Breaking News

16 October 2019

Kisah Sohibul Izar, Penyuluh Teladan Nasional Membangun Harapan Bajulmati

www.hanapibani.com

Hati Sohibul Izar resah, ketika ia menyaksikan laki-laki dan perempuan dewasa masih terbiasa mandi di sungai yang sama. Ia makin resah, tatkala menyaksikan banyak anak tak sekolah. Mereka terpaksa harus bekerja mencari nafkah untuk membantu orang tua. Himpitan ekonomi alasannya. 
Itulah sekelumit gambaran keadaan yang disaksikan Sohibul Izar kala pertama kali datang ke Desa Bajulmati, Kecamatan Gadangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa pesisir pantai yang berjarak sekitar 57 Km dari Kota Malang ini, memiliki kondisi sosial ekonomi yang memprihatinkan. Rapuhnya pengetahuan apa lagi pengamalan agama, ditambah dengan lemahnya kondisi ekonomi masyarakat. 
Sohibul Izar, sebagai penyuluh agama pun bertekad memperbaiki tatanan kehidupan warga Bajulmati. Pria kelahiran Mojokerto tahun 1966 ini, memulai dakwahnya dengan mendirikan sebuah lembaga sosial yang ia beri nama "Harapan Bajulmati", sebuah nama yang menjadi cita-cita dan harapannya untuk desa tercinta.
Sesuai dengan kebutuhan warga, lembaga sosial yang ia dirikan berfokus pada bidang pendidikan, wirausaha, pelayanan jasa, dan konservasi yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Keseluruhan program itu ia bangun dengan manajemen serta adab dan akhlak mulia.
"Harapannya, ini dapat memanggil hati masyarakat untuk bersama memperbaiki kondisi lingkungan," ungkap Kang  Izar, begitu ia biasa disapa.
Ia pun menggagas program penanaman bibit mangrove di desa ini. Selain sebagai upaya pelestarian lingkungan, program ini kemudian menjadi lahan wirausaha masyarakat Bajulmati. 
Kejelian pria 53 tahun ini melihat peluang, membuatnya menginisiasi program wisata petualangan rafting yang banyak diminati kaum muda. "Dari situ, kita menyisipkan dakwah dengan cara-cara santun dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari perilaku islami," jelas Izar. 
Izar juga mendirikan majelis taklim untuk meningkatkan pemahaman keagamaan warga sekitar.Di bidang pendidikan, Izar mendirikan TK dan PAUD yang keseluruhan tenaga pengajarnya adalah Muslim. "Secara otomatis anak-anak usia dini bisa mendapatkan pendidikan dasar agama Islam," tuturnya. 
Program pemberdayaan masyarakat yang ia bangun lantas mengantarkannya menjadi Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019.Tak hanya Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberi apresiasi berupa sepeda motor untuk memudahkan Sohibul Izar membangun cita-citanya.
Perjuangan Izar dapat menjadi inspirasi para Penyuluh Agama Islam lainnya di seluruh tanah air, untuk terus berjuang memperbaiki masyarakat di wilayah masing-masing.
Apresiasi yang diberikan oleh Pemprov Jawa Timur, juga dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia, untuk bersama dengan Kementerian Agama memberdayakan Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak pembangunan masyarakat di bidang agama. 
Comments
0 Comments

No comments:

Translate

Artikel Terbaru

CARA DAFTAR CPNS 2019

Assalaaamu'alaikum Sahabat www.hanapibani.com Sekedar dengan niatan ingin membantu para Sobat yang masih bingung untuk melakukan pend...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI