal,,rugi katanya kalau batal…sudah DP ngga bisa joget!
Protected by Copyscape
Comments
0 Comments

No comments:

Artikel Terbaru

Anak Dipukul Kepala Sekolah, Ortu Siswa SD di Jombang Lapor Polisi

Yongki Harsandi (38) mengadukan dugaan kekerasan yang dialami anaknya di sekolah ke Polres Jombang. Anaknya yang kini duduk di bangk...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI