Breaking News

28 Desember 2021

Daftar Tunggu Haji Pringsewu Sampai 22 Tahun, Kemenag Canangkan Program Haji Muda

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صلى على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

Pringsewu --- Ibadah haji merupakan ibadah fisik. Rukun-rukun yang dilaksanakan selama ibadah haji membutuhkan fisik prima agar kualitas ibadah menjadi baik. Kendala-kendala akan dihadapi manakala seseorang melaksanakan haji dalam kondisi lemah ataupun sakit.

Berdasarkan hal ini, jamaah haji dalam usia muda akan menjadi ideal karena masih memiliki fisik yang kuat dalam menjalani aktivitas ibadah di tanah suci. Apalagi saat ini daftar antri berangkat haji sudah mencapai puluhan tahun di banyak provinsi.

Mengurangi risiko ini, saat ini Kemenag Pringsewu tengah meluncurkan program Haji Muda atau Haji Milenial di mana Kemenag mendorong para anak-anak muda untuk mendaftar haji segera. Dengan hal ini diharapkan jamaah bisa terhindar dari risiko tinggi di tanah suci.

"Saat ini daftar tunggu haji di Pringsewu mencapai 22 tahun," ungkapnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H Ahmad Rifai di Bandarlampung, Ahad (26/12/2021).


"Kalau kita daftar umur 60 tahun berarti kita berangkatnya umur 82 tahun. Kondisi fisik pasti berkurang. Bisa jadi berjalan sudah sulit," katanya.

Panjangnya daftar antrian haji ini juga ditambah dengan kondisi jamaah haji Indonesia yang sudah dua tahun ini tidak diberangkat ke tanah suci. Semua ini akibat kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang tidak memberikan izin jamaah dari luar negeri untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima karena pandemi Covid-19 yang masih melanda secara global di seluruh penjuru dunia.

Berdasarkan data dari Kementerian Agama, antrian tercepat keberangkatan calon jamaah adalah Kabupaten Maybrat, Papua Barat pada tahun 2029. Sementara ada daerah yang periode antriannya sampai dengan tahun 2065 dan menjadi yang paling lama antrian menunggunya yakni Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Berikut 5 daerah dengan antrian haji paling lama:

Kab. Bantaeng. Kuota Jamaah:182. Tahun Berangkat: 2065. Jumlah Pendaftar: 8131
Kab. Sidrap. Kuota Jamaah: 250. Tahun Berangkat: 2064. Jumlah Pendaftar:10752
Kab. Pinrang. Kuota Jamaah: 355. Tahun Berangkat: 2062. Jumlah Pendaftar:14740
Kab. Wajo. Kuota Jamaah: 401. Tahun Berangkat: 2060. Jumlah Pendaftar:15886
Kota Pare-Pare. Kuota Jamaah:120. Tahun Berangkat: 2059. Jumlah Pendaftar: 4680


Berikut 5 daerah dengan antrian haji paling cepat:

Kab. Maluku Tenggara Barat. Kuota Jamaah:10. Tahun Berangkat: 2032. Jumlah Pendaftar: 113. Kab. Buru Selatan. Kuota Jamaah: 45. Tahun Berangkat: 2032. Jumlah Pendaftar: 509. Kab. Maluku Barat Daya. Kuota Jamaah: 4. Tahun Berangkat: 2032. Jumlah Pendaftar: 48. Kab. Mahakam Ulu. Kuota Jamaah: 6. Tahun Berangkat: 2030. Jumlah Pendaftar: 60. Kab. Maybrat. Kuota Jamaah: 2. Tahun Berangkat: 2029. Jumlah Pendaftar:17. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Daftar Tunggu Haji Pringsewu Sampai 22 Tahun, Kemenag Canangkan Program Haji Muda", semoga bermanfa'at. 

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar blog ini terus berkembang dan berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at dunia dan akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI

atau gabung bersama Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; 
(Klik DISINI)

و صلى على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Protected by Copyscape


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Translate

Artikel Terbaru

Khutbah Idul Adha: Hikayat Nabi Ibrahim dalam Haji dan Kurban

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته بسم الله و الحمد لله اللهم صلى و سلم على سيدنا محمد و على أله  و صحبه أجمعين Salam Sahabat  Hanap...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI