Breaking News

08 March 2021

"Pengertian, Hukum, Tata Cara dan Keutamaan Shalat Dhuha" - Materi Fikih MI


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صلى على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Setiap hari selasa, rabu, kamis dan jum'at pukul 07.30 sekolah Utuh selalu mengadakan acara shalat dhuha bersama-sama. Kegiatan ini selain dimaksudkan untuk shalat dhuha namun juga dimaksudkan sebagai salah satu bentuk pendidikan shalat berjamaah untuk para siswa. Pada awalnya, Utuhl merasa agak heran karena shalat dhuha yang katanya lebih baik dikerjakan secara munfarid (sendirian) malah dikerjakan secara berjamaah.

Utuh bertanya kepada gurunya: “Pak Guru, bukankah shalat dhuha lebih afdhal dikerjakan secara sendirian? Kenapa di sekolah kita dikerjakan secara berjamaah?”

Pak Guru menjawab: “Benar sekali Utuh, shalat dhuha memang tidak dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah dan apabila dikerjakan secara berjamaah juga tidak mendapat pahala berjamaah, namun apabila dikerjakan secara berjamaah untuk mengajari siswa maka akan mendapat pahala belajar dan mengajar.”

Utuh menjawab kembali: “Oh, begitu ya pak? Terima kasih atas penjelasannya, saya jadi tidak ragu lagi untuk mengikuti jamaah shalat dhuha di sekolah.”

A. Ketentuan Shalat Dhuha

Pada sub-bab ini kita akan membahas tentang pengertian shalat dhuha, hukum shalat dhuha serta tata cara shalat dhuha

1. Pengertian Shalat Dhuha 

Apa kamu tahu apa itu shalat dhuha?
Shalat dhuha adalah salat sunnah yang dilakukan seorang Muslim ketika waktu dhuha.
Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga sebelum waktu zuhur. 

Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Shalat dhuha dikerjakan setiap dua rakaat salam. Shalat dhuha lebih baik dikerjakan secara munfarid(sendirian) namun jika untuk tujuan pembelajaran, maka boleh juga dilaksanakan secara berjamaah. 

2. Hukum Shalat Dhuha

Shalat dhuha hukumnya sunnah muakkad. Sunnah artinya jika kita kerjakan akan mendapatkan pahala namun jika kita tinggalkan tidak berdosa, sedangkan muakkad artinya sangat dianjurkan. 

Perbuatan yang hukumnya sunnah muakkad adalah perbuatan yang hampir-hampir tidak pernah dilewatkan oleh Rasulullah Saw. Oleh karena itu, meskipun meningalkan shalat dhuha tidak berdosa, namun sebagai bukti cinta kita pada Rasulullah Saw. sebaiknya kita merutinkan shalat dhuha.

Adapun dalil-dalil tentang kesunnahan shalat dhuha antara lain: 

Dari Abu Dzar ra., Nabi Saw. bersabda:

« يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى »

Artinya:
“Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua raka’at” (HR. Muslim). 

Dalam hadis tersebut dikatakan bahwa shalat dhuha dua rakaat mampu mencukupi sedekah bagi seluruh persendian manusia yang seluruhnya ada 360. Artinya hadis tersebut merupakan sebuah bukti bahwa shalat dhuha adalah shalat yang sangat mulia meskipun hanya dilaksanakan sebanyak dua rakaat.

3. Tata Cara Shalat Dhuha

Bagaimana cara kita melaksanakan shalat dhuha? Cara shalat dhuha sama seperti shalat fardhu biasa. Shalat dhuha dapat dilaksanakan 2-12 rakaat dengan dilaksanakan setiap dua rakaat salam. Dengan demikian, tata cara shalat dhuha antara lain:

a. Niat

Bacaan niat sholat dhuha

Artinya:
“Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala”.  

b. Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram dilaksanakan dengan membaca:

 اللهُ أكْبَرُ
dengan bersamaanََّّ niat shalat di dalam hati.

HATI-HATI;
Untuk wanita, harus lebih berhati-hati ketika takbiratul ihram agar lengannya tidak terlihat saat mengangkat tangan. Hal ini biasanya terjadi jika kita menggunakan mukena potongan, ketika kita mengangkat tangan untuk takbiratul ihram mukena terangkat sehingga lengan terlihat apabila tidak menggunakan pakaian panjang. Ini menyebabakan shalat kita tidak sah karena aurat kita terbuka.

c. Membaca surah al fatihah dan surah pendek

Adapun surah pendek yang disunnahkan ketika shalat dhuha adalah surah asy Syams pada rakaat awal dan surah ad dhuha pada rakaat kedua. 

Hal ini didasarkan pada sebuah hadis yang artinya rtinya: “Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surah Wasysyamsi wadhuhaa haa dan surah Adh-Dhuha.”(HR. Ad-Dailami)

d. Ruku’ disertai tuma’ninah 

Saat posisi ruku’, punggung dan kepala harus lurus. Setelah posisi badan dan kepala lurus kemudian melaksanakan tuma’ninah. Tuma’ninah yaitu berhenti sebentar seukuran membaca lafal tasbih.

HATI-HATI;
Dalam posisi ruku’, perempuan juga rentan batal shalatnya apabila memakai mukena potongan dan tidak memakai pakaian panjang dan jilbab di dalamnya. Hal ini karena aurat mereka (tangan, dada dan leher) dapat terlihat dari bawah ketika ruku’. 

e. I’tidal kemudian tuma’ninah

I’tidal adalah posisi berdiri tegak setelah ruku’ 

f. Sujud pertama kemudian tuma’ninah 

Sujud dilaksanakan dengan menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan serta ujung jari kedua kaki ke lantai. Ketiga anggota sujud tersebut haruslah menempel di tempat shalat tanpa terhalang oleh benda yang bergerak bersama kita seperti mukena bagi wanita atau rambut/ peci bagi laki-laki.

HATI-HATI:
Dalam posisi sujud, jika dahi/ hidung/ telapak tangan kita tidak menempel di tempat shalat karena terhalang oleh benda yang bergerak bersama kita maka sujudnya tidak sah sehingga shalatnya tidak sah pula.

Dapat kita lihat pemakaian mukena jangan sampai menutupi bagian dahi yang merupakan anggota sujud yang wajib terbuka. Pemakaian mukena semacam ini membuat sujud tidak sah sehingga berakibat pada tidak sahnya shalat yang kita lakukan.

Permasalahan lain yang biasanya dihadapi perempuan saat sujud adalah kakinya tidak tertutup dengan sempurna. Hal ini juga mengakibatkan batalnya shalat karena tidak memenuhi syarat shalat yaitu menutup aurat.

g. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Duduk di antara dua sujud dilaksanakan dengan cara duduk iftirasy. Duduk iftirasy adalah duduk di atas kaki kiri sedangkan kaki kanan ditegakan. 

h. Sujud yang kedua disertai tuma’ninah

Langkah-langkah ini diulang sampai dua rakaaat

i. Membaca tasyahud akhir 

j. Membaca shalawat atas Rasulullah Saw. 

k. Salam 

l. Tertib 

Tertib artinya berurutan dari awal hingga akhir. Tidak boleh mendahulukan rukun yang seharusnya berada di akhir dan sebaliknya. 

m. Berdoa sesudah shalat dhuha Adapun doa sesudah shalat dhuha yaitu:


B. Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan shalat dhuha antara lain: 

1. Menjadi sedekah bagi seluruh persendian tubuh
Sebagaimana hadis yang telah disebutkan di depan bahwa shalat dhuha bisa menjadi sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia. 

2. Merupakan ghanimah (keuntungan) terbanyak
Hal ini didasarkan atas sabda Rasulullah Saw.:

Artinya: “Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad).

 3. Membawa kecukupan sepanjang hari
Shalat dhuha mendatangkan kecukupan kita selama sehari di hari kita shalat dhuha. Hal ini berdasarkan hadis Qudsi yang artinya:
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

4. Dibangunkan sebuah rumah di surga Bagi orang yang rajin shalat dhuha maka akan dibangunkan rumah di surga oleh Allah Swt.. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw.: Dari Abu Musa Ra., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
“Siapa yang shalat Dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zuhur empat raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. ath-Thabrani)

5. Mendapat pahala haji dan umrah yang sempurna Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw. bersabda:
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. atTirmidzi)

6. Mendapatkan ampunan dosa Nabi Saw. bersabda yang artinya:
Barangsiapa yang melaksanakan shalat dhuha secara terus menerus, maka akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan. (HR. Al-Tirmidzi) 

7. Tidak dianggap sebagai orang lalai Orang yang selalu melaksanakan shalat dhuha dianggap sebagai orang yang terus mengingat Allah dan bukan orang yang lalai. 

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw.yang artinya:
“Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai” (HR. Baihaqi dan An Nasa’i). 

RANGKUMAN;

1. Shalat dhuha adalah salat sunnah yang dilakukan seorang Muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. 

2. Shalat dhuha hukumnya sunnah muakkad 

3. Tata cara shalat dhuha hampir sama dengan tata cara shalat fardhu hanya berbeda pada niat dan doanya saja. Shalat dhuha bisa dikerjakan 2-12 rakaat dengan tiap dua rakaat salam. 

4. Keutamaan shalat dhuha antara lain: menjadi sedekah bagi seluruh persendian tubuh, merupakan ghanimah (keuntungan) terbanyak, membawa kecukupan sepanjang hari, dibangunkan sebuah rumah di surga, mendapat pahala haji dan umrah yang sempurna, mendapatkan ampunan dosa, serta tidak ditulis sebagai orang yang lalai.

Untuk lebih menambah pemahaman, silakan klik video dibawah ini mengenai penjelasan materi diatas;

Terimakasih atas kunjungannya, untuk dapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)

    و صلى على سيدنا محمد و على أله
     و صحبه أجمعين
    ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

    Protected by Copyscape
    Comments
    0 Comments

    No comments:

    Translate

    Artikel Terbaru

    Kemenag Terbitkan Edaran Prokes Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Qurban 1442 H

      السلام عليكم و رحمة الله و بركاته بسم الله و الحمد لله اللهم صلى على سيدنا محمد و على أله  و صحبه أجمعين Salam Sahabat  Hanapi Bani...

    Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI