Breaking News

27 October 2019

PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA

www.hanapibani.com

AMUNTAI – Sebanyak 20 peserta dari beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tampak antusias mengikuti program pelatihan pengolahan pangan untuk meningkatkan ekonomi keluarga stunting yang digelar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten HSU. Pelatihan digelar dari tanggal 22-27 Oktober 2019.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid dalam arahannya di sela kegiatan, Jumat (24/10), mengatakan betapa berharganya pelatihan yang diberikan selama beberapa hari ini, karenanya disamping menyimak dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh selama pelatihan, diharapkan para peserta dapat terus mengembangkan potensi yang ada di desanya masing-masing.
“Hanya orang-orang terpilih yang dapat ikut serta dalam pelatihan ini, banyak orang yang ingin ikut, tetapi hanya ibu-ibu inilah yang menjadi orang-orang pilihan itu, mewakili desa dan kecamatan masing-masing,” ujar Anisah yang juga sebagai ketua TP PKK Kabupaten HSU ini
Lebih dari itu, Anisah berharap ilmu dan keterampilan yang didapat selama pelatihan dapat dikembangkan dan diajarkan kembali kepada masyarakat yang ada di desa masing-masing.
Dirinya juga mengarahkan untuk dapat memanfaatkan dana desa kedepannya untuk dapat membantu pengembangan pengolahan pangan di desanya, dengan mengajukan anggaran kepada Kepala Desanya masing-masing.
“Sejak sekarang mulailah melapor kepada Kades, buat anggaran untuk pengembangan pengolahan pangan ini,” imbuh Anisah.
Sebelumnya, Kepala Disperindagkop UKM HSU H Akhmad Redhani Effendi mengatakan, kegiatan ini merupakan program Disperindagkop-UKM bersama Tim Penggerak PKK HSU dalam rangka memenuhi gizi dan meningkatkan pendapatan keluarga khususnya bagi kader desa stunting.
“Melalui kegiatan ini, juga kiranya dapat memberikan ide pemanfaatan bahan-bahan olahan yang inovatif, bernutrisi, dan bergizi seperti olahan labu, sosis Ikan, jangung manis klumer, juga kue labu kenyal misalnya,” kata Effendi.
Selain itu, Effendi mengaku bersyukur setelah berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama ini salah satunya seperti kegitan-kegiatan ini sudah membuahkan hasil, yakni angka penurunan stunting di Kabupaten HSU berhasil dengan baik.
“Hal ini dapat dibuktikan dengan diraihnya penghargaan oleh Kabupaten HSU sebagai kabupaten paling inovatif pada kategori kinerja kabupaten dalam pelaksanaan konvergensi intervensi stunting terintegrasi di provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019,” pungkasnya.
Adapun dalam kegiatan ini diajarkan beberapa pengolahan pangan seperti pengolahan choco chip, kue putri salju, brownis kukus, donat premium, nugget ikan, pentol ikan, kaki naga, otak-otak ikan, pempek, ditambah dengan praktek pengemasan pangan agar berkesan unik dan menarik. 
Comments
0 Comments

No comments:

Translate

Artikel Terbaru

CARA DAFTAR CPNS 2019

Assalaaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com Sekedar dengan niatan ingin membantu para Sobat yang masih bingung untuk melakukan pend...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI