Breaking News

14 October 2019

MAN 3 Jakarta Juara Lomba Pemetaan Sejarah 2019 di Pekan Kebudayaan Nasional


Tim Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jakarta berhasil menjadi Juara Terbaik 1 Lomba Pemetaan Sejarah 2019. Lomba ini digelar pada Pekan Kebudayaan Nasional yang berlangsung Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (12/10).
Tim MAN 3 Jakarta terdiri dari Zahrah Afifah (XII IPA 1) dan Naufal Mirzadin Asyhari Akbar (XII IPA 1). Di bawah bimbingan guru sejarah, Suci Mariani, keduanya mengangkat tulisan berjudul "Perpindahan Pusat Kota Oud Batavia ke Weltevreden pada Masa Pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808 - 1811)". 
Lomba Pemetaan Sejarah 2019 digelar Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud. Ajang yang mengusung tema “Eksplorasi Sejarah Lokal dalam Peta Digital" ini berlangsung sejak 19 April 2019  dan telah melalui beberapa tahapan seleksi. Tahap pertama adalah Seleksi Proposal yang memilih 25 peserta terbaik untuk mengikuti workshop di Wisma Makara UI, 24 - 27 Juli 2019. Tahap kedua adalah Finalisasi dan Presentasi 10 Karya Terbaik serta dilanjutkan penetapan 3 besar yang dilaksanakan di Hotel Santika Depok, 11 – 12 September 2019. Seleksi terakhir berupa presentasi 3 besar dan penetapan terbaik 1, 2, dan 3.
Selaku dewan juri, Direktur Sejarah Triana Wulandari, Kasubdit Penulisan Sejarah Saptari Novia Stri, Sejarahwan dan Dosen Sejarah UI Kresno Brahmantyo dan Agus Setiawan, Sejarahwan dan Dosen Sejarah UHAMKA Rudi Gunawan, serta Dosen Geografi UI Iqbal Putut Ash Shidiq. Para juri sepakat menetapkan Tim MAN 3 Jakarta sebagai yang terbaik, mengalahkan Tim SMAN 13 Jakarta dan Tim SMAN 44 Jakarta. 
“Lomba ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Saya yang sebelumnya tidak tahu apa-apa tentang bagaimana memetakan sejarah, tapi sekarang saya sudah lebih banyak memahami tentang cara menyajikan sejarah dalam bentuk peta digital,” tukas Naufal Mirzadin di Jakarta, Senin (14/10). 
Zahrah Afifah mengaku tidak menyangka idenya untuk mengangkat peran Daendels bisa mengantarkan tim MAN 3 Jakarta sebagai pemenang. “Sejarah itu kajian konprehensif antara masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Itu yang dikatakan Ibu Suci ketika saya mengajukan tema Daendels. Jadi beliau meminta agar saya lebih spesifik mengulasnya dan muncullah ide untuk mengkaitkan dengan perpindahan ibu kota yang sedang hangat diwacanakan,” ujarnya.
Selaku pembimbing, Suci Muriani menuturkan bahwa, lomba ini menjadi tantangan dan motivasi tersendiri bagi dirinya, karena mendampingi secara langsung penelitian yang dilakukan oleh siswa. “Terbayar lunas rasanya berjalan kaki menelusuri Pelabuhan Sunda Kelapa – Kota Tua – Lapangan Banteng dan Jatinegara,” tuturnya.
Terpisah, Direktur Sejarah Kemendikbud, Triana Wulandari,  saat menutup kegiatan berharap agar informasi sejarah yang bersanding dengan peta digital dapat menghadirkan pembelajaran sejarah yang dinamis dan interaktif bagi siswa. Dengan demikian, nilai-nilai kearifan sejarah dapat diserap secara efektif oleh siswa. Menurutnya, Lomba Pemetaan Sejarah merupakan kompetisi yang mempertandingkan kecakapan (kompetensi) dalam menyajikan informasi sejarah ke dalam bentuk media peta digital. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan, memperkaya, dan menyebarluaskan pengetahuan sejarah kepada generasi muda dengan media pembelajaran sejarah yang lebih interaktif. 
Kasubdit Penulisan Sejarah Saptari Novia Stri mengatakan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran sejarah, jiwa kompetitif, serta sikap kritis siswa. Tiga tujuan inilah yang diharapkan dapat menjadikan generasi muda bangsa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, namun juga berkarakter luhur. 
Para pemenang berhak mendapat hadiah berupa laptop dan uang tabungan. Hal itu diharapkan dapat memotivasi mereka untuk melahirkan karya-karya selanjutnya dan juga memperkaya model pembelajaran sejarah yang dilakukan para guru.
Keberhasilan siswa MAN 3 Jakarta dalam kegiatan ini tak lepas dari motivasi dan bimbingan Kepala MAN 3 Jakarta Nuroto. “Alhamdullilah penugasan saya di MAN 3 Jakarta sudah bisa mendorong peningkatan budaya akademis, seperti meningkatnya lulusan yang diterima di PTN dan juga keberhasilan dalam lomba-lomba akademis seperti story telling ataupun lomba pemetaan sejarah kali ini,” ujarnya. Nuroto sendiri baru ditugaskan di MAN 3 Jakarta sejak 21 Februari 2019.
Karya tulis tim MAN 3 Jakarta, dapat dilihat melalui :
.
http://bit.ly/petaman3


Comments
0 Comments

No comments:

Translate

Artikel Terbaru

BERAMAL SHALIH ITU BERAT, TAPI MEMPERTAHANKANNYA JAUH LEBIH BERAT

Beramal kebaikan itu memang ternyata tidak mudah, butuh perjuangan dan kerja keras. Tantangan dalam beramal shalih itu dari awal hingga ...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI